Portal Jurnal IAKN (Institut Agama Kristen Negeri) Tarutung
Not a member yet
287 research outputs found
Sort by
Implementasi Aplikasi Google Classroom Dalam Pembelajaran Daring Masa Pandemi Covid-19 Di SMP Swasta Bahalbatu Tahun Ajaran 2021/2022
Abstract:The aims of this research are :(1) to find out how to implement the application google classroom on online learning mathematics during the Pandemic, and (2) To find out student learning outcomes in implementing the google classroom in online learning mathematics during the Covid-19 pandemic. This research was conducted by SMP Swasta Bahalbatu, the subjects in this study were the headmaster, mathematics teacher, students of class VIII A totaling 32 people. The method used in this research is to use a qualitative approach with a descriptive method. Data collection techniques used are observation, interviews, documentation and tests in the form of essays. Data analysis techniques consist of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study revealed that: (1) the implementation of the google classroom application in online learning on mathematics subjects during the Covid-19 pandemic, which showed that from all aspects of student learning activities an average score of 1.12 was obtained with the criteria not being implemented and aspects of teacher teaching creativity. obtained an average value of 3.60 with very implemented criteria. (2) the mathematics learning outcomes of students class VIII A implementing the google classroom application in online learning mathematics during the Covid-19 Pandemic at SMP Swasta Bahalbatu from 32 students there were 18 students who completed with an average score of 57.03 and a percentage of completeness 56.25% and included in the poor category.Keywords: google classroom, online learningAbstrak:Penelitian bertujuan untuk : (1) untuk mengetahui bagaimana implementasi aplikasi google classroom pada pembelajaran online pada masa Pandemi covid 19, dan (2) Untuk mengetahui Hasil Belajar siswa dalam mengimplementasikan aplikasi google classroom pada pembelajaran online mata pelajaran matematika pada masa Pandemi Covid-19. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Swasta Bahalbatu, subjek dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru matematika, siswa kelas VIII A yang berjumlah 32 orang. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan tes berupa Essay. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: (1) implementasi aplikasi google classroom dalam pembelajaran online pada mata pelajaran matematika masa Pandemi Covid-19 menunjukkan bahwa dari keseluruhan aspek aktivitas belajar siswa diperoleh nilai rata-rata 1,12 dengan kriteria kurang terlaksana dan aspek kreativitas mengajar guru diperoleh nilai rata-rata 3,60 dengan kriteria sangat terlaksana. (2) hasil belajar siswa kelas VIII A pada mengimplementasikan aplikasi google classroom pada pembelajaran online matematika masa Pandemi Covid-19 di SMP Swasta Bahalbatu dari 32 siswa terdapat 18 siswa yang tuntas dengan skor rata-ratanya 57,03 dan persentase ketuntasan 56,25% dan termasuk dalam kategori kurang baik.Kata Kunci: aplikasi google classroom, pembelajaran onlin
Pengaruh Penerapan Metode Resitasi Oleh Guru PAK dan Budi Pekerti Terhadap Keaktifan Belajar Siswa
Penelitian bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh yang positif dan signifikan antara Metode Resitasi oleh Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti terhadap keaktifan belajar Siswa Kelas V SD Negeri 173430 Saitnihuta Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun Pembelajaran 2021/2022. Hipotesis penelitian adalah terdapat pengaruh yang positif dan signifikan. Penelitian merupakan penelitian korelasional yang menggunakan teknik Statistik Deskriptif dan Inferensial. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V. Instrumen penelitian berupa angket tertutup. Hasil analisis nilai rxy=0,406rtabel=0,325 dan thitung=2,872ttabel=1,690 menunjukkan bahwa adanya hubungan antara Metode Resitasi terhadap keaktifan belajar Siswa dan memperoleh keberartian persamaan regresi sederhana yaitu . Uji hipotesis diperoleh Fhitung=15,23Ftabel=3,27 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Metode Resitasi oleh Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti terhadap keaktifan belajar Siswa Kelas V SD Negeri 173430 Saitnihuta Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun Pembelajaran 2021/2022 sebesar 16,48%
Analasis Pendampingan Pastoral Dengan Perspektif Gender Terhadap Petani Perempuan dengan Peran Ganda di Kampung Lumban Sibotik Desa Sibarani Nasampulu/Namungkup Kecamatan Laguboti Tahun 2021
