1,720,965 research outputs found

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used

    Asuhan Keperawatan Pada Ny.P Dengan Close Fraktur Ankle Dextra Di Ruang Instalasi Bedah Sentral RS Ortopedi Prof.Dr.R Soeharso Surakarta

    Full text link
    Dalam kehidupan sehari-hari trauma pada sendi pergelangan kaki adalah trauma yang sering sekali terjadi. Fraktur pergelangan kaki harus di reduksi dengan tepat dan dipertahankan agar gangguan fungsi mekanik tidak terjadi dikemudian hari. Pergeseran talus menetap mengakibatkan peningkatan tekanan dan menyebabkan predisposisi untuk osteoarthritis sekunder. Di RS Ortopedi Prof. DR. R. Soeharso Surakarta tercatat pada bulan Juni untuk kasus fraktur ankle sebesar 4,6%, dari 382 pasien yang ada di IBS. Tujuan Umum penulisan ini adalah mahasiswa dapat memahami asuhan keperawatan pada pasien pre, intra dan post operasi close fraktur ankle. Penulisan karya tulis ilmiah ini mengambil kasus di instalasi bedah sentral RS Ortopedi Prof.DR.R Soeharso Surakarta pada tanggal 11 Juli 2012. Metode yang diambil adalah wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumenter dan studi kepustakaan. Kesimpulan karya tulis ilmiah ini adalah pada klien Ny. P dengan close fraktur ankle dextra terjadi permasalahan perioperatif berupa ansietas, nyeri akut, resiko perdarahan, dan resiko cedera yang memerlukan perhatian khusus perawat dalam penanganannya

    Tinjauan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur dalam perspektif hukum pidana positif dan hukum pidana Islam : studi putusan pengadilan Negeri Tais, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu Nomor 80/Pid.Sus/2019/PN Tas.

    Full text link
    Tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur semakin banyak terjadi. Tempat aman bagi anak seakan-akan semakin sempit karena kejahatan tidak memandang tempat, umur, dan siapa orangnya. Putusan Pengadilan Negeri Tais Nomor 80/Pid.Sus/2019/PN Tas Pelaku tindak pidana berumur 67 tahun mencabuli anak 16 tahun yang dibawah umur dengan membujuk dan memberikan sejumlah uang. Dari latar belakang diatas, penulis tertarik untuk menganalisis, 1) Bagaimana pertimbangan hukum hakim terhadap tindak pidana pencabulan anak di bawah umur dalam perkara Nomor 80/Pid.Sus/2019/PN Tas ? 2) Bagaimana tinjauan hukum pidana positif dan dan hukum pidana islam terhadap tindak pidana pencabulan anak di bawah umur dalam putusan Nomor 80/Pid.Sus/2019/PN Tas? Penelitian ini penulis menggunakan sumber data sekunder yang merupakan data yang antara lain mencakup dokumen-dokumen resmi, buku-buku, bahkan hasil-hasil penelitian yang bersifat laporan dan metode pengumpulan data melalui kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertimbangkan hakim dalam memutus perkara dalam Putusan Pengadilan Negeri Tais Nomor 80/Pid.Sus/2019/PN Tas tentang pencabulan anak dibawah umur yang dilakukan oleh terdakwa Syarifudin bin Tayat (alm) terhadap anak korban Ani Asiyah kurang memenuhi asas kepastian hukum yang hal ini memengaruhi asas kemanfaatan dan keadilan. Penjatuhan pidana 1 (satu) tahun tidak memenuhi tujuan daripada hukum. Ada manfaat-manfaat lain yang harus diperhatikan pula dalam penjatuhan pidana ini yaitu manfaat untuk masyarakat dan korban. Penjatuhan hukuman dalam Hukum Pidana Islam, perbuatan pencabulan anak dibawah umur ini bukan hanya terdakwa yang dapat dijatuhi hukuman. Korban pun dapat dijatuhi hukuman karena korban juga mendukung adanya perbuatan tindak pidana dengan keadaan sadar dan tanpa adanya paksaan. Umur korban yang sudah baligh menjadi alasan mengapa korban dapat dijatuhi hukuman juga. Hukuman bagi kedua pelaku tindak pidana ini dapat dikenakan jarimah takzir, karena tidak terjadi hubungan wathi sehingga tidak dijatuhi hukuman had

