1,721,146 research outputs found
Pengaruh Pemberian Berbagai Level Pupuk Kandang Ayam Broiler dan Interval Pemotongan terhadap Pertumbuhan dan Produksi Rumput Raja (Pennisetum Purpupoides)
RUMESTI SILALAHI, 2001 "Pengaruh Pemberian Berbagai Level Pupuk Kandang Ayam Broiler dan Interval Pemotongan Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Rumput Raja" dibimbing oleh Bapak Ir. Hasan Fuad Nasution selaku pembimbing I dan Ibu Ir. Eniza Saleh, MS selaku pembimbing II
Penelitian ini dilakukan diareal percobaan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Medan, dengan ketinggian 25 meter diatas permukaan laut. Berlangsung kurang lebih 4 bulan mulai bulan Agustus sampai November 2000.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai level pupuk kandang ayam broiler dan interval pemotongan terhadap pertumbuhan dan produksi rumput raja (Pennisetum purpupoides).
Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK)
faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan Faktor utama adalah perlakuan
berbagai level pupuk kandang ayam broiler (1) dengan 3 taraf yaitu TI= 1kg /plot, T2-2kg/plot, T3-3kg/plot Faktor kedua adalali interval pemotongan dengan 3 taraf yaitu 11-4x pemotongan, 12- 3x pemotongan dan 13- 2 x pemotongan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berbagai level pupuk kandang ayam broiler berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah anakan dan berat kering rumput raja, tetapi berpengaruh sangat nyata terhadap berat segar rumput raja. Perlakuan interval pemotongan berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah anakan, berat segar dan berat kering rumput raja Interaksi antara level pupuk kandang ayam broiler dan interval pemotongan berpengaruh tidak nyata terhadap berat segar dan berat kering rumput raja, dan berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah anakan62 HalamanSkripsi Sarjan
Pengaruh Inokulasi Rhizobium Terhadap Produksi Hijauan Legum Stylo (Stylosanthes Guyanensis)
Junaidi, Pengaruh Inokulasi Rhizobium Terhadap Produksi Legum Stylo (Stylosanthes guyanensis) Dibimbing oleh Ir. Hasan Fuad Nasution sebagai pembimbing I dan Ir Juharnomi Rifai, MS sebagai pembimbing II.
Penelitian ini dilaksanakan dirumah kaca di Fakultas Pertanian Universitas
Sumatera Utara pada bulan Juli sampai September 1999. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan inokulasi rhizobium terhadap pertumbuhan dan produksi hijauan legum stylo.
Pelaksanaan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non
faktorial. Terdiri dari 3 perlakuan dengan 6 ulangan yang masing-masing perlakuan
sebagai berikut
P1 = Media tanam tanpa rhizobium
P2= Media tanam dengan inokulan tanah bekas tanaman leguminosa
P3= Media tanam dengan inokulan rhizobium biakan (Rhizo-Plus) dengan pemotongan dilakukan pada saat tanaman berumur 4 bulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan inokulasi rhizobium memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap produksi segar tanaman stylo Untuk produksi segar daun, rataan tertinggi diperoleh pada perlakuan P3 yaitu sebesar 36.20 gram, sedangkan P2 sebesar 34.94 gram dan P1 (kontrol) sebesar 13.06 gram. Demikian pula pada produksi segar batang, rataan tertinggi diperoleh pada perlakuan P3 sebesar 36.76 gram, P2 sebesar 35.32 gram dan P1 (kontrol) sebesar 12.49 gram.
Perlakuan inokulasi rhizobium ini juga berpengaruh sangat nyata terhadap produksi kering oven tanaman stylo. Dari produksi kering oven daun diperoleh rataan tertinggi pada perlakuan P2 sebesar 9.66 gram, P3 sebesar 8.83 gram dan Pl sebesar 3.06 gram. Sedangkan rataan produksi kering oven batang tertinggi diperoleh pada perlakuan P2 sebesar 9.41 gram, P3 sebesar 9.24 gram dan P1 sebesar 3 04 gram
Hasil penghitungan jumlah bintil akar efektif juga memperlihatkan pengaruh yang sangat nyata dari perlakuan inokulasi rhizobium ini. Dimana untuk perlakuan P1 diperoleh rataan 0.50, P2 sebesar 23.17 dan P3 sebesar 25 83.61 HalamanSkripsi Sarjan
Pengaruh Berbagai Level Zat Pengatur Tumbuh Dekamon 22,43 L dan Pupuk Kandang Domba terhadap Produksi dan Pertumbuhan Legum Stylo (Stylosanthes Gracilis)
SYAHNAN SAGALA, 2002, "Pengaruh Berbagai Level Zat Pengatur Tumbuh Dekamon 22,43 L dan Pupuk Kandang Domba Terhadap Produksi dan Pertumbuhan Legum Stylo (Stylosanthes gracilis) Dibimbing oleh Bapak Ir Hasan Fuad Nasution sebagai Pembimbing I dan Ibu Ir. Eniza Saleh, MS Sebagai Pembimbing 11.
Penelitian ini dilaksanakan di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara pada ketinggian 25 meter dari permukaan laut yang berlangsung sejak bulan Maret sampai bulan Juni 2001.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian Zat Pengatur Tumbuh Dekamon 22,43 L dan pupuk kandang domba terhadap pertumbuhan dan produksi Legum Stylo (Stylosanthes gracilis).
Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap Faktorial. Terdiri dari masing-masing 3 perlakuan dan 3 ulangan Masing-masing perlakuan adalah sebagai berikut: Zat Pengatur Tumbuh Dekamon 22,43 L terdiri dari: D1- 1.0 co/liter air, D2-1.5 cc/liter air, D3 2.0 ce/liter air. Pupuk kandang domba terdiri dari: K1 -0.25 kg/polybag tanah, K2-0.50 kg/polybag tanah, K3 -0.75 kg/polybag tanah. Sedangkan parameter yang diamati adalah Tinggi Tanaman, Berat Segar tanaman dan Berat Kering Oven tanaman.
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh bahwa pemberian Zat
Pengatur Tumbuh Dekamon 22,43 1. dan pupuk kandang domba memberikan pengaruh terhadap parameter Tinggi Tanaman, berat Segar Tanaman dan Berat Kering Oven Tanaman Stylosanthes gracilis Pada parameter Tinggi Tanaman diperoleh hasil rataan tertinggi pada perlakuan D2K1 (1.5 co/liter air ZPT Dekamon dan yakni sebesar 73.25 cm dan rataan terendah pada perlakuan D2K1 yakni sebesar 73.25 cm. Kemudian pada parameter Berat Segar Tanaman diperoleh hasil rataan tertinggi pada perlakuan DIKI (15 cc/liter air ZPT Dekamon 22,43 L dan 0.25 kg/polybag pupuk kandang domba) yakni sebesar 160.27 gr dan rataan terendah pada perlakuan D2K3 (1.5 cc/liter air ZPT Dekamon 22,43 L dan 0.75 kg/polybag pupuk kandang doba) sebesar 60.39 gr. Selanjutnya pada parameter Berat Kering Oven Tanaman diperoleh hasil rataan tertinggi pada perlakuan D2K2 (1.5 co/liter air ZPT Dekamon 22.43 1. dan 0.5 kg/polybag pupuk kandang domba) yakni sebesar 30.49 gr dan rataan yang terendah diperoleh pada perlakuan D3K3 (20 cc/liter ZPT Dekamen 22,43 1. dan 0.75 kg/polybag pupuk kandang domba) sebesar 20.35 gr.
Interaksi dari pemberian berbagai level Zat Pengatur Tumbuh Dekamon 22,43 L. dengan pupuk kandang domba tidak memberikan pengaruh pada semu parameter penelitian.66 HalamanSkripsi Sarjan
Pengaruh Berbagai Level Zat Pengatur Tumbuh Dekamon 22,43 L dan Pupuk Kandang Domba terhadap Produksi dan Pertumbuhan Legum Stylo (Stylosanthes Gracilis)
SYAHNAN SAGALA, 2002, "Pengaruh Berbagai Level Zat Pengatur Tumbuh Dekamon 22,43 L dan Pupuk Kandang Domba Terhadap Produksi dan Pertumbuhan Legum Stylo (Stylosanthes gracilis) Dibimbing oleh Bapak Ir Hasan Fuad Nasution sebagai Pembimbing I dan Ibu Ir. Eniza Saleh, MS Sebagai Pembimbing 11.
Penelitian ini dilaksanakan di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara pada ketinggian 25 meter dari permukaan laut yang berlangsung sejak bulan Maret sampai bulan Juni 2001.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian Zat Pengatur Tumbuh Dekamon 22,43 L dan pupuk kandang domba terhadap pertumbuhan dan produksi Legum Stylo (Stylosanthes gracilis).
Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap Faktorial. Terdiri dari masing-masing 3 perlakuan dan 3 ulangan Masing-masing perlakuan adalah sebagai berikut: Zat Pengatur Tumbuh Dekamon 22,43 L terdiri dari: D1- 1.0 co/liter air, D2-1.5 cc/liter air, D3 2.0 ce/liter air. Pupuk kandang domba terdiri dari: K1 -0.25 kg/polybag tanah, K2-0.50 kg/polybag tanah, K3 -0.75 kg/polybag tanah. Sedangkan parameter yang diamati adalah Tinggi Tanaman, Berat Segar tanaman dan Berat Kering Oven tanaman.
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh bahwa pemberian Zat
Pengatur Tumbuh Dekamon 22,43 1. dan pupuk kandang domba memberikan pengaruh terhadap parameter Tinggi Tanaman, berat Segar Tanaman dan Berat Kering Oven Tanaman Stylosanthes gracilis Pada parameter Tinggi Tanaman diperoleh hasil rataan tertinggi pada perlakuan D2K1 (1.5 co/liter air ZPT Dekamon dan yakni sebesar 73.25 cm dan rataan terendah pada perlakuan D2K1 yakni sebesar 73.25 cm. Kemudian pada parameter Berat Segar Tanaman diperoleh hasil rataan tertinggi pada perlakuan DIKI (15 cc/liter air ZPT Dekamon 22,43 L dan 0.25 kg/polybag pupuk kandang domba) yakni sebesar 160.27 gr dan rataan terendah pada perlakuan D2K3 (1.5 cc/liter air ZPT Dekamon 22,43 L dan 0.75 kg/polybag pupuk kandang doba) sebesar 60.39 gr. Selanjutnya pada parameter Berat Kering Oven Tanaman diperoleh hasil rataan tertinggi pada perlakuan D2K2 (1.5 co/liter air ZPT Dekamon 22.43 1. dan 0.5 kg/polybag pupuk kandang domba) yakni sebesar 30.49 gr dan rataan yang terendah diperoleh pada perlakuan D3K3 (20 cc/liter ZPT Dekamen 22,43 1. dan 0.75 kg/polybag pupuk kandang domba) sebesar 20.35 gr.
Interaksi dari pemberian berbagai level Zat Pengatur Tumbuh Dekamon 22,43 L. dengan pupuk kandang domba tidak memberikan pengaruh pada semu parameter penelitian.66 HalamanSkripsi Sarjan
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
