13,313 research outputs found

    SYEKH ABDUL HALIM HASAN, 1901-1969: Akar Tradisi Intelektual di Sumatera Timur Awal Abad XX

    Full text link
    Abstrak: Penelitian ini mengkaji biografi dan kiprah intelektual Syekh Abdul Halim Hasan di Sumatera Timur. Keberlangsungan tradisi intelektual di Sumatera Timur dipengaruhi, salah satunya, oleh kemunculan ulama-ulama di kawasan ini. Sebagian mereka berasal dari etnis Melayu, dan tidak sedikit dari mereka merupakan ulama yang berasal dari etnis Mandailing yang merantau dari kawasan Tapanuli ke Sumatera Timur. Studi ini mengkaji bagaimana peran Syekh Abdul Halim Hasan yang berasal dari etnis Mandailing dalam mengembangkan tradisi intelektual Islam di Sumatera Timur. Dengan menggunakan pendekatan sosiologis-historis, studi ini mengajukan temuan bahwa Syekh Abdul Halim Hasan memberikan kontribusi bagi penguatan tradisi intelektual Islam di Sumatera Timur. Ia tidak saja menghasilkan karya akademik dalam berbagai bidang keislaman, tetapi juga mampu melahirkan ulama berbakat selain turut memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan di tanah kelahirannya.     Abstract: Syekh Abdul Halim Hasan, 1901-1969: The Roots of Intellectual Tradition of East Sumatra in Early 20th Centuries. This study examines the biography and intellectual work of Syekh Abdul Halim Hasan in East Sumatra. The continuation of intellectual traditions in East Sumatra is influenced, among others, by the emergence of scholars in the region. Some of these scholars were local Malays; but a few of them were from Mandailing ethnic who had migrated from South Tapanuli. This study examines the role of Syekh Abdul Halim Hasan, a migrating scholar from Mandailing, in developing Islamic intellectual traditions in East Sumatra. Using a sociological-historical approach, this study proposes the findings that Syekh Abdul Halim Hasan had indeed contributed significantly in strengthening Islamic intellectual traditions of the region. He authored academic works in various fields of Islam, trained younger talented scholars, and also involved in independence struggle in his homeland. Kata Kunci: Mandailing, Melayu, Sumatera Timur, Syekh Abdul Halim Hasa

    Keprihatinan Tuanku Abdul Halim

    Full text link
    KE BAWAH Duli Yang Maha Mulia Tuanku Sultan Abdul Halim Mu'adzam Shah diputerakan pada 28 November 1927 di Istana Anak Bukit, Alor Setar, Kedah

    Transkrip wawancara bersama Encik Mohd Asri bin Mokhtar usahawan budu cap Pati Bilis Sejati / Mohamad Nabil Abdul Halim and Muhaini Abdul Karim

    Full text link
    Temubual ini adalah antara pelajar, Mohamad Nabil Bin Abdul Halim dan Muhaini Binti Abdul Karim bersama tokoh perniagaan budu cap Pati Bilis Sejati, Encik Mohd Asri Bin Mokhtar di kediaman tokoh yang bertempat di Kampung Banggol Pauh, Bachok pada 3 Mei 2015. Temubual bersama tokoh ini adalah berkenaan dengan kisah hidup tokoh sebelum dan selepas menceburi bidang perniagaan budu. Antara topik-topik yang dibincangkan adalah berkenaan dengan latarbelakang tokoh dan keluarga, pendidikan tokoh dan keluarga, pengalaman pekerjaan, kisah pertemuan tokoh dan isteri, proses pembuatan budu, khasiat budu, serta strategi perniagaan yang dijalankan oleh Encik Mohd Asri dalam perniagaan budu beliau

