1,720,959 research outputs found
Effect of Biopesticide Application in Suppressing the Population of Onion Caterpillar Pests (Spodoptera exigua L) in Shallot Plants (Allium ascalonikum L)
ABSTRAK
Bawang merah merupakan salah satu komoditas sayuran unggulan yang sejak lama telah diusahakan oleh petani secara intensif Komoditas ini juga merupakan sumber pendapatan yang memberikan kontribusi cukup tinggi terhadap perkembangan ekonomi wilayah, karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi maka budidaya bawang merah telah menyebar di hampir semua provinsi di Indonesia. Jenis hama yang sering dijumpai pada tanaman bawang merah yaitu ulat bawang (Sexigua). Bawang merah merupakan inang utama bagi larva S.exigua. Kellilangan hasil akibat serangan hama ini dapat mencapai570/o karena terjadi sejak fase pertumbuhan awal sampai dengan fase pematangan umbi, bahkan bisa mengakibatkan gagal panen terutama di musim kernarau apabila pengendalian tidak dilakukan sesegera mungkin. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menekan pertumbuhan yaitu ulat bawang pada bawang merah dengan menggunakan pestisida nabati. Pestisida nabati mengandung senyawa aktifyang mampu mengganggu proses perkembangan ulat bawang Metode dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Non Faktorial dengan masingmasing perlakuan DO ( kontrol), Dl (100 ml masing-masing daun Nimba, Serai dan Lengkuas/ liter air), D2 (200 ml masing-masing daun Nimba, Serai dan Lengkuas Iliter air), D3 (300 ml masing-masing daun Nimba, Serai dan Lengkuas [liter air) dan D4 (400 ml masing-masing daun Nimba, Serai dan Lengkuas Iliter air). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Biopestisida menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap semua perlakuan yaitu intensitas serangan, persentase serangan, bobot umbi segar dan bobot umbi kering. Perlakuan terbaik terdapat pada D4.
Kata Kunci : Bawang merah, Biopestisida, Ulat bawang (Spodoptera exigua)
ANALISIS TANAH REKOMENDASI PEMUPUKAN BUDIDAYA GANDUM (Triticum aestivum L) di KOTA PADANGSIDIMPUAN SUMATERA UTARA
Kota Padangsidimpuan memiliki potensi untuk pengembangan pertanian hampir semua komoditi, tetapi belum ada pangan alternatif untuk dikembangkan masih tergantung terhadap beras dan belum ada status hara tanah yang pasti. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat status hara tanah di lahan pertanaman gandum. Pengambilan sampel tanah dilaksanakan pada Bulan Juni 2019 di Desa Pintu Langit Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu Kota Padangsidimpuan. Tanah diambil secara komposit pada areal pertanaman gandum. Analisis kandungan hara dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Andalas Padang. Analisis karakter kandungan hara antara lain: pH ,Bahan Organik, N-Total, P-Total, K-total, Kdd, C-Organik, KA, KKA. Status hara tanah pada lokasi Desa Pintu Langit Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu adalah kategori rendah (miskin hara). Untuk memperbaiki kesuburan tanah diperlukan bahan organik 5-20 ton/ha, modifikasi pupuk organik lainnya seperti pemberian pupuk organik cair, pupuk hayati dan bahan organik lainnya
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Pengaruh Polyacrylamide (PAM) Dan Kompos Pelepah Salak Terhadap Sifat Fisik Dan Ketahanan Tanah Pada Erosi Lereng Salak (Salacca sumatera Becc) Di Kabupaten Tapanuli Selatan
