10 research outputs found
Creative Learning Methods Improving Children’s Interest in Attending Sunday School in Tarutung, Indonesia
EFEKTIFITAS PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR BERBASIS MULTIMEDIA DI SEKOLAH MINGGU BNKP
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektifitas Pemanfaatan Sumber Belajar Berbasis Multimedia Pada Pembelajaran Sekolah Minggu BNKP dengan menggunakan Metode penelitian adalah Penelitian Pengembangan, dengan jumlah Populasi 30 Orang dan Sampel 25 Orang anak Sekolah Minggu dan 5 Orang Guru Sekolah Minggu, menggunakan Instrumen Penelitian Angket, Teknik analisa data deskriptif persentase.Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa Efektifitas Pemanfaatan Sumber Belajar Berbasis Multimedia Dalam Pembelajaran Sekolah Minggu BNKP lebih tinggi dari 80% dari Kriteria yang diharapkan. Disimpulkan bahwa Efektifitas Pemanfaatan Sumber Belajar Berbasis Multimedia Dalam Pembelajaran Sekolah Minggu BNKP mencapai Rata-rata: 95% (kriteria Sangat Baik) Kata Kunci: Efektifitas, Sumber Belajar, Multimedia, Sekolah Mingg
Upaya Peningkatan Perekonomian Jemaat BKPN Melalui Hasil Pengolahan Limbah Batang Pisang (Suatu Pelayanan Berbasis Mazmur 104:14)
Abstract So far, banana tree trunk waste is considered as something that is wasted, not to be used as a material with high economic value. Whereas waste banana tree trunks are materials that are easily found amid rural congregations. This study aims to improve the economy of the BKPN congregation through the utilization of banana tree trunk waste. With an understanding of the utilization of banana stem waste as a source of economic income for the congregation, the congregation will have a mindset right about the utilization of banana stem waste and can apply it effectively. The research data were collected using the Observation and techniques Field notation in their search method Participatory Appraisal Research (PAR) because the study involved local rural congregations. The target congregation that will be used as partners in the productive age congregation who has the desire to do business but does not yet have special skills in utilizing banana stem waste. The results of the research on the production process of banana tree trunk waste can reduce wasted waste and can become a new source of income so that it can increase the economic and aesthetic value and function of the waste for the congregation.Keywords: Economy, congregation, waste, banana stemsAbstrakSelama ini, limbah batang pohon pisang dianggap sebagai sesuatu yang terbuang, bukan untuk dimanfaatkan sebagai bahan material yang bernilai ekonomis tinggi. Padahal limbah batang pohon pisang bahan yang mudah ditemui di tengah-tengah jemaat pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian jemaat BKPN melalui pemanfaatan limbah batang pohon pisang. Dengan adanya pemahaman tentang pemanfaatan limbah batang pisang sebagai salah satu sumber pendapatan ekonomi jemaat, maka jemaat akan memiliki mindset yang benar tentang pemanfaatan limbah batang pisang dan dapat mengaplikasikannya secara tepat guna. dengan Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan teknik Observasi dan Field not dalam metode peneliti Participatory Appraisal Researc (PAR), karena penelitian melibatkan jemaat pedesaan setempat. Jemaat sebagai target yang akan dijadikan sebagai mitra adalah jemaat usia produktif yang memiliki keinginan untuk melakukan usaha namun belum memiliki keterampilan khusus dalam memanfaatkan limbah batang pisang. Hasil penelitian proses produksi limbah batang pohon pisang ini dapat mengurangi pembuangan yang sia-sia dan dapat menjadi sumber pendapatan terbaru sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi dan estetika serta fungsi dari limbah tersebut bagi jemaat.Kata Kunci: Ekonomi, jemaat, limbah, batang pisang
Model Supervisi Akademik Berbasis C3ME
Model supervisi akademik yang dikembangkan ini adalah model C3ME (Class Visists, Coaching, Commitment, Monitoring, Evaluasi), bertujuan untuk mengefektifkan pelaksanaan supervisi akademik dalam meningkatkan profesional guru PAK sehingga mereka berkinerja baik. Bidang study PAK merupakan bidang study yang wajib diajarkan di sekolah. Sebagai bangsa yang religius yang peradabannya didasarkan pada ajaran agama, masyarakat Indonesia memandang pendidikan agama sebagai filosofi negara dan ekspresi budaya dan ciri-ciri kepribadiannya. Hal ini telah dirumuskan dalam Pancasila, "KeTuhanan Yang Maha Esa." akhirnya menjadikan pendidikan agama sebagai hal yang wajib, berdasarkan hal tersebut maka untuk meningkatkan mutu pembelajaran PAK perlu adanya supervisi yang teratur dan dilakukan secara berkala, serta pengembangan model supervisi akademik sebagai cara untuk mempermudah supervisor secara efektif pada penyelenggaraannya.
