1,720,969 research outputs found

    Kemampuan Siswa SMP Kalimantan Timur dalam Menyelesaikan Soal Matematika Model PISA dan TIMSS.

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa SMP Kalimantan Timur dalam menyelesaikan soal matematika model PISA dan TIMSS serta mendeskripsikan aspek apa saja yang unggul dan lemah pada masing-masing domain soal matematika model PISA dan TIMSS. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah siswa SMP kelas VIII dan IX di provinsi Kalimantan Timur pada tahun pembelajaran 2016/2017. Sampel penelitian sebanyak 600 siswa. Sampel berasal dari sekolah dengan hasil Ujian Nasional tahun 2016 pada mata pelajaran matematika yang tergolong tinggi, sedang dan rendah. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah nonproportional stratified sampling, convenience sampling dan cluster sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen tes model PISA sebanyak 16 butir soal (Cronbach Alpha = 0,835) dan soal model TIMSS sebanyak 28 butir soal (Cronbach Alpha = 0,837). Analisis data menggunakan statistika deskriptif. Khusus soal model PISA, skor siswa dikonversi ke skala matematika PISA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa SMP Kalimantan Timur dalam menyelesaikan soal matematika model PISA berada pada level 1, lebih rendah daripada rata-rata OECD yang berada pada level 3, namun skornya lebih tinggi daripada siswa Indonesia pada PISA 2000-2015. Berdasarkan domain proses, kemampuan siswa dari tinggi ke rendah berturut-turut adalah pada soal yang memuat proses formulate, employ dan interpret. Berdasarkan domain konten, kemampuan siswa dari tinggi ke rendah berturut-turut adalah pada soal yang memuat konten uncertainty & data, space & shape, quantity dan change & relationship. Berdasarkan domain konteks, kemampuan siswa dari tinggi ke rendah berturut-turut adalah pada soal yang memuat konteks scientific, occupational, personal dan societal. Kemampuan siswa SMP Kalimantan Timur dalam menyelesaikan soal matematika model TIMSS tergolong rendah, yakni di bawah rata-rata internasional, namun lebih tinggi daripada siswa Indonesia pada TIMSS 2011. Berdasarkan domain kognitif, kemampuan siswa dari tinggi ke rendah berturut-turut adalah pada soal yang memuat tingkat kognitif knowing, applying dan reasoning. Berdasarkan domain konten, kemampuan siswa dari tinggi ke rendah berturut-turut adalah pada soal yang memuat konten number, geometry, data & chance dan algebra

    Zoom Meeting vs Google Classroom: Perbedaan Hasil Belajar Matematika Berdasarkan Platform Pembelajaran Daring

    Full text link
    Pandemi Covid mengakibatkan proses pembelajaran dilaksanakan secara daring sepenuhnya. Perubahan metode belajar memberikan dampak terhadap hasil belajar matematika siswa. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tepat dalam melaksanakan pembelajaran matematika secara daring, termasuk memilih platform pembelajaran daring. Di antara platform pembelajaran daring yang sering digunakan dalam pembelajaran matematika adalah Zoom Meeting dan Google Classroom. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil belajar matematika yang menggunakan platform Zoom Meeting dan Google Classroom. Penelitian ini menggunakan desain the post-test two experimental group design dengan dua kelompok perlakuan, yaitu kelompok Zoom Meeting dan kelompok Google Classroom. Perlakuan dilakukan kepada 197 mahasiswa IAIN Samarinda yang mengambil mata kuliah matematika. Hasil belajar matematika diambil dari skor UAS dan nilai akhir. Data yang diperoleh diolah dengan statistik deskriptif dan diuji beda menggunakan statistika non parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar matematika mahasiswa yang menggunakan Zoom Meeting lebih baik daripada Google Classroom. Meskipun begitu, platform Zoom Meeting dan Google Classroom tergolong efektif digunakan dalam pembelajaran matematika. Oleh karena itu, mengombinasikan kedua platform tersebut dalam pembelajaran matematika diduga meningkatkan kualitas pembelajaran matematika

    The Relationship between Mathematics Teachers TPACK and Students' Mathematical Resilience

    Full text link
    Previous research shows that teachers play a role in determining students' math resilience. However, there is still little research on the type of teacher competencies that support students' mathematical resilience. This study examines the effect of mathematics teachers Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) on students' math resilience. This quantitative study involved 163 students from a junior high school and four senior high schools in the East Kalimantan region. Data was collected through questionnaires that measured mathematics teachers' TPACK from the student perspective and students math resilience. Information about the gender of respondents is also collected. Data were analyzed using multiple linear regression and moderated regression. The results exposed that the mathematics teachers TPACK significantly affected students' math resilience. The components of Pedagogical Knowledge and Technological Pedagogical Content Knowledge partially affect students' math resilience. However, the study found no moderation by student gender on the relationship between mathematics teachers' TPACK and students' math resilience. This study contributes significantly to understanding the role of mathematics teachers' TPACK in improving students' math resilience. The results can be a reference for related parties, especially in developing more effective mathematics teacher training and competency development programs

    The Influence of Achievement Motivation and Self-Regulated Learning (SRL) on Students’ Mathematics Learning Outcomes

    No full text
    This study explores the significance of influence of achievement motivation and SRL toward students’ mathematics learning outcomes. This was an ex post facto research. The population was all tenth-grade students of MAN 2 Samarinda, West Kalimantan, Indonesia in the school year 2013/2014. The sample was selected by cluster sampling, as well as obtained four classes as a sample. The data were collected by questionnaires of achievement motivation and SRL, and math formative test. Furthermore, the data were analyzed by using multiple regression analysis. The results of this study is the assumption of regression equation Ŷ = -21,682 + 0,400X1 + 0,239X2 with F value is 40,043 and the significance is 0,000. Hence, there is a significant combination of achievement motivation and SRL through students’ mathematics achievement

    Literasi Matematika Siswa SMP IT Cordova Ditinjau dari Domain Konteks

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan literasi matematika siswa SMP IT Cordova ditinjau dari domain konteks, yaitu personal, occupational, societal dan scientific. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan kepada 117 siswa kelas IX SMP IT Cordova pada tahun pembelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan instrument berupa 16 butir soal model PISA yang telah dikembangkan pada penelitian sebelumnya. Instrumen penelitian telah melalui validasi oleh expert judgement. Reliabilitas soal tergolong baik yaitu, 0,835. Soal model PISA terdistribusi merata pada keempat domain konteks. Data penelitian berupa jawaban siswa yang diberi skor berdasarkan rubrik penskoran, lalu dikonversi ke skala 0-100. Skor tersebut dianalisis menggunakan statistik deskriptif lalu disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi matematika siswa SMP IT Cordova tergolong sedang. Berdasarkan domain konteks, literasi matematika SMP IT Cordova lebih dominan pada konteks scientific, yakni berada pada kategori tinggi. Sedangkan konteks occupational merupakan konteks yang paling rendah dikuasai oleh siswa SMP IT Cordova meskipun masih dalam kategori sedang
    corecore