14 research outputs found

    HUBUNGAN PAPARAN GAS KARBON MONOKSIDA DENGAN TEKANAN DARAH PEKERJA DI WORKSHOP BAGIAN MEKANIK DAN KAROSERI PT ROSALIA INDAH TRANSPORT KARANGANYAR

    No full text
    ABSTRAK Ade Fitri Handayani, R0214003, 2018. Hubungan Paparan Gas Karbon Monoksida dengan Tekanan Darah Pekerja di Workshop Bagian Mekanik dan Karoseri PT Rosalia Indah Transport Karanganyar, Diploma 4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Latar Belakang : Karbon monoksida di udara yang terhirup masuk kedalam tubuh dapat berikatan dengan Hemoglobin (Hb), kemudian akan membentuk karboksihemoglobin (COHb) dalam darah. Kadar COHb dalam darah yang tinggi dapat meningkatkan kekentalan darah, mempengaruhi sirkulasi dan tekanan darah. Hasil survei awal menunjukkan kadar gas CO tertinggi di workshop PT Rosalia Indah Transport Karanganyar adalah 19 ppm. Sebanyak 13 dari 22 responden survei awal memiliki tekanan darah sistolik ≥120 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥70 mmHg. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan paparan gas karbon monoksida dengan tekanan darah pekerja di workshop bagian mekanik dan karoseri PT Rosalia Indah Transport Karanganyar. Metode : Jenis Penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional dan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah tenaga kerja yang bekerja di workshop bagian mekanik dan karoseri PT Rosalia Indah Transport Karanganyar yang berjumlah 45 orang. Pengukuran kadar gas karbon monoksida dilakukan dengan menggunakan alat CO Meter digital, sedangkan tekanan darah menggunakan Sphygnomanometer. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji Korelasi Spearman Rank dengan aplikasi SPSS versi 23. Hasil : Hasil pengukuran kadar gas karbon monoksida menunjukkan rata-rata 15,38 ppm masih termasuk dibawah NAB gas karbon monoksida (25,32 ppm). Rata-rata tekanan darah sistolik 117,56 mmHg dan tekanan darah diastolik 78 mmHg termasuk kategori normal. Hasil uji Korelasi Spearman Rank menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan CO dengan tekanan darah sistolik dengan nilai p = 0,642 dengan korelasi r = -0,071 dan tekanan darah diastolik dengan nilai p = 0,300 dengan korelasi r = -0,158. Simpulan : Tidak terdapat hubungan antara paparan gas CO dengan tekanan darah. Kata Kunci : Karbon Monoksida (CO), Tekanan Dara

    PENAFSIRAN HAKIM TERHADAP WASIAT LISAN YANG DITUJUKAN KEPADA AHLI WARIS (STUDI PUTUSAN PENGADILAN AGAMA NOMOR 196/PDT.G/2016/PA TKL. DAN PUTUSAN PENGADILAN TINGGI AGAMA NOMOR 111/PDT.G/2017/PTA MKS)

    No full text
    Bunga Indah Ade Novitasari, Rachmi Sulistyarini, Fitri Hidayat Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Jl. MT. Haryono No. 169 Malang e-mail: [email protected]   Abstrak Pada skripsi ini, peneliti mengangkat isu terkait Penafsiran Hakim Terhadap Wasiat Lisan yang diajukan kepada Ahli Waris (Studi Putusan Pengadilan Agama 196/Pdt.G/2016/PA Tkl. dan Putusan Pengadilan Tinggi Agama Nomor 111/Pdt.G/2017/PTA Mks) menjadi hal yang akan dibahas dalam skripsi ini. Topik tersebut dilatarbelakangi oleh adanya dua putusan dengan kasus yang sama yakni terkait Wasiat Lisan yang ditunjukan kepada ahli waris yang mana hal tersebut ternyata menimbulkan permasalahan antara ahli waris, sehingga menarik di analisis berdasarkan hukum kewarisan islam. Maka rumusan masalah yang disampaikan yakni: Bagaimanakah penafsiran hakim terhadap wasiat lisan yang ditujukan kepada Ahli Waris berdasarkan putusan hakim dalam perkara Putusan Pengadilan Agama Nomor 196/Pdt.G/2016/PA Tkl. dan Putusan Pengadilan Tinggi Agama Nomor 111/Pdt.G/2017/PTA Mks. Penelitian ini merupakan jenis penelitian yuridis normatif dengan teknik analisis bahan hukum menggunakan metode penafsiran hukum. Kemudian sumber bahan hukum yang diperoleh dianalisis dengan cara ditafsirkan sesuai dengan metode yang digunakan pada bahan hukum yang diperoleh. Hasil penelitian yang diperoleh oleh peneliti terhadap kasus pada putusan tersebut yakni berdasarkan ketentuan hukum kewarisan islam maka wasiat lisan tersebut tidak dibenarkan dan tidak diperbolehkan oleh Al Qur’an dan Al Hadist karena dalam wasiat lisan tersebut wasiatnya diperuntukan atau ditunjukan kepada ahli warisnya. Kata Kunci: penafsiran hakim, wasiat lisan, ahli waris   Abstract This research discusses the issue of the interpretation given by the judges regarding an oral will that is addressed to heirs (A Study of Religious Court Decision Number 196/PDT.G/2016/PA TKL and High Religious Court Decision Number 111/PDT.G/2017/PTA MKS). This research topic departed from the two court decisions over the same case regarding an oral will addressed to heirs, while this condition sparks a problem among heirs. The author is intrigued to delve further into this problem from the perspective of Islamic inheritance law. This research aims to investigate: the interpretation given by the judges regarding the oral will addressed to heirs according to the two aforementioned court decisions. This research employed normative-juridical methods, and legal materials were analyzed based on the legal interpretation. The research data were analyzed through the interpretation according to the methods used to analyze the legal materials concerned. The research results reveal that the oral will is not accepted in Al Quran and Al Hadiths, considering that the oral will is addressed to heirs. Keywords: judge’s interpretation, oral will, heir

