1,721,144 research outputs found

    Perubahan motif wisata religi kalangan generasi Z di Makam Nyai Hamdanah Kudus

    Full text link
    Maghfirotunnisa (2101036110). Skripsi ini berjudul “Perubahan Motif Wisata Religi Kalangan Generasi Z di Makam Nyai Hamdanah Kudus”. Makam Nyai Hamdanah Kudus merupakan salah satu destinasi wisata yang populer di media sosial karena dipercaya sebagai wasilah mendapatkan jodoh yang sholeh-sholehah. Konten viral mengenai keberkahan makam tersebut menarik banyak peziarah khususnya generasi Z untuk datang berziarah. Jika sebelumnya ziarah lebih berfokus pada aspek spiritual dan mengingat kematian, kini generasi Z melakukannya dengan berbagai tujuan, misalnya: mencari keberkahan jodoh, mengikuti tren media sosial, atau sekadar membuat konten. Hal ini menunjukkan adanya perubahan motif ziarah di kalangan generasi Z, khususnya di Makam Nyai Hamdanah Kudus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perubahan motif ziarah di kalangan generasi Z pada Makam Nyai Hamdanah Kudus serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan motif ziarah di makam tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus melalui wawancara, observasi dan dokumentasi dalam pengumpulan datanya, serta menggunakan teknik analisis data yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ziarah di Makam Nyai Hamdanah mengalami perubahan motif di kalangan generasi Z. Awalnya, ziarah dilakukan untuk tujuan religius seperti tawasul dan tabarukan. Namun, di kalangan generasi Z, motif tersebut telah berkembang menjadi lebih beragam termasuk meminta wasilah jodoh, hingga mengikuti tren di media sosial yang didorong karena FOMO. Perubahan motif tersebut dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu: sosial, religiusitas, dan psikologis. Faktor sosial dipengaruhi oleh media sosial yang mempopulerkan makam tersebut dan menciptakan tren yang diikuti oleh generasi muda. Faktor religiusitas berkaitan dengan keyakinan dan keberkahan akan Nyai Hamdanah, khususnya dalam hal jodoh yang didukung oleh ijazah dari seorang ulama. Faktor psikologis melibatkan kecemasan generasi Z terkait jodoh yang mendorong mereka mencari solusi melalui ziarah. Fenomena ini menunjukkan bahwa motif ziarah kini tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga terkait dengan pengaruh sosial dan psikologis yang berkembang di masyarakat

    Perubahan Motif Wisata Religi Kalangan Generasi Z di Makam Nyai Hamdanah Kudus

    Full text link
    The Tomb of Nyai Hamdanah Kudus is one of the popular tourist destinations on social media because it is believed to be a testament to be a means of finding a pious soul mate. Viral content about the blessings of the tomb attracts many pilgrims, especially generation Z to come on a pilgrimage. If previously pilgrimages focused more on spiritual aspects and remembering death, now Generation Z does it with various purposes, for example: seeking the blessing of a soul mate, following social media trends, or simply creating content. This shows that there is a change in pilgrimage motifs among generation Z, especially at the Tomb of Nyai Hamdanah Kudus. The purpose of this study is to identify changes in pilgrimage motifs among generation Z at the Tomb of Nyai Hamdanah Kudus and analyze the factors that influence change in the motives for pilgrimage at the tomb. The research method used in this study is a qualitative method using a case study approach through interviews, observation and documentation in data collection, as well as using data analysis techniques which include data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The results of the study show that pilgrimage activities at the Nyai Hamdanah’s Tomb has changed its motives among generation Z. Initially, pilgrimages was carried out for religious purposes such as tawasul and tabarukan. However, among Generation Z, these motives have developed into more diverse including asking for a soul mate, seeking inner peace, to following trends on social media driven by FOMO. The change in motives is influenced by three main factors, namely: social, religiosity, and psychological. This phenomenon shows that the motive of pilgrimage is now not only spiritual, but also related to the social and psychological influence that develops in society.Makam Nyai Hamdanah Kudus merupakan salah satu destinasi wisata yang populer di media sosial karena dipercaya sebagai wasilah mendapatkan jodoh yang sholeh-sholehah. Konten viral mengenai keberkahan makam tersebut menarik banyak peziarah khususnya generasi Z untuk datang berziarah. Jika sebelumnya ziarah lebih berfokus pada aspek spiritual dan mengingat kematian, kini generasi Z melakukannya dengan berbagai tujuan, misalnya: mencari keberkahan jodoh, mengikuti tren media sosial, atau sekadar membuat konten. Hal ini menunjukkan adanya perubahan motif ziarah di kalangan generasi Z, khususnya di Makam Nyai Hamdanah Kudus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perubahan motif ziarah di kalangan generasi Z pada Makam Nyai Hamdanah Kudus serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan motif ziarah di makam tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus melalui wawancara, observasi dan dokumentasi dalam pengumpulan datanya, serta menggunakan teknik analisis data yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ziarah di Makam Nyai Hamdanah mengalami perubahan motif di kalangan generasi Z. Awalnya, ziarah dilakukan untuk tujuan religius seperti tawasul dan tabarukan. Namun, di kalangan generasi Z, motif tersebut telah berkembang menjadi lebih beragam termasuk meminta wasilah jodoh, mencari ketenangan batin, hingga mengikuti tren di media sosial yang didorong karena FOMO. Perubahan motif tersebut dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu: sosial, religiusitas, dan psikologis. Fenomena ini menunjukkan bahwa motif ziarah kini tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga terkait dengan pengaruh sosial dan psikologis yang berkembang di masyaraka

