1,740,459 research outputs found
DUH GUSTI
Duh Gusti,katanya hidup ini penuh pilihanTapi kenapaberbeda dianggap salah, saru, tabubahkan haramGusti,katanya warna itu banyak macamnyaTapi kenapahanya hitam dan putih yang melilit bola matakuGusti,bukankah komitmen, idealis, dan istiqomahadalah tiga kata dari bentuk yang itu-itu juga?tapi kenapa hanya istiqomah yang selalu berada di jalanmusedangkan komitmen dan idealis seringkali kehilangan arahmenjadi komitmen dan idealis sesatDuh Gusti, Gusti,tidak seharusnya aku mengeluh seperti initapi bagaimana lagi ya Gustikeadaannya memang begitu
Mr. I Gusti Ketut Pudja : riwayat hidup dan pengabdiannya
I Gusti Ketut Pudja, adalah putra kelima I Gusti Nyoman Raka Punggawa di Sakasada, Singaraja, Bali. Ia lahir pada tanggal 19 Mei tahun 1908. Pada hari Rabu tanggal 4 Mei tahun 1977, ia wafat di RS Cipto Mangunkusumo di Jakarta dalam usia 69 tahun. I Gusti Ketut Pudja merupakan putra Bali pertama yang memperoleh gelar Meester in de Rechten (sarjana hukum).
Dalam tahun 1935 ia telah mengabdikan dirinya pada Kantor Residen Bali dan Lombok di Singaraja. Tahun 1936 ia ditempatkan pada Pengadilan Negeri yang pada masa itu disebut
Raad van Kerta
Letter to Dimitrie Gusti (21.10.1938)
This section contains two important documents here published for the first time. The first is the text of a paper presented by Şt. C.-G. in 1939 at the Romanian Institute for Social Research and meant to accompany 12 sociological maps on the practices and interdictions concerning confined women in 35 villages of Țara Oltului (Olt county). This paper will allow us to reconstruct the lost maps in the near future. The second document consists of three completed forms of the social inquiry conducted by Şt. C.-G. concerning the everyday lives of students in an industrial
College of Bucharest during World War II. The Report prepared by D. Gusti in view of awarding the Vernescu Academy prize to Şt. C.-G. for her book The Household in the Beliefs and Magic Rituals of the Women of Drăguş (Făgăraş), an activity report by Şt. C. and two letters (one by D. Gusti and the other by a former student teaching in her turn) complete the picture of Şt. C.-G. at a professional and a personal level
Ahlaq Tasawuf Manunggaling Kawula Gusti
Paham Wahdatul Wujud (Manunggaling Kawula Gusti) bukanlah Paham Pantaisme. Wahdatul Wujud (Manunggaling Kawula Gusti) adalah suatu Dzauq, pengalaman ruhani yang diperoleh ahli sufi.Wahdatul Wujud (Manunggaling Kawula Gusti) merupakan anugerah Alloh berkenaan dengan ilmu dan rahasia-Nya yang diberikan kepada hamba-Nya yang terpilih dan diridloi.
Manunggaling Kawula Gusti juga sering diartikan sebagai menyatunya manusia (kawula) dengan Tuhan (Gusti). Anggapan bahwa Gusti sebagai personafikasi Tuhan kurang tepat. Gusti (Pangeran,) yang dimaksud adalah personafikasi dari Dzat Urip (Kesejatian Hidup), atau (emanasi, pancaran) Tuhan. Ajaran Manunggaling Kawula Gusti bermakna bahwa di dalam diri manusia terdapat roh yang berasal dari roh Tuhan.
Pengamalan Manunggaling Kawulo Gusti memiliki dua bentuk dimensi besar yaitu dimensi teologi dan dimensi sosiologi. Persepektif Manunggaling Kawulo Gusti keterpaduannya dapat dilihat dalam rukun perjalanan yang juga menjadi sendi dalam mencapai Manunggaling Kawula Gusti, yakni ilmu dan dzikir
PERENCANAAN PENINGKATAN DAYA DUKUNG PERKERASAN RUNWAY BANDARA INTERNASIONAL I GUSTI NGURAH RAI-BALI
Number (PCN) sebesar 83 F/C/X/T. Saat ini Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai-Bali, melayani beberapa tipe pesawat udara, salah satunya adalah pesawat Boeing 777-300ER yang memiliki Aircraft Clasification Number (ACN) sebesar 86. Nilai ACN yang lebih besar dari PCN ditengarai sebagai salah satu penyebab terjadinya kerusakan dan menurunnya daya dukung runway. Kajian kondisi perkerasan eksisting dan perencanaan untuk meningkatkan nilai PCN runway diperlukan untuk dapat melayani operasional sejenis pesawat Boeing 777-300ER sampai 10 tahun ke depan. Data-data yang dikumpulkan sebagai parameter dan variabel dalam menentukan kondisi dan merencanakan perkerasan runway yaitu persentase jenis dan persentase kerusakan, tebal lapis perkerasan runway, Nilai California Bearing Ratio (CBR), karakteristik pesawat udara dan annual departure. Hasil analisa menggunakan software FAARFIELD dan COMFAA mendapatkan Pavement Classificasion Index (PCI) runway Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai-Bali adalah 65,83 termasuk kondisi cukup (fair). Kondisi ini mengindikasikan bahwa runway Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai-Bali dalam keadaan kelelahan (fatique). Hasil analisis juga mendapatkan, untuk meningkatkan daya dukung runway sehingga mampu melayani pesawat sejenis Boeing 777-300ER sampai 10 tahun ke depan (sampai Tahun 2030), diperlukan tebal lapis tambahan (overlay) 10,41 cm. Overlay senilai tersebut menjadikan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai-Bali memiliki runway dengan PCN 121 F/C/X/T
