230 research outputs found

    MANFAAT EKSTRAK KULIT SALAK (SALACCA ZALACCA) DAN CHLOROGENIC ACID TERHADAP SEL FIBROBLAST (BJ) INDUKSI UV

    No full text
    Dr. Ermi Girsang, SKM. M.Kes., AIFO sebagaidosen tetap fakultas kesehatan masyarakatUniversitas Prima Indonesia. Lahir di tanjungberingin kabupaten dairi, Sumatera Utara tangggal17 Juni 1975. Lulus dibidang kesehatan lingkunganpada tahun 2008 dan mendapat gelar Doktor padatahun 2017 di Universitsa Andalas sumatera barat.Saat ini menjabat sebagai wakil Rektor II periode 2015 - 2020 diUniversitas Prima Indonesia Medan, dan sebagai tim accesor BebanKinerja Dosen (BKD) di Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti) di wilayah I Sumatra utara.Mendapat sertifikat keahlian AIFO ( Ahli Ilmu Faal Olahraga padatahun 2012 ) sebagai pengurus PAIFORI periode 2019 - 2024sebagai :1. Anggota Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)2. Anggota Perhimpunan Sarjana Kesehatan Masyarakat Indonesia(PERSAKMI)3. Anggota Komis Etik Penelitian Kesehatan (KEPK)Dr. Ermi Girsang, SKM. M.Kes., AIFO pernah menjabat sebagaistaff pengajar di STIKES Prima Husada Medan tahun 2004 dan tahun2005 sampai sekarang menjabat sebagai staff mengajar di UniversitasPrima Indaonesia Medan serta mengajar mata kuliah KesehatanLingkungan, Toksikologi Industri, Toksikologi Lingkungan,Kesehatan Kerja Lanjutan, Biokimia dalam Praktek KesehatanMasyarakat

    PERBAIKAN KUALITAS MINYAK JELANTAH DENGAN KULIT SALAK (Salacca zalacca) DAN CANGKANG KERANG BULU (Anadara antiquata) SERTA KAJIAN PARAMETER BIOKIMIA SERUM DAN ORGAN JANTUNG TIKUS WISTAR YANG DIBERI MINYAK

    No full text
    Dalam penelitian ini menggunakan biomaterial kulit salak dan cangkang kerang karena tingginya tingkat konsumsi masyarakat terhadap buah salak. Kerang bulu adalah sejenis bivalvia masyarakat kota medan banyak mengkomsumsi daging kerang bulu dan membuang cangkangnya sehingga menghasilkan sampah dan menimbulkan bau terhadap lingkungan. Kualitas minyak jelantah dapat diperbaiki dengan menggunakan kulit salak nilai absorben dari 1,844 menjadi 0,279, cangkang kerang bulu 1.844 menjadi 0,239. Nilai bilangan peroksida kulit salak 15,850 menjadi 7,070 cangkang kerang bulu 19,396 menjadi 1,979. Pengukuran MDA kulit salak nilai Kadar MDA 9,3 menjadi 7,3, cangkang kerang 9,3 menjadi 3.93. Pengukuran kolesterol kulit salak nilai kadar kolesterol 117,21 menjadi 49,02 cangkang kerang 117,21 menjadi 38,95. Pengukuran LDL kulit salak nilai Kadar LDL 21,8 menjadi 19,1 cangkang kerang 21,8 menjadi 13,97. Pengukuran MDA pada serum untuk minyak jelantah 3,04 ada peningkatan menjadi 4,33, untuk kulit salak 4,04 meningkat menjadi 4,77. cangkang kerang bulu 3,18 meningkat menjadi 3,91. Pengukuran Total kolesterol pada serum untuk minyak jelantah 83,1 ada peningkatan menjadi 93,87 untuk kulit salak 86,31 terjadi penurunan menjadi 80,66. cangkang kerang bulu 97,46 terjadi penurunan 97,25 Pengukuran LDL pada serum untuk minyak jelantah 11,29 ada peningkatan menjadi 19,85, untuk kulit salak 16,07 terjadi penurunan menjadi 14,94. cangkang kerang bulu 15,56 terjadi penurunan 14,82. Pengukuran SGOT pada serum untuk minyak jelantah 25,93 ada peningkatan menjadi 37,01 untuk kulit salak 78,7 terjadi penurunan menjadi 58,17. cangkang kerang bulu 25,39 terjadi peningkatan 27,65. Pengukuran Kreatin pada serum untuk minyak jelantah 1,1 ada peningkatan menjadi 2,31, untuk kulit salak 0,67 terjadi peningkatan menjadi 1,14. cangkang kerang bulu 1,14 terjadi peningkatan 1,96. Pemberian diet oral minyak goreng curah berpengaruh positif terhadap kenaikan berat badan tikus, disebabkan karena mengandung berbagai asam lemak esensial, vitamin dan nutrisi yang menunjang peningkatan berat badan tikus wistar. Analisis histologi pada jantung dengan cangkang menunjukkan tidak berpengaruh buruk terhadap sel-sel di organ jantung. kulit salak, meskipun bagian besar sel jantung terlihat normal, namun ada sebagian kecil inti sel yang hilang dan tampak sel otot hipertrofi. Kata Kunci : adsorben, kulit salak, cangkang kerang, minyak jelanta