    Akhlak Berpakaian Di Kalangan Mahasiswi UIN Antasari Banjarmasin Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Jurusan Pendidikan Agama Islam Angkatan 2015

    Full text link
    Hamdanah. 2017. Akhlak Berpakaian Di Kalangan Mahasiswi UIN Antasari Banjarmasin Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Jurusan Pendidikan Agama Islam Angkatan 2015. Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Pembimbing Dra. Hj Rusdiana Hamid, M.Ag. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sebuah kewajiban bagi seorang wanita yang harus dipatuhi dan dilaksanakan yaitu menutup aurat. Salah satu cara menutup aurat adalah dengan pakaian. Pakaian pada dasarnya adalah kebutuhan primer (pokok) yang sangat dibutuhkan oleh manusia selain makanan dan tempat tinggal yang berfungsi untuk menutup tubuh dan juga sebagai lambang status seseorang dalam masyarakat. Sebab berpakaian merupakan perwujudan dari sifat dasar manusia yang mempunyai rasa malu sehingga berusaha selalu menutupi tubuhnya. Dalam ajaran Islam, pakaian bukan semata-mata masalah budaya dan mode. Islam menetapkan batasan-batasan tertentu untuk laki-laki maupun perempuan. Khususnya bagi seorang muslimah mereka memiliki pakaian khusus yang menunjukkan jati dirinya sebagai seorang musimah sejati. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana Akhlak Berpakaian Di Kalangan Mahasiswi UIN Antasari Banjarmasin Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Jurusan Pendidikan Agama Islam Angkatan 2015. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif dan dengan analisis deskriftif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik editing, koding, interpretasi data. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswi UIN Antasari Banjarmasin Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Jurusan Pendidikan Agama Islam angkatan 2015. Objek penelitian ini adalah tentang bagaimana akhlak berpakaian di kalangan mahasiswi UIN Antasari Banjarmasin Fakultas Tarbiyah dan Keguruan JurusanPendidikan Agama Islam angkatan 2015. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa akhlak berpakaian di kalangan mahasiswi UIN Antasari Banjarmasin Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Jurusan Pendidikan Agama Islam angkatan 2015 sudah terlaksana cukup baik walau masih ada segelintir kecil mahasiswi yang pakaiannya kurang sesuai dengan syariat Islam

    Penerapan Strategi Index Card Match pada Pembelajaran Tematik di Kelas IV MI Darul Ulum Pekauman Banjarmasin