Yesus Sang Manunggaling Gusti
This article studies the popular either-or or dualist logic of Artistotle compared to the use of the sentential logic in explaining the union of the humanity with the divinity substance in Jesus Christ as described in Manunggaling Kawula Gusti concept. In understanding the concept from the Christian perspective, some questions emerge. First, what is the meaning of the concept of Jesus as the manifestation of manunggaling kawula gusti which comes from the concept of Kejawen spirituality. Second, is the meaning of Manunggaling Kawula Gusti the same as the concept of uniting the substance of God and man in Christianity. Third, can sentential logic explain Kawula Manunggaling Gusti more clearly than The Aristotelian or either-or logic? The hypothesis is that the Aristotelian logic is less adequate to explain the concept of Jesus as Manunggaling Kawula Gusti in comparison with sentential logic as the latter consists of betweenness/neitherness/bothness concept. The method in this study is qualitative research consists of textual interpretation and philosophical logic analysis. As the result, it proves that by using the sentential logic, the union between the humanity and divinity of Christ in the concept of Manunggalung Kawula Gusti can be logically explained and makes sense. The result is useful to enrich dialogue or contextualization process with people who are accustomed to the non-dualist logic and the concept of Manunggaling Kawula Gusti such as the the adherents of the Kejawen (the mystical Sufi-Kejawen)
The science of nation
Title: Stiinţa naţiunii (The science of nation) Originally published: Sociologie românească, No. 2–3 (February–March 1937), pp. 1–7. Language: Romanian The excerpts used are from the original, pp. 1 and 3–7. About the author Dimitrie Gusti [1880, Iaşi – 1955, Bucharest]: sociologist, ethnographer and the founder of the ‘Bucharest Sociological School,’ or the so-called ‘Monographic School.’ Gusti was born to a family of local notables and completed his primary and secondary education in Iaşi. ..
The science of nation
Title: Stiinţa naţiunii (The science of nation) Originally published: Sociologie românească, No. 2–3 (February–March 1937), pp. 1–7. Language: Romanian The excerpts used are from the original, pp. 1 and 3–7. About the author Dimitrie Gusti [1880, Iaşi – 1955, Bucharest]: sociologist, ethnographer and the founder of the ‘Bucharest Sociological School,’ or the so-called ‘Monographic School.’ Gusti was born to a family of local notables and completed his primary and secondary education in Iaşi. ..
Analisis Kapasitas Drainase Sisi Timur Jalan Kampung Gusti Sampai Dengan Rumah Pompa Kampung Gusti
Kelurahan Kampung Gusti termasuk salah satu wilayah yang terdapat di Kota Administrasi Jakarta Barat, yang merupakan wilayah yang salah satu rawan banjir. Tahun 2004 sampai saat ini Kelurahan Kampung Gusti yang masih diliputi banjir yaitu Kelurahan Kampung Gusti yang arah alirannya mengarah ke Rumah Pompa Kampung Gusti melalui crossing Jalan Kampung Gusti. Salah satu penyebab terjadinya banjir yaitu terjadinya penyempitan saluran di crossing Jalan Kampung Gusti dan penyempitan beberapa titik saluran sebelum Rumah Pompa Kampung Gusti. Tahun 2014 dilakukan pembangunan Rumah Pompa Kampung Gusti yang bertujuan untuk mempercepat laju aliran yang menggenangi Kelurahan tersebut sehingga banjir yang melanda Kelurahan tersebut dapat diminimalkan walau saat ini masih terjadi genangan dikarenakan kapasitas saluran belum memadai. Dengan menganalisa penampang saluran dengan menggunakan metode distribusi curah hujan menggunakan metode gumbell dihasilkan intensitas curah hujan 5 tahun sebesar 215.93 mm/jam dengan debit dihasilkan sebesar 1.196 m3/detik, sementara tampungan drainase eksisting sebesar 1.692 m3/detik dengan penampang eksisting 1 x 1 m. Hasil analisa kapasitas saluran yang ada sudah cukup mengatasi genangan di jalan kampung gusti disisi timur di tambah dengan keberadaan pompa 0.5 m3/detik
Studi tema lukisan I Gusti Made Baret, I Ketut Gelgel dan I Made Gatra Pengosekan, Ubud Bali
Berdasarkan hasil penelitian dan hasil analisa data lukisan I Gusti Made Baret, I Ketut Gelgel dan I Made Gatra dapat disimpulkan bahwa macam-macam tema, sumber-sumber tema dan pengaruh faktor lingkungan yang melatarbelakangi penciptaan karya seni lukisnya dari ketiga pelukis tersebut
- …
