16 research outputs found

    Aplikasi Konsep kafa’ah dalam tradisi perjodohan pada Keluarga Kyai Buntet Pesantren Kabupaten Cirebon

    Get PDF
    Sahrul Hanafi : Aplikasi Konsep kafa’ah dalam tradisi perjodohan pada 1708201014 Keluarga Kyai Buntet Pesantren. Perkawinan, yang dalam istilah Islam disebut "nikah" adalah: melakukan aqad atau kesepakatan untuk mengikatkan diri antara laki-laki dan perempuan untuk melegalkan hubungan seksual antara kedua belah pihak, atas dasar kesukarelaan dan niat baik kedua belah pihak untuk menciptakan kebahagiaan dalam hidup memiliki keluarga yang dipenuhi dengan kasih sayang dan kedamaian dengan cara yang diridhoi oleh Allah. Dalam hukum Islam, keseimbangan, keharmonisan, dan kesetaraan antara suami dan istri disebut kafa’ah atau kufu ', sehingga setiap calon tidak merasa kesulitan untuk menikah. Artinya, laki-laki setara dengan calon istrinya, sederajat kedudukannya, setara dalam taraf sosial dan sederajat sifat dan kekayaan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana konsep kafa’ah menurut keluarga pesantren kyai Buntet dalam memilih jodoh bagi putra-putrinya, bagaimana penerapan konsep kafa’ah dalam Tradisi perjodohan dalam keluarga Pesantren Kyai Buntet, dan apa implikasi penerapan konsep kafa 'ah dalam menjaga keutuhan perkawinan dalam keluarga Pesantren Kyai Buntet. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang perjodohan yang terjadi di antara keluarga Pesantren Kyai Buntet dan untuk mengetahui dampak perjodohan terhadap integritas keluarga. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bertujuan untuk memberikan gambaran yang jelas tentang kafa’ah dan perjodohan dalam masalah ini. Berdasarkan pengolahan data, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perjodohan di Pondok Pesantren terjadi pada zaman dahulu sekitar tahun 1980, namun seiring dengan perkembangan modernisasi perjodohan di Pesantren Buntet tidak lagi sekental dulu. Yang terjadi saat ini adalah dimana orang tua hanya memperkenalkan dan menawarkan kepada putra putri mereka, jika mereka tertarik maka akan dilanjutkan ke pernikahan, jika tidak menjadi masalah, dan itu hanya berlaku untuk anak perempuan. Salah satu dampak perjodohan di Pesantren Buntet adalah rasa kekeluargaan yang tinggi. Kata Kunci: kafa’ah, perjodohan

    PENETAPAN DISPENSASI NIKAH SEBAGAI ALTERNATIF PENYELESAIAN PERNIKAHAN USIA DINI KARENA KEHAMILAN DITINJAU DARI PERSPEKTIF MASLAHAT

    Get PDF
    Pengadilan agama dapat mengeluarkan dispensasi pernikahan kepada calon pengantin yang berada di bawah usia pernikahan yang sah karena alasan yang memaksa, seperti kehamilan yang tidak terduga. Metodologi kualitatif berdasarkan analisis deskriptif dan penilaian menyeluruh terhadap literatur yang relevan membentuk strategi penelitian penelitian ini. Berikut hasil penelitian tersebut: Berdasarkan Undang-Undang No. 1 tahun 1974 sampai dengan Undang-Undang No. 16 tahun 2019 tentang perubahan usia minimum perkawinan, calon pengantin harus berusia 19 tahun untuk menikah, menurut analisis hukum dari putusan perkara perkawinan. Namun demikian, menurut Pasal 7 (2), dalam keadaan darurat, pasangan tersebut dapat mengajukan permohonan pengabaian ke pengadilan dengan memberikan bukti yang cukup. Yang kedua adalah perlindungan jiwa dan anak-anak melalui dispensasi pernikahan bagi ibu hamil, yang didasarkan pada berkah dzaruriyah dan memastikan hak dan kehormatan anak ditegakkan

