Portal Jurnal IAKN (Institut Agama Kristen Negeri) Tarutung
Not a member yet
287 research outputs found
Sort by
Peran Kitab Keagamaan (Alkitab) Sebagai Upaya Membangun Toleransi dalam Konflik Umat Beragama di Indonesia
AbstrakKonflik umat beragama sampai saat ini masih saja terjadi di tengah masyarakat Indonesia. Konflik bernuansa agama masih terjadi setelah berakhirnya kekuasaan rezim Orde Baru. Sikap tidak menghargai dan ujar kebencian masih terjadi di masyarakat dan memicu konflik umat beragama. Akibat dari konflik bernuansa keagamaan banyak menimbulkan kerusakan baik secara fisik dan psikologi pada pemeluk agama. Pemuka Agama yang mengajarkan tentang ajaran dan nilai-nilai agama, seharusnya dapat menjadi solusi dalam mencegah terjadinya konflik umat beragama. Konflik umat beragama tersebut masih terjadi karena ajaran dan nilai-nilai agama belum sepenuhnya diterapkan dalam kehidupan masyarakat, atau bahkan ada ajaran agama yang disampaikan oleh pemuka agama yang bersifat fundamentalisme, dengan klaim kebenaran agama masing-masing yang memicu terjadinya konflik dengan pemeluk agama yang berbeda. Melihat dari fenomena tersebut tulisan ini bertujuan untuk melihat peran kitab keagamaan diperlukan upaya membangun toleransi, dan kerjasama antara pemuka agama dengan umat untuk meminimalisir konflik umat beragama di Indonesia. Hasil dari penelitian penulis menunjukkan peran kitab keagamaan (Alkitab), pertama Nats Alkitab dapat membangun toleransi dapat dilihat dari Matius 22:39, dimana gambaran ini mengajarkan tentang hidup dengan mengasihi sesama seperti diri sendiri. Kedua, digambarkan dengan menyingkirkan pembedaan dan saling menerima satu dengan yang lain (Galatia 3:28).Kata Kunci: Kitab Keagamaan (Alkitab), Konflik Agama, Toleransi, Indonesia. Abstract Religious conflicts are still happening in the midst of Indonesian society. Conflicts with religious nuances still occur after the end of the New Order regime. Disrespect and hate speech still occur in society and trigger religious conflicts. The consequences of conflict with religious nuances cause a lot of physical and psychological damage to religious adherents. Religious leaders who teach about religious teachings and values, should be a solution in preventing conflicts between religious communities. Conflicts between religious communities still occur because religious teachings and values have not been fully implemented in people's lives, or there are even religious teachings conveyed by religious leaders who are fundamentalist in nature, with claims of the truth of their respective religions that trigger conflicts with adherents of different religions. . Seeing from this phenomenon, this paper aims to see the role of religious books, efforts are needed to build tolerance, and cooperation between religious leaders and the people to minimize conflicts between religious communities in Indonesia. The results of the author's research show the role of religious books (the Bible), firstly, Bible texts can build tolerance, it can be seen from Matthew 22:39, where this picture teaches about living by loving others as yourself. Second, it is described by putting aside differences and accepting one another (Galatians 3:28). Keywords: Religious Books (Bible), Religious Conflict, Tolerance, Indonesia
Pengaruh Disiplin Rohani Terhadap Karakter Mahasiswa Pendidikan Agama Kristen
