27 research outputs found

    BETWEEN THE CLASSICAL MU'TAZILITES AND NEO-MU'TAZILITES: AN ANALYSIS OF HARUN NASUTION’S MODERN ISLAMIC THOUGHT IN INDONESIA

    Get PDF
    Lately, the classical schools of Islamic theology are generally associated with various modern movements such as Neo-Kharijites and Neo-Mu'tazilites especially in terms of their negative influence. This paper aims at critically analyzing the way in which modern Muslim scholars claim the legacy of the classical Mu‘tazilite school. It specifically offers a critical overview of the spirit and contents of both early Islamic movements. It is attempted to draw a more objective picture of the classical Mu‘tazilite school, based on their primary sources. The Indonesian Harun Nasution is taken as an example of a Neo-Mu‘tazilite scholar.  This paper argues that the original Mu’tazilite spirit is not accurately represented by Harun Nasution. The Mu‘tazilite was the first theological school who tried to defend and preserve the original teachings of Islam in the face of the many challenges of their time. Today, the Mu‘tazilite school is often misrepresented by portraying it as a purely rationalistic school and liberal thought. It is the view of the author that the misrepresentation of the Mu‘tazilite school as being a radical school of thought that propagated liberal society solely guided by reason, will bring bad consequence to the understanding and development of Muslim society in general. It can be either giving opportunity to the rise of liberal society with the claim of past root of the history of Muslims as occurred in Nasution’s case or rejecting reason from being important source of knowledge acknowledged by Islam.   Keywords: Harun Nasution, Indonesia, Mu‘tazilite, Neo-Mu‘tazilite, rationalism.   Cite as: Abd Rahman, A. A. (2020). Between the classical Mu'tazilites and Neo-Mu'tazilites: An analysis of Harun Nasution’s modern Islamic thought in Indonesia.  Journal of Nusantara Studies, 5(1), 336-355. http://dx.doi.org/10.24200/jonus.vol5iss1pp336-35

    PERENCANAAN PEMBELAJARAN DOSEN JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN SUMATERA UTARA

    Get PDF
    Merencanakan pembelajaran merupakan tugas dosen termasuk dosen di jurusan Pendidikan Agama Islam sebelum melaksanakan perkuliahan, sebab perencanaan yang dirancang oleh dosen dalam pembelajaran akan mempengaruhi ketercapaian tujuan pembelajaran itu sendiri. Perencanaan pembelajaran mencakup aktivitas memperkirakan kebutuhan belajar, memiliki pokok bahasan, tugas dan tujuan umum, meneliti ciri pembelajaran, menetukan isi pembelajaran dan analisis tugas, menyatakan tujuan pembelajaran, merancang kegiatan pembelajaran, memilih media, merinci pelayanan penunjang, mengavaluasi hasil belajar, dan memberikan uji awal untuk menentukan persiapan pembelajaran dalam mempelajari pokok bahasan. Adapun tujuan hasil penelitian ini untuk melihat  isi dari laporan RPP/RPS dosen  jurusan, dengan mengetahui kenyataan yang ada maka pihak fakultas khususnya juusan PAI dapat memberikan pelatihan dan informasi mengenai RPP/RPS yang terbaru sehingga ketika proses pembelajaran lebih inovatif dan menyenangkan mahasiswa sehingga kemampuan mereka lebih meningkat sehingga ilmu yang mereka peroleh dapat diaplikasikan ditengah masyaraka

    AYAT DENGAN TERM BUNAYYA DALAM ALQUR’AN DAN IMPLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN

    Get PDF
    Anak dengan sebutan term ibn dianalogikan sebagai sebuah bangunan, sesiapapun yang membina, melayani dan mendidik anak maka siterdidik disebut dengan anaknya (abnah), penggunakan term ibn dengan bentuk tashgir menunjukkan perlakuan terhadap anak harus dengan lemah lembut, penuh kasih sayang dan dengan sikap kedekatan dalam rangka menjadikannya sebagai bangunan yang kokoh dngan materi pembinaan aqidah, akhlak dan ibadah dalam aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan, sehingga anak pada masa dewasanya akan tampil sebagai seorang yang bertaqwa kepada Allah Swt.

