66,725 research outputs found
Manusia dan Kebudayaan Han
China salah satu bangsa yang memiliki peradaban tertua di dunia. Begitu banyak literatur-literatur kuno yang menceritakan peradabannya yang begitu agung, seperti ditemukannya kertas, keramik, atau tembok China. Dengan ini, tak heran kehebatan bangsa China dari masa ke masa sudah diakui dunia. Bangsa China juga dikenal sebagai niagawan (pedagang) yang luar biasa. Sampai saat ini pun mereka dikenal sebagai pedagang yang ulung sampai ke penjuru dunia, termasuk Indonesia. Selama ini, banyak orang mengenal istilah Tiongkok, Tionghoa, Sinitik, dan Han, tapi tidak memahami. Dalam buku ini dijelaskan "Istilah Tiongkok mengacu pada orang, warga negara, maupun untuk negara sepanjang sejarah, sedangkan Han mengacu pada kebudayaan dan unsur seperti bahasa, aksara, seni, dan lain-lain. Istilah Tionghoa kadang-kadang mengacu pada orang dan bahasa. Orang China tidak bisa dilepas dari perjalanan bangsa ini, baik sebelum Indonesia terbentuk maupun sesudahnya. Banyak sekali peran orang China dalam sejarah bangsa ini. Suku China banyak ditemui di berbagai tempat di Indonesia seperti di sepanjang pantai utara Pulau Jawa, Sumatra Timur dan Selatan, serta kepulauan di dekatnya seperti kepulauan Riau, Bangka-Belitung, dan Kalimantan Barat. Mereka hidup rukun dengan masyarakat setempat. Bahkan, tak sedikit yang menikah dengan warga setempat. Dalam merebut kemerdekaan orang Han (China) perannya juga sangat besar tahun 1945-1949. Di antara mereka juga ada yang mengabdi dalam dunia militer. Penulis buku ini memaparkan dengan sangat detail hal-hal yang berkaitan dengan budaya Han, mulai dari sejarah, geografi , bahasa dan aksara, ragam penduduk, tuturan, kebudayaan, kaum perempuan, kehidupan religius masyarakat Han. Maka, buku tersebut bisa dikatakan sebagai "Ensiklopedia Han". Buku ini sangat tepat bagi mereka yang ingin memperkaya wawasan tentang budaya Han, seperti yang dipaparkan di sampul belakang. Buku dapat memperdalam dan memperluas pemahaman tentang manusia dan kebudayaan Han (Tiongkok). Isinya sangat komprehensif, namun ditulis dengan bahasa yang ringan. Sebuah magnum opus (karya agung) dari seorang guru besar sinologi terkemuka.xii+396hlm.;15x23c
Yu zhu shang han lun yi: si juan. v.1
柯韻伯著 ; 能靜居士評閱 ; 余景和重訂 ; 埽閒居士校刊.綫裝.框18.8x13.2公分, 10行25字. 下黑口, 左右雙邊, 單黑魚尾. 版心上鐫題名, 中鐫小題, 下鐫葉次及卷次. 眉端刻註解.書名頁刻"傷寒論翼, 余聽鴻先生註, 施覺盦題", 又有紅色戳記"蘇州綠蔭堂福記精造書籍章". 背頁牌記刻"蘇州綠蔭堂藏板, 上海文瑞樓發行"前有光緖十九年[1893]埽閒居士孫思恭序及光緖癸己余景和書序. 目錄末及卷四末刻有"蘇城郡廟東首謝文翰齋刊印"《中國中醫古籍總目》01082著錄光緖十九年[1893]會稽掃閑居士孫思恭刻本, 蘇州謝文翰齋刻本, 蘇州綠蔭堂刻本及上海文瑞樓石印本.鈐"莊兆祥印", "莊兆祥"Xian zhuang.Kuang 18.8 x 13.2 gong fen, 10 hang 25 zi. Xia hei kou, zuo you shuang bian, dan hei yu wei. Ban xin shang juan ti ming, zhong juan xiao ti, xia juan ye ci ji juan ci. Mei duan ke zhu jie.Detailed notes in vernacular field only.Detailed notes in vernacular field only.Detailed notes in vernacular field only.Ke Yunbo zhu ; Nengjing ju shi ping yue ; Yu Jinghe chong ding ; Saoxian ju shi jiao kan.Qian "Zhuang Zhaoxiang yin", "Zhuang Zhaoxiang
