1,722,185 research outputs found

    EKOLOGI SASTRA PADA PUISI DALAM NOVEL BAPANGKU BAPUNKKU KARYA PAGO HARDIAN

    Get PDF
    ABSTRAKKarya sastra diciptakan untuk dinikmati, dirasakan dan dimanfaatkan oleh pembaca ataupun penikmat sastra. Proses penciptaan sastra tidak luput dari lingkungan sekitar pengarang dan ekologi sastra merupakan metodologi yang menghubungkan antara sastra dan lingkungan sekitarnya. Novel Bapangku Bapunkku karya Pago Hardian, bukan berisi cerita yang mengemukakan kisah yang inspiratif saja, tetapi ditulis dengan cara yang berbeda yaitu memasukkan beberapa puisi dan surat serta kutipan lirik lagu, yang sangat jarang atau tidak pernah digunakan oleh penulis yang lain. Masalah penelitian bagaimana menganalisis ekologi sastra puisi dalam novel Bapangku Bapunkku Karya Pago Hardian? Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan teknik analisis data menggunakan teknik analisis konten. Ekologi sastra yang paling dominan digunakan pada novel Bapangku Bapunkku adalah puisi Rayuanku dan paling minim yaitu puisi Marah. Puisi yang terdapat dalam  novel Bapangku Bapunkku karya Pago Hardian, terdiri dari Dahlia Ungu, Cinta Dalam Doa, Rayuanku, dan Marah. Kata Kunci: Ekologi, Sastra, dan Bapangku Bapunkku  ECOLOGICAL LITERATURE ON POETRY IN MY NOVELS OF BAPANGKU BAPUNKKU, BY HARDIAN PAGO ABSTRACTLiterary works are created to be enjoyed, felt and utilized by readers or lovers of literature. Literary creation process does not escape the environment around the author and literary ecology is a methodology that connects literature and the surrounding environment. Bapangku Bapunkku's novel by Pago Hardian, does not contain a story that tells an inspirational story, but is written in a different way, which includes several poems and letters and quotes from song lyrics, which are rarely used by other writers. The research problem is how to analyze the literary ecology of poetry in the novel Bapangku Bapunkku by Pago Hardian? Data collection techniques use documentation and data analysis techniques using content analysis techniques. The most dominant literary ecology used in Bapangku Bapunkku novels is my seduction poetry and the least is Marah poetry. Poetry contained in the novel Bapangku Bapunkku by Pago Hardian, consisting of Purple Dahlia, Love in Prayer, My Flirtation, and Angry. Keywords: Ecology, Literature, and Bapangku  Bapunkku   Â

    Hardian Radjab dan karyanya: maestro dalam bidang kebudayaan di Provinsi Sumatera Barat

    Get PDF
    Salah satu biografi pelaku sejarah, dalam hal ini tokoh seni yang belum terungkap sampai saat sekarang ini dan belum terpublikasikan adalah mengenai biografi Hardian Radjab dengan karyanya. Hardian Radjab sendiri dilahirkan tanggal 11 November 1958 di tepi Danau Maninjau, Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat. Ayahnya bernama Radjab Ayub dan Ibunya Rosmaniar. Sampai beliau meninggal telah menghasilkan karya seperti Skenario Putri Karang Putih, sebuah skenario film kerjasama dengan PT Semen Padang. Skenario tersebut menceritakan tentang sejarah PT Semen Padang di Indarung, Padang, Simaco, sebuah skenario sandiwara anak-anak untuk Televisi. Skenario ini dibuat oleh Hardian Radjab selesai tanggal 1 Juni 1993, Skenario Munah Kayo, Denyut, Inspektur, Kinantan Ayam Jantan, Bulan Urat Tabuik, Sorong Patah Siku, Siti Manggopoh dan lainnya. Berdasarkan fakta diatas, maka sepatutnya ditulis biografi Hardian Radjab dengan karyanya yang memiliki pengalaman yang sangat berharga. Pengalaman tersebut sejogyanya ditulis, untuk dipahami, dipelajari, serta dapat terpublikasikan dan diketahui oleh generasi muda atau penerus. Sebab tokoh seni Hardian Radjab memiliki pengalaman tidak sampai direkam ingatannya akan membuat kita nanti kehilangan jejak sejarahnya. Untuk itulah perlu terobosan untuk memunculkan kepermukaan, sehingga diketahui oleh masyarakat banyak. Khususnya bagi sejarawan sendiri, tentu kondisi tersebut masih merupakan lahan yang luas untuk dikaji, khususnya kajian sejarah. Atas dasar pemikiran diatas maka penelitian biografi Hardian Radjab dengan karyanya. Untuk itu penelitian ini dilaksanakan, dan penelitian ini diberi judul : Biografi Hardian Radjab dan Hasil Karyanya

