1,720,969 research outputs found
KESELAMATAN DALAM BERKENDARA: KAJIAN TERKAIT DENGAN USIA DAN JENIS KELAMIN PADA PENGENDARA
Abstrak: Jumlah kendaraan bermotor setiap tahunnya mengalami peningkatan. Peningkatan jumlah kendaraan ini ternyata juga didapati jumlah kecelakaan yang cukup tinggi di jalan raya. Banyak faktor yang dapat menjadi penyebab kecelakaan di jalan diantaranya adalah perilaku berkendara yang tidak memperhatikan keselamatan. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menelaah bagaimana factor usia dan jenis kelamin dapat mempengaruhi perilaku keselamatan dalam berkendara. Pembahasan dalam artikel ini akan diawali dengan gambaran keselamatan berkendara yang erat kaitannya dengan munculnya kecelakaan di jalanan serta gambaran bagaimana faktor usia dan jenis kelamin terkait dengan keselamatan dalam berkendara.Kata kunci: Keselamatan berkendara, kecelakaan dalam berkendara, usia, jenis kelami
BAGAIMANA PERAN AGAMA TERKAIT PERILAKU PRO LINGKUNGAN?
Studi ini bertujuan untuk melihat peran agama terkait dengan perilaku pro lingkungan. Dalam penelitian ini melibatkan 200 responden dengan rentang usia 18-57 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif analisis isi dengan mendasarkan pada pertanyaan terbuka yaitu pertama bagaimana bentuk menjaga lingkungan; kedua Apakah terdapat ajaran di agama anda yang mengajak untuk menjaga lingkungan hidup; ketiga, apakah ajaran dalam agama memainkan peranan penting dalam menjaga lingkungan hidup; keempat, apakah tokoh agama memberikan materi ceramahnya untuk menjaga lingkungan hidup; kelima apakah perlu tokoh agama untuk memberikan materi ceramahnya tentang menjaga lingkungan hidup. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa keberadaan agama (ajaran dan tokoh agama) diindikasikan baru mampu memberikan efek persepsi terkait perilaku pro lingkungan yang masih bersifat dasar dalam lingkup gaya hidup individu dibandingkan dalam skala yang lebih luas dan massif dalam ranah kebijakan maupun menjaga ekosistem.Studi ini bertujuan untuk melihat peran agama terkait dengan perilaku pro lingkungan. Dalam penelitian ini melibatkan 200 responden dengan rentang usia 18-57 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif analisis isi dengan mendasarkan pada pertanyaan terbuka yaitu pertama bagaimana bentuk menjaga lingkungan; kedua Apakah terdapat ajaran di agama anda yang mengajak untuk menjaga lingkungan hidup; ketiga, apakah ajaran dalam agama memainkan peranan penting dalam menjaga lingkungan hidup; keempat, apakah tokoh agama memberikan materi ceramahnya untuk menjaga lingkungan hidup; kelima apakah perlu tokoh agama untuk memberikan materi ceramahnya tentang menjaga lingkungan hidup. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa keberadaan agama (ajaran dan tokoh agama) diindikasikan baru mampu memberikan efek persepsi terkait perilaku pro lingkungan yang masih bersifat dasar dalam lingkup gaya hidup individu dibandingkan dalam skala yang lebih luas dan massif dalam ranah kebijakan maupun menjaga ekosiste
BAGAIMANA KONDISI KESADARAN LINGKUNGAN TERKAIT PENCEMARAN UDARA YANG DIMILIKI OLEH MASYARAKAT PERKOTAAN? (STUDI PENDAHULUAN PADA MASYARAKAT DI JAKARTA).
Penelitian awal ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kesadaran lingkungan mengenai pencemaran udara pada masyarakat yang beraktivitas di Jakarta. Teknik analisis yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Peneliti memberikan gambaran mengenai kesadaran lingkungan yang terbagi kedalam tiga kelompok kesadaran lingkungan yaitu kesadaran lingkungan tinggi, kesadaran lingkungan sedang, dan kesadaran lingkungan rendah. Responden dalam penelitian ini berjumlah 121 responden yang beraktivitas di Jakarta. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini mendasarkan pada dimensi kesadaran lingkungan menurut Grob (1995) yang terdiri dari environmental knowledge dan recognition of environmental problem. Hasil Penelitian ini menyimpulkan bahwa responden dalam penelitian ini memiliki kesadaran lingkungan sedang yang mengarah ke tinggi. Untuk hasil penelitian yang lebih detail akan dipaparkan dalam pembahasan.Â
PERSEPSI PORNOGRAFI PADA ANAK (STUDI PENDAHULUAN PADA SISWA KELAS 5 SEKOLAH DASAR ISLAM “Xâ€)
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data awal terkait dengan konseppornografi dan sumber media yang dianggap memberikan paparan mengenai kontenpornografi pada anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif analisis isidengan menggunakan kuisioner terbuka yang terdiri dari 4 item pertanyaan. Pertanyaanyang dibangun adalah “pornografi itu seperti apa?â€, “media sosial apa saja yang seringdikunjungiâ€, “jenis media sosial yang dikunjungi dan pernah secara tidak sengaja melihatkonten pornografiâ€, dan “jenis media sosial yang dikunjungi untuk secara sengaja melihatkonten pornografiâ€. Responden dalam penelitian ini adalah anak sekolah dasar kelas5 yang berjumlah 75 siswa (41 perempuan dan 34 laki-laki) dengan rentang usia 10-11tahun. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis isi induktif. Pertanyaanterbuka yang dalam penelitian ini dibangun berdasarkan pada pertanyaan Hasil penelitianmenunjukkan bahwa 37% siswa menggambarkan konsep pornografi mengarahkan padaobjek pornografi yaitu bagian tubuh pribadi, 20% siswa menggambarkan tentang perilakuseksual, 33% siswa memberikan jawaban normatif, 7% memberikan jawaban ambigu yangtidak sesuai dengan pertanyaan dan 3% siswa tidak memberikan jawaban. Untuk mediasosial yang dikunjungi para siswa menjawab youtube dan instagram sebagai media sosialyang sering dikunjungi. Dari total siswa keseluruhan, 73% siswa (55 anak) pernah melihatkonten pornografi secara tidak sengaja melalui youtube dan instagram. 21% siswa (16anak) pernah melihat konten pornografi secara sengaja melalui youtube dan instagram