    Protection of Personal Data Abuse in Online Lending in Indonesia

    Get PDF
    The misuse of personal data in online lending in Indonesia has become an important issue alongside the rapid growth of the digital finance sector. This study aims to analyze personal data protection in the context of online lending, focusing on Law No. 27 of 2022 and POJK No. 22 of 2023. The method used is a normative legal approach with a descriptive-analytical approach, which includes an analysis of legislation and data protection practices in the industry. The research subjects include both regulations and how they are applied in practice. Data collection techniques were conducted through document studies, including analysis of laws, regulations, and related literature. The main theory used is the theory of personal data protection, which emphasizes individual rights and the responsibilities of data controllers. The results of the study show that Law No. 27 of 2022 and POJK No. 22 of 2023 provide a comprehensive legal framework for personal data protection in online lending, with an emphasis on individual rights and the responsibilities of data controllers. Although this legal framework is already strong, there are still challenges in its implementation, so further efforts are needed to ensure effective personal data protection in this sector. The academic contribution of this research is to provide new insights into the effectiveness of regulations in protecting personal data and to encourage discussion on improving data protection implementation in the digital finance sector.Keywords: Personal Data Protection, Online Lending

    BAYANG DI BALIK TIANG: REINTERPRETASI ATAS NOVEL SITI NURBAYA KARYA MARAH ROESLI

    Get PDF
    ABSTRACT             Theater of Bayang di Balik Tiang (Shadow behind the Pole) is a reinterpretation of novel Siti Nurbaya by Marah Roesli. This novel tells a miserable romance between Siti Nurbaya and Samsul Bahri. This story was started with these lovers’ relationship that’s ultimately blocked by the proposal of a panghulu kaum (headman) in Minangkabau named Datuk Maringgih. Siti Nurbaya, who never wishes to be Datuk Maringgih’s wife, eventually had to accept the proposal due to the debts her father owed to Datuk Maringgih. Siti Nurbaya accepted Datuk Maringgih’s Proposal because she was the only who could save her family’s economy, which underwent a bankruptcy.The creation of Bayang di Balik Tiang theater was started with the play arrangement. The fundamental difference between Siti Nurbaya and this play was the presence of mamak (mother’s brothers) character in this work, who could be deemed guilty of Siti Nurbaya’s miserable fate. The creator of this work also provided objective nationhood senses by reinterpreting characters in the roman like Datuk Maringgih, Samsul Bahri, Siti Nurbaya, and the emergence of new characters besides Mamak Angku Palo, namely Hanafi as Samsul Bahri’s friend. Those characters functioned as “dialectical space” in understanding the meaning of love, either love between opposite sexes or love towards one another or love towards the homeland. This play was arranged in montage way namely a narrative storyline using fast-and-mobile-ordered scenes. The space and the time wee created in a random and leaping order. The plot arranged was not linear. Keywords: Theater, Siti Nurbaya Novel, Mamak, Montag

    Istibdal Wakaf menurut hukum Islam studi kasus Masjid Al-Ikhlas Desa Jayagiri Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat

    Get PDF
    Istibdal wakaf ini dilatarbelakangi terjadinya tukar menukar Tanah Wakaf dan bangunan Masjid Al-Ikhlas, karena alasan masjid tersebut sdh tidak lagi menampung jamaah sholat dan tanah yang rentan erosi. Masjid Al-Ikhlas yang beralamat di Kampung Babakan Ampera Rt 05 Rw 16 Desa Jayagiri Kecamatan Lembang kabupaten Bandung Barat lokasi lama hanya memiliki luas tanah 26m persegi dengan luas bangunan 5 x 5 meter, sedangkan luas tanah 120m persegi dengan luas 6 x 8,5 meter persegi. Dari aspek hokum wakaf masjid tersebut belum tercatat di PPAIW KUA Kecamatan Lembang. Pelaksanaan istibdal wakaf dilakukan oleh nadzir dan diketahui oleh anak pewakif. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk mengetahui latar belakang terjadi istibdal wakaf, untuk mengetahui pelaksanaan istibdal wakaf masjid Al-ikhlas menurut hukum islam dan untuk mengetahui hasil istibdal wakaf masjid Al-ikhlas desa Jayagiri Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat Menurut Hukum Islam. Istibdāl harta wakaf itu diperbolehkan dengan menitikberatkan pada aspek maslahah yang menyertai praktik tersebut. Sedangkan prinsip penggantian benda wakaf menurut Undang-undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang wakaf yaitu apabila harta benda wakaf yang telah diwakafkan digunakan untuk kepentingan umum sesuai dengan Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) dan tidak bertentangan dengan pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud. Di dalam penelitian ini penulis melakukan metode penelitian dengan maslahah mursalah yaitu untuk memberikan kemaslahatan dari sesuatu yang terjadi khususnya di dalam ketentuan istibdāl harta wakaf dapat diterima karena sesuai dengan tujuan hukum Islam yaitu terwujudnya kemaslahatan. Jika kondisi harta wakaf tidak dapat dimanfaatkan lagi maka agar manfaat wakaf terus berlangsung dan membawa dampak positif terhadap pengembangan harta benda wakaf untuk kemaslahatan serta sarana sosial lainnya. Penelitian ini bertolak dari pemikiran pasal 49 peraturan pemerintah nomor 42 tahun 2006 tentang wakaf yang berbunyi 1) Perubahan status harta benda wakaf dalam bentuk penukaran dilarang kecuali dengan izin tertulis dari Menteri berdasarkan pertimbangan BWI. 2) Izin tertulis dari Menteri sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya dapat diberikan dengan pertimbangan sebagai berikut:a. perubahan harta benda wakaf tersebut digunakan untuk kepentingan umum sesuai dengan Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) berdasarkan ketentuan Peraturan Perundang-undangan dan tidak bertentangan dengan prinsip syariah; b. harta benda wakaf tidak dapat dipergunakan sesuai dengan ikrar wakaf; atau c. pertukaran dilakukan untuk keperluan keagamaan secara langsung dan mendesak. 3) izin pertukaran harta benda wakaf hanya dapat diberikan jika: a. harta benda penukar memiliki sertifikat atau bukti kepemilikan sah sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan; dan b. nilai dan manfaat harta benda penukar sekurang-kurangnya sama dengan harta benda wakaf semula. (4) Nilai dan manfaat harta benda penukar sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b ditetapkan oleh bupati/walikota.Metode penelitian ini menggunakan metode deskrift analitis dengan pendekatan yuridis empiris. metode ini penggunaannya untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut, Pertama istibdal wakaf berdasarkan hukum islam sah Menurut madzhab Hanafi, istibdal boleh dilakukan dengan menitik beratkan pada maslahat tiga hal, yakni: 1) Apabila ada syarat dari wakif tentang kebolehan menukar benda wakaf 2) benda wakaf tidak dapat dipertahankan lagi 3) benda pengganti lebih besar manfaatnya dari benda yang ditukarkan, kedua hasil dari istibdal belum tuntas karena tidak memiliki akta wakaf berdasarkan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 Pasal 13 menyatakan akta wakaf harus didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Tanah setempat untuk mencatatkan hak atas harta wakaf

    AKIBAT HUKUM MENUNDA PEMBAYARAN PAJAK BEA PEROLEHAN HAK TANAH DAN BANGUNAN (BPHTB) TERHADAP PENGALIHAN HAK ATAS TANAH: LEGAL CONSEQUENCES OF DELAYING PAYMENT OF LAND AND BUILDING RIGHTS ACQUISITION TAX (BPHTB) ON TRANSFER OF LAND RIGHTS

    No full text
    As a result of taxes imposed on the Indonesian people in line with legal requirements, the Republic of Indonesia receives a substantial amount of money. In addition to the MVT, each region's land and building acquisition tax (BPHTB) is a crucial supplementary municipal tax. Every area has its own system for taxing the purchase of land and buildings, according to its own needs. When rights to land or buildings are transferred, whether by sale and purchase, inheritance, grant, or division of joint rights, the relevant parties are obligated to pay the land and building acquisition tax (BPHTB). Tax and levies are regulated by Law Number 28 of 2009, which establishes this tax. Although some individuals wait until the last minute to pay the property Acquisition tax, it is necessary for the administration of property rights transfers. The motivation behind the title of this research is to provide guidance to those concerned in a case where the transfer of legal and legitimate land rights is affected by the suspension of the payment of land and building purchase tax

    Desain Modifikasi Struktur Gedung Social Security (SS) Tower dengan Menggunakan Metode Beton Pracetak

