Portal Jurnal IAKN (Institut Agama Kristen Negeri) Tarutung
Not a member yet
287 research outputs found
Sort by
English Taboo Words
Abstract:The title of this study is English Taboo Words. Taboo is something that is considered prohibited to be said or done in certain communities or cultures.As taboo is related to culture, then taboo in each country is different as the culture in each country is different too. This study found out that taboo in western countries, for example America, tends to relate with identity and sex while taboo in eastern countries tend to relate with belief/ myth. This finding is apparently because America is a country that valuably prefer knowledge to myth and is a developed and free country, so the taboos in this country are almost like swear words. They use taboo words to show which groups are superior and inferior, to degrade other people, and to humiliate them by mentioning their race or sex
Memelihara Kelestarian Kawasan Danau Toba Melalui Pendekatan Pendidikan Dan Budaya
Abstract:This study aims to: examine the sustainability of the Lake Toba region through an educational and cultural approach. The study design is qualitative with a descriptive approach. Data collection techniques were carried out through observation and interviews and accompanied by supporting documents that became important references in this study. The results of the study note that in preserving the Lake Toba area, environmental education is needed to be taught to children as early as possible. The education includes 1) the existence of an applicable environmental curriculum in schools, 2) Having a School Health Business Program (UKS) that can become an environmental awareness of planted herbs, 3) Implementing PPKN, Natural Sciences, Geography with Environmental education, 4) Developing lifestyle simple to reduce the burden of problems that occur on earth, 5) Organizing environmental activity programs, 6) Incorporate Environmental education programs in environmental-based extracurricular activities, for example through KIR (Youth Scientific Work), 7) PLH starts from simple things in the form of projects real work in the environment. In preserving the Lake Toba region through a cultural approach is carried out by reminding the myths, Hata Tona, Poda and Umpama in the Batak Land to the people who live in the Lake Toba region. Keywords: lake toba sustainability, education, cultureAbstrak:Penelitian ini bertujuan untuk: mengkaji kelestarian kawasan Danau Toba melalui pendekatan pendidikan dan budaya. Desain penelitian bersifat kualitatif dengan pendekatan pendeskripsian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara dan disertai dokumen pendukung yang menjadi referensi penting dalam kajian ini. Hasil penelitian diketahui bahwa dalam melestarikan kawasan Danau Toba diperlukan adanya pendidikan lingkungan hidup yang diajarkan kepada anak-anak sedini mungkin. Pendidikan terebut meliputi 1) adanya kurikulum lingkungan hidup yang berlaku di sekolah, 2) Memiliki program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang dapat menjadi kesadaran lingkungan hidup dari tanaman herbal yang ditanam, 3) Mengimplementasikan pelajaran Pendidikan Agama, PPKN, IPA, Geografi dengan PLH, 4) Mengembangkan gaya hidup sederhana untuk mengurangi beban permasalahan yang terjadi di muka bumi, 5) Menyelenggarakan program kegiatan berwawasan lingkungan, 6) Memasukkan program PLH dalam kegiatan ekstrakurikuler berbasis lingkungan, misalnya melalui KIR (Karya Ilmiah Remaja), 8) PLH dimulai dari hal-hal sederhana berupa proyek kerja nyata di lingkungan. Dalam melestarikan kawasan Danau Toba melalui pendekatan budaya dilakukan dengan mengingatkan kembali mitos-mitos, Hata Tona, Poda dan Umpama yang ada di Tanah Batak kepada masyarkat yang bermukim di kawasan Danau Toba.Kata Kunci: kelestarian danau toba, pendidikan, budaya
Tinjauan Teori Seksualitas Terhadap Pelecehan Seksual Oleh Kaum Klerik di Sekolah Tinggi Bibelvrouw HKBP