    Hubungan Kadar Timbal di Udara Ambien dengan Timbal dalam Darah pada Pegawai Dinas Perhubungan Terminal Antar Kota Medan

    No full text
    Contribution of air contamination by throw away gas of motor-vechile from fuel oil consumer represent the biggest around 49%, usage of oil fuel in Indonesian still be dominated by usage lead gasoline so that more and more big consume the BBM energy from lead gasoline, so more and more high level of lead contamination in ambient air. One of the worker which have high risk hit Pb is officer on duty of terminal communication intercity Medan. Intention of this research is to know the relation lead on the ambient air with lead of officer on duty of terminal communication intercity in Medan on 2008. The design of research which be used is cross sectional. In population and sampel are officer on duty of terminal intercity with big sample counted 32 officer which be taken in total sampling. The receveid data will be analyze statistically by using fisher’exact test. From result of research is be optained that nothing relation which significan among lead rate on the ambient air at job environmental on duty of terminal communication intercity in Medan with lead rate in blood at officer on duty of terminal commnunication intercity Medan value P = 0.288 > 0.05, nothing relation which significan communication intercity in Medan with value P = 0,735 > 0,05, nothing relation which significan between year of services with lead rate in blood at officer on duty of terminal communication in Medan with value P=0,275>0,05. The resulth show that the importance of observation which either from on duty of communication and public health department like inspection of quality air and measurement lead rate in the ambient air and lead rate in blood constinouly or at least once in 6 months,Kontribusi pencemaran udara oleh gas buang kenderaan bermotor dari penggunaan bahan bakar minyak (BBM) merupakan terbesar sekitar 49 %. Penggunaan BBM di Indonesia masih didominasi oleh penggunaan bensin bertimbal, maka makin tinggi tingkat pencemaran timbal (Pb) di udara ambien. Salah satu pekerja yang memiliki resiko tinggi terpapar timbal (Pb) adalah pegawai Dinas Perhubungan Terminal Antar Kota Medan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan timbal (Pb) Pegawai Dinas Perhubungan Terminal antar Kota di Medan tahun 2008. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Populasi dan sampel adalah pegawai Dinas Perhubungan Terminal antar Kota, dengan besar sampel sebanyak 35 pegawai yang diambil secara total sampling. Data yang diperoleh selanjutnya diolah secara statistic menggunakan fisher’exact test. Hasil penelitian diperoleh bahwa, tidak ada hubungan yang signifikan antara kadar timbal (Pb) di udara ambien pada lingkungan kerja Dinas Perhubungan Terminal antar Kota di Medan dengan kadar timbal (Pb) dalam darah pada Pegawai Dinas Perhubungan terminal antar kota di Medan dengan nilai P value = 0,288 > 0,05, tidak ada hubungan yang signifikan antara umur kadar timbal (Pb) dalam darah pada pegawai Dinas Perhubungan Terminal antar kota di Medan dengan nilai P value = 0,735 > 0,05, tidak ada hubungan yang signifikat antara masa kerja dengan kadar timbal (Pb) dalam darah pada pegawai Dinas Perhubungan Terminal antar kota di Medan dengan nilai P value 0,275>0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan perlunya pengawasan yang baik dari Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan seperti pemeriksaan kualitas udara dan pengukuran kadar timbal (Pb) di udara ambient dan kadar timbal (Pb) dalam Darah secara terus-menerus atau sekurang-kurangnya enam(6) bulan sekali serta bagi orang yang terpapar dengan timbal (Pb) diharapkan menggunakan APD (Alat Pelindung Diri).73 HalamanTesis Magiste

