131 research outputs found

    ANALISIS DATA HIDROLOGI SUNGAI AIR BENGKULU MENGGUNAKAN METODE STATISTIK

    Full text link
    Bengkulu municipality as a constituent element of the Air Bengkulu watershed with 51,500 of hectares area bypassed by the stream of Air Bengkulu River which empties into the Teluk Segara District, municipal of Bengkulu. Air Bengkulu River suffered flood at least twice a year of frequency as result of the increase in water discharge (Q) in the rainy season. The purpose of this research is to calculate the amount of peak river discharge of Air Bengkulu and mappingthe distribution of inundation water that may occur in the city of Bengkulu. Analysis of the mean daily maximum rainfall area was conducted by Thiessen Polygon using 15 last years of rainfall datas. Calculation of peak discharge using rational methods for different return period plans Analysis of Rainfall of flood modeling simulation is done by using HEC-RAS 4.1.0 and flood inundation mapping is done by using Hec-GeoRAS 4.3.1 flood modeling. The result of rainfall plan calculations was qualified by Gumbel type 1 method. The results of the Air Bengkulu river peak discharge quantify for return period 5, 10, 25, 50 and 100 years respectively 339.66 m3/sec; 470.38m3/sec; 520.59m3/sec; 557.83m3/sec; 594.79m3/sec; 631.62m3/sec. Results of generated mapping showed the areas affected by flood inundation in Bengkulu City namely Pasar Bengkulu village, Kampung Klawi, Rawa Makmur, Suka Merindu, Tanjung Agung,Tanjung Jaya, and Semarang. The depth value of inundation mapping for every affected village of floodwaters are vary, but in the range of 0 - 110 cm

    IMPLEMENTASI METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DALAM PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dalam penentuan prioritas pengelolaan suatu DAS yang bisa mengadopsi berbagai kepentingan stakeholders untuk memwujudkan model pengelolaan DAS yang berkelanjutan. Metode penentuan bobot prioritas menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) yang dikembangkan oleh Saaty (2008). Tujuan (Goal) adalah pengelolaan DAS terpadu yang bisa mengadopsi kepentingan berbagai stakeholders. Kriteria yang digunakan adalah ekonomi, ekologi/lingkungan, dan sosial. Alternatif yang dipilih ada enam alternatif yaitu produktivitas, pendapatan, debit mak dan min, erosi, dan tenaga kerja. Dari hasil pembobotan dengan AHP diperoleh tujuan penggelolaan DAS yang menjadi prioritas utama adalah mengatasi persoalan debit maksimum/banjir (0,322) dan setelah itu menyusul persoalan produktivitas (0, 239). Bobot terendah pada tenaga kerja (0,031). Besarnya bobot di atas mencerminkan tingkat kepentingan stakeholders yang terlibat dalam pengelolaan DAS

    DELINIASI DAS BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DALAM RANGKA MENDUKUNG PENGELOLAAN DAS TERPADU (Studi Kasus : DAS Manjuto Provinsi Bengkulu-Indonesia)

    Full text link
    Improper management of land-use activities cause the disruption of bio-physical balance in the watershed, resulting in flooding, drought, sedimentation, etcetera. This led to many losses, both in economic and environmental. To reduce the impacts, implementation of integrated and sustainable watershed management is urgently required. This requires efficient and effective implementing agencies. They should have the similar perception regarding their respective authority in managing the watershed. To avoid conflict of interests among the agencies concerned, determining the boundaries and area of watershed based on bio-physical parameters is absolutely indispensable. The purpose of the study is to delineate the boundary and determine the area of Manjuto watershed in Bengkulu Province, Indonesia. The 4-step procedure is applied, comprises DEM conditioning, flow routing, delineation of watershed boundary and determination of watershed area. Extensive calculations performed by considering the topography of the region. The test using transectlines elevation proved that the result is accurate and consistent with the the oretical definition. Afterward, the result is compared to the existing information. The result shows that Manjunto watershed area is 79,581 hectares or 7.4% smaller than the area defined by the Ministry of Public Work and 29.3% largerthan the area defined by the Ministry of Forestry

    Pelatihan Metode Identifikasi Sumber Air Baku Untuk Memenuhi Kebutuhan Air di Kampung Melayu-Kota Bengkulu

