33 research outputs found
BAHAN AJAR LITERASI BERBASIS KEARIFAN LOKAL (Penelitian Pengembangan pada SD di Kabupaten Kuningan)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil studi pendahuluan yang menyatakan
bahwa kemampuan literasi, khusunya literasi baca tulis siswa SD di Kuningan
masih rendah. Hal itu disebabkan oleh faktor utama berupa minimnya bahan ajar
penunjang literasi yang sesuai dengan kebutuhan guru dan siswa. Untuk itu,
tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan bahan ajar literasi baca tulis
bagi siswa SD kelas tinggi yang berbasis kearifan lokal. Bahan ajar ini digunakan
sebagai penunjang dalam pelaksaanaan Gerakan Literasi Sekolah. Penelitian
pengembangan ini dilakukan di SDN 1 Ciloa, SDN Sukaraja, dan Madrasah
Ibtidaiyah (MI) PUI Cilimus, Kuningan. Model Pengembangan yang digunakan
adalah model Joli and Bolitho yang terdiri dari tahap identifikasi kebutuhan,
eksplorasi kebutuhan, realisasi kontekstual, realisasi pedagosis, produksi fisik, uji
coba, dan evaluasi produk. Teknik pengumpulan data dan tekni analisis data terdiri
dari dua, yakni data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari
wawancara dan observasi sedangkan data kuantitatif diperoleh dari angket dan tes.
Adapun hasil penelitian adalah sebagai berikut. Pertama, berdasarkan analisis
kebutuhan dan analisis kondisi bahan ajar yang ada, bahan ajar literasi yang
digunakan kurang sesuai dengan kebutuhan siswa, baik dari segi tampilan
maupun isi. Kedua, bahan ajar literasi yang dikembangkan adalah bahan ajar
literasi yang komprehensif dengan memperhatikan dimensi linguistik, kognitif,
dan soiokultural serta mengandung kompenen bahan ajar yang lengkap. Ketiga,
berdasarkan uji kelayakan teoretis dan empiris, bahan ajar yang dikembangkan
dinyatakan layak. Uji kelayakan teoritis dilakukan oleh pakar sedangkan uji
kelayakan empiris dilakukan oleh guru dan siswa. Keempat, berdasarkan uji
efektivitas, bahan ajar yang dikembangkan dinyatakan efektif untuk
diimplementasikan.
Kata kunci: bahan ajar, kearifan lokal, literasi, Sekolah Dasar
****
This research is motivated by the results of a preliminary study which states that the literacy
skills, especially the literacy skills of elementary school students in Kuningan are still low.
This is caused by the main factor in the form of a lack of literacy supporting teaching
materials that suit the needs of teachers and students. For this reason, the purpose of this
research is to develop literacy teaching materials for high-grade elementary school students
based on local wisdom. This teaching material is used as a support in implementing the
School Literacy Movement. This development research was carried out at SDN 1 Ciloa,
SDN Sukaraja, and MI PUI Cilimus, Kuningan. The development model used is the Joli
and Bolitho model which consists of needs identification, needs exploration, contextual
realization, pedagogical realization, physical production, testing, and product evaluation.
Data collection techniques and data analysis techniques consist of two, namely qualitative
data and quantitative data. Qualitative data were obtained from interviews and observations
while quantitative data were obtained from questionnaires and tests. The research results
are as follows. First, based on a needs analysis and an analysis of the condition of existing
teaching materials, the literacy teaching materials used are not in accordance with the needs
of students, both in terms of appearance and content. Second, the developed literacy
teaching materials are comprehensive literacy teaching materials taking into account
linguistic, cognitive, and sociocultural dimensions and contain complete teaching material
components. Third, based on theoretical and empirical feasibility tests, the teaching
materials developed are declared feasible. Theoretical feasibility test is carried out by
experts while the empirical feasibility test is carried out by teachers and students. Fourth,
based on the effectiveness test, the teaching materials developed were declared effective
for implementation.
