1,720,966 research outputs found

    NILAI SOSIAL DAN NILAI BUDAYA PADA KAKAWIHAN KAULINAN BARUDAK LEMBUR DI KABUPATEN KUNINGAN SERTA INTERNALISASI NILAINYA DI SEKOLAH DASAR

    No full text
    Kakawihan kaulinan barudak lembur (KKBL) sudah tidak dikenali lagi oleh anak-anak masyarakat Sunda zaman sekarang, padahal di dalamnya banyak nilai-nilai positif yang harus dimaknai. Nilai-nilai tersebut diantaranya nilai-nilai sosial dan nilai-nilai budaya yang mengajarkan nilai-nilai luhur pada anak-anak. Rumpaka, lagu, dan permainan pada KKBL isinya banyak mengenalkan anak pada lingkungan alam, hewan, tumbuhan, dan seluruh ciptaan Tuhan. Nilai-nilai sosial dan nilai-nilai budaya pada KKBL harus digali dan dimaknai kembali, selanjutnya diterapkan dalam perilaku kehidupan sehari-hari. Untuk mengetahui makna pada KKBL digunakan metode semiotika Roland Barthes. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menginterpretasikan jenis, makna, dan nilai-nilai sosial dan nilai-nilai budaya pada KKBL serta menginternalisasikannya melalui pembelajaran tematik integratif di SDN 17 Kabupaten Kuningan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Metode penelitiannya adalah analisis deskriptif . Teknik penelitian yang digunakan adalah observasi partisipatif, wawancara langsung, dan pendokumentasian. Temuan pada penelitian ini adalah berupa 40 buah KKBL yang diklasifikasikan dalam tiga jenis KKBL yaitu: nursery rhyme, play rhyme, dan counting out rhyme. Berdasarkan kajian pada rumpaka dan permainan dalam KKBL ditemukan makna-makna berharga di dalamnya, kemudian diklasifikasikan menjadi 5 jenis, yaitu: (1) makna yang berkaitan dengan pemahaman dan pengenalan alam sekitar; (2) makna yang berkaitan dengan kehidupan bermasyarakat atau pertemanan; (3) makna yang berkaitan dengan cerita masa lalu; (4) makna yang berkaitan dengan kasih sayang orang tua; dan (5) makna yang berkaitan dengan aktivitas dan kreativitas anak-anak dalam permainan. Nilai-nilai sosial pada KKBL diklasifikasikan menjadi 3 jenis nilai sosial yaitu nilai material, nilai vital, dan nilai kerohanian. Nilai-nilai budaya pada KKBL berdasarkan orientasi nilai budaya dari Kluckhohn diklasifikasikan menjadi: hakikat hidup, hubungan manusia dengan alam, dengan waktu, dengan pekerjaan atau karyanya, dan hubungan manusia dengan sesama manusia. Internalisasi nilai melalui pembelajaran tematik integratif di kelas IV SDN 17 Kuningan dilaksanakan dengan mengintegrasikan 4 mata pelajaran yaitu Bahasa Indonesia, PPKn, Seni Budaya, dan Olah Raga, yang dikemas dalam satu tema yaitu “indahnya kebersamaan”. Diperoleh dampak langsung dan tidak langsung dari internalisasi nilai melalui pembelajaran tematik integratif ini yaitu terbentuk nilai-nilai dan sikap mau bekerja sama, peduli terhadap teman, setia kawan, bersikap jujur, mau bertanggung jawab, demokratis, semangat berkompetensi dan percaya diri yang tinggi pada diri peserta didik.----------Kakawihan kaulinan barudak lembur (KKBL) is no longer recognized by the children of the Sundanese people today. , but in it many positive values that must be interpreted. Those values include the social values and cultural values that teach noble values in children. Rumpaka, songs, and games on the contents KKBL lot introduce children to the natural environment, animals, plants, and the rest of creatures of God. Social values and cultural values on KKBL be excavated and interpreted back, then applied in everyday life behavior. To interpret and meant it used method pragmatic semiotics of Roland Barhes. This study aimed to describe and interpret the social values and cultural values on KKBL and internalize it through thematic integrative learning at SDN 17 Kuningan. The approach used is a qualitative research. The research method is descriptive analysis. Research techniques used are participant observation, interviews, and documentation. The findings in this study is in the form of 40 pieces KKBL are classified into three types, namely KKBL: nursery rhyme, rhyme play, and counting out rhyme. Based on the study on rumpaka and games in KKBL found valuable meanings in it, then classified into five types, namely: (1) meaning related to the understanding and recognition of nature around; (2) the meaning associated with social life or friendship; (3) the meaning associated with the story of the past; (4) The meaning associated with love of parents; and (5) the meaning associated with the activity and creativity of the children in the game. Social values on KKBL classified into 3 types of social value is the value of material, vital values and spiritual values. Cultural values on KKBL based cultural value orientation of Kluckhohn classified into: the nature of life, human relationships with the nature, with time, with the work or works, and man's relationship with fellow human beings. Internalization of value through integrated thematic learning in class IV SDN 17 Kuningan conducted by integrating four subjects namely: Indonesian, PPKn, Arts and Culture, and Sport, which is packaged in a theme of "the beauty of togetherness". Obtained by the direct and indirect impact of the internalization of values through this integrative thematic learning that formed the values and attitudes to cooperate, care for friends, loyal, honest, willing to be responsible, democratic, competent and confident spirit are high on self learners