ABSTRAKPelecehan seksual merupakan persoalan yang kerapkali terjadi dalam kehidupan bermasyarakat. Persoalan ini tidak hanya ada di dalam kehidupan sekuler tapi juga ada dalam kehidupan gereja. Pelaku pelecehan seksual juga berasal dari segala lini masyarakat termasuk kaum rohaniawan yang disebut juga kaum klerik atau dalam bahasa Yunani disebut dengan klerus. Perlu disadari bahwa seksualitas merupakan pemberian Tuhan kepada manusia yang hakiki untuk dijalankan sesuai dengan kodrat seksual manusia dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat bukan dipakai untuk suatu penyimpangan. Seksualitas itu baik, akan tetapi dapat menjadi berbahaya jika digunakan dalam kepentingan hasrat manusia yang menyimpang dan akan merusak kehidupan oranglain. Di dalam tulisan ini penulis mengkaji kasus pelecehan seksual yang terjadi di Sekolah Tinggi Bibelvrouw Huria Kristen Batak Protestan (STB HKBP) yang dilakukan oleh kaum klerik atau pelayan gereja bahkan seorang dosen teologi dengan memakai tinjauan Teori Seksualitas. Katakunci : Pelecehan Seksual, Seksualitas, Sekolah Tinggi Bibelvrow HKBP AbstractSexual harassment is a problem that often occurs in social life. This problem exists not only in secular life but also in church life. Perpetrators of sexual harassment also come from all walks of life, including clergy who are also called clerics or in Greek they are called clergy. It should be realized that sexuality is a gift from God to an essential human being to be carried out in accordance with human sexual nature and the norms prevailing in society, not to be used as a deviation. Sexuality is good, but can be dangerous if used in the interests of human desires that distort and will damage the lives of others. In this paper, the author examines cases of sexual harassment that occurred at the Bibelvrouw Huria Kristen Batak Protestant High School (STB HKBP) carried out by clergy or church servants and even a theology lecturer using a review of Sexuality Theory. Keywords: Sexual Harassment, Sexuality, High School Bibelvrow HKB
Memahami Allah dalam Perspektif Teologis Bencana Banjir dan Implikasinya Bagi Orang Kristen di Desa Patila
Abstract:In this paper, the author describes understanding God in the theological perspective from the flood disaster that occurred in Patila Village. The problem of flooding that occurred there was due to the swampy soil structure and the government's attitude which was slow and did not pay attention to this event. In this paper, the author uses a qualitative method by conducting a literature study on various reliable sources such as journals, books and so on. God wants to show His sovereignty and omnipotence to humans. This indicates that God's wisdom is far beyond human. God wants to show His existence that humans are creatures who cannot live without relying on God's love and care. Christians in Patila Village must always reflect on maintaining the quality of their faith with authentic trust and true obedience. Abstrak:Pada tulisan ini penulis menguraikan tentang memahami Allah dalam perspektif teologi dari bencana banjir yang terjadi di Desa Patila. Masalah banjir yang terjadi disana dikarenakan struktur tanah yang berawa-rawa dan sikap pemerintah yang lamban dan kurang memperhatikan peristiwa ini. Dalam tulisan ini penulis menggunakan metode kualitatif dengan melakukan studi pustaka terhadap berbagai sumber-sumber yang terpercaya seperti jurnal, buku-buku dan sebagainya. Allah hendak menunjukkan kedaulatan dan kemahakuasaanNya pada diri manusia. Ini menandakan bahwa hikmat Allah jauh melampaui manusia. Allah ingin memperlihatkan eksistensiNya bahwa manusia merupakan ciptaan yang tidak bisa hidup tanpa mengandalkan kasih dan pemeliharaan Tuhan. Orang Kristen di Desa Patila harus senantiasa berefleksi dalam menjaga kualitas iman mereka dengan kepercayaan yang otentik dan ketaatan yang sungguh
Analisis Penggunaan Model Pembelajaran Think Talk Write (TTW) Dalam Meningkatkan Keaktifan Belajar Pendidikan Agama Kristen Siswa
