1,720,959 research outputs found

    Ulama Dan Pelaksanaan Syariat Islam Di Aceh

    Full text link
    Penerapan Syariat Islam merupakan suatu kebutuhan yang sangat mendasar dalam upaya menjawab tantangan zaman, sebagai solusi pemecahan problem kehidupan masyarakat Islam di Aceh, dan keberadaan Syariat Islam di Aceh sesungguhnya tidak bisa terlepas dari peran ulama. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan bagaimana kedudukan ulama dalam masyarakat Aceh, bagaimana peran ulama dalam penyusunan Qanun-qanun Syariat Islam di Aceh, bagaimana peran ulama dalam pelaksanaan Qanun-qanun Syariat Islam di Aceh dan bagaiamana respon ulama terhadap pelaksanaan Syariat Islam di Aceh. Metode yang digunakan adalah kualitatif agar data lebih akurat dan berkualitas, karena melibatkan wawancara mendalam dan pertanyaannya fleksibel. Data penelitian dikumpulkan dengan observasi, dan indepth interview secara semi terstruktur. Adapun tahap penelitian yang dilakukan yaitu menentukan masalah yang akan diteliti, membuat beberapa teori yang dianggap relevan, mengkaji peranan ulama dalam penyusunan qanun, peranan ulama dalam melaksanakan qanun-qanun, dan respon ulama terhadap pelaksanaan Syariat Islam di Aceh, dan terakhir membuat kesimpulan sebagai hasil temuan dari masalah yang diteliti. Berdasarkan penelitian yang dilakukan ditemukan hasilnya sebagai berikut: Pertama, kedudukan ulama dalam masyarakat Aceh adalah sebagai badan independen dan mitra sejajar pemerintah. Kedua, dalam penyusunan Qanun Syariat Islam di Aceh Ulama terlibat langsung sejak rancangan draf qanun, kemudian memberi masukan dan saran dalam proses penyusunan qanun dan memberi dorongan kepada pemerintah untuk melakukan legislasi qanun sesuai dengan kebutuhan. Ketiga, Peran ulama dalam pelaksanaan Qanun-qanun Syariat Islam di Aceh yaitu memberi pertimbangan, masukan, bimbingan dan nasehat serta saran-saran dalam menentukan kebijakan daerah dari aspek Syariat Islam, baik kepada pemerintah maupun kepada masyarakat. Peranan Ulama dalam sosialisasi Syariat Islam di Aceh yaitu melalui pendidikan, pengajian majelis ta’lim, khutbah jum’at, dan dakwah. Peranan Ulama dalam mengawal Syariat Islam dilakukan melalui kepemimpinan nonformal, melalui lembaga dayah, melalui majelis ta’lim, melalui pengaruh kharismatik, tausiyah, dan khutbah. Keempat, respon ulama terhadap pelaksanaan Syariat Islam di Aceh, ulama memandang bahwa Qanun Syariat Islam itu penting dibentuk untuk menjadi payung hukum. Qanun-qanun yang sudah diberlakukan sudah menyentuh dan berkaitan dengan Maqa̅șid al-Syari̅’ah, dan sudah mengarah kepada penegakan prinsip dasar Syariat Islam yaitu mewujudkan kemaslahatan, meskipun masih terdapat kekurangan yang harus disempurnakan

    TRADISI MERARIK DALAM MASYARAKAT SUKU SASAK LOMBOK DI DESA LABURAN BARU MENURUT PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

    Full text link
    HAFIFUDDIN. 2015. Tradisi Merarik Dalam Masyarakat Suku Sasak Lombok Di Desa Laburan Baru Menurut Perspektif Hukum Islam. Pembimbing (1) Dra. Hj. Nadiyah Khalid, M.H. dan pembimbing (2) Alma Jaya Sukmadini, S.H. Penelitian ini bertujuan untukmenjelaskan gambaran tradisi merarik (menikah) dalam Suku Sasak Lombok di desa Laburan Baru, serta ingin mengetahui apa saja alasan masyarakat menjalankan tradisi merarik (menikah)tersebut. Dalam hal ini yang menjadi subjek penelitian adalah seluruh masyarakat Suku Sasak Lombok yang berada di desa Laburan Baru, sedangkan objek kajiannya adalah perspektif islam terhadap tradisi merarik(menikah) dalam Suku Sasak Lombok di desa Laburan Baru.Responden yang diteliti sebanyak tujuh orang dari latar belakang yang berbeda-beda. Untuk mendapatkan informasi yang di inginkan peneliti menggunakan teknik wawancara dengan jenis penelitian kualitatif. Hasil penelitian mendapati bahwa praktek tradisi merarik (menikah) dalam Suku Sasak Lombok di desa Laburan Baru terdiri dari beberapa tahapan yaitu: (1) Midang (meminang). Termasuk bagian dari midang ini adalah ngujang (mengunjungi calon istri di luar rumah), disini terjadilah kesepakatan antara kedua belah pihak untuk melakukan penculikan atau si laki-laki membawa lari si perempuan. (2) Pihak laki-laki harus menculik (melarikan) pengantin perempuan. (3) Pihak laki-laki harus melaporkan kejadian kawin lari itu kepada kepala dusun tempat pengantin perempuan tersebut tinggal, yang dikenal dengan istilah selabar (nyelabar). (4) Pelunasan uang jaminan dan mahar. (5) Melakukan akad nikah dengan caraIslam. (6)adapun istilah yang digunakan dalam pembayaran adat ketika ingin menikah di Suku Sasak Lombok disebut dengan Sorong doe atau sorong serah. (7) Nyondolan, yaitu mengantarkan kembali pihak perempuan pada pihak keluarganya, diarak keliling kampung dengan berjalan kaki diiringi musik tradisional khas lombok(gendang belek dan kecimol). tradisi merarik ini tidak di benarkan dalam Islam, karena proses peminangan dalam Islam dengan peminangan tradisi merarik sangat berbeda dan tradisi ini banyak menimbulkan kemudharatan dan bertentangan dengan hukum Islam

