1,720,958 research outputs found

    Majalah Dikti Vol. I/1/2020

    No full text
    Pada edisi ke-1 di tahun 2020 ini, majalah Dikti mengangkat tema penting yang menjadi salah satu bagian dari paket kebijkan Merdeka Belajar, yaitu Kampus Merdeka. Kami akan mengupas secara lebih luas bagaimana sebenarnya pandangan dan penerapan akan kebijkan Kampus Merdeka baik untuk Perguruan Tinggi maupun pemangku kepentingan lainnya. Rubrik-rubrik lebih dikemas secara menarik sehingga memanjakan mata para pembaca

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Buku pendidikan tinggi di masa pandemi covid-19 : penelitian dan inovasi perguruan tinggi di masa pandemi covid-19

    No full text
    Riset dan inovasi dari perguruan tinggi menjadi salah satu amunisi paling berharga di saat pandemi Covid-19 menyerang. Dengan riset dan inovasi yang diciptakan perguruan tinggi, tentunya membantu pemerintah dan masyarakat dalam melawan pandemi tersebut. Menariknya, dengan adanya wabah tersebut, riset dan inovasi di perguruan tinggi melesat tajam. Beberapa alat hasil riset dan inovasi, terutama di bidang kesehatan, hanya dalam waktu singkat berhasil diciptakan dan dipergunakan untuk menanggulangi pandemi. Ini merupakan kemajuan luar biasa di dunia pendidikan tinggi, karena tak hanya soal penciptaan inovasi, tapi manfaat dari hasil inovasi dapat dirasakan langsung oleh pengguna yang membutuhkan. Buku ini diharapkan menjadi salah satu referensi dan informasi bagi masyarakat yang ingin mengetahui hasil riset dan inovasi apa saja yang sudah diciptakan oleh perguruan tinggi di Indonesia dalam melawan dan menanggulangi pandemi Covid-19. Buku ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi untuk terus menghasilkan inovasi-inovasi baru bagi kemajuan bangsa

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    Buku pendidikan tinggi di masa pandemi covid-19 : pembelajaran perguruan tinggi dan implementasi merdeka belajar di masa pandemi covid-19

    No full text
    Selalu ada hikmah di balik sesuatu. Nampaknya itu terjadi pada dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Dengan adanya pandemi Covid-19, tidak hanya berdampak pada dunia kerja atau perekonomian, tetapi imbasnya juga dirasakan pada proses pembelajaran pendidikan tinggi. Dahulu mungkin sebelum adanya pandemi, dunia pembelajaran masih terkungkung pada suatu ruang kelas dan tatap muka secara langsung. Namun dengan adanya pandemi Covid-19, proses pembelajaran beralih ke pembelajaran daring dan virtual. Hal tersebut memberikan kita ruang untuk berpikir pula bahwa proses pembelajaran tidak berhenti begitu saja karena ada wabah, namun justru proses pembelajaran bertransformasi menyesuaikan keadaan atau zaman. Hal ini mengikrarkan pula bahwa pembelajaran itu dapat dilakukan dimana saja dan dapat menggunakan ragam cara. Tidak ada kata berhenti untuk menimba ilmu. Bahkan, relevansi pembelajaran dengan kebijakan Merdeka Belajar: Kampus Merdeka, di masa pandemi pun masih bisa selaras dan sesuai. Hal ini menjadi dasar bahwa kebijakan yang sudah diluncurkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan memang juga dapat sangat dinamis baik dalam keadaan normal maupun dalam keadaan kenormalan yang baru. Buku ini kami ciptakan sebagai informasi kepada khalayak luas untuk menjadi salah satu referensi bagaimana pembelajaran dan kebijakan pada masa pandemi Covid-19 dapat dilakukan oleh perguruan tinggi. Selain itu, buku ini juga menjadi kompilasi informasi mengenai peran perguruan tinggi secara bersama-sama dalam menghadapi Covid-19. Dari Covid-19 kita belajar. Dari wabah itu pula masih ada hikmah yang dapat dipetik bagi pendidikan tinggi di Indonesia

    Buku pendidikan tinggi di masa pandemi covid-19 : pengabdian perguruan tinggi di masa pandemi covid-19

    No full text
    Pengabdian kepada masyarakat di dalam tri darma perguruan tinggi menjadi hal yang tidak terpisahkan saat pandemi COVID-19 terjadi. Jiwa gotong-royong dari insan pendidikan tinggi yang diimplementasikan dalam berbagai bentuk pengabdian kepada masyarakat terus bertumbuh dalam rangka melawan wabah tersebut. Hal ini bila dilihat dari sisi positif adanya pandemi, menjadi sinyal yang baik bagi pengembangan pengabdian kepada masyarakat. Kebijakan Merdeka Belajar: Kampus Merdeka yang telah diluncurkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan memungkinkan pengabdian kepada masyarakat menjadi lebih luas lagi jangkauannya. Secara akademis pun konversi kegiatan yang dilakukan melalui hal tersebut, baik oleh mahasiswa maupun dosen makin diapresiasi lebih baik oleh perguruan tinggi. Hal ini menjadi kunci bagaimana mahasiswa dan dosen dapat berperan aktif untuk turun langsung ke masyarakat dan membantu masyarakat secara bersama-sama melawan COVID-19. Hal ini tentunya harus diapresiasi dengan baik. Karenanya, kami merangkum kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh perguruan tinggi tersebut ke dalam buku ini agar masyarakat mengetahui peran aktif insan pendidikan tinggi yang sudah terjun langsung ke lapangan membantu masyarakat. Selain itu dengan terbitnya buku ini juga untuk menjadi referensi pembuktian bahwa budaya Indonesia yang ditanamkan sejak dahulu oleh para pendiri bangsa ini dimana karakter saling membantu, saling tolong-menolong, dan karakter positif lainnya tetap hadir dan melekat erat di dunia pendidikan tinggi Indonesia
    corecore