    PERBEDAAN KEMAMPUAN SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 LURAGUNG TAHUN AJARAN 2014/2015 DALAM MEMAHAMI ISI CERPEN DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK MENYIMAK DAN TEKNIK MEMBACA

    Full text link
    Judul penelitian ini adalah Perbedaan Kemampuan Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Luragung Tahun Ajaran 2014/2015 dalam Memahami Isi Cerpen dengan Menggunakan Teknik Menyimak dan Teknik Membaca. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. 1) Bagaimanakah kemampuan siswa kelas VII 2 SMP Negeri 1 Luragung tahun ajaran tahun 2014/2015 dalam memahami isi cerpen “Mata” karya Titi Said dengan menggunakan teknik menyimak? 2) Bagaimanakah kemampuan siswa kelas VII 8 SMP Negeri 1 Luragung tahun ajaran 2014/2015 dalam memahami isi cerpen “Mata” karya Titi Said dengan menggunakan teknik membaca? 3) Apakah terdapat perbedaan kemampuan siswa kelas VII 2 dan VII 8 SMP Negeri 1 Luragung tahun ajaran tahun 2014/2015 dalam memahami isi cerpen “Mata” karya Titi Said dengan menggunakan teknik menyimak dan teknik membaca? Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriftif komparatif. Simpulan : 1) kemampuan siswa kelas VII 2 dalam memahami unsur isi cerpen “Mata” karya Titi Said dengan menggunakan teknik menyimak berada pada kriteria baik, karena memperoleh nilai rata-rata pada 66,16 yang berada pada rentan (66,00 – 80,00). Jadi hipotesis ditolak. 2) kemampuan siswa kelas VII 8 dalam memahami unsur isi cerpen “Mata” karya Titi Said dengan menggunakan teknik membaca berada pada kriteria cukup, karena memperoleh nilai rata-rata pada 58,44 yang berada pada rentan (56,00-65,00). Jadi hipotesis ditolak. 3) terdapat perbedaan kemampuan siswa kelas VII 2 dan VII 8 SMP Negeri 1 Luragung tahun ajaran 2014/2015 dalam memahami unsur isi cerpen “Mata” karya Titi Said dengan menggunakan teknik membaca dan teknik menyimak hasilnya adalah sebagai berikut. Hasil uji perbedaan dengan menggunakan uji t antara teknik membaca dan teknik menyimak cerpen “Mata” karya Titi Said. Nilai t tabel (dk 70) dengan taraf signifikasi 0,05 atau 5% diperoleh 2,000. Nilai t hitung diperoleh 1,99 Ternyata t hitung lebih kecil dari t tabel, simpulannya tidak menunjukkan perbedaan atau tidak signifikan. Jadi hipotesis ditolak. Kata kunci: perbedaan kemampuan siswa, memahami isi cerpen, teknik menyimak dan teknik membac

    PERBANDINGAN NILAI BUDAYA PADA NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK†KARYA AHMAD TOHARI DENGAN NOVEL “JANGIR BALI†KARYA NUR ST. ISKANDAR

