2 research outputs found
Upaya Guru Akidah Akhlak Dalam Mengembangkan Modul Pembelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Aliyah Nurul Cholil Kabupaten Bangkalan
Learning difficulties experienced by students can certainly be a great task for a teacher who is entrusted with the responsibility for the students. Learning activities do not always run smoothly and as desired, sometimes they run smoothly or even very obstructed in various situations and conditions. Obstacles and constraints that occur are not only experienced by students as recipients of material but also by educators or teachers who inevitably feel some obstacles in presenting the material. The purpose of this study is for teachers to be able to overcome various obstacles and barriers felt during the learning process. In this study, the author examines the efforts of Akidah Akhlak teachers in developing Akidah Akhlak learning modules in order to create an effective and conducive learning environment. This research uses a literature review and qualitative research method with a case study approach. The results of this scientific study are that there are several efforts by Akidah Akhlak teachers in developing Akidah Akhlak learning modules, namely by developing technology-based teaching materials, presenting material as interesting as possible by utilizing the use of PPT or displaying short videos related to the material and by using a group approach such as discussing material so that students can have a deeper understanding and mastery of the material. This is done by following various IPTEK training and holding several seminars and talk shows
Ritual Ratep di Dusun Baruh, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan
Ritual ratep (ritual tangteng) merupakan salah satu ritual yang masih terus dilakukan oleh masyarakat Dusun Baruh. Tujuan dalam penenelitian ini untuk mengetahui Ritual Ratep terkait dengan sejarah, persiapan, perkembangan, dan prosesi ritual di Dusun Baruh, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, sehingga masih tetap dilakukan sampai saat ini. pertama, peneliti beranggapan bahwa tidak semua orang mengetahuai ritual ratep secara mendalam khususnya pada masyarakat pendatang. kedua masyarakat Dusun Baruh masih melaksanakan ritual ratep walau zaman sudah berkembang dengan kemajuan teknologi dan informasi. Ketiga masyarakat Dusun Baruh yang mayoritas Islam masih percaya pada kekuatan gaib seperti arwah nenek moyang sebagai penghuni pada setiap tempat terutama pada tempat yang keramat. Keempat keingin tahuan penulis untuk meneliti dan menggali lebih dalam tentang ritual ratep. Adapun jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Data-data dalam penelitian ini diperoleh dari beberapa nara sumber Masula, (sekretaris desa), Pari (Kepala Dusun Baruh), Hamimuddin (Guru), Mbah Masru’en (ketua ritual rateb), Bapak Tuki (selaku peminpin bacaan dalam ritual), Nahrawi (selaku pendamping bacaan dalam ritual), Musalum (selaku penangteng rateb), Bapak Saleh (selaku masyarakat), Suliman (Pawang Dusun Baruh). Selanjutnya peneliti mengumpulkan data dengan cara mengobservasi tempat penelitian yang berkaitan dengan ritual rateb. Selain itu pengamatan juga peneliti lakukan terhadap masyarakat sekitar yang berupa sikap tingkah laku dan simbol-simbol yang ada dilingkungan sekitarnya. Berdasarkan hasil dari penelitian mengenai ritual ratep dapat disimpulkan dalam dua hal. Pertama ritual ratep bukan hanya persembahan pada makhluk gaib, atau penghormatan pada arwah nenek moyang, melainkan sandaran masyarakat untuk mendapat perlindungan. Kedua ritual ratep dapat memberikan pengaruh yang positif bagi masyarakat, dengan adanya ritual ratep masyarakat dapat merawat lingkungan dengan baik, dan membangun keharmonisan dalam bermasyarakat