Keywords: teaching materials, local wisdom, literacy, elementary schoo
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN QUESTION STUDENT HAVE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENEMUKAN GAGASAN UTAMA DALAM TEKS WACANA PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 CIGUGUR KABUPATEN KUNINGAN TAHUN AJARAN 2012/2013
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan menemukan gagasan utama dalam teks wacana masih rendah, hal ini dibuktikan dari hasil tes menemukan gagasan utama dalam bentuk wacana sebagian besar siswa yaitu sebesar 70% memperoleh nilai di bawah KKM yang telah ditetapkan yaitu 71. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1) bagaimana rencana pelaksanaan pembelajaran menemukan gagasan utama dalam teks wacana dengan menggunakan metode pembelajaran Question Student Have pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Cigugur Kabupaten Kuningan Tahun Ajaran 2012/2013 ?, 2) bagaimana pelaksanaan pembelajaran menemukan gagasan utama dalam teks wacana dengan menggunakan metode pembelajaran Question Student Have pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Cigugur Kabupaten Kuningan Tahun Ajaran 2012/2013?, dan 3) bagaimanakah hasil pembelajaran menemukan gagasan utama dalam teks wacana dengan menggunakan metode pembelajaran Question Student Have pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Cigugur Kabupaten Kuningan Tahun Ajaran 2012/2013?. Tujuan penelitian ini adalah : 1) untuk mengetahui rencana pelaksanaan pembelajaran menemukan gagasan utama dalam teks wacana dengan menggunakan metode pembelajaran Question Student Have pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Cigugur Kabupaten Kuningan Tahun Ajaran 2012/2013, 2) untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran menemukan gagasan utama dalam teks wacana dengan menggunakan metode pembelajaran Question Student Have pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Cigugur Kabupaten Kuningan Tahun Ajaran 2012/2013, dan 3) untuk mengetahui hasil pembelajaran menemukan gagasan utama dalam teks wacana dengan menggunakan metode pembelajaran Question Student Have pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Cigugur Kabupaten Kuningan Tahun Ajaran 2012/2013.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan untuk meningkatkan keterampilan rasional dan memperbaiki proses pembelajaran. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes menemukan gagasan utama dalam teks wacana. Objek penelitian adalah siswa kelas VII.2 yang berjumlah 24 siswa. Berdasarkan pengolahan data siklus 1 memperoleh nilai rata-rata sebesar 68,417 berada di bawah nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM), sedangkan siklus 2 memperoleh nilai rata-rata sebesar 80,54 berada di atas nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditetapkan sebesar 71, hal ini membuktikan bahwa penerapan metode pembelajaran Question Student Have sudah berhasil meningkatkan kemampuan menemukan gagasan utama dalam teks wacana pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Cigugur Kabupaten Kuningan.Kata kunci : gagasan utama, wacana, question have, SM
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI MAHASISWA PBSI TENTANG PROFESI GURU DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PBSI DI UNIVERSITAS KUNINGAN
