1,631 research outputs found
PENERAPAN LASSWELL COMMUNICATION MODEL BERBASIS LESSON STUDY TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DITINJAU DARI HABITS OF MIND PESERTA DIDIK
ABSTRAK
PENERAPAN LASSWELL COMMUNICATION MODEL BERBASIS
LESSON STUDY TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN
KOMUNIKASI MATEMATIS DITINJAU DARI
HABITS OF MIND PESERTA DIDIK
Oleh
Rika Maharani Gunawan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peningkatan
komunikasi matematis peserta didik yang mendapat model pembelajaran Lasswell
Communication berbasis Lesson Study ditinjau dari Habits of Mind. Metode
penelitian yang digunakan adalah Metode Quasy Experiment. Populasi dalam
penelitian ini adalah semua peserta didik kelas VII di SMP IT Gema Karya tahun
ajaran 2019/2020. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik
Cluster Random Sampling. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah
dokumentasi, observasi, wawancara, tes dan angket. Teknik analisis data
menggunakan uji normalitas Gain.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata peningkatan kemampuan
komunikasi matematis peserta didik kelas eksperimen sebesar 0,733, sedangkan
rata-rata peningkatan kemampuan komunikasi matematis peserta didik kelas
kontrol sebesar 0,550. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa thitung > ttabel, maka
H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan
kemampuan komunikasi matematis peserta didik yang diberi penerapan Lasswell
Communication Model Berbasis Lesson Study dengan model pembelajaran
konvensional.
Kata Kunci : Kemampuan komunikasi matematis, Lesson Study, Lasswell
Communication Model, Habits Of Min
Analisis Kebutuhan Layanan Bimbingan dan Konseling Pada Anak Didik Pemasyarakatan (ANDIKPAS) Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Maros
A.Muhammad Fadhil Gunawan. 2022. Analisis Kebutuhan Layanan Bimbingan
dan Konseling Pada Anak Didik Pemasyarakatan (ANDIKPAS) Lembaga
Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Maros. Skripsi. Dibimbing oleh Drs. H.
Muhammad Anas, M.Si, dan Dr. Abdullah Sinring, M.Pd.
Penelitian ini menelaah terkait Kebutuhan Layanan Bimbingan dan Konseling Pada
Anak Didik Pemasyarakatan (ANDIKPAS) Lembaga Pembinaan Khusus Anak
(LPKA) Kelas II Maros. Masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana
Kebutuhan Layanan Bimbingan dan Konseling Pada Anak Didik Pemasyarakatan
(ANDIKPAS) di LPKA Kelas II Maros ? (2) Bagaimana Partisipasi Anak Didik
Pemasyarakatan (ANDIKPAS) di LPKA Kelas II Maros Dalam Mengikuti Layanan
Pembinaan dan kegiatan Pendidikan? (3) Seberapa penting layanan bimbingan dan
konseling diberikan pada Anak Didik Pemasyarakatan (ANDIKPAS) di Lembaga
Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Maros?. Tujuan Penelitian ini adalah
untuk mengetahui: (1) Untuk mengetahui Kebutuhan Layanan Bimbingan dan
Konseling Pada Anak Didik Pemasyarakatan (ANDIKPAS) di LPKA Kelas II
Maros. (2) Untuk mengetahui Partisipasi Anak Didik Pemasyarakatan
(ANDIKPAS) di LPKA Kelas II Maros Dalam Mengikuti Layanan Pembinaan dan
kegiatan pendidikan. (3) Untuk mengetahui pentingnya Layanan Bimbingan dan
Konseling Pada Anak didik Pemasyarakatan (ANDIKPAS) di Lembaga Pembinaan
Khusus Anak (LPKA) Kelas II Maros. Pendekatan penelitian ini adalah penelitian
kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah Anak
Didik Pemasyarakatan di LPKA Kelas II Maros. Teknik pengumpulan data
dilakukan dengan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis
data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Anak Didik Pemasyarakatan (ANDIKPAS)
Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Maros membutuhkan Layanan
Bimbingan dan Konseling. (2) Layanan Bimbingan dan Konseling dibutuhkan
ANDIKPAS untuk membantu dirinya menjadi lebih baik dan bisa keluar dari
masalah yang pernah dialami. (3) selain Layanan Bimbingan dan Konseling,
kegiatan pembinaan lainnya juga banyak dilaksanakan di LPKA Kelas II Maros
diantaranya pembinaan kepribadian, pembinaan kemandirian, serta pembinaan
Pendidikan formal dan non formal
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TRADE A PROBLEM TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DITINJAU DARI GAYA BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP MUHAMMADIYAH 3 BANDAR LAMPUNG TAHUN AJARAN 2015/2016
ABSTRAK
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF
TIPE TRADE A PROBLEM TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DITINJAU DARI GAYA BELAJAR
PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP MUHAMMADIYAH 3 BANDAR LAMPUNG TAHUN AJARAN 2015/2016
Oleh
Ade Gunawan
NPM: 1111050084
Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan salah satu hal yang harus dimiliki oleh peserta didik dalam belajar matematika. Rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik kelas VIII SMP Muhammadiyah 3 Bandar Lampung disebabkan karena sebagian besar peserta didik hanya menghafal rumus tanpa mengerti konsep, sehingga mereka akan menemui kesulitan bila terdapat pengembangan soal yang membutuhkan pemecahan masalah dan logika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh model pembelajaran Trade a Problem terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis ditinjau dari gaya belajar peserta didik.
