720 research outputs found

    MENGUJI AUTENTISITAS HADIS-HADIS TENTANG PENGAMALAN PUASA RAJAB(KAJIAN TERHADAP SANAD DAN MATAN)

    No full text
    Skripsi dengan judul “Menguji Autentisitas Hadis-Hadis tentang Pengamalan Puasa Rajab (Kajian terhadap Sanad dan Matan)” ini ditulis oleh Miftakhul Arifin, NIM. 2831133031, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Jurusan Ilmu al-Qur’an dan Tafsir, pembimbing Dr. Salamah Noorhidayati, M.Ag dan Dr. Ahmad Zainal Abidin, M.A Kata Kunci : Autentisitas, Hadis Puasa Rajab Penelitian ini dilatarbelakangi adanya perselisihan dari beberapa kalangan terkait dengan status hukum puasa Rajab. Ada sebagian kalangan yang menyatakan bahwa puasa Rajab adalah bid’ah. Hadis- hadis yang dijadikan hujjah adalah hadis yang kualitasnya d{a’i>f bahkan maudu>’, sehingga tidak digunakan oleh para ulama’. Padahal puasa Rajab merupakan puasa yang sudah dilakukan oleh banyak orang khususnya di Indonesia. Apakah mereka yang mengerjakan tidak mempunyai dasar pengamalannya dan apa memang benar tidak ada satupun hadis yang dinilai sahih yang bisa dijadikan h}ujjah. Penelitian ini difokuskan pada masalah autentisitas terhadap hadis-hadis yang dijadikah h}ujjah dalam pengamalan puasa Rajab. Untuk menjawab fokus masalah tersebut, maka dirumuskan masalah sebagai berikut (1) Bagaimana kualitas sanad yang digunakan sebagai dasar pelaksanaan puasa Rajab? (2) Bagaimana kualitas matan yang digunakan sebagai dasar pelaksanaan puasa Rajab? Adapun yang menjadi tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui keauntentikan hadis-hadis tentang pengamalan puasa Rajab. Sedangkan tujuan khususnya adalah untuk mengetahui kualitas sanad dan kualitas matan hadis-hadis tentang pengamalan puasa Rajab. Sebagai sebuah penelitian pustaka (library research), skripsi ini bersumber dari bahan primer berupa kitab-kitab hadis yang jumlahnya ada 9 (al-kutub al-tis\’ah) terutama kitab S}ah}i>h Muslim, Sunan Abi> Da>wud, Musnad Ah}mad dan Sunan ibn Ma>jah dan juga bahan skunder dari berbagai literatur yang berkaitan dengan judul penelitian. Metode yang digunakan adalah takhri>j al-h{adi>s dengan cara takhri>j bi al-lafaz}. Untuk meneliti sanad, menggunakan klasifikasinya ibn H{ajar al-‘Asqala>ni, karena ibn H{ajjar mempunyai kriteria yang lebih lengkap daripada ulama’ yang lain, sedangkan dalam kritik matan menggunakan tolok ukur yang dikemukakan oleh S{ala>h{udi>n al-Adlabi>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Hadis-hadis anjuran puasa Rajab, para rawi yang terdapat dalam sanad hadis tersebut masing-masing mendapat predikat s\iqat sehingga kualitas sanadnya adalah s{ah}i>h li z\a>tih, sedangkan hadis yang melarang puasa Rajab yang hanya diriwayatkan oleh ibn Ma>jah, ada salah satu rawi yang mendapat predikat d}a’i>f, sehingga sanadnya berkualitas d}a’i>f. (2) Hadis yang berkualitas s}ah}i>h, matannya tidak bertentangan dengan al-Qur’an, hadis yang lebih kuat, akal dan sejarah serta menunjukkan sabda kenabian, sehingga hadisnya maqbu>l dan dapat dijadikan hujjah dalam mengamalkan puasa Rajab