Masalah dalam penelitian ini adalah baik dan tidak baiknya persepsi dan prestasi belajar mahasiswa PBSI di Universitas Kuningan, serta adakah hubungannya diantara kedua variabel tersebut. Adapun rumusan masalahnya sebagai berikut (1) Bagaimana persepsi mahasiswa PBSI terhadap profesi guru?, (2) Bagaimana prestasi belajar mahasiswa PBSI di Universitas Kuningan?, (3) Adakah hubungan antara persepsi mahasiswa PBSI tentang profesi guru dengan prestasi belajar mahasiswa PBSI di Universitas Kuningan?. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara persepsi mahasiswa PBSI tentang profesi guru dengan prestasi belajar mahasiswa PBSI di Universitas Kuningan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif korelasional dengan pendekatankuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling yaitucara pengambilan sampel dari anggota populasi dengan menggunakan acak tanpa memperhatikan strata (tingkatan) dalam populasi tersebut. Instrumen yang digunakan angket berbentuk skala likert dengan 4 option yang terdiri dari 37 pernyataan. Kemudian penulis melakukan analisis data menggunakan prosentase dan koefisien korelasi. Hipotesis yang penulis ajukan dalam penelitian ini yaitu “Ada hubungan antara persepsi mahasiswa PBSI tentang profesi guru dengan prestasi belajar mahasiswa PBSI di Universitas Kuninganâ€.Berdasarkan penelitian, hasil uji statistik variabel X (Persepsi Mahasiswa PBSI tentang Profesi Guru) Terdapat 39 mahasiswa (52,7%) yang memiliki persepsi baik dan terdapat 34 mahasiswa (45,9%) yang memiliki persepsi tidak baik. Hasil uji statistik variabel Y (Prestasi Belajar) terdapat 40 mahasiswa (54,1%) memiliki prestasi baik dan ada 34 mahasiswa (45,9%) yang memiliki prestasi tidak baik. Nilai koefisien korelasi p=0,970 maka pα dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara persepsi mahasiswa tentang profesi guru dengan prestasi belajar. Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan persepsi yang baik dan meningkatkan prestasi belajar mahasiswa PBSI di Universitas Kuningan.Kata kunci: persepsi, profesi dan prestasi
PEMBELAJARAN MEMBACA PERMULAAN MELALUI METODE ANALISIS GLASS BAGI SISWA BERKESULITAN MEMBACA (READING DIFFICULTIES) :Studi Kasus terhadap Siswa Kelas III SDN Cineumbeuy - Kuningan Tahun Akademik 2012/2013
Akademik 2012/2013 yang berkesulitan membaca. Tujuan tesis ini adalah untuk mengetahui profil kemampuan membaca siswa berkesulitan membaca tersebut, faktor-faktor yang menjadi penyebab siswa berkesulitan membaca tersebut, rancangan pembelajaran membaca permulaan dengan Metode Analisis Glass bagi siswa berkesulitan membaca tersebut, pelaksanaan pembelajaran dengan Metode Analisis Glass bagi siswa berkesulitan membaca tersebut, dan hasil pembelajaran dengan Metode Analisis Glass bagi siswa berkesulitan membaca tersebut.Metode penelitian yang digunakan dalam tesis ini adalah Metode Studi Kasus. Adapun instrumen penelitian yang digunakan berupa instrumen tes, observasi, dan wawancara.Berdasarkan hasil penelitian dalam tesis ini, diperoleh data bahwa di kelas III SDN 1 Cineumbeuy Kuningan, tahun akademik 2012/2013 terdapat lima orang siswa yang berkesulitan membaca. Lima orang tersebut kemudian dibagi menjadi dua kelompok, yakni siswa berkesulitan membaca berat dan siswa berkesulitan membaca sedang. Setelah dilakukan diagnosis diketahui bahwa penyebab siswa berkesulitan membaca tersebut terdiri atas faktor internal yang meliputi: kesadaran fonetik, fonemik, minat dan motivasi belajar yang rendah serta faktor eksternal berupa penggunaan metode pembelajaran yang kurang efektif dan kondisi ekonomi keluarga yang rendah, juga tingkat pendidikan dan keterampilan orangtua yang rendah pula.Setelah dilakukan tindakan berupa pembelajaran membaca permulaan dengan Metode Analisis Glass, kemampuan membaca siswa tersebut mengalami peningkatan. Hal itu terbukti dari adanya peningkatan kesadaran fonetik dan fonemik kelima siswa berkesulitan membaca tersebut. Dari kelima siswa berkesulitan membaca itu, OR dan RF masih berada pada level frustrasi namun kemampuan membaca mereka sudah meningkat. Sementara itu, H sudah mencapai level instruksional. Adapun N dan Rk, mereka sudah mencapai level independen. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa Metode Analisis Glass mampu meningkatkan kemampuan membaca siswa. Namun, pada siswa berkesulitan membaca berat Metode Analisis Glass ini belum mampu meningkatkan level membacanya.
