139 research outputs found
Efektivitas Kesenian Tambua Dalam Meningkatkan Minat Dan Motivasi Belajar Seni Pemuda/I Nagari Kampung Tangah
Abstract: This activity aims to increase enthusiasm, understanding of art concepts, motivation, and self-confidence of young men and women through the integration of traditional Tambua arts. The method used is a participatory approach with, observation, training, and direct practice with young men and women of Nagari Kampung Tangah. The results showed that 92.31% of students felt more enthusiastic and confident after participating in the activity, 84.62% understood the concept of art better and were motivated to practice, and 76.92% stated that they wanted to continue learning local arts and culture. These findings indicate that traditional art media is effective in increasing learning engagement and preserving local culture.Abstrak: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan antusiasme, pemahaman konsep seni, motivasi, dan kepercayaan diri pemuda-pemudi melalui integrasi kesenian tradisional Tambua. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan pengamatan, pelatihan, dan praktik langsung dengan pemuda-pemudi Nagari Kampung Tangah. Hasil menunjukkan bahwa 92,31% siswa merasa lebih antusias dan percaya diri setelah mengikuti kegiatan, 84,62% memahami konsep seni dengan lebih baik dan termotivasi untuk berlatih, serta 76,92% menyatakan ingin terus belajar seni budaya lokal. Temuan ini menunjukkan bahwa media seni tradisional efektif dalam meningkatkan keterlibatan belajar dan pelestarian budaya lokal
Hubungan Penguasaan Teori K3 Siswa Dan Pemberian Instruksi K3 Kepada Siswa Terhadap Tingkat Keberhasilan Pelaksanaan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (k3) Pada Praktikum Chasis
ABSTRAK Haq, Syaiful. 2012. ”Hubungan Penguasaan Teori K3 Siswa Dan PemberianInstruksi K3 Kepada Siswa Terhadap Tingkat Keberhasilan PelaksanaanKeselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Praktikum Chasis” Skripsi,Jurusan Teknik Mesin, Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. AnnyMartiningsih, M.Kes. (2) Drs. Eddy Rudiyanto, M.Pd. Kata kunci : Penguasaan teori K3, pemberian instruksi, tingkat keberhasilan Penguasaan teori K3 siswa dan pemberian instruksi K3 kepada siswamerupakan salah satu diantara faktor-faktor yang berhubungan dalam pencapaiantingkat keberhasilan pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja pada praktikumchasis. Dengan penguasaan teori K3 yang dimiliki siswa dan pemberian instruksiK3 yang baik dapat meningkatkan pencapaian tingkat keberhasilan pelaksanaankeselamatan dan kesehatan kerja pada praktikum chasis. Penelitian ini adalahpenelitian populasi, dimana jumlah populasinya adalah siswa kelas XI KeahlianTeknik Otomotif di SMK Negeri 2 Pamekasan. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksplanasi dengan tujuan untukmenguji hipotesis, yaitu menguji hubungan variabel bebas yang terdiri daripenguasaan teori K3 siswa (X1) dan pemberian instruksi K3 kepada siswa (X2)terhadap variabel terikat yaitu tingkat keberhailan pelaksanaan keselamatan dankesehatan kerja pada praktikum chasis (Y). Teknik pengumpulan data dengan caramenyebarkan kuesioner (angket) kepada responden, dengan kuesioner jawabantertutup berskala empat model Linkert. Teknik tersebut didukung dengandokumentasi guna melengkapi data yang tidak terakomodasi oleh instrumenkuesioner. Adapun indikator yang dijadikan ukuran untuk variabel X1 yaitu penggunaan alat pelindung diri, pengguna peralatan kerja sesuai denganfungsinya, bekerja sesuai prosedur. Indikator untuk variabel X2 yaitu pemberian instruksi tentang tata tertip praktikum, penjelasan tentang K3, dan pemberiancontoh metode kerja yang aman. Sedangkan untuk variabel Y adalah Keberhasilanpelaksanaan praktikum, pelaksanaan K3 sesuai prosedur. Dari hasil analisis data menunjukkan bahwa penguasaan teori K3 siswadan pemberian instruksi K3 kepada siswa menyumbang 69.6% terhadap tingkatkeberhasilan pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. sedangkan sisanya,sebesar 69.6% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti oleh penulis. Darihasil uji hipotesis diperoleh nilai Fhitung=13.088 dengan probabilitas 0.000 < 0.05pada taraf signifikansi 5%. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yangsignifikan antara penguasaan teori K3 siswa dan pemberian instruksi K3 kepadasiswa terhadap tingkat keberhasilan pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerjapada praktikum chasis
KEBIJAKAN BELT AND ROAD INITIATIVE (BRI) TIONGKOK PADA MASA PEMERINTAHAN XI JINPING. AUTHOR: Syaiful Anam, Ristiyani Ristiyani
KEBIJAKAN BELT AND ROAD INITIATIVE (BRI) TIONGKOK PADA MASA PEMERINTAHAN XI JINPING
Syaiful Anam, Ristiyani Ristiyan
Cell and tissue culture: an overview
Introduction
This book, Cell/Tissue Culture Research and Technology from Islamic Perspective, deals and discusses on issues pertaining to the applications of cell and tissue culture in the light of the advancements made in modern technology, particularly in biotechnology and nanotechnology. To dissect the many topics pertaining to this matter, the book is divided into 10 chapters.