    Bulan Rajab Momentum Meneguhkan Kabajikan

    No full text
    Saat ini, umat Islam sudah memasuki bulan Rajab tahun 1445 H. Bulan ini diyakini sangat istimewa dan penuh berkah. Bulan rajab sangat berarti bagi umat Islam, persis dua bulan sebelum datangnya Ramadhan. Yang termasuk bulan suci yang dimuliakan Allah ini (asyhurul hurum) menjadi istimewa karena dijelaskan dalam hadis sebagai bulan Allah. Pada bulan ini, Allah memberikan berbagai bentuk ampunan, kasih sayang, anugerah, dan kebajikan kepada seluruh umat manusia. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika banyak ulama menganjurkan umat Islam untuk melaksanakan puasa sunnah selama bulan Rajab ini. Jika kita lihat dalam hadis di Kitab Durrotun Nasihin Syaikh Utsman al-Khaoubari dilansir sabda Rasulullah yang menjelaskan bahwa orang yang puasa Rajab sehari saja, maka akan mendapatkan Ridha Allah. Yang puasa dua hari, maka para penduduk langit dan bumi akan mendoakan agar orang tersebut mendapatkan kemuliaan (karomah) dari Allah. Yang puasa tiga hari, maka akan dijauhkan dari bencana dunia dan siksa akhirat. Yang puasa tujuh hari, maka tujuh pintu neraka jahanam akan tertutup. Yang puasa delapan hari, maka delapan pintu surga akan terbuka. Yang puasa 10 hari, maka permintaannya kepada Allah akan selalu dikabulkan. Sedangkan yang puasa 15 hari, maka dosanya yang lalu akan diampuni dan ditambah dengan berbagai kebaikan dan berkah dari Allah

    Maktabat Al Muthanna Correspondence 1948

    No full text
    Telegram from Qasim Al-Rajab to Naguib, reporting a 50-pound folded bag to be registered, raising concern over a lawsuit by al-Rasafi’s author due to delays, and lamenting dependence on Naguib for timely work. He stresses prioritizing quality over cost, notes upcoming summer travel risking loss of an important client, and voices frustration with publication and notebook delays. He inquires about better coordination and requests a collection of books to restore their professional relationship.برقية من قاسم الرجب إلى نجيب يُبلغ فيها عن كيس مطوي يحتوي على ٥٠ جنيهاً يجب تسجيله، ويُعرب عن قلقه من دعوى قضائية محتملة من مؤلف كتاب الرصافي بسبب التأخيرات، كما يأسف لاعتماده على نجيب في إنجاز الأعمال في الوقت المناسب. يشدد على ضرورة إعطاء الأولوية للجودة على حساب الكلفة، ويشير إلى رحلته الصيفية القادمة التي قد تؤدي إلى خسارة عميل مهم، ويعبر عن استيائه من التأخير في النشرات والدفاتر. كما يستفسر عن تنسيق الجهود لتحسين الإدارة ويطلب مجموعة من الكتب لإصلاح العلاقة المهنية بينهما

    MAJELIS TAKLIM RIYADUL QUR’AN DAN PUASA RAJAB (STUDI LIVING HADIS)

    No full text
    Rajab fasting is a form of worship which is classified as sunnah fasting. This research was conducted because of a tradition that was built on the basis of reception of hadith. So, it can be said that this tradition was formed because of an understanding of hadith. Therefore, the formulation of the problem raised in this study was made to see how the history of the Rajab fasting tradition, the rituals that occurred in it during the process of carrying out the Rajab tradition, and find out how the students' understanding of the Rajab fasting hadith is. This research is a type of field research (field research) which obtained qualitative data. The focus of this research is on the students at the Riyadul Qur'an Taklim Assembly who carry out the Rajaban tradition in it. This research was conducted for approximately two months by means of direct observation, conducting interviews, and collecting documentation. The main sources for this study were taken from field data, then interviews with Ustaz Aziz, Mrs. Elis, four students, and Mrs. Iik. From the data obtained, the author uses the theory of Living Hadith and also the theory of Alfred Schutz as a phenomenological approach to reveal the meaning that occurs in it, in theory Alfred Schutz has two motives, namelyBecause Motive (Motive Cause) and In Order To Motive (Purpose Motive) which also in this theory says that every action must have a cause behind it. From the research that has been conducted by the author at the Riyadul Qur'an Taklim Assembly, the results show that; First, the santri knew the hadith about Rajab fasting, which was obtained from Ustaz Aziz himself as the owner of the Taklim Riyadul Qur'an Assembly. The santri understand that in the implementation of the rajaban tradition, it departs from the Prophet's hadith, which has been done for generations, and the rituals performed in the rajaban tradition are still within the limits of Islamic teachings, such as reciting Al-Fātiḥah, beristigfar, recitation of Badr/Badriyah prayers, and prayers.Second, through Alfred Schutz's theory, stated that the implementation of the Rajaban tradition was due to maintaining the previously existing traditions and as a vessel for distributing alms, while the aim was to strengthen friendship and instill Islamic values within