Pengembangan model supervisi akademik C3ME adalah didasarkan atas permasalahan dalam pembelajaran PAK. Permasalahan tersebut dapat diatasi melalui keprofesionalan supervisor dalam menjalankan tugas supervisinya. Pengembangan model supervisi akademik C3ME dilakukan atas dasar Firman Tuhan dalam (1 Korintus 3:11) yaitu “Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus”. Artinya bahwa setiap bangunan membutuhkan dasar atau fondasi yang kuat. Jika melakukan semua pekerjaan atas dasar kasih Kristus, apapun profesi atau pekerjaan akan menjadi berkat bagi orang lain, di tempat dimana seseorang bekerja. 
Model Supervisi Akademik Berbasis C3ME
Model supervisi akademik yang dikembangkan ini adalah model C3ME (Class Visists, Coaching, Commitment, Monitoring, Evaluasi), bertujuan untuk mengefektifkan pelaksanaan supervisi akademik dalam meningkatkan profesional guru PAK sehingga mereka berkinerja baik. Bidang study PAK merupakan bidang study yang wajib diajarkan di sekolah. Sebagai bangsa yang religius yang peradabannya didasarkan pada ajaran agama, masyarakat Indonesia memandang pendidikan agama sebagai filosofi negara dan ekspresi budaya dan ciri-ciri kepribadiannya. Hal ini telah dirumuskan dalam Pancasila, "KeTuhanan Yang Maha Esa." akhirnya menjadikan pendidikan agama sebagai hal yang wajib, berdasarkan hal tersebut maka untuk meningkatkan mutu pembelajaran PAK perlu adanya supervisi yang teratur dan dilakukan secara berkala, serta pengembangan model supervisi akademik sebagai cara untuk mempermudah supervisor secara efektif pada penyelenggaraannya.
Pengembangan model supervisi akademik C3ME adalah didasarkan atas permasalahan dalam pembelajaran PAK. Permasalahan tersebut dapat diatasi melalui keprofesionalan supervisor dalam menjalankan tugas supervisinya. Pengembangan model supervisi akademik C3ME dilakukan atas dasar Firman Tuhan dalam (1 Korintus 3:11) yaitu “Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus”. Artinya bahwa setiap bangunan membutuhkan dasar atau fondasi yang kuat. Jika melakukan semua pekerjaan atas dasar kasih Kristus, apapun profesi atau pekerjaan akan menjadi berkat bagi orang lain, di tempat dimana seseorang bekerja. 
Model Supervisi Akademik Berbasis C3ME
Model supervisi akademik yang dikembangkan ini adalah model C3ME (Class Visists, Coaching, Commitment, Monitoring, Evaluasi), bertujuan untuk mengefektifkan pelaksanaan supervisi akademik dalam meningkatkan profesional guru PAK sehingga mereka berkinerja baik. Bidang study PAK merupakan bidang study yang wajib diajarkan di sekolah. Sebagai bangsa yang religius yang peradabannya didasarkan pada ajaran agama, masyarakat Indonesia memandang pendidikan agama sebagai filosofi negara dan ekspresi budaya dan ciri-ciri kepribadiannya. Hal ini telah dirumuskan dalam Pancasila, "KeTuhanan Yang Maha Esa." akhirnya menjadikan pendidikan agama sebagai hal yang wajib, berdasarkan hal tersebut maka untuk meningkatkan mutu pembelajaran PAK perlu adanya supervisi yang teratur dan dilakukan secara berkala, serta pengembangan model supervisi akademik sebagai cara untuk mempermudah supervisor secara efektif pada penyelenggaraannya.
Pengembangan model supervisi akademik C3ME adalah didasarkan atas permasalahan dalam pembelajaran PAK. Permasalahan tersebut dapat diatasi melalui keprofesionalan supervisor dalam menjalankan tugas supervisinya. Pengembangan model supervisi akademik C3ME dilakukan atas dasar Firman Tuhan dalam (1 Korintus 3:11) yaitu “Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus”. Artinya bahwa setiap bangunan membutuhkan dasar atau fondasi yang kuat. Jika melakukan semua pekerjaan atas dasar kasih Kristus, apapun profesi atau pekerjaan akan menjadi berkat bagi orang lain, di tempat dimana seseorang bekerja. 
Model Supervisi Akademik Berbasis C3ME
Model supervisi akademik yang dikembangkan ini adalah model C3ME (Class Visists, Coaching, Commitment, Monitoring, Evaluasi), bertujuan untuk mengefektifkan pelaksanaan supervisi akademik dalam meningkatkan profesional guru PAK sehingga mereka berkinerja baik. Bidang study PAK merupakan bidang study yang wajib diajarkan di sekolah. Sebagai bangsa yang religius yang peradabannya didasarkan pada ajaran agama, masyarakat Indonesia memandang pendidikan agama sebagai filosofi negara dan ekspresi budaya dan ciri-ciri kepribadiannya. Hal ini telah dirumuskan dalam Pancasila, "KeTuhanan Yang Maha Esa." akhirnya menjadikan pendidikan agama sebagai hal yang wajib, berdasarkan hal tersebut maka untuk meningkatkan mutu pembelajaran PAK perlu adanya supervisi yang teratur dan dilakukan secara berkala, serta pengembangan model supervisi akademik sebagai cara untuk mempermudah supervisor secara efektif pada penyelenggaraannya.
