1,720,975 research outputs found

    Analisa Kadar Natrium Benzoat Pada Cabai Merah Giling Di Pasar Angso Duo Kota Jambi

    Full text link
    Dalam penelitian ini dilakukan analisis pengawet dalam cabai merah giling yang diperoleh dari pasar tradisional angso duo kota Jambi. Hasil analisis menunjukkan bahwa sampel tersebut mengandung pengawet Natrium Benzoat. Analisis kadar  rata-rata Sampel A diperoleh = 0,00007% Sampel B = 0,0003%  sampel C = 0,0002% sampel D = 0,0006% sampel E = 0,0003% dan sampel F = 0,0004%. Pemeriksaan Natrium Benzoat dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer UV pada panjang gelombang maksimum 271,60 nm menunjukkan bahwa sampel cabai merah giling di pasar tradisional angso duo kota Jambi mengandung Natrium Benzoat dengan kadar rata-rata sampel   kandungan Natrium Benzoat dalam cabai merah giling ini tidak melebihi batas yang telah di tentukan yaitu maksimal 1 gr/ kg berat bahan (BPOM, NO 36, 2013). Kata Kunci : Cabai Merah Giling, Natrium Benzoat, Spektrofotometri ABSTRACT In this study we analyzed the preservative in ground red chilli derived from traditional markets Angso duo Jambi city. The analysis showed that the sample contains the preservative Sodium Benzoate. Analysis of the average levels of Jambi A sample obtained = 0.00007% = 0.0003% B sample C = 0.0002% 0.0006% sample D = E = 0.0003% samples and samples F = 0.0004%. Sodium Benzoate is done by using UV at a wavelength of 271.60 nm maximum shows that the samples ground red chili in the traditional market town of Jambi Angso duo contains Sodium Benzoate with the average level of the sample content of Sodium Benzoate in ground red chili does not exceed the limits in the set is a maximum of 1 g / kg of material (BPOM, NO 36, 2013).   Keywords: Red Chili Milled, Sodium Benzoate, spectrophotometr

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    HUBUNGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS KESEHATAN TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT ISPA DI PUSKESMAS X KOTA JAMBI

    Full text link
    Dinas Kesehatan Provinsi Jambi melaporkan bahwa penyakit yang paling umum di provinsi ini adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Sebanyak 29.51.000 orang dilaporkan menderita ISPA di Provinsi Jambi pada tahun 2022. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas X di Kota Jambi untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kepuasan pasien dengan kepatuhan terapi ISPA. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kepuasan pasien BPJS Kesehatan terhadap kepatuhan minum obat. Penelitian ini menggunakan metodologi survei dengan 72 partisipan yang dipilih dengan menggunakan kriteria tertentu. Untuk mengetahui bagaimana kebahagiaan dan kepatuhan pasien berhubungan satu sama lain, kami menggunakan SPSS versi 25 dan uji korelasi Pearson untuk mengevaluasi data yang terkumpul. Secara keseluruhan, pasien merasa “sangat puas” dengan pengalaman mereka, dengan skor rata-rata 90,93 dari 100. Tingkat kepatuhan berkorelasi positif dengan kepuasan pasien (r = 0,618) dalam studi korelasi. Ketika pasien merasa puas dengan perawatan yang mereka terima, mereka lebih cenderung mematuhi rencana perawatan mereka

    EVALUASI KELENGKAPAN ADMINISTRASI DAN FARMASETIK PADA RESEP DI PUSKESMAS RAWAT INAP KAMPUNG LAUT TANJUNG JABUNG

    Full text link
    Medication Error merupakan kejadian yang menyebabkan atau berakibat pada pelayanan kesehatan yang tidak tepat atau membahayakan pasien yang sebenarnya dapat dihindari. Sehingga perlu dilakukan pengamatan terhadap evaluasi kelengkapan administrasi yang meiputi nama pasien, nomor rekam medis pasien, umur pasien, jenis kelamin pasien, berat badan pasien, tinggi badan pasien, nama dokter, No.SIP dkter, alamat dokter, paraf dokter dan tanggal resep. Sedangkan pada evaluasi kelengkapan farmasetik meliputi nama obat, bentuk obat, kekuatan sediaan, jumlah obat dan aturan pakai (signa). Tujuan untuk mengetahui kelengkapan resep di Puskesmas rawat Inap Kampung Laut Tanjung Jabung Timur Tahun 2020 sesuai dengan Petunjuk Teknis Standar Kefarmasian di Puskesmas Tahun 2019. Metode penelitian observasi dengan menggunakan pengumpulan data secara deskriptif retrospektif dengan jumlah resep yang diamati sebanyak 362 resep rawat jalan di puskesmas kampung rawat inap kampung laut tanjung jabung timur. Hasil  dari hasil penelitian yang di dapat  masih terdapat  beberapa resep yang belum sesuai dengan literatur dan beberapa resep yang sudah sesuai dengan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Tahun 2019 diantaranya aspek administrasi meliputi nama pasien 100%, Paraf 100%, dan tanggal resep 100%. Aspek farmasetik meliputi nama obat 100%, jumlah obat 100% dan aturan pakai 100%. Kesimpulan dari hasil penelitian kelengkapan resep di Puskesmas Kampung Laut Tanjung Jabung Timur masih ditemukan ketidak lengkapan dalam penulisan resep dalam aspek Administrasi hanya 39,09% dan Farmasetik 68,8% pada bulan Januari-Desember 2020 berdasarkan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesma

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    PENGARUH INFORMASI MEDIA TIKTOK TERHADAP PENGGUNAAN SUPPOSITORIA REKTAL PADA MASYARAKAT KARYA MAKMUR, NIBUNG, MUSI RAWAS UTARA

    Full text link
    Obat merupakan salah satu jenis produk farmasi yang mengalami peningkatan dari segi jumlah dan jenisnya. Berbagai bentuk sediaan obat dan berbagai cara penggunaannya memerlukan perhatian khusus agar tidak salah dalam penggunaannya, salah satu contohnya adalah supositoria. WHO memperkirakan bahwa peresepan dan pemberian obat bertanggung jawab terhadap sekitar 50% penggunaan obat yang tidak tepat, sedangkan penggunaan obat yang tidak tepat oleh pasien mencapai 50%. Minimnya pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat menjadi salah satu faktor penyebab penggunaan obat yang tidak tepat, sehingga mereka tidak bisa mendapatkan manfaat yang tepat dari penggunaannya. Salah satu alternatif metode yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi atau edukasi yang saat ini berkembang adalah melalui pemanfaatan internet dan media sosial. Jenis penelitian ini adalah pre-experimental dengan rancangan one group pretest-posttest design dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu consecutive sampling yang dilakukan di Kelurahan Karya Makmur dengan jumlah sampel sebanyak 120 responden. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 1-31 Mei 2024. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebelum dilakukan intervensi nilai rata-rata sebesar (56,50) dengan kategori pengetahuan kurang sebesar 73 (60,8%). Setelah dilakukan intervensi nilai rata-rata sebesar (79,33) dengan kategori pengetahuan baik sebesar 91 (75,8%), artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara pre-test dan post-test dengan nilai p-value 0,000 yang dilakukan dengan menggunakan uji Wilcoxon

    PROFIL PENANGANAN DEMAM SECARA SWAMEDIKASI TERHADAP BAYI ATAU BALITA DI POSYANDU DESA TALANG BELIDO

    Full text link
    Demam adalah respon normal tubuh terhadap adanya infeksi. Penanganan demam pada bayi atau balita sangat bergantung pada peran orang tua, terutama ibu. Saat ini, tidak sedikit orang tua melakukan tindakan penanganan demam terhadap bayi atau balitanya dengan melakukan pengobatan sendiri (swamedikasi). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana profil penanganan demam secara swamedikasi terhadap bayi atau balita yang dilakukan oleh ibu-ibu di Posyandu Desa Talang Belido Wilayah Kerja Puskesmas Kebon IX Kabupaten Muaro Jambi. Metode pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data secara prospektif serta teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling sebanyak 173 sampel. Hasil yang diperoleh sebanyak 48,55% penanganan pertama dilakukan dengan mengompres, 42,20% meraba tubuh dengan punggung tangan, 96,53% menggunakan termometer pada bagian ketiak, 72,83% penanganan demam tanpa menggunakan obat dengan mengompres air hangat, 87,86% mengompres pada bagian dahi, 63,58% menggunakan kompres air hangat, 97,11% menggunakan obat paracetamol, 56,65% memperoleh obat di apotek, 96,53% mengunjungi fasilitas kesehatan dan 66,47% menghentikan pengobatan. Sehingga kesimpulannya adalah ibu-ibu yang mengikuti kegiatan posyandu melakukan penanganan demam dengan memberikan kompres, mengompres air hangat, menggunakan obat penurun panas, serta mengetahui demam dengan meraba tubuh, menggunakan termometer pada bagian ketiak, mengompres bayi atau balita pada bagian dahi, memperoleh obat di apotek, mengunjungi fasilitas kesehatan jika demam terus berkelanjutan dan akan menghentikan pengobatan jika demam telah membaik

    Analisis Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Bronkopneumonia Pediatri di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit X Kabupaten Bungo Tahun 2024 Dengan Metode Gyssens

    No full text
    Bronkopneumonia merupakan jenis infeksi yang menyerang saluran udara menuju paru-paru, yang dikenal sebagai bronkus. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri, tetapi juga dapat disebabkan oleh infeksi virus dan jamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien bronkopneumonia pediatri di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit X Kabupaten Bungo tahun 2024 dengan metode Gyssens. Penelitian ini didasarkan pada tingginya tingkat peresepan antibiotik dalam terapi penyakit bronkopneumonia sehingga harus digunakan secara rasional agar tidak menimbulkan terjadinya resistensi antibiotic Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan retrospektif. Data dikumpulkan melalui unit rekam medis di Rumah Sakit X Kabupaten Bungo dari bulan Januari – Desember 2024 yang berjumlah sebanyak 42 pasien dan kemudian dianalisis dengan metode Gyssens. Hasil analisis penggunaan antibiotik berdasarkan metode Gyssens diperoleh penggunaan antibiotik tepat dan rasional (kategori 0) sebesar 40,5%, penggunaan antibiotik tidak tepat dosis (kategori II A) sebesar 47,6%, dan penggunaan antibiotik tidak tepat karena ada antibiotik lain yang lebih efektif (kategori IV A) sebesar 11,9%.  Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan antibiotik di instalasi rawat inap Rumah Sakit X Kabupaten Bungo tahun 2024 beberapa diantaranya masih belum rasional
    corecore