    KIPRAH K.H. ABDUL HALIM DALAM BIDANG POLITIK TAHUN 1912-1955

    No full text
    Skripsi ini berjudul “Kiprah K.H. Abdul Halim Dalam Bidang Politik Tahum 1912-1955”. Permasalahan pokok yang dikaji adalah bagaimana kiprah K.H. Abdul Halim dalam bidang politik pada kurun waktu tahun 1912 sampai dengan 1955?. Permasalahan tersebut kemudian dituangkan dalam tiga buah pertanyaan pokok, yaitu: (1) Bagaimana latar belakang kehidupan dari K.H. Abdul Halim?, (2) Bagaimana pemikiran-pemikiran politik K.H. Abdul Halim?, (3) Bagaimana peran politik K.H. Abdul Halim dari masa penjajahan hingga kemerdekaan?. Tujuan khusus penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui kiprah K.H. Abdul Halim dalam bidang politik dari masa penjajahan Belanda sampai dengan masa Indonesia telah merdeka. Tujuan umum yaitu untuk memberikan perhatian agar pemerintah daerah dapat mendukung penulisan sejarah lokal di Jawa Barat, serta dapat dijadikan sumber bacaan dan sumber rujukan bagi para pelajar yang membacanya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode historis. Metode ini meliputi pengumpulan sumber primer maupun sekunder, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Untuk memperdalam analisis penelitian, penulis menggunakan pendekatan interdisipliner dengan menggunakan konsep dari ilmu politik. Selain itu juga dengan pengkajian terhadap penelitian terdahulu seperti tesis, disertasi, dan jurnal. K.H. Abdul Halim terlahir dengan nama Otong Syatori pada 26 Juni 1887. K.H. Abdul Halim tidak pernah mengenyam pendidikan formal, pendidikannya hanya dari pesantren ke pesantren. Pemikiran politik K.H. Abdul Halim lebih mengedepankan persatuan dan kesatuan umat yang lebih menekankan pada aspek moral. Pemikiran politik K.H. Abdul Halim banyak terpengaruh oleh guru-gurunya ketika berada di Mekah dan tulisan-tulisan tokoh pembaharu Islam. Awal mula kiprah K.H. Abdul Halim dalam bidang politik adalah ketika menjadi ketua Syarekat Islam cabang Majalengka pada tahun 1912 ketika masa penjajahan Belanda. Pada masa pendudukan Jepang, K.H. Abdul Halim masuk menjadi anggota MIAI, Chuo Sangi In, dan BPUPKI. Sesudah Indonesia merdeka, K.H. Abdul Halim menjadi anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP), Komite Nasional Indonesia Daerah (KNID) Karesidenan Cirebon, Bupati Masyarakat Majalengka, penggagas berdirinya Partai Masyumi, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sementara Provinsi Jawa Barat dan anggota konstituante. Selama berkiprah dalam bidang politik, K.H. Abdul Halim berusaha untuk menumbuhkan kesadaran berpolitik dan bernegara di kalangan umat Islam. Terungkapnya kiprah dan peranan K.H. Abdul Halim dalam bidang politik dari masa penjajahan Belanda sampai dengan masa Indonesia merdeka diharapkan akan menimbulkan kesadaran dan potensi juang bagi generasi muda sekarang. This thesis titled " The Gait K.H. Abdul Halim in politics years 1912-1955". The main problem studied is how gait KH Abdul Halim in politics during the period 1912 to 1955 ?. The problem is then poured in three main questions, namely: (1) What is the background of life of KH Abdul Halim ?, (2) How political thought KH Abdul Halim ?, (3) What political role K.H. Abdul Halim from the colonial period to independence ?. The specific objective of this paper is to determine the gait KH Abdul Halim in politics from the Netherlands colonial period until the time of Indonesia became independent. The general objective is to provide the attention that local governments can support the writing of local history in West Java, and can be used as a source of reading and reference source for students who read it. The method used is the historical method. This method involves the collection of primary and secondary sources, source criticism, interpretation and historiography. To deepen the analysis, the authors use an interdisciplinary approach through the concept of political science. In addition, the assessment of previous studies such as theses, dissertations, and journals. K.H. Abdul Halim was born with the name Otong Syatori on June 26, 1887. KH Abdul Halim never attended formal education, education only from the school to boarding school. Political thought K.H. Abdul Halim emphasizes the unity of the people who put more emphasis on the moral aspect. Political thought K.H. Abdul Halim much influenced by his teachers when he was in Mecca and writings of Muslim reformers. Beginning of gait K.H. Abdul Halim in politics is when the head of the Islamic Syarekat Majalengka branch in 1912 when the Netherlands colonial period. During the Japanese occupation, K.H. Abdul Halim become a member MIAI, Chuo Sangi In, and BPUPKI. After Indonesian independence, K.H. Abdul Halim became a member of the Central Indonesian National Committee (KNIP), Indonesian National Committee of Regions (KNID) residency Cirebon, Regent Majalengka Society, the initiator of the establishment Masjumi Party, member of Legislative Council while the Province of West Java and the constituent members. During take part in politics, K.H. Abdul Halim trying to raise awareness and state politics among Muslims. Disclosure of gait and role K.H. Abdul Halim in politics from the Netherlands colonial period until the time of Indonesia's independence is expected to lead to the awareness and potential of young people fighting for now