    RADISI PEMBACAAN KITAB SAHIH AL-BUKHARI DI BULAN RAJAB (Studi Living Hadis di Pondok Pesantren Darunna’im, Pontianak Kalimantan Barat)

    No full text
    Penelitian ini mengkaji sebuah tradisi Pembacaan Kitab S{ah}i>h} al-Bukha>ri yang dilakukan selama bulan Rajab di pesantren Darunna’im Pontianak, Kalimantan Barat. Hadis yang merupakan sumber ajaran Islam kedua setelah al-Qur’an serta standar keteladan kehidupan Nabi Muhammad saw. Namun di pesantren Darunna’im, himpunan hadis-hadis Imam Bukhari tersebut hanya sekedar dibaca dan dilafalkan tanpa terjadi proses transmisi pengetahuan, layaknya pembacaan al-Qur’an pada umunya yang bersifat ibadah. Hal itu menunjukkan bentuk penerimaan hadis (teks) dan S{ah}i>h} al-Bukha>ri yang tidak biasa, terlebih telah mentradisi turun-temurun hanya dengan kitab S{ah}i>h} al-Bukha>ri dan hanya di bulan Rajab. Untuk itu, penelitian ini berusahan menemukan motif tindakan membaca teks hadis Nabi Muhammad saw, resepsi dan transformasi tradisi Pembacaan Kitab S{ah}i>h} al-Bukha>ri di pesantren Darunna’im. Menggunakan teori fenomenologi Alfred Schutz terkait motif sebab (because of motive) dan motif tujuan (in order to motive) dan teori resepsi, serta transformasi tradisi Pembacaan Kitab S{ah}i>h} al-Bukha>ri. Hasil penelitian ini menemukan bahwa tradisi Pembacaan Kitab S{ah}i>h} al-Bukha>ri di Darunna’im Pontianak Kalimantan Barat merupakan praktik rutin membaca teks hadis selama bulan Rajab. Tradisi tersebut dimulai dengan pembukaan, pembacaan, dan ditutup dengan perayaan penutupannya di akhir bulan Rajab. Dilakukan secara bergilir oleh santri dan santri alumni baik dihadapan pengasuh dan secara indivud hingga khatam, tanpa penjelasan dan pemaknaan hadis yang dibaca. Adapun motif sebab (because of motive) dan motif tujuan (in order to motive) yang melatari pelaku tradisi Pembacaan Kitab S{ah}i>h} al-Bukha>ri tersebut; yang pertama adalah merupakan tradisi al-salaf al-s{alih}, melestarikan dan menghidupkan Sunnah Nabi saw, keagungan S{ah}i>h} al-Bukha>ri, serta ziarah ulama. Dan yang kedua adalah mencari berkah (tabarruk), mustajab doa, mendekatkan diri pada Nabi saw, serta kesembuhan dan keselamatan. Pembacaan Kitab S{ah}i>h} al-Bukha>ri itu merupakan bentuk praktik living hadis yang berorientasi pada pertunjukan (performance) bukan informatif. Hadis yang terkumpul dalam S{ah}i>h} al-Bukha>ri mejadi objek yang dihidupkan melalui tindakan membaca teks dengan membunyikan atau melisankan (kembali) hadis yang diam dalam lembaran-lembaran kertas tersebut. Sehingga hadis Nabi berada dalam ruang publik atau lebenswelt dalam istilah Alfred Schutz, Dan ini, merupakan bentuk resepsi pertama yakni resepsi performatif hadis Nabi Muhammad saw dalam upaya “menghidupkan Sunnah Nabi” melalui pembacaan hadis, dari tiga bentuk resepsi performatif. Bentuk kedua adalah resepsi performatif S{ah}i>h} al-Bukha>ri sebagai upaya mencari keberkahan Allah (tabarruk) pada atau melalui S{ah}i>h} al-Bukha>ri serta pada teks hadis Nabi dalam kitab tersebut. Menjadikannya layaknya al-Qur’an dalam kapasitasnya sebagai teks yang memiliki akses berkah Allah saat dibaca. Ketiga adalah resepsi performatif praktik tradisi leluhur asal Yaman sejak hampir 150 tahun yang lalu. Dan bentuk terakhir merupakan bentuk penerimaan awal tradisi Pembacaan S{ah}i>h} al-Bukha>ri di bulan Rajab oleh pesantren Darunna’im. Hal tersebut menunjukkan transformasi praktik pembacaan hadis yang bermula sebagai periwayatan, pengajaran dan penyebarannya sejak awal Islam. Kemudian di abad ke-3 H berkembang sebagai praktik permohonan dan di abad ke-7 H muncul menggunakan kitab hadis S{ah}i>h} al-Bukha>ri yang dibaca ataupun dibawa. Dan terakhir menjadi institusi atau tradisi rutin selama bulan Rajab yang telah dipopulerkan kalangan habaib sejak abad ke-19 M di Indonesia