    Get PDF
    Perencanaan Gedung Social Security (SS) Tower pada kondisi existing dirancang dengan menggunakan metode cor di tempat dengan ketinggian mencapai 28 lantai. Dalam tugas akhir ini, gedung tersebut akan dilakukan perancangan dengan menggunakan metode beton pracetak dan memiliki sistem ganda (dual system) dengan kategori desain seismik D. Rangka utama didesain sebagai sistem rangka pemikul momen menengah dan dinding struktur beton khusus. Gedung ini direncanakan dengan ketinggian mencapai 15 lantai. Perencanaan dengan elemen beton pracetak diaplikasikan pada balok dan pelat saja. Metode konvensional juga diterapkan pada elemen kolom, dinding geser, dan sambungan. Sambungan direncanakan menggunakan sambungan basah dengan cor di tempat dan injeksi grouting pada NMB coupler sleeve. Dari hasil analisis yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa rangka utama gedung mampu menahan beban lateral X dan Y yang masing-masing bernilai sebesar 35,10% dan 27,91%, sehingga persyaratan untuk sistem ganda terpenuhi. Perencanaan elemen pracetak didasarkan pada tiga kondisi, yaitu sebelum komposit, saat pengangkatan, dan setelah komposit. Pada elemen plat digunakan tebal plat sebesar 18 cm. Dimensi balok anak terbesar adalah 40 x 55 cm dan dimensi untuk balok induk terbesar adalah 55 x 80 cm. Untuk dimensi kolom terbesar adalah 85 x 85 cm, dan dinding geser dengan ketebalan 40 cm. Dalam perencanaan tugas akhir ini penulis menggunakan aturan berdasarkan SNI 2847:2013, SNI 1726:2012, SNI 1727:2013, PCI Design Handbook, dan juga referensi aturan lainnya. Selanjutnya perencanaan tersebut dituangkan dalam bentuk gambar perencanaan sesuai dengan aturan atau standarisasi yang berlaku. ============================================================================================================================== Planning for the Social Security (SS) Tower Building on the existing condition was designed using the cast method in a place with a height of up to 28 floors. In this final project, the building will be designed using a precast concrete method and has a dual system with a seismic design category D. The main frame is designed as a medium moment bearing frame system and a special concrete structure wall. This building is planned with a height of up to 15 floors. Planning with precast concrete elements is applied only to beams and plates. The conventional method is also applied to column elements, shear walls and joints. The connection is planned to use a wet connection with cast in place and injection grouting on the coupler sleeve. From the results of the analysis carried out, it can be concluded that the main frame of the building is able to withstand lateral X and Y loads which are worth 35.10% and 27.91% respectively, so the requirements for multiple systems are fulfilled. Preprinted element planning is based on three conditions, namely before the composite, when lifting, and after the composite. Plate thickness of 18 cm is used on the plate element. The dimensions of the largest joist are 40 x 55 cm and the dimensions for the largest beam are 55 x 80 cm. The largest column dimensions are 85 x 85 cm, and the shear wall is 40 cm thick. In planning this thesis the author uses rules based on SNI 2847: 2013, SNI 1726: 2012, SNI 1727: 2013, PCI Design Handbook, and also other rule references. Furthermore, the planning is outlined in the form of planning drawings in accordance with the applicable rules or standard

    Embodiment of Parental Love Through the Medium of Wooden Matches in Expression Photography

    Get PDF
    This photographic work raises the theme of parental love through the medium of wooden matches in expression photography. This work focuses on life experiences, the daily activities of the creator while he was born and grew up full of love from his parents in Aceh. The theory of ideas that the creator uses in creating this work of Expression photography is in the form of Expression Photography, Composition, Semiotics and Lighting. This creation method also involves experimentation. The creative concepts and ideas displayed in this photo work are a reflection of the creator's daily life. The main object in making this work is a miniature person created from wooden matches. This work is inspired by the author's life story of the sincere love of his parents, as well as daily life activities that the author has experienced and felt. Rooted in a deep narrative of parental love, the project captures the essence of familial warmth and affection, depicting miniature wooden matchsticks involved in everyday activities as symbolic representations of the human experience. Each photo encapsulates a narrative of parental love and familial bonds, visually depicting moments of tenderness, joy and nurturing care. In "In Mother's Lap", "Happiness", "Dodaidi Swing", "Adab", and "Guardian", the creator visualizes the multifaceted nature of parental love, from caring for babies to guiding adolescence. These photos are a touching reminder of the eternal bond between parents and children, illustrating the profound impact that love and care can have on a child's development and well-being. Ultimately, through a blend of artistic expression and qualitative inquiry, the project “Parental Love through the Medium of Wooden Matching in Expressive Photography” transcends the realm of conventional photography, offering viewers a glimpse into the depth and richness of human relationships and experiences

    Kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan kinerja guru di MAN 2 Blitar

    Get PDF
    INDONESIA: Kinerja guru merupakan faktor terpenting yang mendorong keberhasilan proses belajar mengajar di Madrasah. Oleh karena itu kepala madrasah sebagai pemimpin harus dapat mengarahkan, memotivasi dan memilih strategi yang tepat agar guru dapat menjalankan kinerjanya dengan baik. Dari pernyataan tersebut penulis termotivasi untuk meniliti lebih lanjut lebih tentang Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Kinerja Guru di MAN 2 Blitar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Perilaku Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Kinerja Guru di MAN 2 Blitar, (2) Mengetahui strategi kepemimpinan kepala masdrasah dalam meningkatkan kinerja guru di MAN 2 Blitar, (3) Mengetahui hambatan yang dihadapi Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Kinerja Guru di MAN 2 Blitar. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dimulai pada bulan Agustus 2023 - September 2023 di MAN 2 Blitar dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis datanya menggunakan Data Condrnsation, Data Display dan Conclusion Drawing /verivication. Kemudian untuk pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, truiangulasi metode, dan triangulasi waktu. Hasil dari penelitian ini adalah a) Perilaku kepemimpinan; dalam mengatur, mengarahkan, dan mengoordinasikan guru untuk meningkatkan kinerja guru kepala madarsah menentukan visi, misi, dan tujuan madrasah terlebih dahulu kemudian kepala madarsah membagi tupoksi kepada setiap guru dan TU sesuai dengan biidangnya masing-masing. Kemudian kepala madrasah mengadakan rapat evaluasi dan monitoring yang dilakukan setiap satu bulan sekali dan dalam rapat tersebut kepala madrasah juga memberikan motivasi kepada guru yang menemui suatu kendala dalam tugasnya. (b) Strategi; memberikan motivasi guru dalam membuat rencana pembelajaran, memaksimalkan penggunaan media belajar, melibatkan lembaga eksternal dalam pengembangan pendidikan madrasah. Dalam meningkatkan kedisiplinan guru kepala madrasah juga membuat kebijakan yaitu dengan memberikan waktu maksimal 3 hari keterlambatan untuk menumpulkan RPP, membagi jadwal piket guru, mewajibkan guru hadir di madrasah maksimal pukul 07:00 dan 06:45 bagi guru yang bertugas piket. (c) Hambatan; karakter dan tingkat pemahaman siswa yang berbeda dan masalah kedisiplian guru. Dengan hambatan tersebut kepala madrasah menerima seluruh masukan dari individu di madrasah untuk mencari solusi yang sama-sama menguntungkan bagi semua pihak. ENGLISH: Teacher performance is the most important factor that drives the success of the teaching and learning process in Madrasas. Therefore, the madrasa head as a leader must be able to direct, motivate and choose the right strategy so that teachers can carry out their performance well. From this statement the author was motivated to research further about the Leadership of Madrasah Heads in Improving Teacher Performance at MAN 2 Blitar. The purpose of this research is to find out (1) the behavior of Madrasah Heads in Improving Teacher Performance at MAN 2 Blitar, (2) Knowing the leadership strategies of madrasah heads in improving teacher performance at MAN 2 Blitar, (3) Knowing the obstacles faced by Madrasah Heads in Improving Performance Teacher at MAN 2 Blitar. The type of research in this research is descriptive qualitative with a qualitative approach. The research began in August 2023 - September 2023 at MAN 2 Blitar using data collection techniques through observation, interviews and documentation. Meanwhile, the