    Full text link
    Hamdanah. 2019. Penerapan Strategi Index Card Match pada Pembelajaran Tematik di Kelas IV MI Darul Ulum Pekauman Banjarmasin. Skripsi, Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Rusdiana Husaini, M. Ag (II) Dr. Syaiful Bahri Djamarah, M. Ag. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya keinginan guru untuk meningkatkan penggunaan strategi yang mampu mengaktifkan peserta didik dalam pembelajaran tematik, salah satunya adalah strategi index card match. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan strategi index card match pada pembelajaran tematik di kelas IV MI Darul Ulum Pekauman Banjarmasin serta untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Field Research) dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah satu orang guru mata pelajaran tematik dan peserta didik kelas IV MI Darul Ulum Pekauman Banjarmasin, sedangkan objek dalam penelitian ini adalah penerapan strategi index card match pada pembelajaran tematik di kelas IV MI Darul Ulum Pekauman Banjarmasin dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kesimpulan dibuat menggunakan metode induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi index card match pada pembelajaran tematik di kelas IV MI Darul Ulum Pekauman Banjarmasin sudah terlaksana sesuai dengan langkah-langkahnya, hanya saja pada saat pasangan bergantian membacakan soal yang diperoleh, guru tidak memberikan kesempatan kepada pasangan lainnya untuk menjawab soal tersebut, seharusnya guru memberikan kesempatan kepada pasangan-pasangan yang lain untuk menjawab soal tersebut. Adapun faktor yang mempengaruhi penerapan strategi index card match pada pembelajaran tematik di kelas IV MI Darul Ulum Pekauman Banjarmasin meliputi faktor guru, yaitu guru yang memiliki latar belakang pendidikan yang sudah sesuai dengan bidangnya dan sudah cukup berpengalaman dalam mengajar, serta faktor peserta didik, yaitu minat dan perhatian yang baik terhadap pembelajaran

    Upaya Meningkatkan Kemampuan Siswa Dalam Melafalkan Makharijul Huruf Surah-Surah Pendek Melalui Metode Drill Pada Kelas V Madrasah Islam Al-Aman Banjarmasin

    Full text link
    Hamdanah. 2011. Upaya Meningkatkan Kemampuan Siswa Dalam Melafalkan Makharijul Huruf Surah-Surah Pendek Melalui Metode Drill Pada Kelas V Madrasah Islam Al-Aman Banjarmasin. Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah. Pembimbing: (I) Drs. Haderani, M.Pd.I (II) Surawardi, S.Ag, M.Ag. Penelitian ini berawal dari keadaan rendahnya kemampuan siswa dalam melafalkan makharijul huruf surah-surah pendek, serta belum ditemukannya metode pembelajaran yang tepat dan efesien agar bisa meningkatkan kemampuan melafalkan makharijul huruf surah-surah pendek siswa kelas V Madrasah Islam Al-Aman Banjarmasin. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan melafalkan makharijul huruf surah-surah pendek siswa kelas V Madrasah Islam Al-Aman Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian tindakan kelas, yaitu bentuk pembelajaran yang bersifat reflektif untuk memperbaiki kondisi pembelajaran dan meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan melaksanakan tugas dengan proses pengkajian berdaur, yaitu merencanakan, melaksanakan tindakan, mengamati, dan merefleksi tentang permasalahan rendahnya kemampuan melafalkan makharijul huruf surah-surah pendek siswa kelas V Madrasah Islam Al-Aman Banjarmasin. Untuk itu direncanakan tindakan kelas dalam upaya meningkatkan kemampuan melafalkan makharijul huruf surah-surah pendek mata pelajaran Al-Qur’an Hadits dengan pembelajaran melalui metode drill. Tindakan kelas yang dilaksanakan dalam menerapkan pembelajaran melalui metode drill pada pembelajaran Al-Qur’an Hadits di kelas V dilakukan dengan dua cara pengamatan, yaitu 1) Pengamatan langsung yang dilakukan peneliti terhadap kegiatan pembelajaran melalui metode drill. 2) Pengamatan partisipasi yang dilakukan oleh guru sejawat untuk mengamati kegiatan pembelajaran 2 x 35 menit selama tiga siklus sesuai tahapan-tahapan proses belajar mengajar di kelas. Berdasarkan refleksi hasil tindakan kelas siklus I, siklus II, dan siklus III penelitian ini, diperoleh data : a) Kegiatan pembelajaran berada dalam kategori sangat baik, hal ini dilihat dari hasil observasi teman sejawat terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan peneliti diperoleh rata-rata ketiga siklus 86,21%. b) Aktivitas siswa dalam pembelajaran berada dalam katagori baik, hal ini dilihat dari hasil observasi teman sejawat terhadap aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran, diperoleh rata-rata ketiga siklus 75,56%. c) Terjadinya peningkatan hasil tes dari siklus I, siklus II dan siklus III, Hal ini dapat dilihat dari tes hasil belajar siswa. Rata-rata nilai siswa siklus I memperoleh nilai rata-rata 66,67 di bawah indikator ketuntasan belajar, meningkat pada siklus II menjadi 72,67 masih di bawah indikator ketuntasan belajar, siklus III menjadi 78 di atas indikator ketuntasan belajar yang ditetapkan sebelumnya. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran makharijul huruf surah-surah pendek melalui metode drill dinyatakan berhasil dan dapat meningkatkan kemampuan melafalkan makharijul huruf siswa kelas V Madrasah Islam Al-Aman Banjarmasin

