1,720,985 research outputs found

    TINDAKAN NEGARA TERKAIT PERISTIWA G30S: STUDI MAKNA GADAMERIAN PADA PESELAMAT

    Get PDF
    This study aims to gain knowledge of a deep understanding of the state action related to the G30S event. The research method used was a qualitative research approach initiated by Gadamer's hermeneutics. The results showed that state action against survivors were to arrest, investigate, and imprison them to the island of Buru (for men survivors) and Plantungan (for women survivors). The G30S event, by survivors, was interpreted as a story of the assassination of the generals by Indonesian Communist Party (PKI), as well as the form of a political conspiracy for Sukarno’s power within ideological background. Investigation and arrest were interpreted by them as an act of unwarranted, political scapegoat, and a form of abuse against them. While prison life, for survivors, was as a form of forced labor, punishment to stigmatize and isolate women Keywords: State Action, the G30S event, Meaning, and Survivor.   Tulisan ini mendeskripsikan secara mendalam tindakan negara terkait peristiwa G30S. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan hermeneutika yang digagas Gadamer. Hasil penelitian menunjukkan tindakan negara terhadap peselamat adalah melakukan penangkapan, pemeriksaan, dan penahanan serta memenjarakan mereka ke pulau Buru (untuk peselamat laki-laki) dan Plantungan (untuk peselamat perempuan). Peristiwa G30S oleh peselamat dimaknai sebagai kisah pembunuhan para jendral oleh PKI, bentuk konspirasi politik memperebutkan kekuasaan Soekarno dengan latar belakang ideologi. Pemeriksaan dan penangkapan dimaknai peselamat sebagai tindakan tidak beralasan, politik kambing hitam, dan sebagai bentuk kesewenang-wenangan terhadap peselamat. Kehidupan penjara dimaknai peselamat sebagai bentuk kerja paksa, hukuman dengan menstigmatisasi dan mengisolasi kaum perempuan. Kata kunci: Tindakan Negara, Peristiwa G30S, Makna, dan  Peselamat.      </p

    REPOSISI PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL DALAM MENGHADAPI ERA GLOBAL

    No full text
    Selain orang-orang besar atau The Big Man, narasi sejarah Indonesia masih berkutat pada upaya membangun nasionalisme warga negara. Padahal saat ini, di tengah perubahan sosial yang begitu cepat berlangsung, aspek-aspek karakteristik masyarakat semakin banyak yang perlu dikuatkan, seperti empati, kearifan, kecerdasan ekologi, keserdasan sosial, intelegensia politik, dan banyak lagi. Gagasan penting yang coba ditawarkan melalui artikel ini adalah 1) dominasi narasi politik dalam kurikulum sejarah terasa kering, konsekueni dari itu adalah tersingkirnya materi bercorak lokalitas dari struktur kurikulum yang sebenarnya memerlukan keragaman perspektif dan kajian; 2) perlunya memperhatikan keragaman sejarah lokal sebagai sumber pembelajaran yang lebih dinamis dan memungkinkan diskursus baru bagi pembelajaran di sekolah; dan 3) sejarah lokal perlu direposisi untuk mendapatkan bentuk yang lebih ideal dalam kurikulum sejarah. Sehingga pembelajaran sejarah akan lebih menarik dan mampu menjawab tantangan di era global

    REPOSISI PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL DALAM MENGHADAPI ERA GLOBAL

    No full text
    Selain orang-orang besar atau The Big Man, narasi sejarah Indonesia masih berkutat pada upaya membangun nasionalisme warga negara. Padahal saat ini, di tengah perubahan sosial yang begitu cepat berlangsung, aspek-aspek karakteristik masyarakat semakin banyak yang perlu dikuatkan, seperti empati, kearifan, kecerdasan ekologi, keserdasan sosial, intelegensia politik, dan banyak lagi. Gagasan penting yang coba ditawarkan melalui artikel ini adalah 1) dominasi narasi politik dalam kurikulum sejarah terasa kering, konsekueni dari itu adalah tersingkirnya materi bercorak lokalitas dari struktur kurikulum yang sebenarnya memerlukan keragaman perspektif dan kajian; 2) perlunya memperhatikan keragaman sejarah lokal sebagai sumber pembelajaran yang lebih dinamis dan memungkinkan diskursus baru bagi pembelajaran di sekolah; dan 3) sejarah lokal perlu direposisi untuk mendapatkan bentuk yang lebih ideal dalam kurikulum sejarah. Sehingga pembelajaran sejarah akan lebih menarik dan mampu menjawab tantangan di era global