data analysis technique uses Data Condrnsation, Data Display and Conclusion Drawing/verification. Then, to check the validity of the data, use source triangulation, method triangulation, and time triangulation. The results of this research are a) Leadership behavior; In organizing, directing and coordinating teachers to improve teacher performance, the head of the madarsah determines the vision, mission and goals of the madrasah first, then the head of the madarsah divides the duties and functions of each teacher and TU according to their respective fields. Then the head of the madrasah holds an evaluation and monitoring meeting which is held once a month and in this meeting the head of the madrasah also provides motivation to teachers who encounter obstacles in their duties. (b) Strategy; provide teacher motivation in making learning plans, maximize the use of learning media, involve external institutions in the development of madrasa education. In order to improve teacher discipline, the head of the madrasah also made a policy, namely by giving a maximum of 3 days late to submit lesson plans, dividing teacher picket schedules, requiring teachers to be present at the madrasah at a maximum of 07:00 and 06:45 for teachers on picket duty. (c) Obstacles; the character and level of understanding of different students and the problem of teacher discipline. With these obstacles, the head of the madrasah receives all input from individuals in the madrasah to find solutions that are mutually beneficial for all parties. ARABIC: أداء المعلم هو العامل الأكثر أهمية الذي يدفع نجاح عملية التعليم والتعلم في المدرسة. لذلك ، يجب أن يكون رئيس المدرسة كقائد قادرا على توجيه وتحفيز واختيار الاستراتيجية الصحيحة حتى يتمكن المعلمون من أداء أدائهم بشكل جيد. من هذا البيان ، كان المؤلف متحمسا لاستكشاف المزيد حول قيادة رئيس المدرسة في تحسين أداء المعلم في المدرسة عالية الاسلامية الحكومية ٢ بليتار. كان الغرض من هذه الدراسة هو معرفة (١) سلوك رئيس المدرسة في تحسين أداء المعلم في المدرسة عالية الاسلامية الحكومية ٢ بليتار ، (٢) معرفة الاستراتيجية القيادية لرئيس المدرسة في تحسين أداء المعلم في المدرسة عالية الاسلامية الحكومية ٢ بليتار ، (٣) معرفة العقبات التي تواجه رئيس المدرسة في تحسين أداء المعلم في المدرسة عالية الاسلامية الحكومية ٢ بليتار. ونوع البحث في هذا البحث هو نوعي وصفي ذو مدخل نوعي. بدأ البحث في أغسطس ٢.٢٣ - سبتمبر ٢.٢٣ في في المدرسة عالية الاسلامية الحكومية ٢ بليتار باستخدام تقنيات جمع البيانات من خلال الملاحظة والمقابلات والتوثيق. وفي الوقت نفسه، تستخدم تقنية تحليل البيانات تنسيق البيانات وعرض البيانات ورسم الاستنتاجات والتحقق منها. ومن ثم التحقق من صحة البيانات باستخدام اختبار المصداقية والتثليث واستخلاص النتائج. نتائج هذا البحث هي (أ) السلوك القيادي. عند تنظيم المعلمين وتوجيههم وتنسيقهم لتحسين أداء المعلمين، يحدد رئيس المدرسة رؤية المدرسة ورسالتها وأهدافها أولاً، ثم يقوم رئيس المدرسة بتقسيم واجبات ووظائف كل معلم وجامعة حسب مجالات تخصصه. ثم يعقد رئيس المدرسة اجتماعًا للتقييم والمراقبة يعقد مرة واحدة في الشهر، وفي هذا الاجتماع يقدم رئيس المدرسة أيضًا التحفيز للمعلمين الذين يواجهون عقبات في واجباتهم. (ب) الاستراتيجية؛ توفير تحفيز المعلمين في وضع خطط التعلم، وتعظيم استخدام وسائل التعلم، وإشراك المؤسسات الخارجية في تطوير تعليم المدارس. من أجل تحسين انضباط المعلمين، وضع رئيس المدرسة أيضًا سياسة، وهي إعطاء تأخير بحد أقصى ٣ أيام لتقديم خطط الدروس، وتقسيم جداول اعتصام المعلمين، ومطالبة المعلمين بالتواجد في المدرسة بحد أقصى ٠٧: ٠٠ و ٠٦: ٤٥ للمعلمين في واجب الاعتصام. (ج) العوائق؛ شخصية ومستوى فهم الطلاب المختلفين ومشكلة انضباط المعلم. مع هذه العقبات، يتلقى رئيس المدرسة جميع المدخلات من الأفراد في المدرسة لإيجاد حلول تعود بالنفع على جميع الأطراف
    corecore