Abstrak:Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya persentase Penggunaan Model Pembelajaran Think Talk Write (TTW) dalam Meningkatkan Keaktifan Belajar Pendidikan Agama Kristen Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun Ajaran 2021/2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif. Populasi adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 2 Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun Ajaran 2021/2022 yang berjumlah 271 orang dan ditetapkan sampel sebanyak 69 orang yaitu 25% dari jumlah populasi. Data dikumpulkan dengan angket tertutup positif sebanyak 32 item. Hasil analisis data menunjukkan bahwa analisis Penggunaan Model Pembelajaran Think Talk Write (TTW) dalam Meningkatkan Keaktifan Belajar Pendidikan Agama Kristen Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun Ajaran 2021/2022 dengan persentase sebesar 89,20% ³ 75% dibuktikan dengan uji t dimana diperoleh thitung ttabel (α=0,05;dk=n-2=67) yaitu sebesar 21,863 1,671. Dengan demikian H0 ditolak dan Ha: Analisis Penggunaan Model Pembelajaran Think Talk Write (TTW) dalam Meningkatkan Keaktifan Belajar Pendidikan Agama Kristen Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Dolok sanggul Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun Ajaran 2021/2022 ³ 75% dari yang diharapkan diterima.Kata Kunci: model pembelajaran think talk write, keaktifan belajar, siswa Abstract:The purpose of this study was to determine the proportion of the use of the Think Talk Write (TTW) learning model in increasing the learning activity of Christian Religious Education Class VII students of SMP Negeri 2 Doloksanggul, Humbang Hasundutan Regency, for the Academic Year 2021/2022. The method used in this research is descriptive quantitative method. The population is all seventh grade students of SMP Negeri 2 Doloksanggul, Humbang Hasundutan Regency, for the 2021/2022 academic year which opens 271 people and sets a sample of 69 people, which is 25% of the total population. Data were collected using a positive closed questionnaire of 32 items. The results of data analysis show that the analysis of the use of the Think Talk Write (TTW) Learning Model in increasing the Learning Activity of Christian Religious Education Class VII students of SMP Negeri 2 Doloksanggul, Humbang Hasundutan Regency for the Academic Year 2021/2022 with a percentage of 89.20% 75% evidenced by the t test where the obtained tcount ttable (α=0.05; dk=n-2=67) which is equal to 21.863 1.671. Thus H0 is rejected and Ha: Analysis of the Use of Think Talk Write (TTW) Learning Model in increasing the Learning Activity of Christian Religious Education Class VII students of SMP Negeri 2 Doloksanggul, Humbang Hasundutan Regency for the Academic Year 2021/2022 75% of the expected acceptance.Keywords: learning model, think talk write, active learning, studen
Studi Deskriptif Nyanyian Jemaat Dalam Ibadah Minggu Di Gereja HKBP Lumban Lintong Kabupaten Samosir
Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dengan jelas faktor faktor apa saja yang terjadi disaat jemaat bernyanyi dalam ibadah minggu di Gereja Huria Kristen Batak Protestan ( HKBP ) Lumban Lintong kabupaten samosir. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Adapun proses kerja yang di lakukan saat penelitian berlangsung yaitu, menggunakan instrumen Wawancara, Pengamatan, Dokumentasi dan Studi Pustaka. Penelitian ini di lakukan dengan mengumpulkan informasi melalui penelitian di lapangan untuk memperoleh hasil yang diolah menjadi data asli. Penulis mengambil tiga sampel lagu yang dinyanyikan salah pada saat ibadah yaitu BE. 174, BE. 761, BE. 240. Penulis melihat secara langsung di lapangan mulai dari cara bernyanyi jemaat, nada lagu, dinamika, dan ketidaksesuaian iringan musik box dengan nyanyian jemaat.Hasil dalam Penelitian ini jelas memang terlihat ketiga lagu yang di nyanyikan jemaat terdapat kesalahan dalam bernyanyi yaitu yang pertama, jemaat kurang memahami notasi.Yang kedua, jemaat juga kurang memahami Tempo lagu sehingga ending dalam nyanyian tidak sesuai dengan iringan musik. Yang ketiga Artikulasi ketika notasi yang dinyanyikan jemaat tidak benar maka otomasis artikulasi dalam pengucapan syair lagu juga tidak jelas. Dan bisa kita simpulkan bahwa notasi,artikulasi dan tempo lagu sangat mempengaruhi kualitas nyanyian jemaat. Dari kesalahan tersebut upaya yang bisa di lakukan adalah memberikan pengetahuan kepada jemaat tentang pemahaman teknik cara bernyanyi yang benar bisa di lakukan dengan melaksanakan seminar dengan pembicara yang memang lulusan seni atau ahli dalam suaraKatakunci: studi deskriptif, nyanyian jemaat, ibadah Abstract:This study aims to determine clearly what factors occur when the congregation sings during Sunday worship at the Huria Kristen Batak Protestant Church (HKBP) Lumban