1,721,029 research outputs found
HASRAWATI JURUSAN BIOLOGI
Kuliah kerja lapang plus (KKLP) merupakan suatu kegiatan perkuliahan yang bersifat intrakurikuler dalam bentuk pengabdian pada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa dalam jangka waktu tertentu. Oleh karena,sifatnya intrakurikuler sehingga setiap mahasiswa yang akan menyelesaikan studi di perguruan tinggi pada suatu program strata satu (S1) harus mengikuti KKLP
HASRAWATI JURUSAN BIOLOGI
Kuliah kerja lapang plus (KKLP) merupakan suatu kegiatan perkuliahan yang bersifat intrakurikuler dalam bentuk pengabdian pada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa dalam jangka waktu tertentu. Oleh karena,sifatnya intrakurikuler sehingga setiap mahasiswa yang akan menyelesaikan studi di perguruan tinggi pada suatu program strata satu (S1) harus mengikuti KKLP
HASRAWATI JURUSAN BIOLOGI
Kuliah kerja lapang plus (KKLP) merupakan suatu kegiatan perkuliahan yang bersifat intrakurikuler dalam bentuk pengabdian pada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa dalam jangka waktu tertentu. Oleh karena,sifatnya intrakurikuler sehingga setiap mahasiswa yang akan menyelesaikan studi di perguruan tinggi pada suatu program strata satu (S1) harus mengikuti KKLP
HASRAWATI JURUSAN BIOLOGI
Kuliah kerja lapang plus (KKLP) merupakan suatu kegiatan perkuliahan yang bersifat intrakurikuler dalam bentuk pengabdian pada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa dalam jangka waktu tertentu. Oleh karena,sifatnya intrakurikuler sehingga setiap mahasiswa yang akan menyelesaikan studi di perguruan tinggi pada suatu program strata satu (S1) harus mengikuti KKLP
HASRAWATI JURUSAN BIOLOGI
Kuliah kerja lapang plus (KKLP) merupakan suatu kegiatan perkuliahan yang bersifat intrakurikuler dalam bentuk pengabdian pada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa dalam jangka waktu tertentu. Oleh karena,sifatnya intrakurikuler sehingga setiap mahasiswa yang akan menyelesaikan studi di perguruan tinggi pada suatu program strata satu (S1) harus mengikuti KKLP
HASRAWATI JURUSAN BIOLOGI
Kuliah kerja lapang plus (KKLP) merupakan suatu kegiatan perkuliahan yang bersifat intrakurikuler dalam bentuk pengabdian pada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa dalam jangka waktu tertentu. Oleh karena,sifatnya intrakurikuler sehingga setiap mahasiswa yang akan menyelesaikan studi di perguruan tinggi pada suatu program strata satu (S1) harus mengikuti KKLP
HASRAWATI JURUSAN BIOLOGI
Kuliah kerja lapang plus (KKLP) merupakan suatu kegiatan perkuliahan yang bersifat intrakurikuler dalam bentuk pengabdian pada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa dalam jangka waktu tertentu. Oleh karena,sifatnya intrakurikuler sehingga setiap mahasiswa yang akan menyelesaikan studi di perguruan tinggi pada suatu program strata satu (S1) harus mengikuti KKLP
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)N BERBASIS DISCOVERY LEARNING DI SMAN 5 JENEPONTO PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN
ABSTRACT
Hasrawati, 2019. Development of Student Learning Worksheet (LKPD) based on
discovery learning in SMAN 5 Jeneponto on digestive system material (supervised by
Adnan dan Hartati).
This study aims to produce discovery learning-based LKPD on the subject
matter of the digestive system that is valid, practical and effective. The subjects of
this study were 33 students in class XI MIA.3. This type of research is research and
development which is oriented towards product development. The development
model used is a 4-D model which consists of four stages namely, (1) define, (2)
Design, (3) Development, (4) Dissemination, which is limited to development phase.
Data collection tools used in the form of a questionnaire. Validity test is carried out
by two expert validators. Practicality test by filling out questionnaire responses of
students and teachers conducted by biology class XI teachers as many as 1 person and
class XI.MIA.3 students as many as 33 people and effectiveness tests conducted by
students by answering the test results of learning outcomes that have been given.
Validator assessment for LKPD based on discovery learning which is assessed
from the LKPD presentation aspect, which consists of aspects of the feasibility of the
content and aspects of language, then an average of 4.1 in the valid category is
obtained. The results of the validator assessment for the teacher's questionnaire
responses and student questionnaire responses were assessed from 3 aspects namely
the aspect of objectives, aspects of the objectives of the questionnaire component and
aspects of language obtained an average of total validation results of 4.5 which are in
the valid category, and for the test of learning outcomes obtained an average
acquisition score of 4.2 which is in the valid category.
Based on the results of the study, it can be concluded that the discovery
learning-based LKPD on the subject matter of the digestive system that is developed
is valid, practical and effective and is suitable for use. This can be seen from the
results of the validation of the LKPD, the teacher's response, the students' responses
and the test of learning outcomes towards the product being developed.
Keywords: Student Worksheet, Discovery Learnin
PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI SENI PAPERCRAFT PADA SISWA CEREBRAL PALSY KELAS DASAR II DI SLB NEGERI PEMBINA TINGKAT PROVINSI SULAWESI SELATAN SENTRA PK-PLK
Hasrawati, 2015. Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Melalui Seni Papercraft Pada Siswa Cerebral Palsy Kelas Dasar II Di SLB Negeri Pembina Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Sentra PK-PLK. Dibimbing oleh Dr. Triyanto Pristiwaluyo, M.Pd dan Dra. Dwiyatmi Sulasminah, M.Pd ; Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar.
Rumusan masalah penelitian ini adalah “apakah seni papercraft dapat meningkatkan kemampuan motorik halus siswa cerebral palsy kelas dasar II di SLB Negeri Pembina Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Sentra PK-PLK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan motorik halus siswa cerebral palsy kelas dasar II di SLB Negeri Pembina Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Sentra PK-PLK. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen subjek tunggal (Single Subject Research) dengan desain A (Baseline 1) --- B (Intervensi) --- A (Baseline 2). Subjek penelitian ini adalah 1 orang murid yang diindikasi mengalami gangguan motorik halus kelas dasar II di SLB Negeri Pembina Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Sentra PK-PLK. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah melalui tes. Data yang diperoleh diolah secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap baseline A1 data yang diperoleh cenderung mendatar artinya kondisi sudah menunjukkan data stabil dan telah menunjukkan arah yang jelas dan pada tahap intervensi B data yang diperoleh meningkat, pada tahap baseline A2 data yang diperoleh menurun. Dengan demikian hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran seni papercraft dapat meningkatkan kemampuan motorik halus siswa cerebral palsy kelas dasar II Di SLB Negeri Pembina Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Sentra PK-PLK
- …