    Sulfur metabolic engineering enhances cadmium stress tolerance and root to shoot iron translocation in Brassica napus L

    No full text
    Serine acetyltransferase (SAT) (EC 2.3.1.30) is the rate-limiting enzyme of cysteine (Cys) biosynthesis, providing the decisive precursor for the ubiquitous defense thiol glutathione (GSH). Together with O-acetylserine (thiol) lyase (OAS-TL; EC 2.5.1.47) SAT generates Cys in the cytosol, plastids, and mitochondria of vascular plants. The current study aimed to overproduce Cys and GSH for enhanced stress tolerance via overexpression of the feedback-insensitive isoform of serine acetyltransferase from tobacco, i.e., NtSAT4. Constitutive overexpression of NtSAT4 in Brassica napus resulted in the 2.6-fold–4-fold higher SAT activity in different subcellular compartment-specific lines. This higher SAT activity led to a 2.5-fold–3.5-fold higher steady-state level of free Cys and 2.2-fold–5.3-fold elevated level of GSH in leaves compared with nontransformed plants. Among the compartment-specific lines, the mitochondrial targeted NtSAT4 overexpressor line M-182 showed the highest levels of Cys (3.5-fold) and GSH (5.3-fold) compared with wild-type plants. Overexpression of NtSAT4 conferred a physiological advantage in terms of enhanced tolerance against oxidative stress with hydrogen peroxide and the heavy metal cadmium (Cd). The NtSAT4 overexpressor lines showed a significantly higher amount of iron (Fe) translocation from roots to shoots compared with nontransformed plants. Overall, these results suggest that overexpression of NtSAT4 is a promising approach to creating plants with tolerance to heavy metals and oxidative stress and, in addition, may potentially improve plant nutrition in terms of enhanced Fe translocation from roots to shoots

    HADIS-HADIS TENTANG PUASA BULAN RAJAB DALAM KUTUB AL-TIS'AH (Studi Kritik Sanad dan Matan)