Lintong, Samosir Regency. The method used in this research is a qualitative research method. The work process carried out during the research was using the instruments of Interview, Observation, Documentation and Literature Study. This research was conducted by collecting information through research in the field to obtain results that were processed into original data. The author took three samples of songs that were sung incorrectly during worship, namely BE. 174, BE. 761, BE. 240. The author saw directly in the field, starting from the way the congregation sang, the tone of the song, the dynamics, and the discrepancy between the accompaniment of the music box and the congregation's singing. The results in this study clearly show that the three songs sung by the congregation have errors in singing, namely the first, the congregation does not understand the notation. Second, the congregation also does not understand the tempo of the song so that the ending in the song does not match the musical accompaniment. The third is articulation when the notation sung by the congregation is not correct, the automatic articulation in the pronunciation of song lyrics is also unclear. And we can conclude that the notation, articulation and tempo of the song greatly affect the quality of the congregation's singing. From these mistakes, the effort that can be done is to provide knowledge to the congregation about understanding the correct singing technique, which can be done by holding seminars with speakers who are art graduates or experts in sound.Keywords: descriptive, study of congregational song, worshi
Pengaruh Model Pembelajaran Jigsaw Terhadap Hasil Belajar PAK Siswa
Abstract:This study aims to determine the effect of the Jigsaw Learning Model on students' PAK learning outcomes. With the hypothesis that there is a positive and significant effect between the Jigsaw Learning Model on students' PAK learning outcomes. .research population amounted to 125 people and research samples taken 36% totaling 45 people. Data were collected using a closed questionnaire of 39 items compiled by researchers based on variable indicators according to expert theory. .instrument testing was conducted on 37 students who were not research respondents whose validity and reliability had been tested..The results of data analysis show that there is a positive and significant effect with a coefficient of determination (r2) = 48.58% and a significant test of effect is obtained tcount ttable of 21.971.681, thus it can be concluded that H0 is rejected and Hα is accepted.Keywords: Jigsaw Learning Model, Students' PAK Learning Outcomes Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Jigsaw terhadap Hasil belajar PAK siswa . Dengan hipotesis terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Model Pembelajaran Jigsaw terhadap Hasil belajar PAK siswa . Populasi penelitian berjumlah 125 orang dan sampel penelitian diambil 36% berjumlah 45 orang. Data dikumpulkan dengan angket tertutup sebanyak 39 item yang disusun peneliti berdasarkan indikator variabel sesuai teori ahli. Uji coba instrumen dilakukan kepada 37 orang siswa yang bukan responden penelitian yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dengan koefisien determinasi (r2) = 48,58% dan uji signifikan pengaruh diperoleh thitungttabel sebesar 21,971,681, dengan demikian dapat disimpulkan H0 ditolak dan Hα diterima.Kata Kunci: Model Pembelajaran Jigsaw, Hasil Belajar PAK Siswa
Hukum Kasih Sebagai Fondasi Hidup Kristen Sejati
Hukum kasish dalam Matius 22:37-40 adalah satu topik yang penting dalam pembicaraan dan juga pelayanan Yesus. Yesus menyimpulkan bahwa di dalam hukum ini tergantung seluruh hukum Taurat dan Kitab para nabi. Artimya bahwa jika seseorang ingin mengerti dengan sederhana apa isi firman Tuhan, maka simpulan kesemuanya ada dalam hukum ini. Yesus di dalam hidupnya mencoba memaparkan ulang bahwa hukum yang terutama dan yang utama adalah mengasihi Tuhan dan sesama. Hal ini diaplikasikan di dalam hidup-Nya sendiri selama Ia di bumi ini. Kasih kepada Allah diwujudnyatakan melalui penggenapan rencana Allah di dalam hidup-Nya, dan juga memberitakan Injil kerajaan Sorga. Ini merupakan hal yang utama dilakukan Yesus. Namun dalam pelayanan-Nya juga, kasih kepada sesama bgitu nyata, dimana hal ini diaplikasikan melalui mengajar orang banyak dengan berbagai pengajaran yang menolong seseorang hidup berkenan kepada Allah. Ia juga memenuhi kebutuhan orang banyak melalui penyembuhan berbagai penyakit dan memberi makan orang banyak. Tidak hanya itu, semua pelayanan yang Ia lakukan terhadap orang banyak, kesemuanya didasari oleh belas kasihan yang ada pada-Nya. Hidup dan pelayanan yang dilakukan oleh Yesus menjadi teladan dan standar hidup Kristen sejati