    Riwayat Perjuangan K.H. Abdul Halim

    No full text
    Merupakan buku tentang kisah perjuangan atau perjalanan hidup dari K.H. Abdul Halim yang ditulis oleh Miftahul Falah, S.S226hl

    Riwayat Perjuangan K.H. Abdul Halim

    No full text
    Merupakan buku tentang kisah perjuangan atau perjalanan hidup dari K.H. Abdul Halim yang ditulis oleh Miftahul Falah, S.S226hl

    Peran Syekh Abdul Halim Khatib dalam Penyebaran Islam di Mandailing Natal, 1906-1991

    Full text link
    This article aims to see how the role of Sheikh Abdul Halim Khatib in the spread of Islam in Mandailing Natal. Sheikh Abdul Halim Khatib is a major scholar figure who is quite well known in Mandailing Natal and its surroundings. However, the role of Sheikh Abdul Halim Khatib in developing the religion of Islam, especially in Purbabaru, the people there participated in many recitations, and the people there were more active in religion. The researcher aims to find out the historical process of the entry and development of Islam in Mandailing Natal, the life of Sheikh Abdul Halim Khatib and his role in the development of Islam in Mandailing Natal and the writings of Sheikh Abdul Halim Khatib in spreading Islam in Mandailing. The research that the author is doing is field research using historical research methods, and this research was conducted in Purbabaru Village, Lembah Sorik Marapi District, Mandailing Natal Regency, and the informants in this study were Musthafawiyah alums who were considered more knowledgeable about the role of Sheikh Abdul Halim Preacher. Sheikh Abdul Halim Khatib's relationship with the community is different from that of his teacher, Sheikh Musthafa Husein because he teaches more in the classroom, such as giving recitations at home to the community and his students on a scheduled basis, and Sheikh Abdul Halim Khatib has knowledge in the field of Sufism

    Biografi K.H. Abdul Halim (1887-1962)

    Full text link
    Kehadiran tokoh Abdul Halim di panggung sejarah kaum Muslim bumiputera telah membawa spirit tersendiri. Di tengah berkecamuknya wajah masyarakat yang cenderung statis, fatalis, Abdul Halim membesut pola kehidupan dinamis, progresif, dan mewartakan perang kepada segala bentuk penindasan dan ketidakadilan. Pengaruhnya, dari gerak perjuangan yang diamininya, telah banyak memberikan kontribusi bagi tumbuhnya pola-pola perjuangan yang kemudian diikuti generasi sesudahnya. Penelusuran Abdul Halim dan sejumlah aktivitasnya bermaksud mencari dan mereguk otentisitas perjuangannya. Ini menjadi penting, di tengah pergumulan gaya hidup yang selalu mengidolakan tokoh global, “kita” mesti bersikap arif terhadap tokoh lokal yang mempunyai andil besar dalam upayanya menemukan sejarah bangsa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang meliputi empat tahap, yaitu: heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Untuk memperoleh eksplanasi tentang persoalan yang diteliti digunakan pendekatan multi-dimensional dengan menggu-nakan teori konflik dari Ralp Dahrendorf. Berdasarkan hasil kajian ditemukan fakta sebagai berikut: Pertama, perjuangan Abdul Halim dalam menemukan identitas kebangsaan telah dirintis sejak masa mudanya hingga wafat menjemputnya. Kedua, melalui organisasi yang didirikannya, Abdul Halim berhasil memberikan solusi bagi masyarakat pribumi terutama dalam pendidikan, dakwah, dan sosial. Ketiga, sebagai penghargaan pemerintah terhadap segala perjuangan yang dimainkannya adalah anugerah tanda kehormatan dari Pemerintah Republik Indonesia berupa Bintang Mahaputera Utama pada 1992, anugerah Bintang Mahaputera Adipradana dan Pahlawan Nasional pada 2008

