1,720,983 research outputs found

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    hubungan pendampingan suami pada ibu bersalin serta dukungan tenaga kesehatan dengan keberhasilan inisisasi menyusu dini

    Get PDF
    Fitriana (S021308035). 2015. Hubungan Pendampingan Suami Pada Ibu Bersalin Serta Dukungan Tenaga Kesehatan Dengan Keberhasilan Inisiasi Menyusu Dini. Tesis. Pembimbing I : Tamtomo Didik, Pembimbing II: Hanim Diffah, Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. ABSTRAK Latar Belakang: Program Inisiasi Menyusu Dini sangat perlu dilakukan kepada bayi yang baru lahir untuk mencegah tingginya kematian neonatal. Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah perilaku pencarian puting payudara ibu sesaat setelah bayi lahir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pendampingan suami pada ibu bersalin serta dukungan tenaga kesehatan dengan keberhasilan inisiasi menyusu dini. Subyek dan Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling. Besar sampel yaitu 39 ibu bersalin di bidan praktek mandiri (BPM) Kecamatan Depok Kabupaten Sleman Alat pengumpulan data dengan kuesioner dan lembar observasi. Teknik analisis data regresi logistik ganda. Hasil: Hubungan pendampingan suami dengan keberhasilan inisiasi menyusu dini (OR=3,46; CI95%= 1,44 – 6,00; P=0,014) dukungan tenaga kesehatan dengan keberhasilan inisiasi menyusu dini (OR=2,29; CI95%= 1,58 – 3,91; P=0,048) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pendampingan suami pada ibu bersalin serta dukungan tenaga kesehatan dengan keberhasilan inisiasi menyusu dini di Kecamatan Depok Kabupaten Sleman. Kesimpulan: Pendampingan suami dan adanya dukungan tenaga kesehatan yang baik akan meningkatkan keberhasilan ibu pasca bersalin dalam melakukan inisiasi menyusu dini pada bayi yang dilahirkanya. Kata Kunci: pendampingan suami, dukungan tenaga kesehatan, inisiasi menyusu dini Fitriana(S021308035). 2014. Relationship Husband On Mother Maternity Assistance And Support Health Workers With Early Initiation of Breastfeeding Success. Thesis. Supervisor I: Tamtomo Didik, Supervisor II: Hanim Diffah, Department of Public Health Sciences, Graduate School, University of March, Surakarta. ABSTRAC

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used

    Pengaruh Faktor Risiko terhadap Gangguan Muskuloskleletal pada Pekerja Wanita Batik Tulis di Kabupaten Sragen

    Get PDF
    Salah satu risiko bahaya kesehatan pada pekerja batik, khususnya batik tulis adalah sikap kerja duduk yang monoton dengan ukuran tinggi kursi (dingklik) setinggi 14,2 cm, sedangkan tinggi lekuk lutut duduk adalah 36,1 cm, menyebabkan posisi membungkuk saat bekerja. Ketidaksesuaian ukuran dimensi antropometri pekerja dengan sarana kerja, dapat berakibat timbulnya gangguan muskuloskeletal. Menurut Helander (1995), posisi membungkuk dalam waktu lama akan menyebabkan keluhan pada joint angle, yang berkaitan dengan gangguan muskuloskeletal. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang dapat menimbulkan gangguan muskuloskeletal dan produktivitas kerja, mendesain sarana kerja sesuai standar ergonomi, dan mengevaluasi efektifitas disain sarana kerja terhadap perubahan gangguan muskuloskeletal pada pekerja batik tulis. Studi tentang gangguan muskuloskeletal (MSDs) telah menjelaskan bahwa bagian otot yang sering dikeluhkan adalah otot rangka yang meliputi otot leher, bahu, lengan, tangan, jari, punggung, pinggang dan otot-otot bagian bawah. Keluhan sistem muskuloskeletal yang paling banyak dialami oleh pekerja adalah otot-otot bagian pinggang (low back pain = LBP). Selain itu juga ada laporan prevalensi gejala MSDs pada bahu (47,8%), punggung bagian bawah (45,2%), pergelangan tangan (38,2%), leher (35,2%) dan lutut (34,6%). Beberapa penyebab terjadinya gangguan pada sistem muskuloskeletal antara lain umur, jenis kelamin, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, kekuatan fisik, dan ukuran tubuh dapat menjadi penyebab terjadinya keluhan muskuloskeletal. Pada umumnya gangguan muskuloskeletal mulai dirasakan pada usia 25 - 35 tahun, dan akan terus meningkat sejalan dengan bertambahnya umur hingga 60 - 65 tahun. Secara fisiologis, jenis kelamin mempengaruhi tingkat gangguan muskuloskeletal karena kemampuan otot wanita 2/3 lebih rendah dibanding pria, sehingga daya tahan otot pria pun lebih tinggi dibandingkan dengan wanita. Kebiasaan Merokok berpengaruh terhadap meningkatnya gangguan otot. Semakin lama dan semakin tinggi frekuensi merokok, semakin tinggi pula tingkat gangguan muskuloskeletal yang dirasakan. Tingkat gangguan muskuloskeletal juga dipengaruhi oleh tingkat kesegaran tubuh, dimana tingkat kesegaran tubuh yang rendah mempunyai risiko terjadinya gangguan muskuloskeletal 7,1%, tingkat kesegaran tubuh sedang 3,2%, dan tingkat kesegaran tubuh tinggi hanya 0,8%. Selain itu faktor penyebab gangguan muskuloskeletal yang lain adalah kurang ergonomisnya sarana kerja, sehingga perlu pendesainan sarana kerja berdasarkan prinsip ergonomi, hal ini diperkuat dengan hasil penelitian bahwa wanita yang gemuk mempunyai risiko dua kali lipat dibanding wanita kurus. Penelitian ini menggunakan jenis eksperimental quasi dengan pendekatan intervensi preventif, dengan desain rancangan perlakuan ulang (one group pre and posttest design). Teknik sampling digunakan quota sampling, dengan kriteria inklusi. Jumlah sampel 50 orang wanita pekerja batik tulis. Dilakukan pengukuran gangguan muskuloskeletal sebelum dan sesudah menggunakan kursi ergonomis. Sebelum menggunakan kursi egonomis, pekerja menggunakan dingklik, kemudian pekerja diminta untuk memakai kursi ergonomis selama 2 bulan, selanjutnya dilakukan uji statistik perbedaan gangguan muskuloskeletal sebelum dan sesudah menggunakan kursi ergonomis menggunakan uji Wilcoxon test, McNemar test, dan Ancova test. Selain itu juga dilakukan uji statistik faktor-kator lain yang menyebabkan gangguan muskuloskeletal menggunakan Chi Square test. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan antara gangguan muskuloskeleltal sebelum dan sesudah menggunakan kursi ergonomis. Secara statistik, faktor umur dan masa kerja tidak berpengaruh baik sebelum maupun sesudah pekerja menggunakan kursi ergonomis. Sementara faktor indeks massa tubuh secara statistik berpengaruh. Oleh karena itu, untuk mengetahui lebih lanjut pengaruh kursi ergonomis terhadap gangguan muskuloskeletal dengan mengendalikan variabel indeks massa tubuh dilakukan uji Ancova. Hasil uji Ancova menunjukkan nilai yang signifikan, namun mendekati 0,05. Dengan demikian, hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya kursi ergonomis untuk menurunkan tingkat gangguan muskuloskeletal, sehinggapengusaha batik, sebaiknya menyediakan kursi yang ergonomis sesuai dengan ukuran antropometri pekerjanya
    corecore