60 research outputs found
Konstruksi Program Alih Teknologi untuk UKM Melalui Pendekatan yang Berdasarkan Karakteristik dan Motif Penerima Teknologi
Terkait program alih teknologi, suatu program alih teknologi sangat dipengaruhi oleh peran dari baik penerima teknologi maupun pemberi teknologi. Salah satu hal penting dari peran penerima maupun pemberi alih teknologi adalah tentang alasan atau motif atas kesediaan mereka dalam terlibat dalam proses alih teknologi tersebut. Apabila kita dalam melakukan proses alih teknologi tidak memiliki pengetahuan tentang alasan utama pelaku untuk terlibat dalam program alih teknologi, maka transfer untuk program transfer teknologi tersebut berpotensi untuk berakhir dalam kegagalan. Penelitian ini membuka kotak hitam untuk menemukan keinginan utama dari penerima transfer teknologi untuk menerima baik pengetahuan ataupun teknologi yang baru melalui program alih teknologi dengan melibatkan Helices, yaitu Triple Helix yang terdiri dari pemerintah, akademisi dan bisnis sebagai agen teknologi. Dalam penelitian ini terungkap bahwa Program transfer dapat dilakukan dengan sukses bila alasan atau motif penerima alih teknologi. Dan dalam penelitian ini dapat terungkap bahwa motif utama penerima teknologi bersedia terlibat dalam suatu program alih teknologi adalah keuntungan finansial daripada keuntungan akan pengetahuan atau teknologi itu sendiri. Motif ini apabila terpenuhi akan dapat mendorong keberlanjutan dari program alih teknologi yang dijalankan
Constructing Knowledge and Technology Transfer Model for SMEs Technology Development in Emerging Economies
<em>Technology innovations occur in stages. The stages begin by discovering scientific knowledge generated from basic research. The findings of basic research are used to generate developments associated with its ‘applicability’, and are then developed and tested in accordance with knowledge, economically relevant procedures, and technically sound (development process) procedures. Moreover, in-depth knowledge investigation (learning process) will produce innovation of equipment, processes, and products. Innovations will undergo a process of adaptation (adaptation process) in order to meet technical standards, productivity, and social influence of technology application. This paper constructs a model of sustainable knowledge and technology. The proposed model</em> <em>identifies the key factors of knowledge and technology transfer. The model was constructed based on system-based model</em> <em>of inputs-transformations-outputs.</em></jats:p
Sustainable technology transfer for small to medium enterprises in developing countries
Technology transfer has been well recognised as a means to advance technology capability. Numerous organisations world-wide have been involved in technology transfer programs. Transnational and domestic technology transfer programs have been encouraged in developed and developing countries as a means for government agencies, non-profit organisations and businesses to improve their technology.In developing countries, small to medium enterprises (SMEs) are regarded as being a valuable source of economic growth; however, SMEs are often thought to have insufficient resources for advancing their in-house technology development. Therefore, SMEs need technology transfer programs to increase their technology capability. It is contended that for the best results, technology transfer should not be performed in one off programs, rather it must be performed on a sustainable basis. Otherwise, in the absence of a transferee capacity to maintain, repair, operate and develop a technical system encompassing the new teclmology, technology transfer becomes a short-term intervention. Once the transferor leaves, the project will eventually be left to failThe overall research aim of this thesis was to provide theoretical and empirical support for the key factors of sustainable technology transfer for SMEs in developing economies. The research has sought to identify the primary factors that can lead to sustainability of knowledge and technology transfer, their impacts and how they are interrelated. The key factors of the model were rigorously constructed. The underlying theories of key factors to build the sustainable technology transfer model were extracted from the available relevant literature and preliminary research findings. This theoretical model was conceptually analysed with respect to how well they addressed a system based model comprising of identifiable inputs-transformations-outputs. This theoretical model was then empirically tested using a confirmatory approach. Using data from 250 Javanese metal based SMEs, a statistically-sound version was developed. Based on common characteristic of many SMEs, it is suggested that the findings are relevant to SMEs in many other countries. The results suggest policy directions for governments to support local industry in developing countries
Alih Teknologi Ramah Lingkungan guna Mencapai Keunggulan Bersaing dan Meningkatkan Kemampulabaan
Green Technology atau teknologi ramah lingkungan
tidak bisa dihindari, saat ini menjadi pendekatan yang
secara luas diaplikasikan untuk menumbuhkan kinerja
perusahaan. Hal ini dilakukan guna meningkatkan
kemampuan bersaing untuk mencapai kemampulabaan
yang berkelanjutan dari suatu organisasi mengingat isu
teknologi ramah lingkungan telah menjadi isu global.