Tanaman salak sebagai tanaman konservasi harus dipertahankan namun dibarengi dengan tindakan konservasi lainnya seperti penambahan bahan pemantap tanah (Polyacrylamide) dan amelioran lain agar produktifitas tanah dapat ditingkatkan dan terhindar dari erosi. Tujuan penelitian mengetahui sifat fisik tanah dan laju erosi tanah terhadap penggunaan polyacrylamide (PAM), mengetahui sifat fisik tanah dan laju erosi tanah terhadap penggunaan kompos pelepah salak dan mengetahui sifat fisik tanah dan laju erosi tanah terhadap penggunaan PAM dan kompos pelepah salak. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan, terdapat 12 kombinasi perlakuan dan 36 satuan percobaan. Faktor 1: Dosis Polyacrylamide M0 = Kontrol M1 = 30 gr/tanaman, M2 = 60 gr/tanaman, M3 = 90 gr/tanaman, Faktor 2: Kompos Pelepah Salak, K0 = kontrol P0 (Kompos Pupuk Kandang), K1 = kompos P1 (Campuran Kompos Pelepah Salak + Pupuk Kandang), K2 = kompos P2 (Campuran Kompos Pelepah Salak + Pupuk Kandang + Polyacrylamide). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan penggunaan PAM tidak pengaruh nyata (P0,05) terhadap kadar air tanah, dan berat volume tanah, namun penggunaan kompos berpengaruh nyata (P0.05) terhadap berat volume tanah dan kadar air tanah, kombinasi perlakuan PAM dengan kompos pelepah salak berpengaruh nyata terhadap fraksi pasir dan kadar air tanah, pemberian PAM dan Kompos Pelepah Salak dapat menurunkan laju erosi pada perlakuan M1K2 (Polyacrylamide 30 gr/tanaman+kompos pelepah salak+pupuk kandang) menjadi 20,05 ton/ha/tahu
Adaptasi Galur dan Varietas Gandum (Triticum aestivum L.) di Dataran Tinggi Padang Sidimpuan Sumatera Utara
Wheat adaptation is required in the complex environment especially in the lowland.The purpose of this research is to see growth and the production of different strains and the varieties of wheat in Padang Sidimpuan Angkola Julu with an altitude 700 m above sea level from. The research was being conducted with the course of this experiment quantitative data a shelf on which were (Random Design Group) with 15 treatment wheat and 3 group.Strains and varieties of wheat impact on each variable respons, wheat most adaptive is strain O/HP-92-A1-1-
Analisis Perbandingan Produksi Dan Pendapatan Kelapa Sawit Yang Dipupuk Dengan Tidak Dipupuk
Kecamatan Angkola Sangkunur merupakan salah satu kecamatan penghasil kelapa sawit di Kabupaten Tapanuli Selatan. Pemupukan dapat meningkatkan kualitas buah dan hasil panen secara signifikan sehingga akan mempengaruhi harga kelapa sawit. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor produksi dan pendapatan kelapa sawit yang dipupuk dan tidak dipupuk. Metode penelitian menggunakan metode survei, eksperimen, dan analisis deskriptif di lokasi Kecamatan Angkola Sangkunur Kabupaten Tapanuli Selatan. Hasil penelitian didapatkan kelapa sawit yang dipupuk memiliki peningkatan rata-rata produksi sebesar 84,38 % dari rata-rata produksi kelapa sawit yang tidak dipupuk. Selanjutnya segi peningkatan rata-rata pendapatan sebesar 72,58 % dari rata-rata pendapatan kelapa sawit yang tidak dipupuk. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Besaran biaya pengeluaran untuk pupuk yang digunakan per bulan pada tanaman kelapa sawit yang dipupuk adalah sebesar Rp. 345.508,32
Analisis Perbandingan Produksi Dan Pendapatan Kelapa Sawit Yang Dipupuk Dengan Tidak Dipupuk
Kecamatan Angkola Sangkunur merupakan salah satu kecamatan penghasil kelapa sawit di Kabupaten Tapanuli Selatan. Pemupukan dapat meningkatkan kualitas buah dan hasil panen secara signifikan sehingga akan mempengaruhi harga kelapa sawit. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor produksi dan pendapatan kelapa sawit yang dipupuk dan tidak dipupuk. Metode penelitian menggunakan metode survei, eksperimen, dan analisis deskriptif di lokasi Kecamatan Angkola Sangkunur Kabupaten Tapanuli Selatan. Hasil penelitian didapatkan kelapa sawit yang dipupuk memiliki peningkatan rata-rata produksi sebesar 84,38 % dari rata-rata produksi kelapa sawit yang tidak dipupuk. Selanjutnya segi peningkatan rata-rata pendapatan sebesar 72,58 % dari rata-rata pendapatan kelapa sawit yang tidak dipupuk. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Besaran biaya pengeluaran untuk pupuk yang digunakan per bulan pada tanaman kelapa sawit yang dipupuk adalah sebesar Rp. 345.508,3
- …