Abstract This study aims to determine the effect of spiritual discipline on the character of students at the Tarutung State Institute of Christian Religion (IAKN). This research uses quantitative research with survey research and questionnaires as a data collection tool. The sample in this study were students of the Christian Religious Education Study Program, totaling 112 people and the sampling technique was through the Random Sampling system. The results of the research hypothesis test state that there is a low influence of Spiritual Discipline on Student Character with the calculation that the value of r2 = 0.008 = 0, so it can be concluded that the research hypothesis (Ho) is accepted, meaning that there is a low influence of Spiritual Discipline on Student Character. Thus it can be said that students have not fully accustomed themselves to living with spiritual disciplines, so it is found that the influence of Spiritual Discipline on Student Character is low.Keywords: Spiritual Discipline;Character;Students AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh disiplin rohani terhadap karakter mahasiswa di Insititut Agama Kristem Negeri (IAKN) Tarutung. Penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan penelitian tipe penelitian survei dan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Kristen yang berjumlah 112 orang dan teknik pengambilan sampel melalui sistem Random Sampling. Hasil uji hipotesis penelitian menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang rendah Disiplin Rohani terhadap Karakter Mahasiswa dengan hasil perhitungan bahwa nilai r2 = 0,008 = 0, sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian (Ho) diterima artinya terdapat pengaruh yang rendah Disiplin Rohani terhadap Karakter Mahasiswa. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa belum sepenuhnya mahasiswa membiasakan diri hidup dengan displin rohani, sehingga ditemukan rendahnya pengaruh Disiplin Rohan terhadap Karakter Mahasiswa. Kata kunci : : Disiplin Rohani;Karakter; Mahasisw
Upaya Pelestarian Cagar Budaya Istana Sisingamangaraja Bakkara Sebagai Situs Wisata Bersejarah di Kabupaten Humbang Hasundutan
Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya yang dilakukan Pemerintah dalam pelestarian Istana Raja Sisingamangaraja di Bakkara Kecamatan Baktiraja Kabupaten Humbang Hasundutan. Adapun jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dimana peneliti menjelaskan indikator pelestarian cagar budaya yang datanya bersumber dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Di dalam kompleks Istana Raja Sisingamangaraja terdapat potensi sebagai situs wisata sejarah terdiri dari replika bangunan rumah adat (Sopo Godang, Ruma Parsaktian, Ruma Bolon, dan Sopo Bolon), Bale Pasogit, Batu Siungkap-ungkapon, Makam Sisingamangaraja X, Makam Sisingamangaraja XI, Tugu Siraja Oloan dan Gerbang batu kuno Istana Raja Sisingamangaraja. Berbagai upaya dilakukan dalam upaya pelestarian penyelamatan, pengamanan, pemeliharaan, pemugaran serta pengembangan melalui pendidikan, revitalisasi dan adaptasi kemudian pemanfaatan melalui pendidikan, sosial agama dan kepariwisataan dengan tujuan agar tetap melestarikan situs cagar budaya Istana Raja Sisingamangaraja di Bakara meskipun upaya yang dilakukan masih menghadapi banyak masalah.Katakunci :Istana Raja Sisingamangaraja, Pelestarian Cagar Budaya Abstract:This study aims to find out how the efforts made by the Government in the preservation of the King Sisingamangaraja Palace in Bakkara, Baktiraja District, Humbang Hasundutan Regency. The type of this research is descriptive qualitative where the researcher explains the indicators of cultural heritage preservation whose data comes from primary data and secondary data. Data collection techniques using observation techniques, interviews and documentation. The data analysis technique uses data reduction, data presentation and conclusion drawing. From the results of the study, it can be concluded that inside the King Sisingamangaraja Palace complex there is potential as a historical tourist site consisting of replicas of traditional house buildings (Sopo Godang, Ruma Parsaktian, Ruma Bolon, and Sopo Bolon), Bale Pasogit, Batu Siampak-unjukon, Tomb of Sisingamangaraja X , Tomb of Sisingamangaraja XI, Siraja Oloan monument and ancient stone gate of King Sisingamangaraja Palace. Various efforts have been made to preserve, save, secure, maintain, restore and develop through education, revitalization and adaptation and then utilization through education, social religion and tourism with the aim of preserving the cultural heritage site of the King Sisingamangaraja Palace in Bakara, although the efforts made are still facing many challenges problem.Keywords: Cultural Conservation Preservation, King Sisingamangaraja Palac