Pengembangan model supervisi akademik C3ME adalah didasarkan atas permasalahan dalam pembelajaran PAK. Permasalahan tersebut dapat diatasi melalui keprofesionalan supervisor dalam menjalankan tugas supervisinya. Pengembangan model supervisi akademik C3ME dilakukan atas dasar Firman Tuhan dalam (1 Korintus 3:11) yaitu “Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus”. Artinya bahwa setiap bangunan membutuhkan dasar atau fondasi yang kuat. Jika melakukan semua pekerjaan atas dasar kasih Kristus, apapun profesi atau pekerjaan akan menjadi berkat bagi orang lain, di tempat dimana seseorang bekerja. 
Peran Pemimpin Agama Berbasis Wawasan Pluralisme Dalam Merawat Toleransi Beragama di Indonesia
Abstract:This article departs from reality regarding the existence of cases of conflict to acts of violence with religious motives in Indonesia. Intolerant attitudes are increasingly felt by adherents of certain religions, for example refusing to build houses of worship even though the requirements have been fulfilled, feelings of being disturbed by the worship activities of adherents of other religions, the emergence of narrowly fanatical statements about the celebration of certain religious holidays, the occurrence of hate speech and even religious blasphemy. It turned out that amid these cases of conflict and intolerant religious leaders were also involved. Therefore, the author aims to develop an idea about the role of religious leaders plays a role in maintaining inter-religious harmony in Indonesia, namely by strengthening tolerance based on pluralism insights. This research refers to various literature consist of books, articles, journals and observes events around religious harmony. To build tolerance with a pluralism perspective, religious leaders can organize seminars on pluralism, Pancasila, and ideas that maintain national harmonious and integrity. In addition, adequate religious education for religious leaders can influence attitudes toward the reality of a pluralistic society, especially religious plurality. The deeper the pluralism insight of religious leaders and their adherents, the better the rating of tolerance in Indonesia. Abstrak:Artikel ini bertolak dari sebuah realita mengenai adanya kasus-kasus konflik hingga tindakan kekerasan dengan motif agama di Indonesia. Sikap intoleran semakin dirasakan oleh penganut agama tertentu, misalnya penolakan pendirian rumah ibadah meskipun persyaratan sudah terpenuhi, perasaan terganggu dengan aktifitas ibadah pemeluk agama lain, timbulnya pernyataan bermuatan fanatik sempit terhadap perayaan hari besar agama tertentu, terjadinya ujaran kebencian bahkan penistaan agama. Ternyata di tengah kasus konflik dan intoleran tersebut, pemuka agama juga turut terlibat. Oleh karena itu, penulis bertujuan untuk mengembangkan sebuah ide tentang peran pemimpin agama merawat kerukunan antar umat beragama di Indonesia, yaitu dengan memperkuat toleransi berbasis wawasan pluralisme. Penelitian ini mengacu pada berbagai sumber literatur antara lain buku, artikel, jurnal dan mengamati peristiwa di sekitar kerukunan beragama. Untuk membangun toleransi berwawasan pluralisme, maka pemuka agama dapat membuat seminar bertajuk pluralisme, pancasila dan gagasan yang menjaga kerukunan serta keutuhan bangsa. Selain itu pendidikan agama yang memadai bagi pemuka agama dapat mempengaruhi sikap terhadap realitas masyarakat majemuk, terutama pluralitas agama. Sehingga semakin dalam wawasan pluralisme pemimpin agama beserta penganutnya, maka semakin baik tingkat toleransi di Indonesia
Students’ Perception Of Online Learning Amidst Pandemic Covid 19: A Study Of Junior-Senior High School And College Student In Remote Area
Pengaruh Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas IX SMP Negeri 3 Lintong Nihuta Kabupaten Humbang Hasundutan
The aim of this research is to find out how much the Student Facilitator and Explaining learning model has on the learning motivation of class IX students at SMP Negeri 3 Lintong Nihuta, Humbang Hasundutan district, for the 2023/2024 academic year. The method used in this research is a quantitative method. The population is all class IX students of SMP Negeri 3 Lintong Nihuta, Humbang Hasundutan Regency for the 2023/2024 academic year, totaling 191 people and a sample of 32 people was determined using a purposive sampling technique. Data was collected using a positive closed questionnaire with 35 items. The results of the data analysis show that there is an influence of the Student Facilitator and Explaining learning model on the learning motivation of class IX students at SMP Negeri 3 Lintong Nihuta, Humbang Hasundutan district for the 2023/2024 academic year: 1) Test the analysis requirements: a) positive relationship test obtained with a value of rxy = 0.586 > rtable(=0.05,n=32) = 0.349, thus it is known that there is a positive relationship between variable dk=n-2=30)= 2.042, thus there is a significant relationship between variable 60X. b) Regression coefficient of determination test (r2) = 34.3%. 3) Test the hypothesis using the F test to obtain Fcount > Ftable=(=0.05, dk numerator k=14, dk denominator=n-2=32-2=30) namely 15.66 > 2.01 Thus Ha accepted and H0 rejected