    PENGELOLAAN KEUANGAN BISNIS DAN UMKM DI DESA BALAIREJO

    No full text
    Mengelola keuangan bagi sebagian pelaku bisnis, merupakan kegiatan yang dilakukan setiap hari. Namun ternyata masih belum banyak yang mengetahui bagaimana pengelolaan keuangan dilakukan dengan baik. Pengelolaan keuangan yang banyak diketahui hanyalah sebatas kas masuk dan keluar, oleh karena itu pengelolaan keuangan yang didalamnya melibatkan hal-hal yang sangat riskan pun perlu diketahui. Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Balairejo merupakan mitra kegiatan pengadian, dimana permasalah mitra adalah perlunya pelatihan untuk ibu-ibu KWT dalam mengelola keuangan yang efektif dan efisien dikarenakan keterbatsan pengetahuan tentang pengelolaan keuangan dalam program KWT dan rumitnya dalam melakukan pencatatan keuangan dengan benar menjadi kendala yang dihadapi oleh ibu-ibu KWT. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan tujuan agar ibu-ibu kWT dapat mengelola keuangan di dalam program KWT tersebut. Kegiatan PKM ini yaitu memberikan pelatihan pengelolaan keuangan dengan materi berupa beberapa tips dalam mengelola keuangan. Pelaksanaan kegiatan PKM menggunakan metode pendekatan institusional dan pendekatan partisipatif dengan cara melakukan diskusi, pemberian sosialisasi terhadap IPTEK, pelatihan dan pendampingan dalam pengelolaan keuangan. Hasil evaluasi dari kegiatan PKM menunjukkan bahwa pelatihan pengelolaan keuangan dapat diterima dengan sangat baik dan diterapkan oleh peserta di desa balairejo khususnya ibu-ibu KWT. Dari hasil kegiatan PKM ini diharapkan program KWT dapat berjalan efektif dan efisien dalam mengelola keuangan dan menghasilkan pendapatan

    Pengaruh Variasi Karagenan dan Virgin Coconut Oil Terhadap Evaluasi Fisik dan Aktivitas Antioksidan Sediaan Losio Bunga Telang (Clitoria ternatea L.)

    No full text
    Antioksidan ialah suatu zat yang dalam konsentrasi kecil dapat mencegah atau menghambat oksidasi pada sebuah substrat yang dihasilkan oleh senyawa radikal bebas. Bunga telang suatu tumbuhan yang memiliki sifat antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi karagenan dan VCO dalam sediaan losio ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) terhadap uji evaluasi fisik dan aktivitas antioksidan. Ekstraksi bunga telang memakai teknik maserasi dengan pelarut air lalu di freeze dry pada suhu -50°C selama 48 jam. Hasil rendemen ekstrak yang didapat yaitu 29,33%. Hasil uji evaluasi fisik sediaan losio bunga telang dengan variasi karagenan dan VCO pada F I, F II, dan F III mempengaruhi uji evaluasi fisik diamati dari hasil yang memenuhi persyaratan sesuai dengan SNI-16-3499-1996. Sediaan losio bunga telang dengan variasi karagenan dan VCO memiliki pengaruh terhadap aktivitas antioksidan diamati dari nilai IC50, dan sediaan losio bunga telang dengan variasi karagenan 1% dan VCO 5% memiliki nilai IC50 yang paling baik sebesar 23,92 ppm yang jika dilihat berarti memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat pada seri konsentrasi <50 ppm. Namun jika dari hasil analisis statistik menunjukkan bahwa sediaan losio formula I, formula II, dan formula III memiliki pengaruh sebesar 26% dari variasi karagenan dan VCO terhadap aktivitas antioksidan