Berdasarkan pemaparan tersebut, penulis menyarankan peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian tentang penanganan terhadap faktor keluarga yang ternyata juga berpengaruh terhadap siswa berkesulitan membaca. Selain itu, mengingat Metode Analisis Glass ini masih memiliki kelemahan yaitu kurang menarik bagi siswa, penulis juga menyarankan untuk meneliti metode lain yang menuntut siswa untuk menganalisis seperti halnya Metode Analisis Glass namun lebih menarik bagi siswa.
thesis with respect to research on third-grade students at SDN 1 Cineumbeuy Academic Year 2012/2013 with reading difficulties. The purpose of this thesis was to determine the reading ability profile of the students with reading difficulties, the factors that cause that problem, reading lesson planning with Glass Analysis Method for students with reading difficulties, implementation of learning with Glass Analysis Method for students reading difficulties and learning outcomes with Glass Analysis Method for students with reading difficulties.The method used in this thesis is the case study method. The research instruments used in the thesis consist of tests instrument, observations, and interviews.Based on the results of the research in this thesis, data showed that in the third grade at SDN 1 Cineumbeuy – Kuningan , academic year 2012/2013 there were five students with reading difficulties. Five student were then divided into two groups, that’s is students with severe reading difficulties and students with middle reading difficulties. After the diagnosis is known that the cause of this problems consists of internal factors which include: phonetic awareness, phonemic, interest and motivation are low as well as external factors such as the use of learning methods that are less effective and low family economic conditions, as well as the level of education and skills parents are low anyway.After the action is taken through Glass Analysis Method, the students' reading ability has increased. OR and RF is still at the level of frustration but their reading skills have improved. Meanwhile, H has reached the instructional level. The N and Rk, they have reached an independent level. Thus, it can be said that the Glass Analysis Method can improve students' reading ability. However, for the students with severe reading difficulties, Glass Analysis Method has not been able to increase the level of reading.
Based on the exposure, the authors recommend further research to conduct research on the handling of family factors were also influential on students with reading difficulties. In addition, given the Glass Analysis Method still has the disadvantage of less interest to students, the authors also suggest to examine other methods that require students to analyze as well as the Glass Analysis Method, but more interesting for students
Makna Asosiasi dalam Novel Negeri 5 Menara Karya A. Fuadi Sebagai Alternatif Bahan Ajar Mata Kuliah Semantik
Abstract TThis study aims to analyze the meaning of associations in the novel Negeri 5 Menara as alternative teaching materials semantic courses on students PBSI FKIP UNIKU. This research method is descriptive qualitative, that describes the meaning of association in Novel Negeri 5 Menara and its conformity with the principle of preparation of teaching materials. After examined and analyzed and conducted the discussion obtained the following conclusions. 1) Text in Novel Negeri 5 Menara of A. Fuadi's work has the meaning of association consisting of the meaning of reflection, affection, connotation, collocation, and stylistic. Among these meanings, the most dominant is the meaning of affection and reflection, and 2) The text in the Novel Negeri 5 Menara can be an alternative teaching material in the Semantic Subject course on the meaning of the association because it meets the requirements of relevance, consistency, adequacy, conformity with the language development of learners, and in accordance with the character's values. Keywords: Association meanings, Instructional Materials, Semantics</p
Jilbab pashmina cantik untuk anak, remaja, dewasa dan orangtua
vi, 68 hlm. : ilus. ; 24 cm
Makna Asosiasi dalam Novel Negeri 5 Menara Karya A. Fuadi Sebagai Alternatif Bahan Ajar Mata Kuliah Semantik
EXPLORING STUDENT RESPONSES TO A CONSTRUCTIVELY RESPONSIVE DISCOVERY LEARNING MODEL IN DIGITAL READING
The shift from print to digital reading has posed new challenges for students, requiring them to navigate non-linear texts, evaluate multimodal information, and read reflectively. Although Discovery Learning has proven effective in enhancing comprehension, limited research has explored its integration with constructively responsive principles for digital reading. This study investigates student responses to a Discovery Learning model grounded in Constructive-Responsive principles at Universitas Kuningan. Using a qualitative case study design, 32 fifth-semester students from the Indonesian Language and Literature Education Program participated in four instructional sessions. Data were gathered through observation, interviews, and documentation, and then analyzed thematically. Findings show that students responded positively at each learning stage, with strong engagement during the stimulation and data collection phases. They displayed autonomy, metacognitive awareness, and strategic behavior through digital annotation, source evaluation, and collaborative synthesis. However, difficulties arose during the verification phase, particularly in assessing the credibility of sources. Overall, the model was well-received and viewed as effective in supporting digital reading comprehension. The study provides valuable insights for educators and curriculum developers seeking to promote digital literacy through responsive, student-centered instruction