Buku ini yang disusun berdasarkan hasil penelitian oleh
penulis memberikan penjabaran terkait bagaimana
teknologi dan alih teknologi berdampak pada kinerja
perusahaan. Kemudian bagaimana keterkaitannya
dengan teknologi ramah lingkungan dan alih teknologi
ramah lingkungan. Didalam buku ini dijelaskan
bagaimana green technology atau teknologi ramah
lingkungan tersebut memberikan dampak signifikan
kepada penggunanya. Dimana teknologi ramah
lingkungan tersebut mampu meningkatkan kinerja
organisasi bisnis baik pada sisi sumber daya manusia,
proses produksi, daya saing dan laba.
Buku ini secara khusus juga memberikan penjelasan
tentang bagaimana membangun program alih teknologi
ramah lingkungan, siapa yang terlibat, baik dari sisi agen
teknologi yaitu helices (Penta Helix) maupun penerima
teknologi. Mekanisme alih teknologi ramah lingkungan
dan kesinambungan mencapai teknologi berbasis Green
Industrial System juga dijabarkan di dalam buku ini.
iv
Didalam buku ini dijelaskan bagaimana alih teknologi
ramah lingkungan tersebut akan berdampak pada
keunggulan bersaing karena kemampuan organisasi
menjawab keinginan global terkait teknologi ramah
lingkungan sebagai dampak dari proses alih teknologi
ramah lingkungan yang mampu diadaptasi dan diserap
oleh organisasi terkait. Dalam pembahasannya juga
kemudian dapat dipaparkan bagaimana kemudian alih
teknologi ramah lingkungan yang memberikan dampak
baik pada proses maupun produk yang dihasilkan,
mampu membawa UKM / organisasi / perusahaan
tersebut menuju kemampulabaan yang berkelanjuta
Green Industrial System (Pendekatan baru dalam meningkatkan daya saing)
Teknik Industri menjadi pendekatan yang secara luas
digunakan dalam pemenuhan kebutuhan, baik
dibidang industri manufaktur maupun jasa. Namun,
dalam perkembangannya, dengan semakin
meningkatnya kesadaran masyarakat secara global
terhadap pentingnya suatu teknologi atau produk
ataupun proses produksi yang ramah lingkungan dan
hemat energi (green technology), hal tersebut
mempengaruhi selera dan perilaku masyarakat baik
di wilayah nasional maupun internasional, dan juga
pada skala operasional hingga bahkan pada level
kebijakan.
Pendekatan klasik Teknik Industri yang bertumpu
pada produktifitas saja, tidak mampu lagi menopang
daya saing suatu organisasi bisnis. Saat ini
pendekatan klasik itu bergeser pada ranah
produktifitas yang mengedepankan hemat energi dan
ramah lingkungan. Perilaku ini mengkristal menjadi
suatu standard baik pada skala nasional maupun
internasional. Pada level nasional, peran stakeholders
dalam mengakomodir green technology mengerucut
menjadi berbagai aturan yang dirumuskan dalam
bentuk standarisasi produk dan service serta metode-
metode penanganannya misalnya Permen LH Nomor
03 Tahun 2006; Permen LH Nomor : 10 Tahun 2010.
Pada tingkat internasional, kesepakatan baru
berkaitan dengan sumber daya energi dan lingkungan
telah dibuat dan diperbaiki oleh komunitas
internasional, hingga memunculkan perspektif
tentang bagaimana menjaga lingkungan dan juga
dipadatkan dalam suatu standard baku tentang
pengelolaan dan dampak pada lingkungan berupa
standard Internasional tentang lingkungan bagi
organisasi bisnis.
Peneliti mengembangkan ide terkait Green Industrial
System, kemudian mengajak kolega untuk bergabung
dalam penelitian tersebut. Dalam proses penelitian itu
juga mendapatkan hibah Pascasarjana sehingga dapat
pula melibatkan mahasiswa Pascasarjana dalam
Hibah tersebut. Beberapa kolega, almarhum Prof.
Sutriyono dan Dr Ellisa Nursanti memberikan support
pula dalam membimbing mahasiswa yang terlibat
dalam hibah Pascasarjana tersebut. Beberapa bagian
dari penelitian mahasiswa pascasarjana yang terlibat
dalam hibah tersebut Cristine Paula dan Gatot juga
menjadi referensi dari pembuatan buku ini.
