42 research outputs found

    ANALISIS PERFORMANCE BAN DENGAN ALAT DRUM TEST

    No full text
    Ban merupakan salah satu bagian penting dari sebuah kendaraan bermotor yang berfungsi meneruskan daya dorong dan pengereman, kontrol arah serta sebagai penyangga beban dari kendaraan tersebut berikut muatannya. Berdasarkan fungsi ban diatas maka sangat diperlukan adanya pengujian terhadap performanceban, agar ban yang dipakai dapat memenuhi fungsinya.Untuk mengetahui performance sebuah ban salah satu pengujiannya adalah dengan menggunakan alat uji drum test. Drum test adalah suatu alat atau mesin berbentuk drum dengan diameter 1.707m dan memeiliki permukaan rata yang sebagai prototype jalan raya (jalan tol ). Dengan temperatur ruang test 38º C ± 3º C. Berfungsi untuk menguji performance ban terhadap kecepatan ( speed ) dan beban ( load ). Analisis performance ban ini melakukan 4 jenis pengujian, diantaranya; pengujian high speed yaitu pengujian terhadap kecepatan, pengujian endurance yaitu pengujian terhadapbeban, pengujian bead fatique yaitu pengujian terhadap kekuatan bead terhadap velg dan yang terakhir adalah pengujian cord breaking up yaitu pengujian terhadap kerangka ban. Sebelum ban di uji dengan drum test ban harus melewati item check dimensi atau kaibo sebagai persyaratan untuk melakukan uji drum test.Dari data hasil pengujian drum test ban dapat diketahui performance apakah ban tersebut layak untuk di pakai dengan spesifikasi yang tertera pada ban tersebut atau tidak, dan dari hasil check kaibo dan drum test dapat diketahui korelasi antara dimensi ban dengan hasil uji performance ban tersebut

    Analisis Performa Cooling Tower LCT 400 Pada P.T. XYZ, Tambun Bekasi

    No full text
    Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui performa cooling tower LCT 400 pada PT., XYZ apakah masihlayak untuk digunakan untuk proses pendinginan mesin kompresor dan air dryer.Metode penelitian yangdigunakan adalah metode statistik deskriptif, dengan metode ini menguraikan suatu studi dokumen yangdilengkapi dengan gambar dan tabel yang berhubungan dengan proses performa cooling tower LCT 400 di PT.,XYZ. Kemudian dievaluasi apakah sudah sesuai dengan kondisi masa sekarang. Cara kerja cooling towerkhususnya tipe LCT 400 adalah dengan menggunakan prinsip counterflow air yang masuk ke cooling tower(water flow outlet) dipercikan dengan nozzle dari sprinkle head yang berputar diatas filler pvc. Lalu udara yangmasuk dari kisi-kisi samping mesin (air flow inlet) bertemu sepintas dengan air dari outlet disana terjadilahproses konveksi paksa. Hawa panas yang ada didalam air dibuang keluar bersamaan dengan udara (air flowoutlet) kemudian air jatuh seperti rintik-rintik air hujan dan tertampung di dalam water basin.Secara ringkasmetode ini dapat digunakan dalam melakukan tugas akhir, antara lain adalah: studi literatur, prosespengumpulan data, pengolahan data, dan analisis pembahasan cooling tower LCT 400 pada PT., XYZ semogadapat dilaksanakan dengan baik secara keseluruhan

    PERANCANGAN ALAT UJI IMPAK METODE CHARPY KAPASITAS 100 JOULE

    No full text
    Perancangan dan pengujian impak merupakan analisa bahan untuk mengetahui ketangguhan atau kegetasan bahan terhadap beban tiba-tiba. Tujuan dari penulisan ini adalah mampu mendesain dan membuat alat uji impak tipe charpy, mengetahui mekanisme kerja, dan menganalisa performa alat sekaligus mengkalibrasinya berdasarkan energi impak spesimen. Metodologi yang diterapkan mempunyai tiga poin utama, yaitu perancangan konstruksi, proses pabrikasi, dan perhitungan konstruksi