Upaya Mengajar Guru Pendidikan Agama Kristen Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Sosial Untuk Pembentukan Karakter Siswa Kristen
Memandang bahwa karakter adalah sifat yang dapat mempengaruhi segenap pikiran dan menghasilakn perilaku positif dan negatif, maka pembentukan karakter merupakan hal yang sangat penting. Kepentingannya adalah untuk menjadikan manusia itu bersikap baik, berperilaku sopan, dan berakhlak mulia. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana upaya mengajar guru melalui model pembelajaran Kooperatif Sosial untuk pembentukan karakter siswa. Adapun tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui upaya mengajar guru dalam pembentukan karakter siswa dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Sosial. Jenis penelitian dalam penulisan karya ilmiah ini, penulis menggunakan kualitatif analisis dan studi kepustakaan. perlu ada pelayanan oleh guru dan orang tua yang berkesinambungan sehingga terbentuk karakter siswa yang baik. Selain dari kerjasama antara guru dan orang tua untuk membangun kepribadian anak melalui pendidikan karakter, tetapi juga beberapa strategi yang dilakukan oleh guru dan orang tua untuk meningkatkan kepribadian untuk dapat menghasilkan prilaku yang manusiawi, yaitu melakukan pembinaan rohani dan konseling pastoral yang terus menerus dilakukan
Pendampingan Pastoral Holistik Kepada Keluarga Sirang So Sirang di Siborongborong Tahun 2021
Abstrak:Lima narasumber perempuan di Kecamatan Siborongborong mengalami sirang so sirang dalam hubungan perkawinannya. Melihat kasus tersebut peneliti melakukan penelitian terhadap kondisi yang dialami oleh keluarga sirang so sirang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa yang menyebabkan keluarga memilih sirang so sirang dan bagaimana pendampingan pastoral holistik kepada keluarga sirang so sirang (pisah tidak pisah) yang dapat menjadi tawaran kepada gereja untuk mendampingi single parent keluarga sirang so sirang. Metode penelitian yang peneliti pakai adalah metode studi kasus pastoral dari teori John W. Creswell. Beberapa faktor penyebab terjadinya kasus sirang so sirang, diantaranya: kekerasan fisik, penelantaran keluarga, di tinggal suami, dan terjadinya perselingkuhan. Aksi pastoral yang penulis pakai untuk menolong kelima narasumber yaitu: fungsi mengutuhkan, mendamaikan, dan menopang. Konseli menerima pertolongan melalui pendampingan pastoral holistik sehingga narasumber mengalami perubahan: membuka diri menceritakan persoalan pernikahannya, menerima kenyataan dan tetap fokus untuk bertahan serta bangkit memperjuangkan anak-anaknya serta melanjutkan hidup secara utuh
Hubungan Pelayanan Prima Receptionist Terhadap Kepuasan Tamu Studi Kasus JTS Hotel Ressort And Convention Parbaba, Samosir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pelayanan prima receptionist terhadap kepuasan tamu studi kasus Jaya Tunas Sejati Hotel Ressort Convention Parbaba, Samosir. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi adalah keseluruhan tamu yang menginap di Jaya Tunas Sejati Hotel Ressort Convention Parbaba, Samosir jumlah rata-rata keseluruhan bulan Januari-Mei sebanyak 280-300 orang setiap bulannya dan ditetapkan sampel sebanyak 60. Data dikumpulkan dengan angket tertutup sebanyak 30 item. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan pelayanan prima receptionist terhadap kepuasan tamu studi kasus Jaya Tunas Sejati Hotel Ressort Convention Parbaba, Samosir dibuktikan dengan analisa data sebagai berikut: 1) uji hubungan yang positif diperoleh nilai rxy = 0,516 rtabel(=0,05,n=60) = 0,254 dengan demikian diketahui bahwa terdapat hubungan yang positif antara variabel X dengan variabel Y. 2) Uji hubungan yang signifikan diperoleh nilai thitung= 4,590 ttabel(=0,05,dk=n-2=58)=2,000 dengan demikian terdapat hubungan yang signifikan antara variabel X dengan variabel Y. Sehingga Ha yang mengatakan terdapat hubungan pelayanan prima receptionist terhadap kepuasan tamu studi kasus Jaya Tunas Sejati Hotel Ressort Convention Parbaba, Samosir diterima dan H0¬ ditolak
