739 research outputs found

    Makna Kebahagiaan melalui Sudut Pandang Tokoh Aku dalam Novel 170.8 Fm: Radio Negeri Biru Karya FX Rudy Gunawan

    No full text
    Penelitian ini berjudul ―Makna Kebahagiaan Melalui Sudut Pandang Tokoh Aku Dalam novel 170.8 FM Radio Negeri Biru karya FX Rudy Gunawan‖ yang memiliki tujuan untuk mengungkap makna kebahagiaan dalam novel 170.8 FM Radio Negeri Biru karya FX Rudy Gunawan. Penelitian ini memanfaatkan teori sktruktural dari Tzvetan Trodorov. Untuk mengungkap makna kebahagiaan dalam novel ini, analisis terfokus pada salah satu unsur struktur novel, yaitu sudut pandang. Melalui analisis terhadap sudut pandang tersebut, peneliti memaparkan pandangan tokoh Aku terhadap tokoh-tokoh lain mengenai kebahagiaan. Kemudian analisis dilanjutkan guna memperlihatkan bagaimana relasi antara tokoh Aku dengan tokoh-tokoh lain terjalin, hingga dapat ditarik makna kebahagiaan yang terdapat dalam novel 170.8 FM Radio Negeri Biru karya FX Rudy Gunawan memuat makna berupa kritik terhadap kehidupan masyarakat di era modern yang mudah menyerah dalam menghadapi permasalahan yang mereka alami. Dalam interaksi antara tokoh utama dengan tokoh lain itu lah terbentuk pandangan kebahagiaan yang membentuk makna kebahagiaan dengan cara berani menghadapi segala rintangan dalam hidup, berani menerima dan menghadapi kegagalan, dan menarik pelajaran dari itu semua

    KRITIK SOSIAL DALAM NOVEL TUAN KEN (TUT) KARYA FX RUDY GUNAWAN KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA

    No full text
    Kritik sosial diklasifikasikan berdasarkan pada konsep sosiologi sastra Marx, dengan pengembangan konsep lembaga-lembaga kemasyarakatan seperti politik, ekonomi, dan moral, sehingga peninjauan kritik dilakukan berdasarkan permasalahan yang terjadi dalam masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis fakta cerita dan kritik sosial yang terdapat pada novel Tuan Ken (Tut). Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data penelitian berupa kutipan kalimat yang terdapat pada novel Tuan Ken (Tut) karya FX Rudy Gunawan. Sumber data pada penelitian ini adalah novel Tuan Ken (Tut) karya FX Rudy Gunawan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca dan catat. Adapun teknik penyajian data adalah mendeskripsikan berdasarkan rumusan masalah, yaitu fakta cerita dan kritik sosial  dalam novel Tuan Ken (Tut). Hasil penelitian mendeskripsikan fakta cerita yang terdiri dari alur, tokoh, dan latar. Ditemukan beberapa kritik sosial mengenai masalah moral, politik, dan ekonomi. Kritik sosial terdiri dari tiga, pertama kritik sosial ekonomi, mengkritik tentang kurangnya lapangan pekerjaan yang mengakibatkan kemiskinan dan membuat masyarakat melakukan hal-hal yang menyimpang seperti menjadi pencuri dan pekerja sex untuk menyambung hidup. Kedua, kritik sosial politik mengkritik tentang para pemimpin yang menyalahgunakan kekuasaannya, sehingga memberi dampak buruk pada masyarakat. Ketiga, kritik sosial moral lebih melihat pada pandangan orang-orang dalam menilai orang lain secara sepihak tanpa melihat etika yang berkembang di masyarakat tersebut

    Penguatan Karakter Dalam Novel Gawang Merah Putih Karya F.X. Rudy Gunawan (Tinjauan Struktur)