Abstrak:Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui, peran ganda dan beban ganda yang di alami oleh para petani perempuan, bagaimana pandangan masyarakat terhadap perempuan yang bekerja, bagaimana gereja membantu perempuan dalam menjawab persoalan nya, dan bagaimana pendampingan pastoral dengan perspektif gender ini di lakukan kepada petani perempuan dengan peran ganda. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, selanjutnya menganalisis data yang ditemukan dengan menggunakan kajian feminis. Faktor penyebab perempuan mengalami peran ganda antara lain sebagai berikut; adanya pengaruh budaya patriarki, untuk mencapai kesejahteraan hidup, suami yang kurang bertanggung jawab terhadap keluarga. Adapun aksi pastoral yang dalam penelitian ini adalah; mengutuhkan, mendamaikan atau memperbaiki hubungan, dan membimbing. Konseling menerima pertolongan yang di berikan penulis melalui pendampingan pastoral dengan perspektif gender, sehingga narasumber, dapat bersikap terbuka kepada penulis, dan bangkit menjadi arsitek dalam kehidupan nya, menjadi perempuan yang kuat dan tidak dipandang lemah oleh masyarakat.Kata Kunci: perspektif gender, peran dan beban ganda, stigma masyarakat, gereja Abstract:The purpose of this research is to find out, the dual roles and double burdens experienced by women farmers, how society views working women, how the church helps women in answering their problems, and how pastoral assistance with a gender perspective is carried out to farmers. women with multiple roles. The research method used is a qualitative method with observation, interviews, and documentation techniques, then analyzes the data found using a feminist study. The factors that cause women to experience dual roles include the following; the influence of patriarchal culture, to achieve the welfare of life, husbands who are less responsible for the family. The pastoral actions in this research are; strengthen, reconcile or repair relationships, and guide. Counseling accepts the help given by the author through pastoral assistance with a gender perspective, so that the resource person, can be open to the author, and rises to be an architect in his life, becoming a strong woman and not seen as weak by the community.Keywords: gender perspective, multiple roles and burdens, community stigma, churc
Strategi Pelayanan Guru Sekolah Minggu Bagi Pertumbuhan Rohani Anak
Abstrak:Guru sekolah minggu memiliki peran yang penting dalam pembinaan rohani anak. Melalui strategi pelayanan yang tepat, anak-anak akan dapat dibimbing bertumbuh dalam kehidupan rohaninya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji strategi pelayanan guru sekolah minggu yang efektif dalam meningkatkan pertumbuhan rohani anak. Metode yang digunakan dalam penelitian, yaitu korelasional. Penelitian dilaksanakan di Gereja HKBP Pardomuan Silangkitang Kecamatan Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pelayanan guru sekolah minggu berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan rohani anak. Melalui pembelajaran yang berpusat kepada anak dan mengajarkan Firman Tuhan secara kreatif berdampak bagi peningkatan dan pertumbuhan rohani anak.Kata kunci : Strategi Pelayanan, Guru Sekolah Minggu, Pertumbuhan Rohani
Keprihatinan Kristen Terhadap Realitas Kemiskinan Dunia Abad Kelaparan Menurut Telaah Ronald Sider
Abstract:This study examines the reality of poverty in certain communities in the third world on the one hand and economic abundance in capitalist societies, especially in the Western world, including Western Europe and the United States. It is well known that socio-historically, the Western world is widely known as the place where Christianity took root and grew there according to Ronald James Sider in his book “Rich Christians in an Age of Hunger: Moving from Affluence to Generosity”. This research is a qualitative research by describing the substance of the book's description which emphasizes the complete Christian concern for every human being and society as taught by the Bible and becomes the principle and practice of the ministry of the Lord Jesus Christ who is the incarnation of God and carries out the work of salvation. Thus, today's Christianity is called to serve marginalized communities as a whole as a form of love and obedience to God in the Lord Jesus Christ. Abstrak:Kajian ini mengulas mengenai kenyataan kemiskinan masyarakat tertentu di belahan dunia ketiga pada satu sisi dan kelimpahan ekonomi pada masyarakat kapitalis, terutama di dunia Barat, diantaranya Eropa Barat dan Amerika Serikat. Telah banyak diketahui bahwa secara sosio historis, dunia Barat dikenal secara luas sebagai tempat kekristenan berakar dan bertumbuh di sana menurut Ronald James Sider dalam bukunya “Rich Christians in an Age of Hunger: Moving from Affluence to Generosity”. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mendeskripsikan substansi dari uraian buku tersebut yang menekankan kepada keprihatinan Kristen yang utuh kepada setiap manusia dan masyarakat seperti yang diajarkan oleh Alkitab dan menjadi prinsip dan praksis pelayanan dari Tuhan Yesus Kristus yang adalah inkarnasi Allah dan melaksanakan karya keselamatan. Dengan demikian kekristenan masa kini, dipanggil untuk melayani masyarakat marginal dengan utuh sebagai wujud kasih dan ketaatan kepada Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus
Strategi Trauma Healing Shalom Dalam Mengatasi Ketakutan Anak Pada Masa Gempa berdasarkan Lukas 24: 44-47 dan Yohannes 20: 19-23
Trauma healing shalom (THS) is an reflection of healing the impact of an earthquake that occurred based on Luke 24:44-47 and John 20:19-23. Trauma Healing shalom includes actions to provide relaxation, strength of faith and calm in a child's life. THS activities include singing, healing, action, learning, optimization and meetings. Trauma healing shalom aims to provide peace for children, eliminate fear and replace it with faith with the hope that God is a helper and savior. The research method is a mixture of qualitative and quantitative by using purpose sampling with community service actions. THS action was carried out on 1500 children, with a total sampling population of 125 people in the Purbatua area, Hutatinggi, Parmonangna District. This Community Service is carried out by the IAKN Tarutung academic community team in the Purbatua forest, Hutatinggi, Parmonangan District, North Tapanuli. With the trauma of shalom therapy, the child is happy, peaceful and strong, not tense and can eliminate the anxiety and fear that is in his life because of the earthquake. The method used is qualitative purpose sampling through community service actions
Problematik Pendidikan Indonesia Masa Kini
Kualitas Peradapan suatu bangsa sangat bergantung pada bagaimana kualitas pendidikan diselenggarakan oleh masyarakat. Sejarah membuktikan bahwa hanya bangsa-bangsa yang menyadari dan memahami makna strategis pendidikanlah yang mampu meraih kemajuan dan menguasai dunia. Bagaimana pun, pendidikan merupakan alat paling penting bagi perubahan dan pencapaian kemajuan dalam berbagai dimensi kehidupan. Pelaku pendidikan maupun masyarakat umum sudah selayaknya membuka mata akan permasalahan bangsa khusunya yang dialami generasi saat ini. Buku pelajaran pelaku pendidikan saling bersaing menyuguhi peserta didik dengan bidang studi dari kacamata spesialis, padahal belum tentu semua pendidik ataupun buku pelajaran mampu mengkoneksikannya dengan pengalaman peserta didik. Bahan keilmuan belum dapat diterjemahkan ke dalam istilah-istilah kehidupan, melainkan secara langsung disodorkan sebagai pengganti kehidupan peserta didik, atau sebagai suntikan pada kehidupan peserta didik saat ini. Begitu juga dengan Mutu pendidikan yang instan yang menjadi momok bagi orang tua. Materi ilmiah yang disampaikan pada tataran logispun akan akan kehilangan mutunya jika ditampilkan dalam bentuk siap pakai dihadapan peserta didik, bahkan fasilitator pendidikan pun belum bisa menunjukan pengalaman kehidupan nyata. Daya-daya penalaran peserta didik, kemampuan mengabtrasikan dan menggeneralisasi, tidak berkembang memadai. Kontradiksi yang terlihat ialah peserta didik memperoleh mamfaat dari rumusan logis orang dewasa. Peserta didik pun tidak mendapat manfaat dari potensi-potensinya sendiri dalam memahami dan menanggapi masukan
Tradisi Sapatu Linongkawit di Desa Tandengan Analisis Teologis Berdasarkan 1 Korintus 9:19-22
AbstrakTujuan Penelitian ini adalah untuk mengangkat nilai perdamaian dalam masyarakat Minahasa yang memiliki disparitas opini antara budayawan dan agamawan di Minahasa khususnya di desa Tandengan yaitu dalam meletakkan posisi sepatu di dalam peti jenazah dari seorang yang telah meninggal. Untuk mencapai tujuan itu, penelitian ini mengunakan metode kualitatif analisis deskriptif fenomenologi terhadap tradisi sapatu linongkawit melalui pendekatan etnografi dan melalui pendekatan historical-kontekstual terhadap pengkhotbah 9:5b untuk memahami dasar pemikiran yang berbeda dari dua kelompok ini sekaligus untuk mencari titik temu antara keduanya sebagai upaya mewujudkan perdamaian antara budaya dan agama/dokmatika dalam masyarakat Minahasa. Titik temu yang diperoleh merupakan kebaruan dalam artikel ini yatiu bahwa rasa kemanusiaan dalam membangun hubungan sosial di antara sesama manusia menempati prioritas pertama dalam hati setiap orang dan perlu bersikap sosial yang positif dalam berinteraksi dengan sesama, selain itu tradisi ini menarik juga karena mengandung nilai kekeluargaan yang berbanding lurus dengan ajaran agama juga memiliki nilai budaya wisata yang bisa menambah income desa.
