1,720,972 research outputs found

    pembangunan Perangkat Lunak Virtual Lab Biologi Di SMAN 1 Ciawi Tasikmalaya

    No full text
    Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Ciawi-Tasikmalaya merupakan salah satu sekolah menengah atas negeri yang ada di Provinsi Jawa Barat Kabupaten Tasikmalaya, Indonesia. Sama dengan sekolah pada umumnya di Indonesia masa pendidikan di sekolah ini ditempuh dalam waktu tiga tahun pelajaran, mulai dari kelas X sampai kelas XII. Sistem pembelajaran di sekolah ini sudah berjalan dengan cukup baik, namun masih terdapat beberapa kendala mengenai kegiatan belajar mengajar serta kurangnya ketersediaan sistem pendukung lainnya seperti alat peraga. Umumnya metode pembelajaran yang dilakukan oleh guru yaitu dengan menyampaikan materi dengan ceramah tanpa menggunakan alat peraga dan cenderung lebih menekankan pada hafalan materi, sehingga minat siswa menurun terhadap mata pelajaran biologi. Siswa lebih menyukai proses belajar mengajar yang interaktif (diskusi, penggunaan alat peraga dan lain-lain) karena lebih cepat memahami materi pelajaran. Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Imas Winarti, S.Pd menyatakan bahwa kegiatan di dalam kelas dan di laboratorium dalam proses pembelajaran merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan karena saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya, tetapi dalam kenyataanya kegiatan praktikum di sekolah belum bisa dilakukan karena alat dan bahan praktikum kurang lengkap, akibatnya siswa kesulitan dalam memahami materi pelajaran biologi. Melihat dari pemasalahan yang ada sehingga perlu untuk menambah fasilitas pendukung pembelajaran yang mampu membantu siswa dalam memahami materi pelajaran serta meningkatkan minat belajar siswa. Pembangunan aplikasi pembelajaran ini harus melalui tahapan sesuai dengan metode pengembangan multimedia dan melakukan pengujian sistem yang terdiri dari pengujian black box dan beta, dimana pengujian black box, sedangkan pengujian beta berfokus pada pengujian lapangan seperti pretest posttest, kuesioner, dan wawancara. Kata Kunci: Aplikasi, Pembelajaran, biologi, Simula

    LATIHAN PASSING TRIANGLE DAN PASSING DIAMOND UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PASSING PEMAIN SEPAKBOLA U-18

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterampilan Passing pemain sepakbola U-18 tahun. Penelitian ini menggunakan metode true experimental dengan model two-group pretest posttest design. 20 pemain sepakbola U-18 pemain ekstrakurikuler SMAN 1 menjadikan subjek penelitian dengan teknik purposive sampling. Seluruh sampel tersebut dilakukan pretest untuk menentukan kelompok treatment. Prosedur penelitian ini adalah memberikan model latihan Passing Triangle dan model latihan Passing Diamond. Data yang diperoleh di olah menggunakan SPSS Versi 25. Hasil Uji-t berpasangan kelompok eksperimen 1 dan kelompok eksperimen 2 diperoleh nilai signifikansi 0.000 0.05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dari kedua model latihan antara model latihan Passing Triangle dan model latihan Passing Diamond tidak ada perbedaan yang signifikan dalam meningkatkan keterampilan Passing pemain sepakbola U-18 tahun. This study aims to determine the level of Passing skills of U-18 football players. This study uses a true experimental method with a two-group pretest posttest design model. 20 soccer players U-18 extracurricular SMAN 1 players were the subject of this research using purposive sampling technique. All samples were pretested to determine the treatment group. The procedure of this research is to provide a model of the Passing Triangle exercise and the Passing Diamond exercise model. The data obtained were processed using SPSS Version 25. The results of the paired t-test of experimental group 1 and experimental group 2 obtained a significance value of 0.000 0.05. Thus it can be concluded that from the two training models between the Passing Triangle training model and the Passing Diamond training model there is no significant difference in improving the Passing skills of U-18 football players