In Chapter 1, which is entitled, “Integration of Islamic Principles in Modern Science: Its Philosophy and Method”, Ibrahim A. Shogar, the writer, gives an in depth explanation of the approaches used by scholars, jurists and scientists of this modernized world in order to integrate Islamic principles in science and technology. He explains the many challenges that have, and will, be faced by Muslims in order to achieve Islamic integration in modern science, taking into account the opinions of old and new Muslim scholars. Through the philosophies and methods presented, the aim of showing the steady progression of Islamic integration in the promising field of science and technology is achieved.
In Chapter 2, “Cell and Tissue Culture: An Overview”, Mohammad Syaiful Bahari Abdull Rasad and his co-author, focuses upon the basic requirements and arrangements that are necessary for the purpose of setting up, or working, in a cell/tissue culture laboratory. Brief explanations of protocols, equipment handling and maintenance are also incorporated into this chapter with the aim of exposing readers on the various regulations and equipment needed in a culture laboratory. A concise elucidation on a collection of cell lines is provided as an introductory towards the types of cells/tissues that can be found cultured in a normal cell/tissue culture laboratory. Overall, readers should have a fundamental understanding of the setup and requirements of a cell/tissue culture laboratory.
Rahmatul Wahida Ahmad, in Chapter 3, which is entitled “Risk Assessment and Regulatory Aspects of Cell Culture”, stresses that safety and health of the occupants of the cell/tissue culture laboratory is to be the focal point of any cell/tissue culture research as the risks one is exposed to are aplenty. The level of risks, and the regulations that are established in most cell/tissue culture laboratory in order to counter and reduce the amount of exposure towards those risks, are highlighted in this chapter, with the hopes of putting cautions in readers who are involved with cell/tissue culture research. As Islam prioritizes safety and wellbeing of mankind, this chapter is of great significance before going further with other aspects of integrated science and Islamic principles.
In Chapter 4, “Basic Techniques and Research in Cell Culture: Integration of Islamic Approach”, Mohammad Syaiful Bahari Abdull Rasad provides an explanation on how Islamic laws and regulations (shariah) could be applied in cell culture research with proper usage of alternative resources and materials. Discussions and suggestions in utilizing alternative approaches for cell culture research are stressed upon, with the aim of exposing readers with the possibilities of making modern science and technology more acceptable for Muslims, as well as other, communities. As a result, a perceptive on how to approach and integrate Islam into cell culture research is accomplished.
The focus of Chapter 5 is on the “Diagnostic and Therapeutic Application of Cell and Tissue Culture from Islamic Perspective”. The writer, Mohammad Syaiful Bahari Abdull Rasad and his co-writer, Nur Aizura Mat Alewi, writes at great length on the various dilemmas as well as ethical and social issues posed by the utilization of cell and tissue culture in the field of diagnostic and therapeutic research. The writers emphasize that with the advancement in cell/tissue culture application in an assortment of researches, many issues, of old and new, have also arisen. Thus, it is the duty of Muslim scholars and scientists to search for knowledge and ascertain proper regulations that are in accordance to Islamic shariah as this would assist in safeguarding the interest of the Muslim ummah and at the same time, promote its progression in modern science.
In Chapter 6, “New Era of Regenerative Medicine: An Islamic Perspective”, Ahmad Sukari Halim and his co-authors highlight the headway made by scientists and researches of this century on regenerative medicine. Diverse methods and approaches applied in modern science are stated thoroughly, keeping in mind on how Islam perceives and accepts advancement in life, as long as they are within the bound of Islamic rules and regulations (shariah).
In Chapter 7, Mohd. Arifin Kaderi explains the various aspects of genetic engineering and how cells are utilized in this advancing field of biotechnology, taking into deliberation the issues that may arise based on Islamic perspective. Hence, this chapter entitled, “Applications of Cultured Cells in Genetic Engineering: An Islamic Perspective”, discusses topics such as gene/genome applications in genetic engineering, vaccines and antibodies productions and so forth.