    Penerapan Sistem Pemasaran berbasis E-Commerce pada Produk Batik Tulis di Desa Balairejo

    No full text
    Kegiatan Sistem Pemasaran berbasis E- Commerce merupakan praktik penggunaan promosi untuk meningkatkan traffic ke dalam toko online. Mitra kegiatan pengabdian ini adalah Produk Batik Tulis di Desa Balairejo. Dimana permasalahan mitra adalah mereka masih kesulitan dalam memasarkan produk nya, kendala ini terjadi karena mereka hanya memasarkan produk batik tulis pada lingkungan terdekat nya saja dan belum memasarkan secara digital karena kurangnya pengetahuan yang dimiliki. Oleh karena itu Perlunya pelatihan para penduduk khususnya karang taruna desa Balairejo dalam memasarkan produk batik tulis melalui e-commerce, sehinga diharapkan dapat membantu menggunakan pemasaran melalui e-commerce. Pelaksanaan kegiatan PKM ini meliputi pendekatan kualitatif yang meliputi pendekatan minstitusional dan pendekatan partisipatif. Pada pendekatan institusional dilakukan dengan cara berkomunikasi secara langsung perihal kebutuhan yang diperlukan mitra dan masalah masalah yang sedang dihadapi oleh mitra. Di sisi lain, pendekatan partisipatif dilakukan dengan melibatkan peserta pelaksanaan pengabdian agar tercapainya kebutuhan mitra dengan cara: metode diskusi; pemberian sosialisasi terhadap IPTEK, pelatihan dan pendampingan dalam pembuatan e-commerce untuk produk batik yang akan dibuat oleh karang taruna desa Balairejo. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan penerapan pemasaran berbasis e-commerce ini diterima dengan sangat baik oleh para peserta di desa balairejo, dan peserta juga sudah sangat baik dalam menggunakan pemasaran berbasis e-commerce ini

    Manajemen Kepemimpinan Transformasional Dalam Meningkatkan Mutu Belajar Santri di Pondok Pesantren (Studi Kasus Pada Pondok Pesantren Al Ihya Kota Cirebon dan Pondok Pesantren Darul Ma’arif Majalengka)

    No full text
    This study aims to describe and analyze the planning and implementation of transformational leadership management in improving students' learning quality in Islamic boarding schools. This research method uses a qualitative approach to the type of case study research. Primary data sources; include Islamic boarding school leaders, and secondary data sources: include management books and research journals relevant to this research—data collection techniques using interviews, observation, and documentation studies. The study results show that the planning steps in the two pesantren are adjusted to the vision, mission, and objectives. Organizing by forming a learning quality assurance team from the leadership of the Islamic boarding school, carrying out monitoring and evaluation of the preparation of activity programs, including supervision of the Ministry of Religion of Cirebon City and the Regional Office of the Ministry of Religion of West Java Province, the leadership of the Islamic boarding school and the Regional Office of the Ministry of Religion of West Java Province for pesantren. This study concludes that management functions are manifested in planning, organizing, actuating, and controlling program development, monitoring and evaluation, and making accountability reports, transformational leadership of Islamic boarding schools with idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, and complete attention to subordinates (individualism considerations), and improving the quality of education in Islamic boarding schools with the realization of activities, student achievement, and access to postgraduate students.Islamic boarding schools are community-based institutions founded by individuals, foundations and Islamic community organizations, as well as communities that instill faith and piety to Allah SWT (U.-U. Republik Indonesia, 2019). Transformational leadership management is a leadership model that can help subordinates to be more creative and innovative to make changes to institutions so that they can be competitive with other institutions in order to achieve goals easily according to the steps in the management function. The purpose of this study in general is to describe and analyze the management of transformational leadership in improving the learning quality of students. This study uses an inductive qualitative approach, with a descriptive method of qualitative analysis of case studies (case study) and data collection techniques using interview techniques, observation and documentation studies. The results of the study show that the planning steps in both Islamic boarding schools are adjusted to the vision, mission and objectives of the Islamic boarding school. Organizing by forming a learning quality assurance team from the leadership of the Islamic boarding school. Its implementation has been implemented in the activities of reciting the yellow book, outreach, simulation, training, directing the leadership of Islamic boarding schools, there are two stages of supervision. from the administrator. The management provides an explanation of the realization of the activity program. The second stage is monitoring and evaluating the preparation of the activity program, starting from supervision from the Ministry of Religion of Cirebon City and the Regional Office of the Ministry of Religion of West Java Province, the leadership of Islamic boarding schools and the Regional Office of the Ministry of Religion of West Java Province to the pesantren. The conclusion is that management is transformational leadership in improving the quality of student learning, namely (1) management functions have been realized starting from planning, organizing, implementing, and controlling in program preparation, conducting monev and preparation of accountability reports, (2) the dimensions of transformational leadership are met in Islamic boarding schools, namely, idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, and full attention to subordinates (individualism consideration). , and (3) there is an increase in the quality of education in Islamic boarding schools, namely in the quality of implementing Islamic boarding schools, realization of activities, student achievement, and access to student graduates