    PENGARUH QUENCHING DAN TEMPERING PADA BAJA JIS GRADE S45C TERHADAP SIFAT MEKANIS DAN STRUKTUR MIKRO CRANKSHAFT

    No full text
    Investigations have been conducted on JIS S45C steel the results of Quenching and Tempering. Process ofQuenching is conducted in 880ºC with holding time 50 minutes, with cooling medias quench of oil and water,continue proses of Tempering is conducted in 560ºC with holding time 40 minutes. Testing conducted : Thechemical composition testing, macro strucktur testing, hardness testing, and metallografth testing.The chemicalcomposition testing shows that steel S45C in the medium carbon steel with the content carbon 0,45%. Thespeciment non heat treatment, average result of hardness section upper is 19,2 and section lower is 18,8HRcand micro struckur is pearlite and ferrite. The speciment heat treatment in 880ºC with quenching media of oil,average result of hardness section upper is 35,3 dan section lower is 31,6HRc and micro struktur is bainite andmartensite. The speciment with heat treatment in 880ºC with quenching media of water, average result ofhardness section upper is 43,5 dan section lower is 37,5HRc and micro struktur is bainite and martensitedominant. The speciment with heat treatment in 880ºC quenching media of oil and continue Tempering in 560ºCcooling media of water average result of hardness section upper is 26,8 dan section lower is 23,3HRc and microstruktur is bainite and martensite. The speciment with heat treatment in 880ºC quenching media of water andcontinue Tempering in 560ºC cooling media of water, average result of hardness section upper is 27,8 dansection lower is 26,6HRc, and micro struktur is bainite and martensite smooth

    EFEKTIVITAS PENGGUNAAN ECONOMIZER TERHADAP PERFORMA BOILER FIRE TUBE

    No full text
    Proses Oven Painting, dimana diketahui bahwa temperatur gas buang pada cerobong (chimney) yang dihasilkan dari ketel uap masih tinggi antara 200-300°C. Temperatur gas buang yang masih tinggi dapat dimanfaatkan kembali untuk memanaskan air umpan pada feedwater. Dengan memanfaatkan kembali gas buang tentunya dapat menurunkan konsumsi bahan bakar. Salah satu metode perbaikan yang dapat dilakukan untuk memanfaatkan energi panas dari gas buang sisa pembakaran boiler adalah dengan pemasangan alat penukar kalor atau economizer. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui performa boiler dengan penggunaan economizer dan mengetahui konsumsi bahan bakar pada boiler. Metode eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan energi panas dari gas buang sisa pembakaran boiler dengan pemasangan economizer. Performa Boiler Fire Tube menunjukan bahwa dengan penggunaan economizer mempunyai nilai efisiensi sebesar 89,29 %. Sedangkan tanpa penggunaan economizer mempunyai nilai efisiensi sebesar 81,67 %. Pengoperasian Boiler Fire Tube dengan penggunaan economizer pada beban penuh dapat menghemat konsumsi bahan bakar sebesar 18 m³/h dengan kebutuhan bahan bakar per jam nya sebesar 271 m³/h

    Analisis Performance Ban Dengan Alat Drum Test

    No full text
    Ban merupakan salah satu bagian penting dari sebuah kendaraan bermotor yang berfungsi meneruskan dayadorong dan pengereman, kontrol arah serta sebagai penyangga beban dari kendaraan tersebut berikutmuatannya. Berdasarkan fungsi ban diatas maka sangat diperlukan adanya pengujian terhadap performanceban, agar ban yang dipakai dapat memenuhi fungsinya.Untuk mengetahui performance sebuah ban salah satupengujiannya adalah dengan menggunakan alat uji drum test. Drum test adalah suatu alat atau mesinberbentuk drum dengan diameter 1.707m dan memeiliki permukaan rata yang sebagai prototype jalan raya (jalan tol ). Dengan temperatur ruang test 38ºC ± 3ºC. Berfungsi untuk menguji performance ban terhadapkecepatan ( speed ) dan beban ( load ). Analisis performance ban ini melakukan 4 jenis pengujian, diantaranya; pengujian high speed yaitu pengujian terhadap kecepatan, pengujian endurance yaitu pengujian terhadapbeban, pengujian bead fatique yaitu pengujian terhadap kekuatan bead terhadap velg dan yang terakhir adalahpengujian cord breaking up yaitu pengujian terhadap kerangka ban. Sebelum ban di uji dengan drum test banharus melewati item check dimensi atau kaibo sebagai persyaratan untuk melakukan uji drum test.Dari datahasil pengujian drum test ban dapat diketahui performance apakah ban tersebut layak untuk di pakai denganspesifikasi yang tertera pada ban tersebut atau tidak, dan dari hasil check kaibo dan drum test dapat diketahuikorelasi antara dimensi ban dengan hasil uji performance ban tersebut

    Perancangan Alat Uji Impak Metode Charpy Kapasitas 100 Joule

    No full text
    Perancangan dan pengujian impak merupakan analisa bahan untuk mengetahui ketangguhan atau kegetasanbahan terhadap beban tiba-tiba. Tujuan dari penulisan ini adalah mampu mendesain dan membuat alat uji impaktipe charpy, mengetahui mekanisme kerja, dan menganalisa performa alat sekaligus mengkalibrasinyaberdasarkan energi impak spesimen. Metodologi yang diterapkan mempunyai tiga poin utama, yaituperancangan konstruksi, proses pabrikasi, dan perhitungan konstruksi