    No full text
    Skripsi ini membahas tentang Penguatan Karakter lima tokoh utama dalam novel Gawang Merah Putih karya F.X Rudy Gunawan dengan tinjauan struktural. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan struktural. Tinjauan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan penguatan karakter yang terdapat pada kelima tokoh utama dan unsur-unsur struktural yang terdapat dalam novel Gawang Merah Putih karya F.X Rudy Gunawan. Teori yang digunakan dalam menganalisis novel Gawang Merah Putih adalah teori yang dikemukakan oleh Stanton. Metode yang digunakan adalah metode analisis data pada teori fiksi Robert Stanton. Teknik yang digunakan adalah membangun teori struktur, pembacaan yang cermat, menganalisis fakta cerita, sarana sastra, dan menghubungkan antara satu unsur dengan unsur yang lainnya. Berdasarkan analisis dapat disimpulkan bahwa, dalam novel Gawang Merah Putih, tiap-tiap yang membangun novel tersebut dari dalam memiliki hubungan keterkaitan dan keterjalinan satu dengan yang lain. Hubungan tiap-tiap unsur tersebut adalah hubungan antara tokoh, alur, latar, konflik sudut pandang, gaya bahasa dan tema. Kesemua unsur-unsur tersebut menjadikan novel Gawang Merah Putih sebagai karya yang utuh. Adapun bentuk hubungannya yaitu seperti hubungan unsur tokoh dengan latar saling terikat karena, Pembentukan penguatan karakter lima tokoh utama dalam novel ini dipengaruhi oleh latar belakang kehidupan masing-masing tokoh

    Penegakan Hukum Pidana Terhadap Tindak Pidana Pencucian Uang berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 dalam Hubungannya dengan PemberantasanTindak Pidana Korupsi/ oleh Tanjung Rudy Gunawan

    No full text
    abstrak Pada umumnya pelaku tindak pidana korupsi menyamarkan asal usul harta kekayaan hasil dari tindak pidana mereka agar tidak dapat ditelusuri oleh aparat penegak hukum. Karena itulah Penulis tertarik untuk meneliti lebih jauh penegakan hukum pidana terhadap tindak pidana pencucian uang dalam hubungannya dengan pemberantasan tindak pidana korupsi. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode analisis data kualitatif meliputi pengumpulan data, yang bersumber dari studi kepustakaan yang juga didukung dengan wawancara. Merupakan suatu yang lumrah diketahuin dalam suatu perbuatan korupsi, ada banyak pihak yang terlibat, dan uang hasil korupsi ini tidak hanya dinikmati oleh pelaku korupsi sendiri. Agar orang lain yang ikut menikmati hasil korupsi juga dapat dimintai tanggung jawab pidananya, maka diperlukan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang. Di sisi lain, para koruptor nantinya akan berpikir, jangan sampai orang-orang terdekatnya harus turut menanggung hukuman akibat perbuatannya. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang membentuk PPATK yang fungsinya menyerupai sebuah lembaga intelijen di bidang keuangan. PPATK pada dasarnya melakukan analisis kemudian apabila menemukan penemuan yang mencurigakan maka akan disampaikan kepada Penyidik, yang lalu melakukan proses hukum yang dimulai dari menerima hasil analisis dari PPATK tersebut. Keberadaan PPATK membantu penegak hukum dalam mendeteksi upaya koruptor menyembunyikan harta yang merupakan hasil tindak pidana korupsi pada sistem keuangan atau perbankan. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang juga mengatur penerapan sistem pembuktian terbalik yang mana terdakwa harus turut serta membuktikan dalam persidangan bahwa harta atau aset yang dimilikinya bukan merupakan hasil tindak pidana. Sebagaimana ketentuan Pasal 77 Undang-Undang Tindak Pidana Pencuian Uang, terdakwa wajib membuktikan harta kekayaannya bukan merupakan hasil tindak pidana di persidangan. Hal ini dapat dipandang meringankan beban pembuktian dari penyidik, karena beban pembuktian ini bukan dibebankan kepada penyidik saja layaknya pada penyidikan tindak pidana lainnya./ oleh 207131008 Tanjung Rudy Gunawa

    Pengantar ilmu bangunan/ Gunawan

    No full text
    83 hal.: bibl.; ill.; 21 cm

    Pengentar teknik pondasi/ Gunawan

    No full text
    57 hal.: ill.; 21 cm

    Pengentar teknik pondasi/ Gunawan

    No full text
    57 hal.: ill.; 21 cm

    Pengantar ilmu bangunan/ Gunawan

    No full text
    83 hal.: bibl.; ill.; 21 cm

    Pengantar ilmu bangunan/ Gunawan

    No full text
    83 hal.: bibl.; ill.; 21 cm

    Pengentar teknik pondasi/ Gunawan

    No full text
    57 hal.: ill.; 21 cm
    corecore