Ji Han xiang chen zhuan
[V.1-2]. 前漢相臣傳 : 十二卷 -- [v.3-5]. 後漢相臣傳 : 十六卷 -- [v.6]. 季漢相臣傳 : 六卷.[V.1-2]. Qian Han xiang chen zhuan : shi er juan -- [v.3-5]. Hou Han xiang chen zhuan : shi liu juan -- [v.6]. Ji Han xiang chen zhuan : liu juan.魏顯國纂述 ; 魏一鵬編次.綫裝, 1函.框22x14.3公分, 10行20字, 白口, 單黑魚尾, 四周單邊, 版心上鐫題名, 中鐫卷次, 下鐫葉次及小題.刻書年據《四庫全書存目叢書》鈐有"元鑑齋", "潤州笪重光鑒定印", "毛氏收藏子孫永保"印.Library's copy: 本館只存《歷代相臣傳》中《前漢》, 《後漢》, 《季漢》共六冊.Xian zhuang, 1 han.Kuang 22 x 14.3 gong fen, 10 hang 20 zi, bai kou, dan hei yu wei, si zhou dan bian, ban xin shang juan ti ming, zhong juan juan ci, xia juan ye ci ji xiao ti.Ke shu nian ju "Si ku quan shu cun mu cong shu"Wei Xianguo zuan shu ; Wei Yipeng bian ci.Qian you "Yuan jian zhai", "Runzhou Da Chongguang jian ding yin", "Mao shi shou cang zi sun yong bao" yin.Library's copy: ben guan zhi cun "Li dai xiang chen zhuan" zhong "Qian Han", "Hou Han", "Ji Han" gong liu ce
The impact of the 340B Drug Pricing Program on Critical Access Hospitals: Evidence from Medicare Part B
10.1016/j.jhealeco.2023.102754JOURNAL OF HEALTH ECONOMICS8
Shang han fu yi
V.1-4. 傷寒論註 : 四卷 / 張機原文 ; 柯琴編註 ; 馬中驊較訂 -- v.5-6. 傷寒附翼 : 二卷 / 柯琴編 ; 馬中驊較.V.1-4. Shang han lun zhu : si juan / Zhang Ji yuan wen ; Ke Qin bian zhu ; Ma Zhonghua jiao ding -- v.5-6. Shang han fu yi : er juan / Ke Qin bian ; Ma Zhonghua jiao.柯韻伯先生原本.綫裝.框18x12.7公分, 10行21字. 白口, 四周單邊, 單黑魚尾. 版心上鐫題名, 中鐫卷次及小題, 下鐫葉次.題名據內封頁.書名頁刻"傷寒來蘇集, 古吳葉天士評批, 慈溪柯韻伯先生原本, 文聚堂梓"前有乾隆乙亥[1755]馬中驊序, 言刻書事.《中國中醫古籍總目》00697著錄清乾隆二十年[1755]刻本.鈐"莊兆祥印"朱, 白文各一方.Xian zhuang.Kuang 18 x 12.7 gong fen, 10 hang 21 zi. Bai kou, si zhou dan bian, dan hei yu wei. Ban xin shang juan ti ming, zhong juan juan ci ji xiao ti, xia juan ye ci.Ti ming ju nei feng ye.Detailed notes in vernacular field only.Detailed notes in vernacular field only.Detailed notes in vernacular field only.Ke Yunbo xian sheng yuan ben.Qian "Zhuang Zhaoxiang yin" zhu, bai wen ge yi fang
Shang han lun ben yi
張志聰註釋 ; 高世栻纂輯 ; 朱景韓...[et al.]參訂.綫裝.框15.3x10.7公分, 9行22字. 白口, 四周單邊, 單黑魚尾. 版心上鐫"傷寒集註", 中鐫卷次, 下鐫葉次.內封題頁刻"張隱菴傷寒論集註, 同治庚午年鐫, 内邑公局藏板"《中國中醫古籍總目》(00692)著錄.卷前附: 傷寒論本義.鈐"莊兆祥印", "莊兆祥".Xian zhuang.Kuang 15.3 x 10.7 gong fen, 9 hang 22 zi. Bai kou, si zhou dan bian, dan hei yu wei. Ban xin shang juan "Shang han ji zhu", zhong juan juan ci, xia juan ye ci.Detailed notes in vernacular field only.Detailed notes in vernacular field only.Zhang Zhicong zhu shi ; Gao Shichi zuan ji ; Zhu Jinghan ...[et al.] can ding.Juan qian fu: Shang han lun ben yi.Qian "Zhuang Zhaoxiang yin", "Zhuang Zhaoxiang"
Alaskan Author and Historian Dan O'Neill
Dan O'Neill has become a living legend in Alaska. He is the author of The Firecracker Boys: H-Bombs, Inupiat Eskimos, and the Roots of the Environmental Movement; A Land Gone Lonesome: An Inland Voyage Along the Yukon River; The Last Giant of Beringia: The Mystery of the Bering Land Bridge, and recently Stubborn Gal: The True Story of an Undefeated Sled Dog Racer, a children's book published by the University of Alaska Press. Dan came to Alaska in 1975 and has done a variety of things including dog mushing, trapping, hunting, working in construction, and on the pipeline. As research associate at the UAF Oral History program, he produced radio and television documentaries for public broadcasting, and for several years he wrote a column of political opinion for the Fairbanks Daily News-Miner