    PENERAPAN PENGAJARAN MODUL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

    Full text link
    Matematika merupakan mata pelajaran yang sangat penting untuk dipelajari oleh siswa. Tetapi, masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam mempelajarinya, yang akibatnya dapat menyebabkan rendahnya prestasi belajar. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai hasil ujian nasional yang relatif rendah. Menghadapi kesulitan belajar siswa, guru matematika harus mampu menumbuhkan motivasi belajar pada diri siswa, salah satunya dengan cara melakukan pendekatan dengan pengajaran modul. Karena dengan pengajaran ini, siswa akan lebih mempunyai kebebasan dalam menuangkan ide-ide terhadap apa yang diketahuinya untuk menyelesaikan masalah-masalah belajarnya dengan menggunakan caranya sendiri. Siswa tidak lagi terfokus pada cara guru untuk menyelesaikan masalah-masalahnya. Tetapi bukan berarti guru dapat begitu saja membiarkan siswa lepas belajar sendiri, karena tetap saja harus ada kontrol dari guru untuk memberikan petunjuk kepada siswa supaya tidak melakukan kekeliruan lebih jauh. Dengan demikian, maka siswa diharapkan akan lebih menyenangi terhadap matematika, sehingga hasil belajar yang diharapkan dapat tercapai. Masalah tersebut yang menjadi latar belakang peneliti untuk melakukan penelitian yang berjudul: Penerapan Pengajaran Modul untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Sekolah Menengah Pertama. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP. Hal ini karena konsentrasi peneliti dalam studi adalah sekolah menengah, dan SMP merupakan tingkatan paling rendah untuk sekolah menengah. Dalam penelitian ini peneliti memilih SMP-SMP yang ada di Jawa Barat. Karena SMP-SMP di Jawa Barat mempunyai kemampuan sedang yang dapat dilihat dari hasil UAN matematika, yang dianggap dapat mewakili SMP-SMP umumnya di Indonesia. Karena keterbatasan waktu, tenaga, biaya, dan untuk memudahkan komunikasi, maka dari sekian banyaknya SMP di Jawa Barat dipilih SMP Ciledug Garut. Subjek dalam penelitian ini diambil secara acak berdasarkan kelas yaitu 2 kelas siswa kelas VIII SMP Ciledug Garut. Pengambilan subjek kelas VIII, karena siswa kelas VIII merupakan siswa yang cukup mempunyai pengalaman belajar, dan terdapat pokok bahasan yang peneliti gunakan dalam pengajaran modul. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar, angket, dan wawancara. Berdasarkan hasil uji coba instrumen, diperoleh hasil validitas isi instrumen tes didapat dengan cara berkonsultasi dengan pembimbing dan guru mata pelajaran, reliabilitas tes berinterpretasi sedang, untuk tingkat kesukaran dua soal berkategori mudah, lima soal berkategori sedang, dan satu soal berkategori sukar. Sedangkan untuk daya pembeda lima soal berkategori sangat baik, dan tiga soal berkategori cukup. Berdasarkan analisis data, pada taraf kepercayaan a = 7% prestasi belajar matematika siswa yang belajarnya memperoleh perlakuan pengajaran modul lebih baik dari pada siswa yang belajarnya memperoleh pengajaran biasa. Siswa yang belajarnya memperoleh pengajaran modul dapat mencapai ketuntasan belajar pada pokok bahasan relasi, pemetaan dan grafik. Selanjutnya siswa yang memperoleh perlakuan pengajaran modul mempunyai sikap yang positif terhadap penerapan pengajaran modul dalam pembelajaran matematika, dan tanggapan seorang guru matematika terhadap penerapan pengajaran modul dalam pembelajaran matematika positif

    PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TERHADAP PEMAHAMAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN ILMU BANGUNAN GEDUNG DI SMK NEGERI 5 BANDUNG