PERILAKU PROSOSIAL REMAJA PADA SISWA SMA ATAU SEDERAJAT YANG MENGIKUTI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER
This research aims to describe about Adolescents’s Prosocial Behavior on High School Students Whose joining Extracuricular Activities. Respondent of this research were High School Students Whose joining Extracuricular Activities. The number of respondents in this research were 210 respondents. Convenience sampling technique is used to sample the population. The measuring instrument in this research was Revise Prosocial Tendencies Measure (R-PTM) from Carlo and Randall (2002). There was 22 items in the questionnaire, and there was open question about respondents perceived benefit of Extracuricular Activities. The results showed that the majority of Prosocial Behavior in low categories. Extracuricular that was having the highest mean was pramuka. The most perceived benefit was training cooperation
PENGARUH PEMBERIAN AKTIVITAS MERANGKAK TERHADAP KEMAMPUAN VISUAL-SPASIAL PADA ANAK DENGAN DOWN SYNDROME DI KLINIK A
The purpose of this research was to see the effectivity of crawling on visual-spatial ability in child with down syndrome. This study is using single case experimental. The subject of this study is only one which is a child with down syndrome. The result of this study showed that crawling intervention made some effect such as increasing duration of response, but it was not significant. Therefore, this study is need to review for giving significant result that show crawling has been effective on visual-spatial ability for child with down syndrome
Adaptation of Gratitude Questionnaire-6 (GQ–6) in Indonesian Context
Adaptation of a psychological instrument is essential due to cultural difference and context. This study aimed to adapt the Gratitude Questionnaire-6 (GQ-6) in an Indonesian context. The initial steps included back-to-back translation, focus group discussion, expert judgements, and pilot study. From this procedure, five additional items were added to the original GC-6. The eleven final items were tested to 404 undergraduate students aged 18-24 years-old from several universities in Jakarta. The reliability test, the internal consistency, was examined by the Cronbach’s alpha coefficient, while the validity test, construct validity, was examined using exploratory factor analysis (EFA). The result of analysis showed good validity and reliability (Cronbach’s alpha: 0.789). This study concluded that 11-item gratitude questionnaire consistently measured gratitude in adolescents based on two factors: appreciation to the constant experience of life and appreciation towards individuals that take part in one’s life
YAKINKAH DENGAN ADANYA PERUBAHAN IKLIM?
Abstrak: Studi awal ini mengarahkan pada keyakinan individu terkait dengan permasalahan perubahan iklim yang serta perilaku pro lingkungan sebagai bentuk respon terhadap keyakinan tersebut. Responden dalam penelitian ini melibatkan para mahasiswa dengan total 292 responden.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif analisis isi dengan memberikan pertanyaan terbuka terhadap para responden berkaitan dengan pertama “apakah meyakini bahwa perubahan iklim sedang terjadi saat ini?; kedua “kondisi seperti apa yang anda rasakan atau lihat sebagai indikator bahwa perubahan iklim sedang terjadi?; ketiga “seperti apa sajakah seharusnya bentuk perilaku pro lingkungan itu?â€; keempat “bentuk pro lingkungan seperti apa yang sudah anda lakukan saat ini?â€. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 94% responden menyakini bahwa perubahan iklim sedang terjadi dan 6% meyakini tidak ada namanya perubahan iklim. Keyakinan akan terjadinya perubahan iklim didasarkan pada beberapa indikator yang dirasakan yaitu 44,18% respondenmengarahkan pada kondisi cuaca yang tidak menentu, 26,03% responden mengarahkan pada suhu yang meningkat, 5,28% responden mengarahkan pada kualitas udara yang buruk, 4,45% mengarahkan pada frekuensi hujan yang meningkat, 2,39% mengarahkan pada kondisi fisikyang mudah sakit, 1,37% mengarahkan pada informasi mengenai mencairnya es di kutub, 1,37% mengarahkan pada meningkatnya intensitas bencana saat ini. Berdasarkan pada keyakinan tersebut, sebagai bentuk respon dalam bentuk pengetahuan dan perilaku pro lingkungan yang menjadi fokus responden (mayoritas) masih berada dalam tahap perilaku keseharian individu yang berpusat pada dirinya (membuang sampah pada tempatnya, pengelolaan sampah melalui3R, hemat penggunaan air dan listrik, mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, konsumsi yang pro lingkungan) dibandingkan terlibat secara aktif dalam gerakan atau komunitas maupun berperan lebih jauh secara kebijakan maupun politis.Â
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
- …