    Employee Performance Assessment Based On Competency

    Full text link
    Competence at present is the basis for the performance assessment. The primary objective of performance assessments is to optimize team member performance where faith must link team member duties and characteristics to organizational strategy.Performance assessments are done to measure employees' performance objectively and hereafter expected to provide valid performance assessments according to the employees' competence. The research aimed at knowing what competency criteria were judged in team member performance. (SLR) research methods used literature review (SLR) through the vold's help, by applying previous research to find any competence criteria that were used for team member performance assessments. Research results found on the competence criteria for assessed employment performance include the following: 1) commitment to organization, 2) a spirit of achievers, 3) serves, 4) teamwork, 5) proactive, 6) leads, 7) discipline , 8) thinks analytical and 9) self-control. Research results will be made as a recommendation for the performance assessments of employees at the education hospital in JabodetabekKompetensi saat sekarang ini dijadikan sebagai dasar untuk penilaian kinerja. Sasaran utama penilaian kinerja adalah mengoptimalkan ikinerja ikaryawan idimana imanajemen iharus imampu imengkaitkan itugas- itugas idan ikarakteristik ikemampuan ikaryawan idengan itujuan istrategik organisasi. Penilaian kinerja dilakukan iuntuk imengukur ikinerja ikaryawan isecara iobyektif iyang iselanjutnya idiharapkan imampu memberikan ipenilaian ikinerja iyang ivalid isesuai idengan ikompetensi ipara ikaryawan. iPenelitian iini bertujuan iuntuk imengetahui kriteria kompetensi iapa isaja iyang dinilai dalam ikinerja karyawan. Metode penelitian menggunakan Systematic Literature Review (SLR) melalui bantuan VOS Viewer, dengan mensistesis penelitian terdahulu untuk menemukan kriteria kompetensi apa saja yang dijadikan penilaian kinerja karyawan. Hasil penelitian diperoleh temuan mengenai kriteria kompetensi untuk menilai kinerja karyawaan antara lain; i1) iKomitmen ipada iOrganisasi, i2) iSemangat iberprestasi, i3) iMelayani, i4) iKerjasama, i5) iProaktif, i6) iMemimpin, i7) iDisiplin, i8) iBerfikir ianalitis, idan i9) iPengendalian idiri. Hasil temuan penelitian akan dijadikan sebagai rekomendasi dalam penilaian kinerja karyawan di Rumah Sakit Pendidikan di Jabodetabek

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    KONSEP PILAR PENGEMBANGAN PERGURUAN TINGGI ISLAM

    Full text link
    Abstrak: Artikel ini mendeskripsikan konsep pilar pengembangan perguruan tinggi Islam dengan melakukan analisis kritis melalui fenomena dan sejarah perkembangan perguruan tinggi Islam di Indonesia. Kerangka konsep pengembangan merupakan pedoman atau landasan berpijak serta ruang gerak pengembangan lembaga yang bermuara pada manajemen quality seluruh komponen lembaga. Kerangka konsep pengembangan lembaga dijadikan sebagai ruang pembatas arah dan alur yang dijalani untuk mengembangkan lembaganya masing-masing. Sebuah lembaga yang notabene-nya ingin melakukan pengembangan, namun belum bahkan tidak memiliki konsep pengembangan yang jelas. Kenyataan ini teridentifikasi di berbagai perguruan tinggi Islam di Indonesia umumnya, kerangkan konsep pengembangan lembaga menjadikan lembaga seperti berjalan di tempat. Pola pengembangan dilakukan berdasarkan konsep yang berjalan sendiri dengan realita yang ada dan terkesan lahir secara mendadaka. Studi ini menawarkan beberapa konsep pilar pengembangan perguruan tinggi Islam berupa penanaman nilai-nilai al-tazkiyah, al-tarahim, al-takhallus, al-ruh al-mustaqbal/al-khayaly, al-ta‘abbud, al-tarikhiyah/durus al-mihnah al-tarikhiyah dalam lingkungan kampus. Kata Kunci: pendidikan Islam, perguruan tinggi, pilar pengembangan, kampu

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado
    corecore