    No full text
    Puasa merupakan ibadah mahdah atau ibadah yang sifatnya khusus, tata cara serta waktu pelaksanaannya harus sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw. tidak boleh menambah atau mengurangi ketentuan yang telah ditetapkan. Selain puasa Ramaqan yang wajib, tcrdapat pula puasa sunat, salah satunya puasa Rajah, akan tetapi puasa bulan Rajah masih diperdebatkan oleh para ulama. Ulama yang men-sunahkan puasa bulan Rajah berdalil dengan hadis - hadis tentang keutamaan puasa bulan Rajah. Sedangkan para ularna yang mengmaknih- kan puasa bulan Rajah berdalil dengan hadis yang diriwayatkan oleh lbnu MaJah. . Sctclah melakukan takhd} al-h.adis, hadis yang mcnerangkan keutamaaan puasa bulan Rajab karena mem.irut S.alanuddii:i, salah satu matan hadis yang ditcrima harus menunjukkan ciri-ciri pcrkataan Nabi saw. Dalam hadis-hadis terscbut terdapat keserampangan (bcrlebihan) dalam hal keutamaan, karena ibadah puasa pahalanya diserahkan kepada Allah. Sedangkan hadis yang melarang puasa Bulan Rajah juga berstatus la'il,' karena ada seorang peri way at bemama Dawud bin 'Atf}r yang mendapat jarh. dari kritikus hadis. Sehingga hal ini, menimbulkan permasalahan "Bagaimanakah Nabi saw. melakukan puasa tersebut". Penulisan skripsi yang berjudul "Hadis-Hadis Tentang Puasa bulan Rajah dalam Kutub al-Tis'ah (Studi Kritik Sanad dan Matan)" ini merupakan upaya unt uk mencari hadis-hadis yang kualitasnya s.ah/h, baik dari segi sanad maupun matan yang bisa dijadikan i}.ujjah untuk menjalankan puasa bulan Rajab, karena puasa tersebut olch sebagian masyarf!!cat Indonesia mcnjalankannya. Sclanjutnya penulis menernukan kitab Syu'ao al-Imaii. yang mcncr.angkan Nabi berpuasa pada bulan Rajah. Setelah melakukan takhrij al-J;adfs ternyata hadis tersebut diriwayatkan olch tiga mukharrij, yait u Mus lim, Abu Tiawud, AhJnad bin Hfnhal. Dalam skripsi ini, penulis memilih hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari jalur Ale bin H,ajr. Dan setelah dilakukan penelitian, Seluruh petiwayat dalam jalur sanad Imam Muslim. memiliki sifat aai dan qibif, jalur sanad-nya bersambung, tidak terdapat syii dan il/at baik dari segi sanad dan matan-nya, maka derajat hadisnya "~ai}.li}. li zatihi': Berbeda dengan puasa sunat yang lain yang secara jelas telah ditentukan waktu pelaksanaannya, puasa bulan Rajah tidak terdapat satupun hadis yang rnenerangkan waktu pelaksanaannya. Apakah sat u bulan penuh at au hanya beberapa hari saja . Oleh karena itu, penulis berkesimpulan bahwa puasa bulan Rajah bukan merupakan safah satu puasa di antara puasa-puasa sunah yang sudah jelas di tentukan waktu pelaksanaannya-yang tidak mengandung keraguan dalam melaksanakannya, melainkan hanya keutamaan pada bulan Rajab untuk mernperbanyak amal kebaikan seperti ~alat, zakat dan terlebih bcrpuasa, karena pahala ibadah puasa sangat istimewa seperti disinyalir dalam hadis qudsi di at as. Maka untuk tidak terjerwnus ke dalam bid'ak sepcrti yang dikhawatirkan oleh Ibnu MaJah, cara rnengamalkan hadis ini adalah jangan sampai berpuasa penuh satu bulan karena berpuasa satu bulan penuh dilarang karena menyerupai bulan Ramad.an

    Sikap mahasiswa terhadap penjelasan dosen di dalam kelas bahasa inggris Universitas Muhammadiyah MakassarMakassar