    Full text link
    Penelitian ini berjudul: "Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning Terhadap Pemahaman Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ilmu Bangunan Gedung Di SMKN 5 Bandung." Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh (1) memperoleh gambaran tentang pelaksanaan cooperative learning pada kegiatan belajar dan mengajar (2) memperoleh gambaran tentang tingkat pemahaman belajar siswa di SMK Negeri 5 Bandung dengan penerapan model pembelajaran cooperative learning (3) memperoleh gambaran tentang seberapa besar pengaruh penerapan model pembelajaran cooperative learning terhadap pemahaman belajar dan peningkatan kemampuan belajar Ilmu Bangunan Gedung di Kelas X TKB, X TGB2 dan X TGB3. Penelitian ini dilaksanakan di SMKN 5 Bandung Bidang Keahlian Teknik Bangunan Program Keahlian Konstruksi Bangunan dan Gambar Bangunan. Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik. Hipotesis Penelitian ini "Terdapat pengaruh yang cukup signifikan dan diterima antara penerapan model pembelajaran cooperative learning terhadap pemahaman belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Bangunan Gedung di SMKN 5 Bandung." Pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis statistik parametrik, karena data yang dihasilkan berdistribusi normal. Populasi penelitian ini adalah siswa SMKN 5 Bandung kelas X TKB, X TGB 2 dan X TGB 3 tahun ajaran 2006/2007, sedangkan sampel dalam penelitian ini sebanyak 37 orang siswa. Data uji penerapan cooperative learning diperoleh dengan metode angket, sedangkan data uji pemahaman belajar siswa diperoleh dengan metode dokumentasi. Hasil penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut: (1) gambaran tentang pelaksanaan cooperative learning pada kegiatan belajar dan mengajar dikategorikan cukup baik, karena dari hasil uji kecenderungan sekitar 43,24% (2) gambaran tentang tingkat pemahaman belajar siswa di SMK Negeri 5 Bandung dengan penerapan model pembelajaran cooperative learning dikategorikan rendah, karena dari hasil uji kecenderungan sekitar 35,14% (3) gambaran tentang seberapa besar pengaruh penerapan model pembelajaran cooperative learning terhadap pemahaman belajar dan peningkatan kemampuan belajar Ilmu Bangunan Gedung di Kelas X TKB, X TGB2 dan X TGB3 cukup signifikan dan dapat diterima, karena semakin diterapkan model cooperative learning, maka pemahaman siswa semakin bertambah. Tetapi hubungannya dikategorikan rendah sebesar 0,36 yang merupakan hasil dari korelasi, sedangkan kontribusinya dikategorikan rendah, karena hanya menghasilkan sebesar 12,7%. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah dengan penerapan cooperative learning diharapkan pemahaman siswa pada mata pelajaran Ilmu Bangunan Gedung lebih meningkat

    Pelaksanaan deposito pada bank tabungan pensiunan nasional Kantor Cabang Pembantu Burangrang Bandung

    No full text
    Salah satu sumber dana yang terdapat pada Bank Tabungan Pensiunan nasional adalah deposito. Dana deposito yang didapat bank disalurkan kembali dalam bentuk kredit, sehingga bank tersebut akan mendapatkan keuntungan yang berasal dari bunga pinjaman, sedangkan keuntungna yang diperoleh akan mendapat meningkatkan perkembangan bank tersebut

    Analisis pengaruh return on assets (roa), returnon equity (roe), price earning ratio (per), dan earning per share (eps) terhadapharga saham PT. Bank Negara Indonesia periode 2008-2015

    Full text link
    Penelitiaan ini dilatarbelakangi oleh berdasarkan fenomena yang menunjukkan bahwa Harga Saham di PT. Bank Negara Indonesia Tbk sebagian besar dipengaruhi oleh ROA, ROE,PER dan EPS, dimana kenaikan dan penurunan ROA, ROE, PER dan EPS akan mempengaruhi kenaikan dan penurunan Harga Saham PT. Bank Negara Indonesia Tbk.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis pengaruh ROA, ROE, PER, dan EPS terhadapHarga Saham PT. Bank Negara Indonesia Tbk Periode 2008 sampai 2015. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan jumlah sebanyak 32 sampel, menggunakan teknik dokumentasi dengan memperoleh data publikasi dari laporan keuangan PT. Bank Negara Indonesia Tbk. Sedangkan tehnik pengambilan sampel menggunakan tehnik sampling jenuh. Pada penelitian ini variabel bebasnya terdiri dariROA, ROE, PER, dan EPS, sedangkan variabel terikatnya adalah Harga Saham PT. Bank Negara Indonesia Tbk Periode 2008 sampai 2015. Pengujian instrumen menggunakan software SPSS 20.0. Sedangkan metode analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik dan regresi linier berganda yang meliputi uji t, uji F dan R2. Hasil penelitian menunjukkanROA sangat tinggi, tingkat ROE sangat tinggi, tingkat PER tinggi, tingkat EPS tinggi dan Harga Saham sangat rendah. Variabel ROA(X1)berpengaruh secara parsial terhadap variabel Harga Saham (Y), variabel ROE(X2)tidak berpengaruh secara parsial terhadap variabel Harga Saham(Y ), variabel PER (X3) berpengaruh secara parsial terhadap variabel Harga Saham (Y )dan variabel EPS(X4) berpengaruh secara parsial terhadap variabel Harga Saham (Y). Hasil uji F menunjukkan bahwa variabel independen secarabersama-sama atau simultan mempengaruhi variabel dependen secara signifikan.Hasil uji koefisien determinasi 2(R) menunjukkan bahwa harga sahamdapat dijelaskan oleh variabelROA, ROE, PER, dan EPS sebesar 0,842 atau 84,2%, sisanya 15,8% dapat dijelaskan oleh variabel lain diluar dari variabel penelitian
    corecore