    ANALISIS KETERSEDIAAN TENAGA KESEHATAN SERTA STANDAR PROFESI STAFF DI UPT PUSKESMAS PARGARUTAN KECAMATAN ANGKOLA TIMUR KABUPATEN TAPANULI SELATAN

    No full text
    Puskesmas as a provider of basic health services has a very important role in maintaining public health. If it functions properly, the puskesmas will be able to provide quality services for people in need. The success of puskesmas in carrying out their programs is determined by the availability of human resources (HR) that are balanced between medical personnel on one side and promotive and preventive personnel on the other. The relationship between ability, workload, work discipline, and work motivation with the performance of health workers is obtained that there is a relationship between ability, workload, work discipline, and work motivation with the performance of health workers. Research Objectives: The purpose of this study is to analyze the suitability of the main tasks and functions (tupoksi) with education and skills as well as means of supporting work. Research Methods: The author of this article uses a descriptive qualitative method that seeks to describe an object or subject of an inductive nature. Result: Inappropriate tupoksi due to limited health workers in puskesmas, especially limited skills based on the type of education. As a result, there are health workers who are in charge of programs that do not match their skills. Conclusion: The lack of health workers makes the tupoksi incompatible with the educational background of the staff in charge of the program at the Puskesmas

    PENYULUHAN TENTANG URGENSI BAHASA INGGRIS DI JENJANG SD KEPADA WALI SISWA SD N.100110 SIUHOM

    No full text
    Penyuluhan mengenai urgensi bahasa inggris merupakan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk memberikan sosialisasi pentingnya membelajarkan bahasa Inggris di jenjang Sekolah Dasar (SD) kepada wali Siswa SD N.100110 Siuhom, Kecamatan Angkola Barat. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui metode ceramah dan diskusi untuk memudahkan mereka memahami materi mengenai perlunya mengenalkan dan membelajarkan bahasa Inggris sejak dini kepada siswa di jenjang SD. Urgensi pembelajaran bahasa Inggris sudah sangat jelas ditengah semakin berkembangnya teknologi, ilmu pengetahuan, dan perkembangan manusia bahwa anak-anak di jenjang SD ini akan masuk kedalam industri pendidikan yang serba digital dan maju di masa yang akan datang. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memiliki tujuan untuk memberikan penyuluhan dan pemahaman kepada wali siswa. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertambahnya pemahaman para wali siswa untuk mendampingi anaknya mengenal dan membelajarkan bahasa Inggris dengan cara-cara yang mudah mereka pahami. Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan sikap terbuka terhadap bahasa Inggris sebagai bahasa asing yang saat ini tidak bisa diabaikan kebutuhannya dalam perkembangan teknologi dan peradaban manusia

    Menggali manfaat Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai solusi kesehatan mandiri di Desa Rantau Langsat