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keingintahuan peneliti pada 2 buah novel yang sama-sama bercerita tentang kehidupan seorang penari yaitu “Ronggeng Dukuh Paruk†Karya Ahmad Tohari dengan novel “Jangir Bali†Karya Nur St. Iskandar. Bercerita tentang masyarakat Jawa, mulai dari kehidupan sosialnya sampai pendidikannya. Hal ini yang melatarbelakangi di tulisnya novel tersebut. Novel “Ronggeng Dukuh Paruk†Karya Ahmad Tohari bercerita tentang kehidupan penari di Jawa. Sedangkan Novel “Jangir Bali†Karya Nur St. Iskandar Bali bercerita tentang kehidupan penari di Bali. Untuk memahami kedua novel itu, peneliti merasa tertarik ingin mengkaji nilai-nilai budaya yang terdapat dalam kedua novel tersebut. Berdasarkan latarbelakang tersebut maka permasalahan penelitian ini adalah 1) Bagaimanakah nilai budaya pada novel “Ronggeng Dukuh Paruk†Karya Ahmad Tohari? 2) Bagaimanakah nilai budaya pada novel “Jangir Bali†Karya Nur St. Iskandar? 3) Bagaimanakah perbandingan nilai budaya pada novel “Ronggeng Dukuh Paruk†Karya Ahmad Tohari dengan novel “Jangir Bali†Karya Nur St. Iskandar? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pemerolehan data menggunakan teknik domumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah novel “Ronggeng Dukuh Paruk†Karya Ahmad Tohari dengan novel “Jangir Bali†Karya Nur St. Iskandar. Sampel sesuatu yang dijadikan objek secara langsung yang diadikan sasaran penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat persamaan dan perbedaan antara Novel “Ronggeng Dukuh Paruk†Karya Ahmad Tohari dengan Novel “Jangir Bali†Karya Nur St. Iskandar terutama dalam nilai budaya.Kata kunci : perbandingan budaya, novel RDP, novel Jangir

    MAKNA, JENIS , DAN BENTUK WACANA PADA KEMASAN PLASTIK BISKUIT

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keingintahuan penulis pada beragam teks yang digunakan produsen pada kemasan plastik biskuit yang beredar di pasaran. Masalah penelitian ini dirumuskan sebagai berikut. 1) Apakah makna wacana yang terdapat pada kemasan plastit biskuit? 2) Bagaimanakah jenis wacana yang terdapat pada kemasan plastik biskuit? 3) Bagaimanakah bentuk wacana yang terdapat pada kemasan plastik biskuit?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Teknik pemerolehan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka, dan observasi. Instrumen dalam penelitian ini adalah berupa buku sumber, angket. Objek penelitian ini difokuskan pada wacana yang terdapat pada kemasan plastik biskuit. Simpulan sebagai berikut. 1) Terdapat keberagaman makna pada wacana yang terdapat pada kemasan plastik biskuit, di antaranya makna deskriptif, makna ekstensi, makna gramatikal, makna denotatif, dan makna luas. Makna wacana yang paling banyak digunakan pada kemasan plastik biskuit adalah makna deskriptif dan makna denotatif. 2) Terdapat keberagaman jenis wacana yang terdapat pada kemasan plastik biskuit, di antaranya wacana naratif, wacana argumentatif, wacana deskriptif, wacana eksposisi, dan wacana persuasif. Namun, jenis wacana yang paling banyak digunakan pada kemasan plastik biskuit adalah wacana deskriptif dan wacana persuasif. 3) Terdapat keberagaman bentuk wacana yang terdapat pada kemasan plastik biskuit, di antaranya bentuk monolog, bentuk prosedural, dan bentuk hartatori.Kata kunci : makna, jenis , dan bentuk wacana, plastic biscui