    Revolusi Mental dalam Novel Bapangku Bapunkku! Karya Pago Hardian

    No full text
    ABSTRAKKarya sastra tidak dapat tercipta dengan sendirinya, karena dalam proses penciptaan sastra diperlukan pengalaman hidup serta kemampuan seseorang untuk menciptakan, mengkreasikan dan merasakan berbagai peristiwa yang terjadi di sekitar kehidupan masyarakat. Revolusi mental merupakan perubahan yang drastis dalam berpikir jauh dari kebiasaan umum atau jarang dilakukan olehbanyak orang, Revolusi mental ini baru dikenal pada masa pemerintahan Jokowi-JK pada pemilihan presiden 9 Mei 2014 yang lalu, dan konsep revolusi mental ini dicanangkan. Alasan peneliti memilih novel Bapangku Bapunkku karya Pago Hardian, karena dalam novel tersebut bukan hanya berisi cerita yang mengemukakan kisah yang inspiratif saja, tetapi ditulis dengan cara yang berbeda yaitu memasukkan beberapa puisi, surat serta kutipan lirik lagu, yang sangat jarang atau tidak pernah digunakan oleh penulis yang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan revolusi mental dalam novel, metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif, sumber data yang digunakan novel Bapangku Bapunkku karya Pago Hardian, teknik pengumpulan data dokumentasi dan teknik analisis data adalah analisis konten. Hasil analisis menemukan adanya revolusi mental dalam novel BapangkuBapunkku, yaitu sikap pesimis berubah menjadi sikap optimis, yang mengeluh berubah menjadi fokus pada solusi, yang berorientasi pada hasil berubah menjadi berorientasi pada proses, dan dari penonton berubah menjadi pelaku.Kata Kunci: Revolusi Mental, Bapangku Bapunkku dan Sastra, jokow

    DAYA HAMBAT FITOTOKSIN BAKTERI PATOGEN PADA GULMA WEWEHAN

    No full text
    Wewehan (Monochoria vaginalis Burm.F. Presi) merupakan salah satu gulma penting yang tumbuh di pertanaman padi. Keberadaan gulma ini sangat merugikan karena dapat menurunkan hasil produksi padi. Pengendalian yang sering digunakan oleh para petani yaitu menggunakan herbisida kimia yang memiliki dampak negatif. Pengendalian alternatif yang sering digunakan yaitu sacara hayati karena dianggap aman, praktis, menguntungkan bagi lingkungan karena menggunakan patogen tanaman seperti bakteri, jamur, atau mikroorganisme lainnya. Mikroorganisme yang sering digunakan sebagai agensia hayati yaitu dari golongan jamur. Mikroorganisme seperti bakteri juga berpotensi sebagai agensia hayati dan berperan sebagai bioherbisida karena menghasilkan senyawa yang mematikan bagi tanaman inangnya seperti senyawa fitotoksin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dari bakteri patogen yang dapat dimanfaatkan sebagai bioherbisida untuk mengandalikan pertumbuhan gulma M. vaginalis. Penelitian dilakukan dengan mengeksplorasi bakteri yang berasosiasi dengan gulma M. vaginalis. Penelitian ini dilakukan dengan mengisolasi gulma yang bergejala nekrosis kemudian isolat yang diperoleh diuji patogenisitas, virulensi dan fitotoksisitasnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dua isolat bakteri yang diperoleh dari isolasi tidak menunjukkan penghambatan terhadap pertumbuhan gulma M. vaginalis, tetapi justru semakin meningkatkan pertumbuhan gulma. Kedua isolat bakteri ini lebih berpotensi sebagai stimulant yang dapat memacu pertumbuhan gulma, dari pada sebagai bioherbisida yang menghambat pertumbuhan gulma M. vaginalis