    MANUSIA PERTAMA DALAM PERSPEKTIF AL-QURAN

    Get PDF
    There are some hypotheses tried to describe the origin of human, but there is no the certainty of how the homo erectus was born. The only sources which is agreed by expert that homo sapiens came from homo erectus. In the Islamic belief, the humans are created particularly to serve Allah SWT and had role as khalifah in the world. The creating of basyar (the first human) is from clay which is derived from altered black mud, then Allah make his ancestry from sperm-drop. The creating of first human is from the process till perfection (tasawiyyah), not directly to be perfect as a human. It is understood from the word of tasawwiyah from sawwa means make perfection, the performing of something from the part until perfection. The process of creating the first human is said in the holy Quran with the verb like kun fayakun, nasy’, nabat and sawar. Adam as the Abu al-Basyr (the father of human) is the first human not as the successor or substitute of the previous human explicitly and implicitly, but as the first generation which is created by Allah as khalifah in the world.The keywords: human, perspective and Qura

    ALHIKMAH DALAM PERSPEKTIF ALQURAN AL-KARIM DAN IMPLIKASINYA TERHADAP TUGAS GURU

    Get PDF
    Hikmah seperti mata uang dua sisi, satu sisi sebagai ilmu pengetahuan dan sisi lainnya adalah pengamalan pengetahuan itu sendiri, orang yang memiliki hikmah adalah orang yang bijaksana karena dia berbuat sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya. Guru sebagi orang yang memiliki kewenangan melaksanakan tugas pembelajaran tugas mendidik anak unuk menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah, disebut dalam QS. An-Nahl: 125 harus melaksanakannya dengan “hikmah", sebagai tenaga pendidik harus memiliki pengetahuan yang mendalam dan benar tentang berbagai aspek yang berkaitan dengan proses pembelajaran itu sendiri, antara lainmemahami peserta didik, memiliki pengetahuan merancang pembelajaran, mengetahui dan menguasai substansi keilmuan, menjadi uswatun hasanah. Dari segi sikapguru harus memiliki sikap ikhlas, konsisten, sabar dan lemah lembut.  Bertindak sesuai dengan norma hukum, norma sosial dan memiliki konsistensi dalam bertindak sesuai dengan nilai-nilai agama, berakhlak mulia dan dapat menjadi teladan, dan memiliki perilaku yang diteladani peserta didik dan megamalkan terlebih dahulu informasi yang telah didapat sebelum disajikan kepada anak didikny

    Human Fithrah in The Quran Perspective (Study Of Surah Al-'Araf Verse 172 And Ar-Rum Verse 30) And Its Implications in Learning

    Get PDF
    The actual problem of religious education in schools/madrasas at this time is the incompatibility of the results of religious education taught in schools/madrasas with the demands of religious teachings themselves, religious education tends to be oriented to the process of transferring religious knowledge and has not fully aimed at actualizing human nature as referred to in QS. al-'Araf/ 6:172 and Ar-Rum verse 30, namely individuals who submit and obey hanif. It is necessary to study specifically what the implications of human nature are with learning. Man created by God has physical and psychological potential, the potential that allows him to submit and obey God and become a caliph on earth. For this potential to exist in human life, efforts to grow and develop this religious nature must go through education, guidance, learning, and training both physically and mentally. formal or informal. For this reason, it is necessary to formulate educational/learning objectives, plan learning materials, and implement the learning process that must be in line with human nature

    Perencanaan Pembelajaran Dosen Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan UIN Sumatera Utara

    Get PDF
    Merencanakan pembelajaran merupakan tugas dosen termasuk dosen di jurusan Pendidikan Agama Islam sebelum melaksanakan perkuliahan, sebab perencanaan yang dirancang oleh dosen dalam pembelajaran akan mempengaruhi ketercapaian tujuan pembelajaran itu sendiri. Perencanaan pembelajaran mencakup aktivitas memperkirakan kebutuhan belajar, memiliki pokok bahasan, tugas dan tujuan umum, meneliti ciri pembelajaran, menetukan isi pembelajaran dan analisis tugas, menyatakan tujuan pembelajaran, merancang kegiatan pembelajaran, memilih media, merinci pelayanan penunjang, mengavaluasi hasil belajar, dan memberikan uji awal untuk menentukan persiapan pembelajaran dalam mempelajari pokok bahasan. Adapun tujuan hasil penelitian ini untuk melihat isi dari laporan RPP/RPS dosen jurusan, dengan mengetahui kenyataan yang ada maka pihak fakultas khususnya juusan PAI dapat memberikan pelatihan dan informasi mengenai RPP/RPS yang terbaru sehingga ketika proses pembelajaran lebih inovatif dan menyenangkan mahasiswa sehingga kemampuan mereka lebih meningkat sehingga ilmu yang mereka peroleh dapat diaplikasikan ditengah masyarakat