    MODEL KONTEKSTUAL BERORIENTASI KEARIFAN LOKAL PADA MATERI CERITA RAKYAT

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan rancangan pengembangan model kontekstual berorientasi kearifan lokal pada materi cerita rakyat di SMP, (2) mendeskripsikan implementasi model kontekstual berorientasi kearifan lokal pada materi cerita rakyat di SMP, dan (3) mendeskripsikan hasil pembelajaran teks cerita rakyat dengan model kontekstual berorieantasi kearifan lokal di SMP. Metode yang digunakan yaitu Penelitian dan Pengembangan atau Research and Development (R&D). Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, angket, tes, dan dokumentasi. Data penelitian dianalisis dengan kebutuhan data menggunakan evaluasi berupa tes. Hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) Rancangan pengembangan model pembelajaran memiliki landasan yang bersifat teoretis dan landasan empiris. Sintaks dari pengembangan model kontekstual yaitu konstruktivisme, inkuiri dengan mengembangkan Study Culture (belajar budaya), bertanya, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi dan penilaian autentik, (2) implementasi pengembangan model pembelajaran kontekstual berorientasi kearifan lokal dapat meningkatkan dan menumbuhkan sikap positif yang berasal dari nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat pada cerita rakyat, dan (3) hasil pembelajaran berupa data tes diolah menggunakan statistiK uji-t sebesesar 97,9% artinya pengembangan model pembelajaran kontekstual berorientasi kearifan lokal sangat efektif digunakan dikelas VII SMP

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    MODEL PEMBELAJARAN KUNJUNGAN RUMAH (HOME VISIT) MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA JENJANG SEKOLAH DASAR

    No full text
    Pembelajaran jarak jauh (PJJ) / e- Learning di era Pandemi Covid – 19 di SD tidak berjalan optimal, Sehingga solusinya adalah mengadopsi konsep layanan Home visit menjadi sebuah model pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) memperoleh data kebutuhan Guru mengenai model pembelajaran yang efektif diterapkan pada masa Pandemi Covid-19 dalam pembelajaran Bahasa Indonesia (2)mendeskipsikan rancangan model pembelajaran Homevisit mata pelajaran Bahasa Indonesia jenjang Sekolah Dasar pada masa Pandemi Covid-19 (3)mendeskripsikan hasil implementasi model pembelajaran Homevisit mata pelajaran Bahasa Indonesia pada masa Pandemi Covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengembangan model ADDIEyaitu Analysis (Analisis), Design (Perancangan), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi), dan Evaluation (Evaluasi).Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian yaitu:(1) angket dan (2) tes.Hasil tes kognitif dan psikomotorik kelompok A diperoleh rerata nilai 70, sedangkan Kelompok B sebesar 65.Hasil tes afektif kelompok A dan kelompok B diperoleh rerata nilai 90,62. Kelompok B menunjukkan sikap yang sangat baik 89,06. Hasil rerata tes psikomotorik untuk kedua kelompok sangat baik, Kelompok A dan 95 untuk Kelompok B 87,50. Oleh karena itu, model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai alternatif model pembelajaran tatap muka terbatas pada masa pandemi Covid-19 maupun situasi lain ketika pembelajaran di ruang kelas tidak dapat dilaksanakan

    MODEL KONTEKSTUAL BERORIENTASI KEARIFAN LOKAL PADA MATERI CERITA RAKYAT

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan rancangan pengembangan model kontekstual berorientasi kearifan lokal pada materi cerita rakyat di SMP, (2) mendeskripsikan implementasi model kontekstual berorientasi kearifan lokal pada materi cerita rakyat di SMP, dan (3) mendeskripsikan hasil pembelajaran teks cerita rakyat dengan model kontekstual berorieantasi kearifan lokal di SMP. Metode yang digunakan yaitu Penelitian dan Pengembangan atau Research and Development (R&D). Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, angket, tes, dan dokumentasi. Data penelitian dianalisis dengan kebutuhan data menggunakan evaluasi berupa tes. Hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) Rancangan pengembangan model pembelajaran memiliki landasan yang bersifat teoretis dan landasan empiris. Sintaks dari pengembangan model kontekstual yaitu konstruktivisme, inkuiri dengan mengembangkan Study Culture (belajar budaya), bertanya, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi dan penilaian autentik, (2) implementasi pengembangan model pembelajaran kontekstual berorientasi kearifan lokal dapat meningkatkan dan menumbuhkan sikap positif yang berasal dari nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat pada cerita rakyat, dan (3) hasil pembelajaran berupa data tes diolah menggunakan statistiK uji-t sebesesar 97,9% artinya pengembangan model pembelajaran kontekstual berorientasi kearifan lokal sangat efektif digunakan dikelas VII SMP

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
    corecore