3 research outputs found
Pengaruh Latihan Single Multiple Jump dan Knee Tuck Jump terhadap Keterampilan Long Pass Sepakbola Siswa Sekolah Sepakbola Nusantara Usia 15-17 tahun Kota Malang.
ABSTRACT Gusdiyanto, Hafidz. 2016. Pengaruh Latihan Single Multiple Jump dan Knee Tuck Jump terhadap Keterampilan Long Pass Sepakbola Siswa Sekolah Sepakbola Nusantara Usia 15-17 tahun Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Asim, M.Pd, (II) Fahrial Amiq, S.Or, M.Pd.Kata Kunci: latihan single multiple jump, latihan knee tuck jump, keterampilan long pass.Sepakbola adalah sebuah permainan beregu yang tiap regu dimainkan masing-masing oleh sebelas pemain termasuk seorang penjaga gawang. Dalam permainan sepakbola, long pass merupakan gerakan yang wajib dilakukan oleh setiap pemain. Kemampuan long pass harus dikembangkan pada setiap pemain sepakbola guna menunjang kemampuan saat bermain sepakbola. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan single multiple jump dan knee tuck jump terhadap keterampilan long pass sepakbola di Sekolah Sepakbola Nusantara Kota Malang. Rancangan penelitian yang dipakai adalah penelitian eksperimen matching pretest-posttest comparison group design. Variabel bebas yang dimanipulasikan dalam penelitian ini adalah pemberian latihan single multiple jump dan knee tuck jump. Subjek penelitian ini adalah 22 siswa Sekolah Sepakbola Nusantara Kota Malang. Subjek penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen latihan single multiple jump berjumlah 11 siswa dan kelompok latihan knee tuck jump berjumlah 11 siswa. Analisis data dari penelitian ini yaitu menggunakan teknik analisis varians satu jalur. Dari hasil analisis data, diperoleh tiga simpulan yaitu: (1) latihan single multiple jump memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan long pass siswa Sekolah Sepakbola Nusantara Kota Malang (F hitung = 4,70 > F tabel 4,35), (2) latihan knee tuck jump tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan long pass siswa Sekolah Sepakbola Nusantara Kota Malang (F hitung = 0,842 F tabel 4,35). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa latihan single multiple jump memberikan pengaruh yang signifikan daripada latihan knee tuck jump pada keterampilan long pass di Sekolah Sepakbola Nusantara Kota Malang. Saran yang dapat diberikan kepada pelatih Sekolah Sepakbola Nusantara Malang, hendaknya menggunakan latihan single multiple jump karena terbukti memberikan pengaruh terhadap keterampilan long pass sepakbola.ABSTRACT Gusdiyanto, Hafidz. 2016. The Effect of Exercise Single Multiple Jump and Knee Tuck Jump on Soccer Long Pass Skill of Nusantara Malang Soccer School 15-17 years old. Thesis, Department of Physical Education and Health, Faculty of Sport Sciences, State University of Malang. Advisors: (I) Dr. Asim, M.Pd, (II) Fahrial Amiq, S.Or, M.Pd.Keywords: exercise of single multiple jump, exercise of knee tuck jump, soccer long pass skill.Soccer was a group game that played by a team consist of eleven players including a goalkeeper. In soccer, long pass is a movement that must be done by each player. Developing long pass skill is a must for every each of soccer players to improve their skill. The purpose of this research is to know the influence from single multiple jump and knee tuck jump training to develop long pass skill in Nusantara soccer school.This is a matching pretest-posttest comparison group design experimental research, using 22 soccer students from Nusantara soccer school as subjects. Variable free which manipulated in this research the exercise of single multiple jump and knee tuck jump. They are divided into 2 groups, which consist of 11 for single multiple jump training, and the other 11 for knee tuck jump training. Researcher use one way ANOVA to analyze the data.There are three conclusions for this research: (1) single multiple jump training give significant influence in long pass skill for Nusantara soccer school’s student (F count = 4, 70 > F table 4,35), (2) knee tuck jump training give no significant influence in long pass skill for Nusantara soccer school’s student (Fcount= 0,842 F table 4,35). Based on the research done can be concluded exercise single multiple jump have an influence significant than exercise knee tuck jump for long pass skill in Nusantara soccer school. Advices to be given to Nusantara football school coach, should use the exercise of single multiple jump, because it proved that exercise give influence for long pass skill in soccer