    Full text link
    Kebutuhan akan air bersih merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat. Di Kampung Melayu, Kota Bengkulu, keterbatasan akses terhadap air bersih menjadi kendala utama, khususnya untuk kebutuhan domestik. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan dasar kepada penduduk untuk mengeksplorasi dan memanfaatkan potensi air tanah sebagai sumber air bersih yang berkelanjutan bagi masyarakat. Kegiatan ini mencakup identifikasi sumber air tanah, pengujian kualitas air, serta edukasi masyarakat mengenai pengelolaan air bersih. Metode yang digunakan berupa demo menggunakan alat peraga, cerama, diskusi dan tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Kampung Melayu memiliki potensi air tanah dan air hujan yang layak konsumsi setelah melalui proses tertentu. Peserta dalam kegiatan ini menunjukan partisipasi masyarakat yang tinggi. Dampak kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, kesehatan dan kesejahteraan ekonomi warga setempat melalui akses yang lebih mudah dan terjangkau terhadap air bersih.    Kebutuhan akan air bersih merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat. Di Kampung Melayu, Kota Bengkulu, keterbatasan akses terhadap air bersih menjadi kendala utama, khususnya untuk kebutuhan domestik. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan dasar kepada penduduk untuk mengeksplorasi dan memanfaatkan potensi air tanah sebagai sumber air bersih yang berkelanjutan bagi masyarakat. Kegiatan ini mencakup identifikasi sumber air tanah, pengujian kualitas air, serta edukasi masyarakat mengenai pengelolaan air bersih. Metode yang digunakan berupa demo menggunakan alat peraga, cerama, diskusi dan tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Kampung Melayu memiliki potensi air tanah dan air hujan yang layak konsumsi setelah melalui proses tertentu. Peserta dalam kegiatan ini menunjukan partisipasi masyarakat yang tinggi. Dampak kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, kesehatan dan kesejahteraan ekonomi warga setempat melalui akses yang lebih mudah dan terjangkau terhadap air bersi

    Pelatihan Metode Identifikasi Sumber Air Baku Untuk Memenuhi Kebutuhan Air di Kampung Melayu-Kota Bengkulu

    Full text link
    Kebutuhan akan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang penting dalam menunjang kualitas hidup masyarakat. Di Kampung Melayu, Kota Bengkulu, akses terhadap air bersih masih menjadi tantangan, terutama untuk kebutuhan domestik sehari-hari. Permasalahan ini mendorong pelaksanaan program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk memberikan informasi dan edukasi kepada warga terkait eksplorasi dan pemanfaatan potensi air tanah sebagai sumber air bersih yang berkelanjutan. Kegiatan ini dirancang untuk mengedukasi masyarakat mengenai cara identifikasi sumber air tanah, pengujian kualitas air, serta pengelolaan air bersih dalam skala rumah tangga. Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi demonstrasi menggunakan alat peraga, ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan sesi tanya jawab yang mendorong partisipasi aktif masyarakat. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa Kampung Melayu memiliki potensi sumber air tanah serta air hujan yang dapat dijadikan air konsumsi setelah melalui proses penyaringan atau pengolahan sederhana. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya tingkat partisipasi dalam setiap sesi kegiatan. Selain itu, masyarakat mulai menyadari pentingnya pengelolaan air bersih yang tepat guna menunjang kesehatan dan efisiensi ekonomi keluarga. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta kemandirian masyarakat dalam mengelola sumber daya air secara berkelanjutan. Dengan akses air bersih yang lebih mudah dan terjangkau, diharapkan terjadi peningkatan kualitas hidup masyarakat, baik dari sisi kesehatan maupun kesejahteraan ekonomi.Kebutuhan akan air bersih merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat. Di Kampung Melayu, Kota Bengkulu, keterbatasan akses terhadap air bersih menjadi kendala utama, khususnya untuk kebutuhan domestik. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan dasar kepada penduduk untuk mengeksplorasi dan memanfaatkan potensi air tanah sebagai sumber air bersih yang berkelanjutan bagi masyarakat. Kegiatan ini mencakup identifikasi sumber air tanah, pengujian kualitas air, serta edukasi masyarakat mengenai pengelolaan air bersih. Metode yang digunakan berupa demo menggunakan alat peraga, cerama, diskusi dan tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Kampung Melayu memiliki potensi air tanah dan air hujan yang layak konsumsi setelah melalui proses tertentu. Peserta dalam kegiatan ini menunjukan partisipasi masyarakat yang tinggi. Dampak kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, kesehatan dan kesejahteraan ekonomi warga setempat melalui akses yang lebih mudah dan terjangkau terhadap air bersih

    Analysis of the Potential of North Bengkulu\u27s Air Nokan River in the Context of Fulfilling Water Needs for Micro-hydro Power Plants and Irrigation

    Full text link
    The Air Nokan River is located in Kemumu Village, Arma Jaya District, North Bengkulu Regency which is thought to have potential for agricultural water resources and Micro Hydro Power Plants (PLTMH).The detailed objectives of this study are as follows: i). Calculating how much water is available in the Air Nokan river. ii). Calculating the water requirement for an irrigation area. iii). Calculating the need for water for power generation and iv). Designing buildings for PLTMH. The method of this study is to use various mathematical equations that have been found by previous researchers. The primary data used are river dimensions and flow velocity. The water discharge in the river is calculated using the continuity equation. The mainstay discharge is calculated using the Mock method. Secondary data in the form of rainfall was obtained from three rain measuring stations. Rainfall data is processed using the algebraic average method. Climatological data were obtained from BMKG Bengkulu Province. Evapotranspiration was calculated using the modified Penman method. The results of data processing obtained a cross-sectional area of ??the river 58 m2 and a flow velocity of 1.5 m/s so that the river water discharge is 69.6 m3/s. The maximum discharge required for irrigation purposes is 2.13 m3/s. The maximum discharge required for power generation is 5.5 m3/s. The mainstay discharge with the lowest 85% probability in January is 7.63 m3/s.Based on the results of the analysis, it was concluded that the Air Nokan river can meet the needs of water to flow irrigation canals and power plant
    corecore