Perancangan Social Business Model Untuk Rumah Abu Han
Budaya tidak permanen. Budaya itu cair, budaya bisa berubah. Orang
dapat memilih untuk mempertahankan atau meninggalkan budaya. Belakangan ini
kita melihat perubahan budaya yang sangat dinamis. Rumah leluhur Han
dikategorikan sebagai rumah adat Tionghoa. Dibangun sekitar abad ke-18 dan
dengan tujuan awal menjadi pusat penghormatan terhadap budaya Han dan tempat
bertemu anggota keluarga lainnya. Sedangkan tujuan kedua adalah baceming
samar-samar dalam beberapa tahun terakhir, sedangkan pada awalnya rumah
leluhur Han diurus oleh suatu kelompok comite atau sekelompok orang
sedangkan saat ini sedang dipelihara dan dikelola oleh satu orang. Dengan ini
rumah leluhur Han memiliki “warisan” budaya dan nilai rumah leluhur Han.
Penelitian ini merancang model bisnis sosial rumah leluhur suku Han
Manusia dan Kebudayaan Han
Buku yang dapat memperdalam dan memperluas pemahaman kita tentang manusia dan kebudayaan Han (Tiongkok). Isinya sangat komprehensif, namun ditulis dengan bahasa yang ringan. Sebuah magnum opus dari seorang guru besar sinologi terkemuka
Chinese literary works translated into Baba Malay: a bibliographical study
Analyses 68 unique titles of Baba translated works published between 1889 and 1950. The titles are held in the libraries of the University of Malaya (UM), Science University Malaysia (USM), National University of Malaysia (UKM), the Dewan Bahasa dan Pustaka (DBP), National University of Singapore (NUS), National Library of Singapore (NLS) and the British Library (BL). The results reveal three periods of active publication of Baba translated works. A total of 18 works were translated before World War I, followed by 10 just after the war, 39 titles were published before the break of the World War II and 1 was identified in 1950. There were 103 persons involved in the 68 translated works, some of whom are responsible for more than one title. The most prominent translators were Chan Kim Boon, Wan Boon Seng, Seow Chin San and Lee Seng Poh. Some of the translators were also be editors, illustrators or editors. There were 31 publishers and 21 printing presses involved, all were located in Singapore. The most active publishers were Wan Boon Seng, Kim Seck Chy Press and Nanyang Romanised Malay Book Co. The translated works mainly cover historical classical Chinese stories, chivalrous stories, romances, folklore and legends. The titles were priced between 10 cents to 2 dollars in Straits currency. The University of Malaya Library held the largest number of unique title (62) out of which 15 were unique titles
- …