Penelitian ini merupakan penelitian ekperimental semu dengan rancangan faktorial 2 x 3. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII SMP Muhammadiyah 3 Bandar Lampung tahun ajaran 2015/2016. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik acak kelas. Sampel tersebut berjumlah dua kelas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes kemampuan pemecahan masalah matematis dan angket gaya belajar peserta didik. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama.
Menurut hasil penelitian dan pembahasan perhitungan uji analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama diperoleh bahwa Fa > F_tabel, Fb > F_tabel, dan Fab < F_tabel. Berdasarkan kajian teori dan perhitungan dapat disimpulkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan pengaruh antara model pembelajaran Trade a Problem dan model pembelajaran konvensional terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis. (2)Terdapat perbedaan pengaruh antara peserta didik dengan gaya visual, audiotorial, dan kinestetik terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis. (3) Tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran Trade a Problem dengan gaya belajar peserta didik terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis.
Kata Kunci: Model Pembelajaran Trade a Problem, Gaya Belajar, dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matemati
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING (POGIL) TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DI SMA NEGERI 3 KOTA TEGAL. (Studi Penelitian pada Peserta Didik Kelas X Semester genap SMA Negeri 3 Kota Tegal Tahun Pelajaran 2018/2019 pada Materi Trigonometri).
Prasetyo, Bandi Gunawan. 2019. “Keefektifan Model Pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) Terhadap Prestasi Belajar Matematika di SMA Negeri 3 Kota Tegal (Studi Penelitian pada Peserta Didik Kelas X Semester genap SMA Negeri 3 Kota Tegal Tahun Pelajaran 2018/2019 pada Materi Trigonometri)”. Skripsi. Pendidikan Matematika. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Pancasakti Tegal.
Pembimbing I Dr. Purwo Susongko, M.Pd
Pembimbing II M. Shaefur Rokhman, M.Si.
Kata Kunci: Keefektifan, Model Pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL), Prestasi Belajar Matematika.
Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan: (1) apakah prestasi belajar matematika peserta didik dengan diajar menggunakan model pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) yang nilainya melampaui KKM lebih dari 55%. (2) Apakah ada perbedaan prestasi belajar matematika peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) dengan peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran ekspositori. (3) apakah model pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) lebih baik dari model pembelajaran ekspositori terhadap prestasi belajar matematika.
Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X semester genap SMA Negeri 3 Kota Tegal tahun pelajaran 2018/2019. Pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Sampel yang diambil sebanyak satu kelas sebagai kelas POGIL, satu kelas sebagai kelas Ekspositori, dan satu kelas sebagai kelas uji coba. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan tes. Analisis data yang digunakan adalah uji proporsi satu pihak kanan, uji t dua pihak dan uji t pihak kanan dengan taraf signifikansi 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) prestasi belajar matematika peserta didik dengan diajar menggunakan model pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) memperoleh lebih dari 55% peserta didik yang nilainya melampaui KKM (70). (2) terdapat perbedaan prestasi belajar matematika peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) dengan peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran ekspositori. (3) model pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) lebih baik dari model pembelajaran ekspositori terhadap prestasi belajar matematika
ANALISIS KEMAMPUAN MENULIS TEGAK BERSAMBUNG PESERTA DIDIK KELAS II SEKOLAH DASAR
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan yang dialami oleh peserta didik kelas II Sekolah Dasar dalam menulis tegak bersambung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan menulis tegak bersambung pada peserta didik kelas II di Sekolah Dasar. Responden pada penelitian ini adalah 5 orang peserta didik pada kelas II Sekolah Dasar. Metode dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan penelitian grounded theory. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara dan tes. Data di anilisis dengan reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menyatakan bahwa ditemukan 2 kategori dalam penulisan tegak bersambung yaitu baik dan kurang. Kategori baik di tandai dengan (1) peserta didik mampu merangkaikan huruf saling menyambung satu sama lain 70% dari satu kalimat (2) Peserta didik mampu menuliskan ukuran huruf sedang dan dapat terbaca (3) Peserta didik mampu menuliskan huruf tegak bersambung dengan jarak antar huruf dalam kata saling melekat dan jarak antar kata konsisten (4) Peserta didik mampu menuliskan huruf tegak lurus dan tidak miring ke kanan atau ke kiri (5) Peserta didik mampu menuliskan setiap hurufnya sejajar satu sama lain (6) Peserta didik mampu menuliskan setiap kata atau kalimat sesuai dengan barisan yang tersedia (7) Peserta didik mampu menggunakan huruf kapital pada awal kalimat, nama orang dan nama tempat di setiap kalimat (8) Peserta didik mampu menggunakan tanda titik pada akhir kalimat
- …