Analisis Pelaksanaan Konseling Pranikah dalam Menjaga Keharmonisan Keluarga di Gereja Methodist Indonesia (GMI) Sibolga Tahun 2021
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan konseling pranikah di GMI Sibolga yang dapat menjaga keharmonisan keluarga. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Proses pengumpulan data dilakukan melalui wawancara atau interview sehingga dapat lebih mengetahui pelaksanaan konseling pranikah dalam menjaga keharmonisan keluarga di GMI Sibolga. Sumber data dalam penelitian ini adalah, Pimpinan Jemaat, mewakili Majelis 1 (satu) orang, 5 (lima) keluarga jemaat yang sudah menikah dan telah menjalani konseling pranikah di GMI Sibolga. Hasil Analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa konseling pranikah di GMI Sibolga sudah dilaksanakan dengan baik yang dapat dilihat dari hasil wawancara dengan 5 (lima) keluarga yang sudah menjalani konseling pranikah dan menyatakan bahwa mereka sangat merasakan manfaat diadakannya konseling pranikiah ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelaksanaan konseling pranikah sangat bermanfaat dan menjadi ruang bagi calon pasutri untuk mempersiapkan diri serta mendapatkan pengetahuan tentang kehidupan pernikahan sehingga dapat menciptakan keharmonisan keluarga
Pengaruh Penggunaan Media Boneka Tangan (Hand Puppet) terhadap Peningkatan Bahasa Reseptif Anak Usia 5-6 Tahun di PAUD SOS HKBP Sitabotabo
The purpose of this study was to determine the effect of using Hand Puppet media on the improvement of receptive language for children aged 5-6 years at PAUD SOS HKBP Sitabotabo. The method used in this research is quantitative inferential statistics. The population is all children aged 5-6 years in PAUD SOS HKBP Sitabotabo, totaling 30 people. Data were collected using a positive closed questionnaire of 30 items. The results of data analysis showed that there was an effect of using Hand Puppet Media on the Improvement of Receptive Language for Children aged 5-6 Years in PAUD SOS HKBP Sitabotabo.: 1) Test requirements analysis: a) positive relationship test obtained values rxy = rtabel(a=0,05,n=30) = 0,361 Thus, it is known that there is a positive relationship between the X variable and the Y variable. b) The test of a significant relationship is obtained by the value of thitung= 3,980 ttabel(a=0,05,dk=n-2=28 )= 2,048 thus there is a significant relationship between variable X and variable Y. 2) Test the effect: a) Test the regression equation, the regression equation is obtained b) Test the coefficient of regression determination (r2) = 36%. 3) Test the hypothesis by using the F test obtained Fhitung ≥ Ftabel that is 15,84 1,62 Thus Ha is accepted and H0 is rejected
Peran Pemimpin Agama Berbasis Wawasan Pluralisme Dalam Merawat Toleransi Beragama di Indonesia
