6 research outputs found

    PENYELESAIAN KONFLIK AFGHANISTAN-PAKISTAN : SEBUAH PENDEKATAN REKONSILIASI

    No full text
    2016Umiyati Haris, E 131 12 005, dengan ???Penyelesaian Konflik Afghanistan-Pakistan: Sebuah Pendekatan Rekonsiliasi???, di bawah bimbingan Muhammad Nasir Badu, Ph.D selaku pembimbing I dan Drs. H. Husain Abdullah, M.Si. selaku pembimbing II, pada Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Hasanuddin.\ud Penelitian ini menggambarkan tentang konflik Afghanistan dan Pakistan hingga upaya penyelesaian konflik kedua negara melalui proses rekonsiliasi. Pembahasan difokuskan pada penyelesaian konflik Afghanistan dan Pakistan. Tipe penelitian yang penulis gunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah Deskriptif-Analitik. Adapun teknik pengumpulan data, penulis memperoleh dari wawancara dan studi pustaka yang menelaah sejumlah buku, jurnal, dokumen, surat kabar dan artikel ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik diantara kedua negara mengalami tahap peningkatan (eskalasi) maupun tahap penurunan konflik (de-eskalasi) saat munculnya pemicu konflik yang baru dan aktor yang bertambah. Konflik Afghanistan dan Pakistan juga mengalami tahap penurunan konflik ketika pihak-pihak yang bertikai memutuskan untuk mengakhiri penyerangan, seperti gencatan senjata dan berdialog. Berbagai upaya penyelesaian konflik yang telah dilakukan untuk menciptakan perdamaian yang permanen di antara kedua negara tersebut. Selain gencatan senjata, mediasi PBB, penyelesaian konflik melalui beberapa dialog juga telah ditempuh oleh Afghanistan dan Pakistan. Penyelesaian konflik melalui dialog termasuk dalam proses rekonsiliasi. Hal tersebut merupakan salah satu indikator yang mengukur efektivitas rekonsiliasi dalam penyelesaian konflik Afghanistan dan Pakistan.\ud Kata kunci : Konflik, eskalasi konflik, de-eskalasi konflik, penyelesaian konflik,\ud gencatan senjata, dialog, rekonsilias

    DAMPAK PEMBATASAN SOSIAL BERSKALA BESAR TERHADAP AKTIVITAS FISIK SISWA SEKOLAH DASAR: PERBANDINGAN ANTARA WILAYAH RED ZONE DAN GREEN ZONE DI KABUPATEN KUNINGAN

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan dampak pada PSBB di Kabupaten Kuningan yang mengakibatkan sekolah dasar yang berada di sekitar menjadi terkena dampak dalam melakukan aktivitas fisik. Sekolah dasar ada yang melakukan pembelajaran di rumahnya masing-masing juga sebagian yang berada di wilayah green zone yakni yang masih melakukan pembelajaran baik dapat melakukan aktivitas fisik seperti biasanya dengan , yang berada di red zone hanya dapat melakukan aktivitas baik pembelajaran di rumah untuk meminimalisir dampak covid-19. Untuk menghasilkan pembelajaran yang baik didukung oleh keterampilan aktivitas fisik yang baik, karena keduanya sangat penting dan harus dimiliki oleh siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah, maka peneliti membuat suatu aktivitas fisik yang bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan cara melakukan penelitian terhadap siswa sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuesioner berbentuk angket. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas atas yang diberikan siswa yang berada di wilayah green zone 3 sekolah dan juga di wilayah red zone 3 sekolah di Kabupaten Kuningan. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 120 siswa dengan teknik pengambilan simpel purposive sampling. Penelitian ini dilakukan 1 kali penelitian yang dilakukan oleh penulis dengan mendeskripsikan dampak dari PSBB dengan aktivitas fisik siswa sekolah dasar yang penulis teliti. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner Physical Activity Questionnaire for Children (PAQ-C) analisis data yang dilakukan yaitu dengan bantuan software SPSS versi 25.00 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah dasar yang berada di green zone tidak lebih baik dengan tingkat aktivitas fisik siswa yang berada di wilayah red zone. Tingkat aktivitas fisik yang berada di wilayah red zone juga bisa lebih baik dalam melakukan aktivitas fisik sesuai dengan arahan yang ditentukan dalam melakukan kegiatan. Kata Kunci: PSBB, Aktivitas fisik, Green Zone, Red Zone. ABSTRACT The background of this research is was motivated by the problem impact on the PSBB in Kuningan which resulted in the elementary schools in the vicinity being affected in carrying out physical activities. There are elementary schools that carry out learning in their respective homes as well as some who are in the green zone, namely those who are still doing good learning can do physical activities as usual, those in the red zone can only do good learning activities at home to minimize the impact of covid -19. To produce good learning supported by good physical activity skills, because both are very important and must be possessed by students in learning physical education at school, the researchers made a physical activity that aims to overcome these problems by conducting research on elementary school students. The research method used is a questionnaire in the form of a questionnaire. The population in this study were upper class students who were given students who were in the green zone 4 school area and also in the red zone 4 school area in Kuningan. The sample in this study were 146 students with a simple purposive sampling technique. This research was conducted once a study conducted by the author describing the impact of PSBB on the physical activity of elementary school students that the author studied. Data analysis was carried out with the help of SPSS version 25.00 for Windows software. The results showed that elementary schools in the green zone were no better with the level of physical activity of students in the red zone area. The level of physical activity in the red zone area can also be better at carrying out physical activities in accordance with the directions specified in carrying out activities. Keywords: PSBB, Physical activity, Green Zone, Red Zone