    No full text
    ABSTRAK ABD. RAJAB, Sikap mahasiswa terhadap penjelasan dosen di dalam kelas bahasa inggris Universitas Muhammadiyah MakassarMakassar (Pembimbing: H. A. Qashas Rahman and Syaripuddin Dollah) Objek penelitian ini: (i) Untuk mengetahui sikap siswa terhadap penjelasan dosen pada Universitas Muhammadiyah Makassar. (ii) Untuk mengetahui karakteristik penjelasan dosen yang baik di Universitas Muhammadiyah Makassar. Penelitian ini menggunakan model penelitian Quan-Qual. Subjek dari penelitian ini sejumlah 38 mahasiswa di kelas F dan 2 dosen Universitas Muhammadiyah Makassar. Hasil penelitian ini diperoleh melalui penggunaan angket, rekaman, dan kemudian dikalkulasikan dan ditranskrib untuk dianalisis. Angket yang didistribusikan ke 38 mahasiswa terdiri dari 20 pertanyaan close ended dan 1 pertanyaan open ended. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa menunjukkan sikap yang baik terhadap penjelasan dosen, dan hasil observasi dari 2 dosen menunjukkan bahwa dosen tersebut membawakan materi dengan penjelasan yang baik. Siswa menunjukkan sikap positif terhadap dosen dalam menyajikan materi di dalam kelas. Disamping itu, mereka merasa bahwa dosen yang baik yaitu dosen yang siap dengan baik dalam mengajar, antusias, simpati, dan ramah. Dosen menunjukkan karakteristik penjelasan yang baik dalam kelas bahasa Inggris di Universitas Muhammadiyah Makkassar. Karakteristik tersebut diidentifikasi dari persiapan dosen sebelum mengajar, pemberian contoh yang mudah sampai yang sulit, mengecek pemahaman mahasiswa, menjelaskan materi lebih dari sekali jika materi sulit dipahami, dan membuat kesimpulan diakhir pembelajaran. ABSTRACT ABD. RAJAB. The Students’ attitude toward Lecturers’ Expalantion in EFL Classroom at University Muhammadiyah of Makassar (Supervised by H. A. Qashas Rahman and Syaripuddin Dollah) The objectives of this research were: (i) to find out the students’ attitude toward lecturer’s explanation at Muhammadiyah University of Makassar. (ii) to find out the good characteristics of lecturer’s explanation at Muhammadiyah University of Makassar. This research employed descriptive Quan-Qual. The participants of this research were 38 students in F class and 2 Lecturers at Muhammadiyah University of Makassar.The result of the research were collected through the use of Questionnaires and audio-video camera, and then it was calculated and transcribed to be analyzed. The questionnaire that was distributed to the 38 students consists of 20 items close ended and 1 open ended question. The result showedthat the students have good attitudes toward lecturers’ explanation at Muhammadiyah University of Makassar (82), and the result from the observations of 2 lecturers showed that theyhave good explanation in presenting materials. The Students have positive attitude toward lecturer in presenting the material in the EFL classroom. Besides that, they perceive that teacher’s explanation showed by the lecturer are prepare, enthusiasm, summarizing, good explanation, sympathy, friendly. The lecturers have good characteristics of explanation in EFL classroom at University Muhammadiyah of Makassar. Those characteristics were identified from lecturers’ preparation before teaching, giving the example from simple to complicated, checking understanding of the students, explaining the material more than one if the material is difficult, and making conclusion at the end in teaching process

    All-dielectric invisibility cloaks made of BaTiO3-loaded polyurethane foam

    No full text
    Transformation optics has led the way in the development of electromagnetic invisibility cloaks from science fiction to engineering practice. Invisibility cloaks have been demonstrated over a wide range of the electromagnetic spectrum, and with a variety of different fabrication techniques. However, all previous schemes have relied on the use of metamaterials consisting of arrays of sub-wavelength inclusions. We report on the first cloaking structure made of a high-kappa dielectric-loaded foam mixture. A polyurethane foam mixed with different ratios of barium titanate is used to produce the required range of permittivities, and the invisibility cloak is demonstrated to work for all incident angles over a wide range of microwave frequencies. This method will greatly facilitate the development and large-scale manufacture of a wide range of transformation optics-based structures

    Maktabat Al Muthanna Baghdad Feb-May 1962

    No full text
    The author writes to his uncle, Najeeb Al-Khanji, in Cairo, expressing heartfelt gratitude for his kind hospitality during his recent stay. He informs him of his safe arrival in Baghdad and underscores the importance of preparing and dispatching the books requested by the University of Khartoum. Special emphasis is placed on receiving timely updates regarding the Anglo publications and a critical text on geopolitics. The letter also mentions additional desirable titles, including Al-Wajdi’s commentary, and concludes with warm greetings extended to Uncle Najeeb’s family.يخاطب المؤلف عمه نجيب الخانجي في القاهرة معبرًا عن خالص شكره على حسن ضيافته خلال فترة إقامته هناك، ويخبره بوصوله سالمًا إلى بغداد. كما يشدد على ضرورة إعداد وشحن الكتب التي طلبتها جامعة الخرطوم، مع التأكيد على أهمية الحصول على تحديثات دقيقة حول هذه الشحنات، خاصة ما يتعلق بكتب الأنجلو ونص مهم جدًا في الجغرافيا السياسية. ويذكر المؤلف أيضًا عناوين إضافية مرغوبة، منها شرح الوجدي، ويختتم رسالته بإرسال أطيب التحيات إلى أسرة العم نجيب
    corecore