Buku ini mengulas pendekatan-pendekatan kebijakan
Green Industrial System yang memunculkannya upaya-
upaya pendekatan peningkatan produktifitas yang
didasarkan pada pendekatan ramah lingkungan,
hemat energy dan sustainability yang bisa kita sebut
sebagai green technology guna meningkatkan
keunggulan bersain
Pendekatan SEM Untuk Publikasi Internasional Bidang Manajemen Teknologi
ntroduction Publication is the final stage of research and therefore a responsibility
for all researchers. Scholarly publications are expected to provide a detailed and
permanent record of research. Because publications form the basis for both new
research and the application of findings, they can affect not only the research
community but also, indirectly, society at large. Researchers therefore have a
responsibility to ensure that their publications are honest, clear, accurate, complete
and balanced, and should avoid misleading, selective or ambiguous reporting.
Journal editors also have responsibilities for ensuring the integrity of the research
literature and these are set out in companion guidelines. This document aims to
establish international standards for authors of scholarly research publications and
to describe responsible research reporting practice. We hope these standards will be
endorsed by research institutions, funders, and professional societies; promoted by
editors and publishers; and will aid in research integrity training. Responsible
research publication
Sustainable Technology Transfer Model
Model Sustainable Technology Transfer/ Transfer Teknologi Berkelanjutan ini
dibangun dari bukti empiris yang dikumpulkan dan dianalisis. Transformasi in-house
mengarah pada pengembangan teknologi secara mandiri di dalam organisasi.
Teknologi baru yang diterima melalui transfer teknologi diadaptasi oleh organisasi.
Organisasi yang kemudian menciptakan pengembangan teknologi melakukannya
melalui adaptasi teknologi dan proses inovasi untuk meningkatkan kemampuan
teknologi organisasi bisnis terutama UKM. Teknologi menguntungkan yang diterima
melalui program transfer teknologi harus terus dikembangkan untuk menciptakan
kemampuan teknologi organisasi yang lebih baik. Model ini juga berharga bagi
organisasi yang akan melakukan transfer teknologi untuk digunakan sebagai kriteria
efektivitas transfer teknologi dalam setiap program transfer teknologi. Meskipun tidak
diuji secara khusus, namun tetap saja harus jelas bahwa organisasi harus menetapkan
strategi yang didorong oleh kebijakan yang berkomitmen untuk transfer teknologi
berkelanjutan
The Indigenous Javanese Perception toward Green Home: The Application of Greenship Rating Index
s the history of Javanese culture tells, the people take environmental, social and economic life into
account when building a home; these three aspects are the main pillars in sustainable
development. Consequently, in Javanese society, home and the success of sustainable development are
inseparable. Concerning this phenomenon, it is essential to learn the perception of indigenous
Javanese towards the application of green home as one of the sustainable development aspects; it is
measured using the Greenship Rating Index for green home issued by the Green Building Council
Indonesia. This research employed a quantitative approach with a survey as its method, which was
conducted using purposive random sampling. The respondents were indigenous Javanese who bought a
house with the concept of a green home in Malang and Surabaya; 200 data were obtained from the
survey. After conducting a descriptive analysis, it was found that among six criteria of Greenship, land
use, efficiency, and energy conservation, as well as environmental management of buildings are the
highest three in the respondents' perception. In conclusion, the Javanese indigenous's perception of a
green home is still limited to location, energy savings, and social needs. Thus, all stakeholders are
required to socialize the fulfillment criteria of a green home according to Greenship; it is essential for
the success of sustainable development in Indonesia.
Biography: Maranatha Wijayaningtyas is a Senior Lecturer on the Civil Engineering Postgraduate
Program at the National Institute of Technology Malang, East Java. The concern of her research topics
is on construction and project management, also property management toward sustainability.
Furthermore, she is interested in connecting those topics with Indonesia's culture and explores the
phenomenon within.
Photogrammetric stereo image rectification
Today, off-the-shelf digital cameras are hand on tools for conducting visual
inspections in surveying and mapping related activities or in structural inspection of industrial
objects. Dense point clouds of the inspected object surface are of typical data required and their
accuracies are also become more demanding. Deriving these data are off particular interest of
this paper instead we work on overlapping images for generating those ones. An imaging
geometry of stereo images is exploited further to reveal some drawbacks of the normalized stereo
imaging configurations. We utilize a photogrammetric collinearity condition to model physical
reality of the imaging process. A sequence of coordinate axes rotations on both images is
rearranged as well as preserving normalized images resolutions to be equal to the source ones.
Also based upon the prescribed resolutions, an efficient indirect resample is performed to
interpolate grey values of the warped images. To ascertain reliability of the mathematically
developed method, C++ programming codes were written and implemented in the solution. It
reveals that a nuisance such as y-parallax is completely eliminated. Therefore, by using our
method, the normalized images can be used in the dense point clouds production in a high quality
and efficiency
- …