    KAMPUS MERDEKA (INDEPENDENT CAMPUS) POLICY IN INDONESIA: A BRIEF OVERVIEW

    No full text
    Implementing the Kampus Merdeka (Independent Campus) policy for higher education in Indonesia opens new perspectives on the transformation of higher education. This strategic approach aims to improve institutions' quality flexibly and wants to place students in a central position in the university by involving students in the real-world activities through various field projects. Nevertheless, few doubts arise on how this policy program is implemented, including its sustainability. Through evidence-based critical review, this article aims to review the implementation of the Kampus Merdeka policy and some of the challenges that may arise. We identify three main challenges, including decision-making authority, external collaboration, and benchmarks of success which then lead to conclusions and recommendations regarding the skills of higher education institutions in carrying out external collaboration and tools to measure the success of field projects.AbstrakPenerapan kebijakan Kampus Merdeka pada pendidikan tinggi di Indonesia membuka perspektif baru dalam transformasi pendidikan tinggi. Pendekatan strategis ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas institusi secara fleksibel dan menempatkan mahasiswa pada posisi sentral di perguruan tinggi dengan melibatkan mahasiswa dalam kegiatan di dunia nyata melalui berbagai proyek lapangan. Namun demikian, beberapa keraguan muncul tentang bagaimana program kebijakan ini diimplementasikan, termasuk keberlanjutannya. Dengan pendekatan tinjauan literatur berbasis bukti, artikel ini mengulas implementasi kebijakan Kampus Merdeka dan beberapa tantangan yang mungkin muncul. Kami mengidentifikasi tiga tantangan utama, antara lain kewenangan pengambilan keputusan, kolaborasi eksternal, dan tolok ukur keberhasilan. Ketiganya mengarah pada kesimpulan dan rekomendasi mengenai keterampilan institusi pendidikan tinggi dalam melakukan kolaborasi eksternal beserta instrumen untuk mengukur keberhasilan proyek-proyek di lapangan

    OPTIMALISASI PERAN PEMERINTAH DAN BPJS KESEHATAN DALAM PENANGANAN STUNTING DI KABUPATEN MERAUKE

    No full text
    Stunting is a troubling social problem in Merauke Regency, South Papua, the Head of Merauke Regency Health Office stated that the number of stunting has increased from 2021 to 2022, through the Electronic Application for Community-Based Nutrition Recording and Reporting (E-ppgbm), as of August 2022 reported by all health centers in Merauke Regency, there were 2,015 stunting toddlers. The purpose of this research is to analyze the problem of stunting and find steps to handle and prevent stunting in Merauke. This research method uses descriptive qualitative. From the above problems, to overcome stunting in Merauke, there are three ways taken by the Merauke government. First, BPJS provides access to quality health services for children who are vulnerable to stunting. Second, There is a Merauke government policy to formulate stunting handling and increase public awareness about balanced nutrition and healthy lifestyles. Third, Optimizing the role of BPJS Health and the government can contribute to achieving the welfare of the 2045 golden generation in Merauke Regency

    Empowering of Small Businesses in Community Development in Merauke, South Papua Crocodile’s Leather Craftsman

    No full text
    This study discusses the empowerment of crocodile skin handicrafts by the Department of Cooperatives, Industry and Trade of Merauke Regency. This study aims to determine the efforts to empower the Merauke Regency Industry and Trade Cooperatives Service towards crocodile skin craft business in Merauke Regency. This study uses a descriptive method with a qualitative approach. Determination of informants using purposive sampling technique. Data was collected through observation, direct interviews and documentation. The results showed that the efforts to empower the crocodile skin craft business by the Department of Cooperatives, Industry and Trade of Merauke Regency were not optimal. This refers to the empowerment that has been carried out by the Department of Cooperatives, Industry and Trade of Merauke Regency which is generally still oriented to the routine work of the government. Such conditions ultimately hampered the process of empowering crocodile skin crafts on Bumi animha Merauke. The researcher recommends the Department of Cooperatives, Industry and Trade of Merauke Regency to carry out intensive socialization of the use of galze and coloring techniques as well as the use of information, communication and technology to distribute crocodile skins, synergize with craftsmen to strengthen business independence and for crocodile skin crafts it is better to start actualizing themselves in improve the ability to find and take advantage of opportunities so that the sale of crocodile skin products is more easily accessible to the market

    BUKU AJAR PENGORGANISASIAN MASYARAKAT

    No full text
    Buku ajar ini dirancang untuk menjadi panduan komprehensif bagi mahasiswa, praktisi, dan peminat dalam bidang pembangunan dan pengembangan masyarakat. Dengan pendekatan yang sistematis dan aplikatif, buku ini mengupas tuntas bagaimana perubahan sosial dapat diinisiasi dan dikelola dalam sebuah komunitas masyarakat. Bab pertama, "Pengembangan Masyarakat sebagai Proses Perubahan", menggambarkan dinamika perubahan sosial yang mendalam dan metode efektif untuk mengelolanya. Di bab berikutnya, "Pengorganisasian Masyarakat", disajikan teknik-teknik membangun struktur komunitas yang tangguh dan kohesif. Lebih jauh, buku ini menyelami "Konsep dan Strategi Pemberdayaan dalam Pengembangan Masyarakat", menawarkan strategi inovatif untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat. Tidak hanya itu, bab tentang "Isu dan Problematika dalam Pemberdayaan Masyarakat" mengidentifikasi berbagai tantangan yang sering dihadapi, memberikan wawasan kritis dan solusi praktis. Di akhir buku, "Pembangunan Masyarakat dalam Pemanfaatan Sumber Daya" memberikan panduan tentang pemanfaatan optimal sumber daya lokal untuk kesejahteraan bersama. Dengan gaya bahasa yang mudah dipahami dan konten yang relevan, buku ini diharapkan menjadi referensi utama dan inspirasi bagi mereka yang berkomitmen untuk membangun masyarakat yang lebih baik
    corecore