    No full text
    Abstrak Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan pengembangan TOGA di Desa Rantau Langsat melalui sosialisasi, pelatihan pengelolaan tanaman obat, simulasi penggunaan formularium ramuan obat tradisional, serta pendirian kebun TOGA. Kegiatan dilaksanakan oleh tim KKN dengan melibatkan masyarakat, khususnya kader PKK, dan mendapatkan dukungan dari pemerintah desa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengenali, menanam, merawat, dan memanfaatkan tanaman obat secara mandiri. Sebuah kebun TOGA percontohan seluas 4 x 4 meter berhasil dibangun dan berfungsi sebagai pusat pembelajaran masyarakat. Keberlanjutan program ini ditunjang oleh pendampingan yang konsisten dan evaluasi efektivitas pemanfaatan tanaman obat sebagai terapi tradisional. Selain itu, kegiatan ini membuka peluang pemberdayaan ekonomi melalui pengembangan produk olahan dan pemanfaatan limbah tanaman obat. Secara keseluruhan, pemanfaatan TOGA berpotensi menjadi alternatif pengobatan yang efektif sekaligus sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat Desa Rantau Langsat. Kata kunci: tanaman obat keluarga; pemanfaatan; pengabdian masyarakat; kesehatan; pemberdayaan ekonomi. Abstract The utilization of Family Medicinal Plants (TOGA) is one of the efforts to improve public health and welfare independently. This study aims to describe the implementation of TOGA development activities in Rantau Langsat Village through socialization, training on medicinal plant management, simulations of traditional herbal formulations, and the establishment of a TOGA demonstration garden. The activities were carried out by a community service team (KKN) involving local residents, particularly PKK women’s group members, with support from the village government. The results indicated an increase in community knowledge and skills in identifying, cultivating, maintaining, and independently utilizing medicinal plants. A 4 x 4 meter TOGA demonstration garden was successfully established and serves as a community learning center. The program's sustainability is supported by continuous mentoring and evaluation of the effectiveness of medicinal plant-based therapies. Furthermore, the initiative opens up opportunities for economic empowerment through the development of processed products and the use of medicinal plant waste. Overall, the utilization of TOGA has the potential to become an effective alternative treatment and a supplementary source of income for the residents of Rantau Langsat Village. Keywords: family medicinal plants; utilization, community service; health; economic empowerment

    PENDIDIKAN KESEHATAN BASIC LIFE SUPPORT KEPADA KOMUNITAS NELAYAN DI PESISIR PANTAI BLANAKAN SUBANG

    No full text
    Data World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa heart attack masih menjadi pembunuh nomor satu di negara maju dan berkembang dengan menyumbang 60% dari seluruh kematian. Komunitas nelayan yang bekerja di laut merupakan kelompok yang beresiko mengalami kejadian henti jantung dan kesulitan mencapai sarana pelayanan kesehatan. Indonesia merupakan Negara yang memiliki wilayah perairan yang besar dengan Negara maritim, 2/3 wilayah Indonesia berupa perairan. Berdasarkan data tersebut, nelayan Indonesia dinilai harus mepunyai pengetahuan yang cukup baik tentang Basic Life Support, akan tetapi saat studi pendahuluan yang dilakukan hanya terdapat sedikit nelayan yang memiliki pengetahuan baik tentang Basic Life Support (BLS). Data terbaru BPBD Kab Subang hingga Agustus 2023 sudah terdapat 1 kasus kematian nelayan di Kecamatan Blanakan, Subang. Oleh karena itu kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini mengusung tema pendidikan kesehatan Basic Life Support (BLS) kepada nelayan yang berada di Kecamatan Blanakan dibawah binaan BPDB Subang. Upaya untuk meningkatkan pengetahuan nelayan tentang Basic Life Support (BLS) dapat dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang Basic Life Support (BLS) kepada nelayan menggunakan media slide power point dan dilengkapi dengan simulasi BLS. Sejumlah 48 peserta mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dengan antusaias dan sejumlah 2 orang peserta berhasil melakukan simulasi Basic Life Support (BLS) dengan baik. Abstract Data from the World Health Organization (WHO) states that heart attacks are still the number one killer in developed and developing countries, contributing 60% of all deaths. The fishing community who work at sea is a group at risk of experiencing cardiac arrest and difficulty reaching health care facilities. Indonesia is a country that has a large water area and is a maritime country, 2/3 of Indonesia's territory is water. Based on this data, Indonesian fishermen are considered to have fairly good knowledge about Basic Life Support, however, when the preliminary study was carried out there were only a few fishermen who had good knowledge about Basic Life Support (BLS). The latest BPBD data for Subang Regency as of August 2023 has seen 1 case of fisherman death in Blanakan District, Subang. Therefore, this Community Service activity carries the theme of Basic Life Support (BLS) health education for fishermen in Blanakan District under the guidance of BPDB Subang. Efforts to increase fishermen's knowledge about Basic Life Support (BLS) can be done by providing health education about Basic Life Support (BLS) to fishermen using power point slide media and equipped with BLS simulations. A total of 48 participants took part in this community service activity enthusiastically and 2 participants succeeded in carrying out the Basic Life Support (BLS) simulation well. Kata kunci: Basic Life Support; Nelayan; Pendidikan Kesehata
    corecore