    Meningkatkan Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Qur’an Hadits Materi Hadits Dengan Strategi Tes Acak Pada Siswa Kelas IV MI Darul Aman Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut Tahun Pelajaran 2014/2015

    Full text link
    Hamdanah. 2015. Meningkatkan Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Qur’an Hadits Materi Hadits Dengan Strategi Tes Acak Pada Siswa Kelas IV MI Darul Aman Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut Tahun Pelajaran 2014/2015. Skripsi, Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah, Pembimbing: Drs. H. Imran Sarman, M.Ag. Kata Kunci: Hasil Belajar, Strategi Tes Acak. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana aktivitas guru, aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan strategi tes acak. Dan apakah dengan strategi tes acak pada materi hadis dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV MI Darul Aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas guru dan aktivitas siswa dalam pembelajaran serta untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV MI Aman untuk mata pelajaran Qur’an Hadis dengan menggunakan strategi tes acak. Metode yang digunakan disini adalah metode deskriptif kualitatif penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus penelitian. Pada setiap siklus yakni siklus 1 dan siklus 2 terdiri atas dua kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV MI Darul Aman tahun pelajaran 2014/2015, dengan jumlah siswa 21 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh melalui teknik observasi dan tes tertulis, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah rata-rata dan persentasi. Hasil penelitian ini diperoleh (1) kegiatan guru dalam pembelajaran mengalami peningkatan dari akhir siklus I sebesar 78,85% menjadi sebesar 88,45% di akhir siklus II, jika pada siklus I kesiapan siswa, penyampaian tujuan pembelajaran tidak disampaikan, pelaksanaan pembelajaran secara runtut, menyimpulkan pelajaran bersama siswa belum dilaksanakan, maka pada siklus II beberapa komponen itu sudah dilaksanakan; (2) Partisipasi siswa mengalami peningkatan dari akhir siklus I ke akhir siklus II sebesar 66,25% menjadi 76,25%, jika pada siklus I masih ada beberapa komponen siswa yang harus ditingkatkan yaitu mendengarkan penjelasan guru, menjawab pertanyaan guru, aktivitas dalam kelompok, keceriaan dan antusiasme siswa dalam pembelajaran, menyimpulkan materi, maka pada siklus II beberapa komponen itu sudah bagus dilaksanakan siswa; (3) Hasil belajar siswa secara individual juga mengalami peningkatan dengan rata-rata sebesar 58,99 (akhir siklus 1) menjadi 77,38 (akhir siklus II), maka hasil yang dicapai sudah diatas standar ketuntasan belajar yang ditetapkan yaitu 70,00

    Problematika Pembelajaran Alquran Hadis di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Pemurus Dalam Banjarmasin

    Full text link
    Hamdanah. 2015. Problematika Pembelajaran Alquran Hadis di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Pemurus Dalam Banjarmasin. Skripsi, Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Pembimbing: Tamjidnor, S. Ag., M. Pd. I Kata Kunci: Problematika, Pembelajaran, Alquran Hadis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui problematika pembelajaran Alquran Hadis kelas IV MIN Pemurus Dalam Banjarmasin dan faktor-faktor yang mempengaruhi problematika pembelajaran Alquran Hadis kelas IV di MIN Pemurus Dalam Banjarmasin. Subjek penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas IV yang berjumlah 58 orang dan 1 orang guru mata pelajaran Alquran Hadis yang mengajar di kelas IV. Sedangkan objek penelitian ini adalah problematika pembelajaran Alquran Hadis kelas IV di MIN Pemurus Dalam Banjarmasin. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Adapun teknik pengolahan data yang digunakan adalah editing, tabulating, klasifikasi data, dan interpretasi data, kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan penarikan kesimpulan secara induktif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode dekriptif kualitatif yakni prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa problematika pembelajaran Alquran Hadis meliputi problematika yang berhubungan dengan peserta didik, penguasaan dan pengembangan materi, metode mengajar, media pembelajaran, serta evaluasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi problematika pembelajaran Alquran Hadis meliputi faktor siswa, faktor guru, faktor fasilitas belajar, dan faktor lingkungan belajar
    corecore