Abstract:This article departs from reality regarding the existence of cases of conflict to acts of violence with religious motives in Indonesia. Intolerant attitudes are increasingly felt by adherents of certain religions, for example refusing to build houses of worship even though the requirements have been fulfilled, feelings of being disturbed by the worship activities of adherents of other religions, the emergence of narrowly fanatical statements about the celebration of certain religious holidays, the occurrence of hate speech and even religious blasphemy. It turned out that amid these cases of conflict and intolerant religious leaders were also involved. Therefore, the author aims to develop an idea about the role of religious leaders plays a role in maintaining inter-religious harmony in Indonesia, namely by strengthening tolerance based on pluralism insights. This research refers to various literature consist of books, articles, journals and observes events around religious harmony. To build tolerance with a pluralism perspective, religious leaders can organize seminars on pluralism, Pancasila, and ideas that maintain national harmonious and integrity. In addition, adequate religious education for religious leaders can influence attitudes toward the reality of a pluralistic society, especially religious plurality. The deeper the pluralism insight of religious leaders and their adherents, the better the rating of tolerance in Indonesia. Abstrak:Artikel ini bertolak dari sebuah realita mengenai adanya kasus-kasus konflik hingga tindakan kekerasan dengan motif agama di Indonesia. Sikap intoleran semakin dirasakan oleh penganut agama tertentu, misalnya penolakan pendirian rumah ibadah meskipun persyaratan sudah terpenuhi, perasaan terganggu dengan aktifitas ibadah pemeluk agama lain, timbulnya pernyataan bermuatan fanatik sempit terhadap perayaan hari besar agama tertentu, terjadinya ujaran kebencian bahkan penistaan agama. Ternyata di tengah kasus konflik dan intoleran tersebut, pemuka agama juga turut terlibat. Oleh karena itu, penulis bertujuan untuk mengembangkan sebuah ide tentang peran pemimpin agama merawat kerukunan antar umat beragama di Indonesia, yaitu dengan memperkuat toleransi berbasis wawasan pluralisme. Penelitian ini mengacu pada berbagai sumber literatur antara lain buku, artikel, jurnal dan mengamati peristiwa di sekitar kerukunan beragama. Untuk membangun toleransi berwawasan pluralisme, maka pemuka agama dapat membuat seminar bertajuk pluralisme, pancasila dan gagasan yang menjaga kerukunan serta keutuhan bangsa. Selain itu pendidikan agama yang memadai bagi pemuka agama dapat mempengaruhi sikap terhadap realitas masyarakat majemuk, terutama pluralitas agama. Sehingga semakin dalam wawasan pluralisme pemimpin agama beserta penganutnya, maka semakin baik tingkat toleransi di Indonesia
Hukum Pembebasan Masyarakat Timur Dekat Kuno : Misharum, Andurarum, Hammurabi, dan Yobel
Abstract
The law of liberation of slaves already existed in ancient Near Eastern societies. Using qualitative methods, the researcher conducted a study of the literature to enter into the laws of the peoples of the Ancient Near East. The law of deliverance was owned by the Akkadians (andurarum), the Babylonians (the misharum and hammurabi law), and the Israelites (jubilee law). The use of the word דְּר֛וֹר (liberation) indicates the similarity of concepts between the nations of the Ancient Near East. The word דְּר֛וֹר also provides evidence regarding the dating of the time of enactment of this law around 2000 B.C. Although there are similarities, but Leviticus 25 gives the law of the Jubilee superior to other laws in ancient Near Eastern societies.
Abstrak
Hukum pembebasan para budak sudah ada di masyarakat Timur Dekat Kuno. Menggunakan metode kualitatif, peneliti melakukan studi literatur untuk masuk ke dalam hukum-hukum masyarakat di Timur Dekat Kuno. Hukum pembebasan telah dimiliki oleh bangsa Akkadian (andurarum), bangsa Babel (misharum dan hukum Hammurabi), serta bangsa Israel (hukum Yobel). Penggunaan kata דְּר֛וֹר (pembebasan) menunjukkan kesamaan konsep antara bangsa-bangsa di Timur Dekat Kuno. Kata דְּר֛וֹר juga memberikan bukti mengenai penanggalan waktu pemberlakukan hukum ini sekitar tahun 2000 S.M. Kendati ada kesamaan, tetapi Imamat 25 memberikan hukum Yobel yang lebih unggul dari hukum lainnya di masyarakat Timur Dekat Kuno