    PEMBELAJARAN MOMENTUM DAN IMPULS DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA KARTU SOAL DAN KARTU PINTAR DI SMA NEGERI 4 JEMBER

    No full text
    Fisika merupakan salah satu mata pelajaran wajib di sekolah yang harus diberikan kepada siswa yakni untuk tingkat SMP/sederajat dan SMA/sederajat. Fisika menjadi mata pelajaran yang tidak hanya berisi rumus dan teori saja untuk dihafal akan tetapi juga membutuhkan pemahaman konsep yang tinggi oleh peserta didik. Oleh karena itu perlu diterapkan model pembelajaran dan juga bantuan media pembelajaran untuk mendukung keterlaksanaan tujuan pembelajaran yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengkaji Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning berbantuan Media Kartu soal dan kartu pintar terhadap Aspek Kognitif Pada Pembelajaran Momentum dan Impuls di SMA Negeri 4 Jember, (2) Mendiskripsikan Aktivitas Belajar fisika Siswa menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning berbantuan Media Kartu soal dan kartu pintar. Jenis Penelitian ini yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Eksperimen dengan jenis penelitian Pra Eksperimen yakni dengan cara memberikan perlakuan mengenai model Problem Based Learning pada pokok bahasan momentum dan Impuls pada kelas Eksperimen disertai pemberian soal pre-test dan post-test untuk mengetahui hasil belajar dan aktivitas belajar siswa sebagai dampak dari perlakuan yang diberikan. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 4 Jember. Sampel penelitian ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu dan untuk penentuan sampelnya yaitu berdasarkan rekomendasi dari guru. Desain penelitian yang digunakan adalah One Groups Pretest-Postest Design. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah wawancara, observasi, dokumentasi, dan tes. Metode analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian adalah Paired Samples T-Test dengan bantuan software SPSS 24. Analisis hasil belajar kognitif menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest (46,5) lebih tinggi daripada rata-rata nilai postest (76,8). Hasil analisis data menggunakan uji Paired Samples T-Test diperoleh nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 berarti sig. (1-tailed) juga sebesar 0,000 atau nilai sig. < 0,05. Hal ini menjelaskan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, artinya nilai rata-rata posttest siswa lebih besar daripada nilai rata-rata pretest, sehingga memiliki arti terdapat perbedaan yang signifikan pada model Pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media kartu soal dan kartu pintar terhadap aspek kognitif siswa pada mata pelajaran Momentum dan Impuls di SMA Negeri 4 Jember. Uji statistik selanjutnya menggunakan uji regresi dengan hasil bahwa nilai sig. Sebesar 0,04 (0,04 < 0,05) sesuai dengan kriteria pengujian statistik maka maka Ha diterima, Ho ditolak. Sehingga dapat disimpulkan model PBL berbantuan media kartu soal dan kartu pintar berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar kognitif siswa pada pembelajaran momentum dan impuls. Hasil analisis data tentang Aktivitas Belajar siswa selama pembelajaran dengan menggunakan perlakuan tersebut tampak kenaikan presentase tiap pertemuan dari rata-rata seluruh kriteria aktivitas belajar. Berdasarkan ketiga pertemuan pembelajaran mengalami peningkatan rata-rata aktivitas belajar siswa hal ini terbukti dari rata-rata aktivitas belajar tiap pertemuan yakni masing-masing 79,89 %, 88.67 %, dan 90.96 %. Ketiga pertemuan tersebut aktivitas belajar siswa dapat digolongkan dalam kategori aktif, sangat aktif, dan sangat aktif
    corecore