    KARAKTERISASI Ralstonia solanacearum PADA TANAMAN PISANG

    No full text
    Penyakit layu bakteri (blood disease bacterium) yang disebabkan oleh Ralstonia solanacearum merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman pisang di Indonesia, khususnya di Kabupaten Lumajang. Patogen ini memiliki variabilitas genetik yang luas dan kemampuannya untuk beradaptasi dengan lingkungan setempat. Salah satu teknik identifikasi patogen R. solanacearum yang telah dikembangkan yaitu teknik Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD). Karakterisasi R. solanacearum pada tanaman pisang di Kabupaten Lumajang dengan menggunakan teknik RAPD dilakukan dengan menggunakan 3 Oligonukleotida (Primer). Amplifikasi dilakukan pada 35 siklus dengan kondisi Denaturasi pada suhu 94°C selama 20 detik, Anealing pada suhu 30°C selama 45 detik dan Elongasi pada suhu 72°C selama 1 menit. Pada akhir reaksi, dilakukan Elongasi akhir suhu 72°C selama 3 menit. Setelah terlihat amplifikasi DNA, dilakukan perhitungan untuk mengetahui matriks dengan metode Jaccard. Pola marka molekuler bakteri R. solanacearum di Kabupaten Lumajang bersifat polimorfisme dengan persentase 71%, dan dendogram menunjukkan, terdapat 4 grup berbeda pada isolat R. solanacearum di Kabupaten Lumajang

    PEMETAAN KEBERADAAN CENDAWAN PATOGEN TULAR TANAH Rhizoctonia solani

    No full text
    Cendawan patogen tular tanah merupakan salah satu jenis patogen yang menginfeksi tanaman tembakau dan dapat menurunkan produktivitas tanaman tembakau. Beberapa cendawan patogen tular tanah seperti cendawan Rhizoctonia solani dapat menyerang yang menyebabkan penyakit (damping off) pada tanaman tembakau. Selain itu cendawan Phytophthora nicotianae juga merupakan salah satu patogen penting yang dapat menyebabkan penyakit lanas pada tanaman tembakau. Berdasarkan adanya gangguan yang disebabkan oleh cendawan patogen tular tanah tersebut, maka diperlukan suatu deteksi dini untuk mengetahui keberadaan cendawan patogen tular tanah tersebut pada suatu lahan di suatu daerah. Deteksi dini dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan secara molekuler dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) sebagai suatu metode cepat untuk mendeteksi keberadaan cendawan patogen tular tanah. Delapan belas sampel tanah yang diujikan diketahui mempunyai tingkat infestasi dan variasi yang berbeda-beda. Tingkat infestasi tertinggi terdapat pada tiga daerah di Kabupaten Probolinggo, sedangakan pada tingkat variasi rata-rata setiap daerah mempunyai tingkat variasi cendawan yang sama. Proses amplifikasi DNA dengan PCR yang dilakukan untuk cendawan R. solani diketahui pita DNA teramplifikasi pada lane daerah Tanjung rejo, Tutul, Selomukti dan Maskuning wetan. Sedangkan untuk cendawan P. nicotianae pita DNA teramplifikasi pada lane daerah Kabat dan Sumber anyar

    Intraoperative Facial Motor Evoked Potential Monitoring for Pontine Cavernous Malformation Resection(橋海綿状血管腫摘出における術中顔面運動誘発電位モニタリングの有用性)

    Get PDF
    信州大学(Shinshu university)博士(医学)次の雑誌に発表。 /Journal of neurosurgery 132(1) :265-271(2019); doi:10.3171/2018.8.JNS181199ThesisRIDZKY FIRMANSYAH HARDIAN. Intraoperative Facial Motor Evoked Potential Monitoring for Pontine Cavernous Malformation Resection(橋海綿状血管腫摘出における術中顔面運動誘発電位モニタリングの有用性). 信州大学, 2022, 博士論文. 博士(医学), 甲第1278号, 令和04年03月31日授与.doctoral thesi