    Analisis Performa Cooling Tower LCT 400 Pada P.T. XYZ, Tambun Bekasi

    No full text
    Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui performa cooling tower LCT 400 pada PT., XYZ apakah masihlayak untuk digunakan untuk proses pendinginan mesin kompresor dan air dryer.Metode penelitian yangdigunakan adalah metode statistik deskriptif, dengan metode ini menguraikan suatu studi dokumen yangdilengkapi dengan gambar dan tabel yang berhubungan dengan proses performa cooling tower LCT 400 di PT.,XYZ. Kemudian dievaluasi apakah sudah sesuai dengan kondisi masa sekarang. Cara kerja cooling towerkhususnya tipe LCT 400 adalah dengan menggunakan prinsip counterflow air yang masuk ke cooling tower(water flow outlet) dipercikan dengan nozzle dari sprinkle head yang berputar diatas filler pvc. Lalu udara yangmasuk dari kisi-kisi samping mesin (air flow inlet) bertemu sepintas dengan air dari outlet disana terjadilahproses konveksi paksa. Hawa panas yang ada didalam air dibuang keluar bersamaan dengan udara (air flowoutlet) kemudian air jatuh seperti rintik-rintik air hujan dan tertampung di dalam water basin.Secara ringkasmetode ini dapat digunakan dalam melakukan tugas akhir, antara lain adalah: studi literatur, prosespengumpulan data, pengolahan data, dan analisis pembahasan cooling tower LCT 400 pada PT., XYZ semogadapat dilaksanakan dengan baik secara keseluruhan

    Analisis Kinerja Alat Penukar Kalor Jenis Shell and Tube Pendingin Aliran Air pada PLTA Jatiluhur

    No full text
    This paper presented a shell and tube heat exchanger with type BFU, that is by making its performance analysis. Result of this evaluation will be compared to appliance with performance prediction heat exchanger second with type BFS, besides result of the prediction will be compared to result of examination of second type which done by in PLTA JATILUHUR. This analysis require to be done by because heat exchanger with type of BFU often happened leakage especially at rear head because at the shares quickly happened conglomeration of deposit. The detailed design on heat exchanger components was done based on Standards of Tubular Exchanger Manufacturers Association (TEMA). The heat exchanger type that was chosen is BFS type with two shell and two tube passes. According to the chosen heat exchanger geometry, the fluid flow in shell side was analyzed by CFD software to find flow pattern and properties of this fluid. The result of fluid flow analysis with CFD software is accurate enough or close to the theoretical analysis result. Therefore, it is important to analyze fluid flow along the shell in different surface of cross section with certain spacing to find completed conditions of fluid. More detailed design and analysis of heat exchanger is needed to have a heat exchanger design that can be fabricated and have good performance

    ANALISIS PENGARUH VARIASI MATERIAL CORE TERHADAP KUALITAS NIPPLE

    No full text
    This study aims to determine the effect of variations in core material made of iron and resin sand on the Nepel Brass smelter on hardness, surface results of castings, shrinkage, density apparent, time, and cost. To find out which core material is more efficient for use in large quantities. The product material used is Brass in the form of Hose Nipple with a size of 1/5 x 5/8 inch. The average specimen weight in this study was 8.33 gr. From the research conducted, the differences were found, namely the hardness of the smelting process with the core material of iron castings and resin sand is 37.14 BH 5 / 250-25 and 30.94 BH 5/250-25. Material defects found are in iron castings specimens, namely rough surface defects, pinhole, scrabs, gas holes and air voids with 19 points of defect points and an area of ​​78 mm or 10.57% of the inside area of ​​the specimen. Likewise with resin sand-coated specimens experiencing defects of Coarse Surface, Needle Hole, Scrabs, Gas Hole, Air Cavity and sand inclusion / erosion hardness, with large numbers almost covering all parts of the specimen or 95.1%. For shrinkage, cast specimens with iron castings are smaller at 0.35% and resin-coated specimens of 0.40%. For porosity defects, iron castings in the specimens were 8.33 and 8.40 in the core of the resin sand castings. The higher the true density, the more dense the material is. The production time is 555 seconds (9 minutes 15 seconds) from the smelting process of specimens with the core of resin sand castings which is for 829 seconds (13 minutes 49 seconds). Whereas for the process of releasing specimens from molds, products with resin sand castings are faster at 14 seconds, while for specimens with iron castings core is 28 seconds. The cost required to make specimens with iron cast core is Rp. 4,718,500, the cost is cheaper than the manufacture of specimens with core resin sand castings that require capital of Rp. 4,999,000
    corecore