    The Influence of Product Innovation, Promotions, and Prices on the Decision to Purchase Oppo Brand Smartphones at the Aulia Ponsel Store Rantauprapat

    No full text
    The telecommunications business is very numerous and diverse nowadays, one of which is the smartphone sales business. OPPO brand smartphones are offered at low and medium prices for the lower and middle class, many are offered by agents, shops, and retailers, giving rise to increasingly tight competition among manufacturers. This research aims to determine and analyze the influence of product innovation, promotion, and price on purchasing decisions for OPPO brand smartphones at the Aulia Ponsel store in Rantauprapat. The method used in this research is associative research with quantitative techniques. The population in this study were all consumers at the Aulia Ponsel store in Rantauprapat, while the sample that met the observation sampling criteria was 316 people. Data collection techniques in this research used the Classical Assumption Test, Multiple Regression, t-test and F Test, and Coefficient of Determination. Data processing in this research using the SPSS version 25.0 software program was used to test the validity and reliability of the instruments and relationships hypothesized in the proposed theoretical model

    Pengaruh Pendidikan, Promosi Jabatan, Lingkungan Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Pada Kantor Samsat Rantauprapat

    No full text
    Penelitian Ini Bertujuan Untuk Menganalisis Pengaruh Pendidikan, Promosi Jabatan, Lingkungan Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Pada Kantor Samsat Rantauprapat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kuantitatif. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah pegawai Kantor Samsat Rantauprapat sebanyak 45 orang. Sampel penelitian menggunakan teknik sampling jenuh dengan menarik seluruh populasi yang ada untuk dijadikan sebagai sampel penelitian dengan jumlah sebanyak 45 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, studi dokumentasi dan kuesioner. Metode analisis penelitian ini adalah regresi linear berganda dengan program SPSS. Hasil penelitian membuktikan bahwa Pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja Pegawai pada Kantor Samsat Rantauprapat. Promosi Jabatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja Pegawai pada Kantor Samsat Rantauprapat. Lingkungan Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja Pegawai pada Kantor Samsat Rantauprapat. Motivasi Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja Pegawai pada Kantor Samsat Rantauprapat. Pendidikan, Promosi Jabatan, Lingkungan Kerja Dan Motivasi Kerja secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja Pegawai pada Kantor Samsat Rantauprapat. Koefisien determinasi sebesar 0,730 artinya Kepuasan Kerja Pegawai mampu dijelaskan oleh variabel Pendidikan (X1), Promosi Jabatan (X2), Lingkungan Kerja (X3) dan Motivasi Kerja (X4) sebesar 73%, sedangkan sisanya sebesar 27% dapat dijelaskan oleh variabel lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

    A Model Of Cultivating Morality In Fikih Learning Strategies Course

    Get PDF
    This study aims to find a model of instilling morals carried out by lecturers in the fiqh learning strategy course. This research uses a qualitative approach with a descriptive study method, meaning that the researcher describes the actual phenomena related to the model of inculcating morals in the lecture process. Collecting research data using the method of observation, interviews, and documentation studies. Data analysis using data reduction techniques, data presentation, and drawing conclusions. The data sources for this research were lecturers of the science learning strategy course (key informants) and students (supporting informants) at FITK UIN North Sumatra Medan. Test the validity of the research using data triangulation techniques. The results of this study concluded that the model of inculcating morals was carried out effectively and on target by lecturers in the fiqh learning strategy course towards students. This is characterized by two aspects, namely (1) instilling morals in students is given in learning activities, including preliminary activities, core activities, and closing activities; and (2) moral values that are instilled in students include morals towards Allah SWT, morals towards Rasulullah SAW, morals to oneself, and morals to fellow human beings
    corecore