Elaborating further on the matter which have a degree of association, Munirah Sha’ban and her co-author, in Chapter 8, under the title, “Tissue Engineering: An Islamic Perspective”, write on a variety of aspects that need to be understood by Muslims concerning the utilization of tissue engineering from medical and scientific perspectives, with religious (Islamic) perspective playing a focal role in the discussions. It is indicated in the chapter that although the issues surrounding tissue engineering are continuously being reviewed and debated, Muslims should move forward with researches concerning tissue engineering while keeping in adherence to the shariah.
Meanwhile, Muhammad Lokman Md. Isa in Chapter 9, “Stem Cells Research: Value, Ethical and Religious Views”, draws attention to several other religions, including Islam, and their opinions and views on the subject of stem cell research. It is interesting to note that the religions which have strong traditions of legal and religious laws, namely Judaism and Islam, support most forms of stem cell research.
Finally, in the last chapter (Chapter 10) which was written by Shaharum Shamsuddin, entitled, “Nanobiotechnology and Nanomedicine: The Impact, Implication and The Unknown”, the writer puts forward a lengthy elaboration on a topic that has piqued the attention of many researchers and scientists of this era, which is the topic of nanotechnology. With in-depth input on different applications of nanotechnology, readers are able to further immerse themselves in the many prospects of nanotechnology, both known and unknown, that could benefit mankind in the future
Pengembangan Media Pembelajaran ‘Game Edukasi JD’ pada Mata Pelajaran Jaringan Dasar Kelas X Program Keahlian TKJ SMKN 2 Malang.
ABSTRACT Achmad, Syaiful. 2016. Pengembangan Media Pembelajaran ‘Game Edukasi JD’ pada Mata Pelajaran Jaringan Dasar Kelas X Program Keahlian TKJ SMKN 2 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hakkun Elmunsyah, S.T., M.T. , (II) M. Zainal Arifin, S.Si., M.Kom.Kata Kunci : Penelitian dan Pengembangan, Game Edukasi, Mata Pelajaran Jaringan DasarMata pelajaran jaringan dasar merupakan mata pelajaran C2 yang harus ditempuh bagi siswa kelas X SMK program keahlian TKJ. SMKN 2 Malang melaksanakan proses pembelajaran jaringan dasar ke dalam dua kegiatan, yaitu kegiatan pemberian teori dan praktik. SMKN 2 Malang memiliki karakteristik siswa yang lebih menyukai kegiatan praktik dibandingkan dengan teori, sehingga siswa terkesan kurang bersemangat ketika pembelajaran teori pada mata pelajaran jaringan dasar. Hal tersebut tentunya akan berdampak negatif terhadap keefektifan proses pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut maka dibutuhkan sebuah media pembelajaran yang dapat meningkatkan semangat belajar siswa pada teori mata pelajaran jaringan dasar. Salah satu media yang cocok digunakan pada mata pelajaran jaringan dasar adalah game edukasi. Game edukasi yang dikembangkan oleh penulis bernama Game Edukasi JD yang dapat digunakan pada perangkat dekstop. Game Edukasi JD di kembangkan berdasarkan materi OSI model dan topologi jaringan yang terdapat pada mata pelajaran jaringan dasar semester satu kurikulum 2013. Pengembangan media pembelajaran Game Edukasi JD menggunakan model penelitian dan pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluations), serta menggunakan model pengembangan perangkat lunak waterfall. Kegiatan uji coba produk dalam pengembangan game edukasi JD dilakukan melalui empat buah tahapan, yaitu uji coba ahli materi, ahli media, kelompok kecil dan kelompok besar. Uji coba ahli materi memperoleh persentase 92%, ahli media memperoleh persentase 86,7%, kelompok kecil memperoleh persentase 87,89% dan kelompok besar memperoleh persentase 91,01%. Sehingga secara keseluruhan didapatkan hasil rata-rata persentase sebesar 89,4%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa secara keseluruhan media yang dikembangkan sangat valid dan sangat layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran alternatif pada matapelajaran jaringan dasar di SMKN 2 Malang
Performance analysis of sharia banking in Indonesia: Abu Zahrah Maqasid Shariah index approach
This study aims to analyze the performance of Islamic Banking (IB) in Indonesia through the maqashid shariah index Abu Zahrah approach. Performance appraisal on Islamic Banking (IB) is generally done through financial performance measurements without including non-financial performance measurements. Furthermore, this study uses descriptive quantitative research methods, namely an approach with a ratio value that can be calculated and described. The research object is 3 Islamic banks in Indonesia registered on the Indonesia Stock Exchange (IDX) and published their financial reports for 2018-2020. The results showed that Panin Dubai Sharia Bank obtained the best MSI score among 2 other Islamic banks, with an MSI value of 38.59%. Furthermore, Bank BRI Sharia with an MSI score of 30.38%, and finally Bank BTPN Sharia with an MSI score of 30.24%. Panin Dubai Sharia Bank is more focused on achieving maqashid sharia aspects than the other 2 Islamic banks
Peran Kelompok Kerja Guru (KKG) dalam Meningkatkan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam di Kota Makassar
Hasil penelitian ini adalah: 1) Peran kelompok kerja guru dalam meningkatkan kompetensi guru PAI & BP di Kota Makassar dapat dilihat pada intensnya kegiatan yang dilaksanakan, seperti Peningkatkan kompetensi pedagogik yaitu melalui pelatihan simulasi pengajaran. Peningkatkan
kompetensi kepribadian Guru dengan kajian keagamaan, tadarrus al-Qur’an dan seminar kepribadian. Peningkatkan kompetensi sosial yaitu dari pertemuan rutin, saling berkunjung, bakti sosial, berbagi takjil pada bulan ramadhan.