    Implementasi Pemikiran K.H Abdul Halim terhadap Pendidikan Agama dan Motivasi Beragama (Studi Kasus di Pondok Mufidah Santi Asromo Kabupaten Majalengka)

    Full text link
    ABDUL JALIL: Implementasi Pemikiran K.H Abdul Halim terhadap Pendidikan Agama dan Motivasi Beragama (Studi Kasus di Pondok Mufidah Santi Asromo Kabupaten Majalengka). Tesis, Cirebon: Pascasarjana Program Studi Pendidikan Agama Islam, IAIN Syekh Nurjati Cirebon, 2018. KH. Abdul Halim adalah ulama besar dan seorang tokoh pahlawan nasional yang berasal dari kabupaten Majalangka, Propinsi Jawa Barat. Beliau hidup sejaman dengan pendiri NU, yaitu KH. Hasyim Asy’ari dan pendiri Muhammadiyah, yaitu KH. Ahmad Dahlan. Pada garis besarnya, pokok-pokok pikiran KH. Abdul Halim bersumber dari penafsirannya tentang konsep al-Salam dan konsep santri lucu (santri yang terampil). Menurut pemahamannya, agama Islam memuat ajaran-ajaran yang bertujuan untuk membimbing manusia agar mereka dapat hidup selamat di dunia, dan memperoleh kesejahteraan hidup di akhirat. Penelitian ini difokuskan di Pondok Mufidah Santi Asromo, hal ini bertujuan untuk mengimplementasikan pemikiran KH.Abdul Halim terhadap pendidikan agama, motivasi beragama dan menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan motivasi beragama di Pondok Mufidah Santi Asromo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan penelitian kualitatif fenomenologi. Lokasi penelitian di Pondok Mufidah Santi Asromo desa Pasirayu, kecamatan Sindang, kabupaten Majalengka. Data yang yang diperoleh berupa hasil wawancara dan dokumen tertulis dan dokumentasi foto selama melakukan penelitian. Implementasi pemikiran KH. Abdul Halim terhadap pendidikan agama di Pondok Mufidah Santi Asromo melalui organisasi yang telah melakukan langkah�langkah cerdas serta memiliki relevansi dengan kondisi di jaman sekarang bahkan ada yang menjadi program pemerintah. Implementasi pemikiran KH. Abdul Halim terhadap motivasi beragama di Pondok Mufidah Santi Asromo berangkat dari cara pandang terhadap kehidupan sebagai ibadah, maka para Santri di Pondok Mufidah Santi Asromo dilatih untuk senantiasa tulus dan ikhlas dalam menjalankan semua aspek kehidupan. Faktor-faktor motivasi beragama di Pondok Mufidah Santi Asromo dipengaruhi oleh beberapa faktor: Pertama, kurikulum di Pondok Mufidah Santi Asromo. Kedua, pelaksanaan pembelajaran pengajian para santri dilakukan dengan cara tes baca tulis Al-Qur’an. Pelaksanaan pembelajaran ektrakurikuler dilaksanakan sebagai usaha pelatihan kepemimpinan dan motivasi dalam membentuk rasa tanggung jawab santriwan dan santriwati

    Abdul Halim Nasir, Kota-kota Melayu

    No full text
    Lombard Denys. Abdul Halim Nasir, Kota-kota Melayu. In: Archipel, volume 45, 1993. pp. 193-194
    corecore