Ekklesiologi Martin Luther Sebagai Dasar Tata Gereja Aliran Lutheran di Indonesia
Martin Luther as a great theologian has left a theological view that has a wide influence in the world, especially for the Lutheran churches. Martin Luther's ecclesiology has also been used as the basis for the Lutheran church order. What did Luther believe about ecclesiology? This is what this research tries to examine, and Luther's view has become the basis for Lutheran churches to carry out church programs related to their marturia, koinonia and diakonia. Has anything changed after hundreds of years have passed and how do Lutheran churches live up to Luther's belief in church life? This is what is studied in the research conducted by the author. This is interesting because the great influence of a Luther has been recognized by the world church.
Tantangan Dan Strategi Penyuluhan Agama Kristen Dalam Pelaksanaan Program Penyuluhan Selama Masa Pandemi Covid Di Kabupaten Tapanuli Utara
Abstract:Counselling given by Christian counsellors is a form of service provided to the community. In this research, the researcher tried to formulate several research questions, including what are the challenges faced by Christian counsellors in the North Tapanuli district? What are the strategies used by Christian counsellors in implementing counselling programs during the pandemic? What is the relevant counselling strategy that can be implemented in the COVID-19 pandemic? The purpose of this study was to reveal challenges experienced by Christian counsellors in the North Tapanuli region. From this research, the description of challenges experienced by Christian counsellors was obtained, as well as the strategies that had been implemented in doing counselling during the COVID-19 pandemic. The highlight of this study was to find the most relevant strategy or model of counselling to the context of North Tapanuli that can be applied by Christian counsellors. The methodology used in this research was a qualitative method. From the research conducted, it was found that there are three weaknesses of the Christian counsellors of North Tapanuli, such as: first, there is no module for each counselling target area. Second, the lack of religious counselling strategy, and third, the lack of coordination between Christian counsellors and the local government. The threats or challenges experienced by Christian counsellors such as: first, the pandemic situation that is not over yet. Second, the limitations of the certain community group in using technology. Third, the time management, in this case, the majority of the community are farmers and spend most of their time in the fields. Fourth, the public's perception of Christian counsellors that there is a lack of appreciation from the community for Christian counsellors, especially those with non-civil servant status.Keywords: counsellor, counselling challenges, counselling strategies Abstrak:Penyuluhan yang diberikan oleh para penyuluh agama Kristen merupakan bentuk layanan yang diberikan kepada masyarakat. Dalam riset ini, peneliti berupaya merumuskan beberapa pertanyaan penelitian antara lain apa saja tantangan yang dihadapi para penyuluh agama di kabupaten Tapanuli Utara ini? Bagaimana strategi penyuluh agama dalam melaksanakan program penyuluhan selama masa pandemi? Apakah strategi penyuluhan yang relevan di tengah pandemi covid-19? Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan tantangan apa saja yang dialami oleh para penyuluh agama yang ada di wilayah Tapanuli Utara. Dari penelitian ini diperoleh deskripsi tentang tantangan yang dialami oleh penyuluh, sekaligus juga untuk mengetahui strategi apa yang telah mereka lakukan dalam melaksanakan pembinaan kepada masyarakat selama masa pandemi covid-19. Puncak kajian ini diharapkan menemukan strategi atau model pembinaan yang paling relevan dengan konteks Tapanuli Utara yang dapat diaplikasikan oleh penyuluh agama Kristen. Metodologi yang dipakai dalam riset ini adalah metode kualitatif. Dari penelitian yang dilakukan didapati bahwa ada tiga hal yang menjadi kelemahan dari pelayanan penyuluh agama Kristen di Tapanuli Utara ini antara lain: pertama, tidak adanya modul untuk setiap bidang sasaran penyuluhan. Kedua, minimnya strategi penyuluhan agama dan ketiga, kurangnya koordinasi antara penyuluh agama Kristen dengan pemerintah setempat. Adapun ancaman atau tantangan yang dialami antara lain: pertama, situasi pandemi yang belum usai. Kedua, keterbatasan warga binaan dalam memanfaatkan teknologi informasi. Ketiga, permasalahan waktu, karena mayoritas pekerjaan masyarakat adalah bertani dan menghabiskan waktu di lading. Keempat, anggapan masyarakat terhadap penyuluh agama dimana kurang adanya penghargaan dari masyarakat terhadap penyuluh agama Kristen khususnya yang berstatus non PNS. Kata kunci: penyuluh, tantangan penyuluh, strategi penyuluha