Peningkatkan Kompetensi profesional Guru yaitu melalui pelatihan dan workshop seperti pelatihan ICT dan pedalaman literatur PAI. 2) Hasil Peningkatkan kompetensi pedagogik yaitu guru memiliki keterampilan membuka, menutup menjelaskan, bertanya, memberi penguatan, menggunakan
media, membimbing diskusi, mengelola kelas, variasi dan evaluasi pembelajaran. Hasil Peningkatkan kompetensi kepribadian yaitu penggunaan pakaian yang syar’i, sikap yang ramah dan lembut, menjadi teladan. Hasil Peningkatkan kompetensi sosial yaitu menguatkan rasa empati, solid, tercipta komunikasi yang baik. Hasil Peningkatkan Kompetensi profesional yaitu terampil dalam penggunaan media pembelajaran dan mengetahui secara luas & dalam materi tentang PAI & BP 3) Faktor pendukung meningkatkan kompetensi yaitu adanya guru memiliki pengalaman dalam melaksanakan proses pembelajaran, kedisiplinan, kebijakan kepala sekolah serta lingkungan sekolah yang kondusif. Sedangkan faktor penghambat adalah sarana dan prasarana
sekolah, minimnya kemampuan beberapa guru menggunakan media elektronik, alokasi waktu pelajaran yang kurang, serta seringnya pergantian kurikulum. Implikasi dari penelitian ini adalah: 1) Pengurus KKG PAI lebih proaktif dalam memotivasi guru PAI & BP untuk meningkatkan kompetensinya
dan menciptakan suatu keakraban yang mendalam antara sesama pengurus dengan melakukan pertemuan secara rutin melalui zoom meeting. 2) Pengurus KKG PAI aktif dalam kepengurusan dan pada setiap pelaksanaan program kerja
terutama dalam meningkatkan kompetensi guru PAI & BP. 3) Saran dan masukan dari berbagai pihak dapat diterima jika sesuai dengan yang dibutuhkan agar dalam pelaksanaanya dapat lebih maksimal
Perancangan Web Server Pada Rapberry PI 3 Untuk Model Aplikasi Pembelajaran
Modul Aplikasi Pembelajaran merupakan sebuah aplikasi website. Lebih mudahnya aplikasi website ini dapat disebut MAP. MAP ini sebagai tempat penampung soal-soal pelajaran atau bisa disebut tempat dokumentasi soal-soal yang pernah diberikan kepada para siswa. Dimana pengajar dapat membuat, melihat, menyunting, dan menghapus soal-soal. Pengajar juga dapat menyimpan nilai serta mencetak hasilnya. Para orangtua dapat mengakses MAP untuk melihat rincian nilai anaknya. Para Siswa dapat memanfaatkan MAP untuk melakukan pengerjaan soal-soal yang diberikan oleh guru atau pengajar. Pengunjung website yang memiliki hak akses bisa melakukan obrolan komentar sederhana. Pengguna dapat mengakses web server menggunakan jaringan Internet melalui modem mau pun menggunakan jaringan lokal melalui wi-fi. Mengakses melalui jaringan Internet menggunakan bantuan perangkat lunak OpenVPN, sedangkan mengakses melalui jaringan wi-fi menggunakan bantuan perangkat lunak Hostapd. Tujuan dari penelitian ini untuk memudahkan pengajar dalam memberikan soal latihan maupun soal ujian kepada para siswa. Dimana pengajar dapat mempercepat proses pembagian soal-soal tanpa perlu membagikan lembar soal satu persatu. Serta meminimalkan penggunaan kertas untuk lembar jawaban soal
Attitudes of Civil Engineering Students Program Study of Building Technique Education to the ASEAN Economic Community
- …