    Penggunaan Bahan Ajar Sejarah Peminatan dan Apresiasi Siswa SMA/MA Kabupaten Brebes

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan bahan ajar Sejarah Peminatan materi ‘Peradaban Awal Dunia’ oleh guru sejarah di tiga SMA/MA di Brebes, kemudian untuk mengetahui apresiasi siswa terhadap bahan ajar yang digunakan pada pembelajaran sejarah, dan implementasi bahan ajar pada pembelajaran sejarah. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi langsung, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan buku ajar yang disediakan sekolah belum optimal, meskipun demikian guru menggunakan bahan ajar yang bervariatif sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.  Apresiasi siswa pada aspek menghargai dan menilai buku ajar menunjukan keseragaman, namun pada aspek menghayati/memaknai siswa dari dua sekolah yakni MAN 2 Brebes dan  SMA N 1 Bantarkawung diketahui sebagian kecil tidak memiliki buku ajar penunjang yakni LKS dan ringkasan materi yang disusun oleh guru yang mengidikasikan bahwa siswa belum menghayati/ memaknai buku ajar sebagai unsur yang penting dalam pembelajaran sejarah. impelentasi bahan ajar oleh guru dilakukan dengan mengintegrasikan bahan ajar dalam metode pembelajaran yang menarik bervariasi, namun dua dari tiga sekolah mengalami kendala dalam teknis penggunaan media pembelajaran yakni ketersediaan LCD dan Proyektor yang kurang memadai

    Konstruksi Sosial Guru Sejarah Terhadap Pembelajaran Sejarah Kurikulum 2013 Pada SMA di Kabupaten Semarang

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan konstruksi sosial guru sejarah terhadap Kurikulum 2013, mendeskripsikan implementasi Kurikulum 2013 dan kendala pelaksanaan Kurikulum 2013 dalam pembelajaran sejarah pada SMA di Kabupaten Semarang. Penelitian ini termasuk penelitain kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, dokumen, dan observasi. Teknik analisis dalam penelitian ini dengan menggunakan metode pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa pada penerapan Kurikulum 2013 dalam pembelajaran sejarah, konstruksi sosial guru sejarah terhadap Kurikulum 2013 pada SMA di Kabupaten Semarang bervariasi, karena proses dialektika yang guru alami melalui pengalaman yang berbeda dan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Guru dalam mengimpelentasikan Kurikulum 2013 pada pembelajaran disesuaikan dengan karakteristik sekolah, sarana dan prasarana sekolah, serta karakteristik siswa, dalam penerapan Kurikulum 2013 menimbulkan kendala yang beragam. Kendala yang dihadapi guru yaitu mengenai keaktifan siswa, kurangnya literasi, penggunaan model dan metode pembelajaran, serta kurangnya pelatihan bagi guru untuk membantu pemahaman guru mengenai penerapan Kurikulum 2013 dalam pembelajaran

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    The Implementation of Character Education on the Thematics Learning for the Fourth Graders of Primary Schools

    Get PDF
    This research aims to describe the character education implementation in the fourth-grade thematics learning of primary schools. This research applies a descriptive qualitative method. The technique of collecting the data is purposive sampling. The subjects consisted of SD Islam Al Madina, SDN Petompon 01, and SD Marsudirini. The techniques for collecting the data were deep interviews, observation, and documentation. The techniques of the data validity were a source and method triangulation. The findings showed the character education on thematic learning of the fourth graders of the schools had been promoted by integrating the character values in three stages. They were planning, acting, and evaluating. Each stage had different activities and internalized different character values. They were adjusted with the specific features, vision, mission, and objectives of the schools. The implications of this research are to describe the ways to implement character education in thematic learning at Primary Schools. Thus, the character values could be internalized well for the students during the classroom learning activity

    Keberadaan Keluarga Tkw Jawa Timur Berbasis Arena Produksi Kultural

    Get PDF
    This study examines the issues facing families in East Java Indonesia TKW based habitus and the spaces where they lived and the role of space in the arena or producing culture family TKW in East Java. Through this study, qualitative approach to generate findings that consumption pattern of families and family life style TKW tend to consumtion. While that view of life off his wife into a TKW is not based on the value of culture and religion. Parenting family TKW which is not presents, are likely to have an impact on children's delinquency. While the husband who left a lot of do behavior deviant. As long as there is no institution that conducts training specifically on the family TKW
    corecore