Perbandingan Kurikulum Pendidikan Jasmani Antara Indonesia dengan Finlandia: Kajian Review
Tujuan dari kurikulum pendidikan jasmani supaya mengoptimalkan tumbuh kembang anak dari segi kognitif, afektif, dan psikomotor. Tujuan tersebut belum sepenuhnya tercapai sesuai dengan harapan karena masih banyaknya kendala yang dijumpai. Tujuan dari artikel ini mengkaji perbandingan kurikulum pendidikan jasmani di Indonesia dengan Finlandia, sebab Finlandia merupakan negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mereview beragam referensi yang relevan dari buku aupun hasil penelitian. Penelitian ini terdiri dari penentuan topik, menyeleksian temuan dan penyajian hasil deskripsi. Analisis data dalam penelitian ini terdiri dari: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa kurikulum pendidikan jasmani di Indonesia dan Finlandia dibagun dari pandangan hidup bangsa masing-masing. Pendidikan jasmani di Indonesia mempunyai karakteristik bahwa anak dituntut untuk menguasai keterampilan tertentu sebagai syarat dalam menuntaskan kompetensi. Sedangkan Pendidikanjasmani di Finlandia memberikan kesempatan anak untuk bermain dan bersosialisasi untuk pengoptimalan tumbuh kembang siswa. Kesimpulan yang didapat yaitu Finlandia telah memiliki pola pembelajaran tertentu dalam upaya untuk memberikan proses pembelajaran yang lebih efektif dan efisien, sehingga diharapkan Indonesia dapat mengadopsi hal-hal yang positif yang dapat diterapkan dengan situasi dan kondisi di Indonesia, sehingga tujuan dari pendidikan jasmani dapat tercapai secara optimal
Pembelajaran Blended Learning Sosio Antropologi Olahraga untuk Mahasiswa Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
Abstract: The purpose of this research and development is (1) to produce a learning product based on blended learning (face-to-face, offline, and online) in sports socio antropology subjects, (2) as well as testing the effectiveness, efficiency, and attractiveness of development products produced in learning outcomes. The results of the study obtained the following data: (1) small group trials obtained an (89.11%), (2) large group trials obtained an (88.96%). The effectiveness test carried out three times obtained the overall average results of (85.05%) with a very complete category. Efficiency tests obtained data, namely (1) meeting I obtained an average time (01:09:47), (2) meeting II obtained an average time (1:04:39), (3) meeting III obtained an average average time (00:56:37), when compared with the amount of time used by lecturers by 2x50 minutes then there has been time efficiency in the learning process. The results of the attraction test of product attractiveness were obtained from three meetings through questionnaires: (1) face to face the results were (92.29%), (2) in offline the results obtained at (94.43%), (3) at online obtained results of (94.43%) with very attractive categories.
Abstrak: Tujuan penelitian dan pengembangan ini yaitu (1) menghasilkan sebuah produk pembelajaran Sosio Antropologi Olahraga berbasis blended learning (tatap muka, offline, online) dan (2) menguji efektivitas, efisiensi, dan daya tarik produk pengembangan. Hasil penelitian diperoleh data (1) hasil uji coba kelompok kecil diperoleh rata-rata 89,11%, (2) hasil uji coba kelompok besar diperoleh rata-rata 88,96%. Uji efektivitas yang dilaksanakan sebanyak tiga kali diperoleh hasil rata-rata keseluruhan (85,05%) dengan kategori sangat tuntas. Uji efisiensi diperoleh data yaitu: (1) pertemuan I diperoleh rata-rata waktu (01:09:47), (2) pertemuan II diperoleh rata-rata waktu (01:04:39), (3) pertemuan III diperoleh rata-rata waktu (00:56:37), jika dibandingkan dengan jumlah waktu yang digunakan dosen pengampu sebesar 2x50 menit maka telah terjadi efisien waktu pada proses pembelajaran. Hasil uji daya tarik kemenarikan produk diperoleh dari tiga kali pertemuan melalui penyebaran angket (1) pertemuan tatap muka diperoleh hasil sebesar 92,29%, (2) pertemuan offline diperoleh hasil sebesar 94,43%, dan (3) pertemuan online diperoleh hasil sebesar 94,43% dengan kategori sangat menarik