Analisis Historis Mazmur 91: Meyakini Janji Allah dalam Menghadapi Pandemi (Masa Sulit)
Meskipun ada banyak alternatif yang dapat dimanfaatkan untuk mencegah dan menangani permasalahan wabah Covid-19, tetap saja wabah ini tetap ada dan berdampak kepada kehidupan masyarakat. Maka berdasarkan permasalahan yang ada, penting bagi kita untuk dapat tetap memahami dan mengerti posisi kita sebagai orang percaya yang menerima janji dan perlindungan Allah. Mazmur 91, merupakan salah satu dari sekian banyak ayat dalam Alkitab yang menceritakan perlindungan, janji dan keselamatan didalamnya. Penggunaannya berdasarkan pemaknaan mistis daripada ayat ini juga telah menghiasi sejarah perkembangan pemaknaannya. Pemaknaan teks Mazmur 91 oleh bapak-bapak gereja kuno cenderung merujuk kepada Kristologi yang kemungkinan dipengaruhi oleh keharusan mempertahankan iman Kristen yang terus menerima serangan dari bidat. Zaman Reformasi membawa pemahaman yang bervariatif dan kreatif dalam pendekatan yang digunakan untuk memaknai teks. Bagi Goldingay, tema peperangan dan kerajaan merupakan pendekatan yang cocok untuk menjelaskan teks, Ross berpendapat teks harus dimaknai dengan hati-hati sesuai permasalahan yang terjadi saat ini, Briggs mendekati teks dengan melihat sisi historis gramatikal yang mendalam. Teks Mazmur 91 merupakan teks yang bermasalah: bermasalah dalam indikasi penulis dan waktu penulisan dan permasalahan gramatikal yang menyulitkan pembaca untuk menentukan pembicara dialog dalam teks. Berdasarkan ketiga makna utama teks inilah, kemudian dihasilkan hermeneutika praktika dalam menghadapi keadaan saat ini. Dalam menghadapi Covid-19, kita tidak perlu gentar dan harus memandang wabah ini sebagai peluang untuk memberitakan injil dan menjangkau jiwa terkhusus untuk mereka yang terdampak kesehatannya karena wabah ini
Misi Yang Relevan Dalam Masyarakat Plurarism di Gereja GKPI Pengharapan Kabupaten Rokan Hilir
Penelitian ini bertujuan untuk penerapan misi dalam masyarakat Pluralisme di Kabupaten Rokan Hilir sebuah kabupaten di Provinsi Riau, Indoneia. Ibu kotanya terletal di Bagansiapiapi, kota bersejarah dan dikenal sebagai penghasi ikan dan memiliki beragamam suku, adat dan agama yang dimana ada juga penganut agama Kristen.Pada tahun 2005 mulai dibangun dan berdiri gereja GKPI Pengharapan. yang terdiri dari 80 KK dan letak dari gedung gereja tersebut adalah dekat dengan pemukiman masyarakat yang memiliki latar belakang suku, ras, etnis dan agaa yang berbeda. Dan sampai saat ini gereja masih berdiri dan tetap melaksanakan ibadah dengan baik disetiap hari mingguDitengah-tengah kemajemukan masyarakat dunia ini. maka tidak dipungkiri adanya perbedaan antara satu dengan yang lainnya. Keragaman dan perbedaan-perbedaab itulah yang disebut dengan istilah prularisme. Sebagaimana juga agama yang merupakan bagian yang penting dalam masyarakat. Dalam konteks keberagaman, tetap saja ada sikap yang bertentangan dengan kenyataan itu. Keragaman masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai agama, etnis dan ras juga menunjukkan terdapatnya persoalan keberagaman itu. Sikap eksklusif, konflik dan pertikaian yang menggunakan “baju agama”, merebaknya aksi-aksi teroris, pengrusakan dan pembakaran sarana dan tempat ibadah, sikap saling curiga antar umat beragama (Islam dan Kristen) cukup membuktikan bahwa sikap pluralis yang diharapkan menjadi pilihan dalam konteks bermasyarakat di Indonesia masih jauh dari apa yang diharapkan. Missioner Gereja hasrus mampu menjadi terang dan garam dalam masyarakat majemuk yang memiliki perbedaan suku, ras dan agama. Dan harus memiliki kasih kepada semua orang baik kepada orang miskin, orang yang tertindas dan harus memillik pola sikap yang prularis yang bertindak baik tanpa pandang bulu sampai pada musuh sekalipu