    KARAKTERISASI ISOLAT Xanthomonas oryzae pv. oryzae YANG MENYERANG TANAMAN

    No full text
    Upaya peningkatan produksi padi nasional dihadapkan pada berbagai permasalahan salah satunya adanya penyakit penting pada tanaman padi yaitu hawar daun bakteri. Hawar daun bakteri disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae yang memiliki kemampuan tinggi dalam membentuk strain baru di lapang. Seiring dengan perkembangan teknologi dalam bidang mikrobiologi, berbagai teknik identifikasi dan deteksi telah dikembangkan mengenai analisis genetik dan identifikasi molekular isolat X. oryzae pv. oryzae melalui teknik Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD). Sampel diambil dari 5 kecamatan dengan 5 varietas yang berbeda, yaitu Rambipuji dengan varietas Wayapuburu, Arjasa dengan varietas Situbagendit, Tempurejo dengan varietas pandanwangi, Tanggul dengan varietas Ciherang dan Puger dengan varietas Cibogo. Metode pertama yaitu penghitungan intensitas serangan pada masingmasing sampel, kemudian bakteri diisolasi dari daun yang bergejala hawar daun bakteri dan ditumbuhkan pada media Yeast Dextrose Agar. Setelah itu dilakukan pengujian bakteri dengan KOH 3% dan uji hdrolisis pati, kemudian dianalisis menggunakan teknik RAPD untuk mengetahui keragaman genetik masing- masing isolat. Hasil pengamatan intensitas serangan pada masing-masing sampel menunjukkan bahwa besarnya intensitas serangan dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya lokasi pengambilan sampel, tingkat ketahanan suatu varietas padi dan usia tanaman padi. Masing- masing isolat menunjukkan ciri koloni berwarna kuning, bulat, cembung dan berlendir, uji Gram negatif, serta tidak menghidrolisis pati. Hasil analisis menggunakan RAPD menunjukkan kelima isolat merupakan isolat yang berbeda secara genetik, dilanjut dengan penghitungan menggunakan Metode Jaccard dan pembuatan Phenogram similarity yang menunjukkan kelima isolat terbagi menjadi 3 kelompok yang berbeda secara genetik, Kelompok A yaitu isolat dari Rambipuji dan tempurejo, Kelompok B yaitu Arjasa dan Puger, serta Kelompok C yaitu Tanggul

    PENGARUH DOSIS FORMULASI BAKTERI Pseudomonas diminuta DAN Bacillus mycoides

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis formulasi bakteri P. diminuta dan B. mycoides terhadap tanaman kentang (Solanum tuberosum) yang terserang nematoda sista kentang di lahan. Penelitian ini dilaksanakan di desa Sumber Brantas, dusun Jurangkuali, kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur dan Laboratorium Nematologi Jurusan HPT Fakultas Pertanian Universitas Jember dengan waktu penelitian yaitu pada Juli 2014 – Oktober 2014. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terbagi (Split Plot design) dengan dosis sebagai sub plot, yaitu 0 gram (kontrol); 20 g; 30 g; dan 40 g serta main plot merupakan macam bakteri yaitu P. diminuta; B. mycoides; dan campuran keduanya dengan perbandingan sama. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, panjang akar, dan berat umbi kentang. Hasil yang diperoleh setelah penelitian menunjukkan bahwa aplikasi formulasi bakteri dengan perbedaan bakteri tidak berbeda nyata terhadap seluruh variabel, sedangkan dosis formulasi bakteri yang diberikan menghasilkan perbedaan sangat nyata pada variabel berat umbi kentang dan tidak berbeda nyata pada parameter tinggi tanaman dan panang akar. Kemudian dilakukan analisis data umbi kentang dengan uji lanjut polinomial orthogonal dan diperoleh bahwa dosis formulasi yang paling optimum dalam meningkatkan berat umbi kentang yaitu rata-rata pada dosis 30 gram

    PERAN PEMBIMBING KEMASYARAKATAN DALAM SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK MELALUI PENDEKATAN RESTORATIVE JUSTICE

    Get PDF
    Anak memiliki peran yang sangat penting untuk kemajuan pada suatu negara, maka dari itu suatu negara wajib memberikan perlindungan terhadap anak. Namun tidak sedikit anak yang termasuk kedalam sistem peradilan pidana karena melakukan perbuatan yang melanggar hukum sehingga menjadi perhatian khusus bagi aparat penegak hukum. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menguraikan konsep yang menjadi dasar suatu negara dalam menangani anak yang melanggar hukum. Penelitian ini menggunakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan undang-undang (statue approach) dengan mengangkat isu-isu pemasyarakatan yang bersifat deskriptif eksplotaratif dengan menggunakan data sekunder. Melalui penelitian ini kemudian dapat disimpulkan Pembimbing Kemasyarakatan sudah menjalankan tugasnya sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan. Namun pada pelaksanaannya belum berjalan secara optimal seperti yang diharapkan, memiliki peran yang penting dalam memberikan kepentingan terbaik bagi anak. Penguatan peran Pembimbing Kemasyarakatan untuk memperkecil kesenjangan antar lembaga di dalam Integrated Criminal Justice System (ICJS) dengan tujuan mengantisipasi tidak terjadinya pengulangan tindak pidana namun tetap mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak melalui pendekatan restorative justice
    corecore