    ANALYSIS OF NUTRITION CONSUMPTION LEVEL AND KNOWLEDGE WITH THE INCIDENCE OF CHRONIC ENERGY DEFICIENCY (CED) IN PROSPECTIVE BRIDES AT SIULAK GEDANG PUBLIC HEALTH CENTER, SIULAK, DISTRICT, KERINCI REGENCY

    No full text
    Chronic energy deficiency (CED) is a lack of energy intake that has been going on for a long time. Preconception is the period when WUS before pregnancy. Prospective brides are the right preconception period to be able to prepare for pregnancy. In addition, women of childbearing age who suffer from CED have a risk of giving birth to children with CED later in life, causing health problems such as morbidity, mortality and disability. In conditions like this, a study was conducted on prospective brides who were going to face pregnancy and looking for factors that caused CED at the Siulak Gedang Health Center, Siulak District, Kerinci Regency.This study aims to determine the relationship between the level of consumption and nutritional knowledge with the incidence of CED in prospective brides. The research method used is observational analytic using a cross-sectional approach. The population in the study were prospective brides and grooms who registered in August 2020. The sampling technique used the accidental sampling method with 33 respondents.The results of the research analysis showed that there was a relationship between age, education, occupation, knowledge, level of consumption and CED in prospective brides and grooms. Suggestions given to prospective brides and grooms are recommended to improve food consumption by consuming food sources of carbohydrates, protein and fat sufficiently according to needs

    The Effect of Service Quality on Patient Satisfaction of Olak Kemang Jambi Health Center

    No full text
    Patient satisfaction is an important indicator of the quality of health services, it is crucial to ensure the sustainability of medical services at the health center. The author aims to analyze the factors that influence outpatient satisfaction at the Puskesmas Olak Kemang Jambi City during 2024. This study used a quantitative method with a cross-sectional design. The average outpatient population per month was 503 people, and a sample of 295 people was selected using the Lemeshow formula with purposive sampling technique. Data analysis included univariate analysis, bivariate analysis with chi-square test, and multivariate analysis with multiple logistic regression. The results showed that physical evidence/manifestation, reliability, responsiveness, and assurance significantly influenced outpatient satisfaction at the puskesmas, while the empathy dimension did not. This study underscores the impact of physical evidence, reliability, responsiveness, and assurance on outpatient satisfaction. The reliability variable, in particular, played a dominant role, with patients who positively rated the reliability of medical personnel 5.4 times more likely to be satisfied than those who did not. It is recommended that Olak Kemang Polyclinic in Jambi City conduct a comprehensive assessment, improve service reliability and responsiveness, and strengthen service assurance to increase patient satisfaction

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ANGKA RUJUKAN PASIEN PESERTA KARTU INDONESIA SEHAT (KIS) DI PUSKESMAS TANAH TINGGI KECAMATAN BINJAI TIMUR KOTA BINJAI TAHUN 2018

    No full text
    Rujukan pada pasien peserta Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Indonesia berdasarkan data dari Profil Kesehatan Indonesia pada tahun 2016 sebanyak 65.424.687 (26%) bagi non Penerima Bantuan Iuran dan sebanyak 106.514.567 (41%) bagi Penerima Bantuan Iuran. Berdasarkan profil triwulan di Puskesmas Tanah Tinggi capaian pelayanan rujukan pasien KIS umum sebanyak 2.501 (42%) dari keseluruhan jumlah kunjungan pasien sebesar 5918 tiap bulannya pada tahun 2018. Di sebuah Puskesmas capaian pelayanan rujukan idealnya tidak lebih dari 15% sesuai standar yang ditetapkan KIS. Hal ini bertolak belakang dengan program KIS yang seharusnya mampu memaksimalkan fungsi puskesmas. Jenis penelitian ini merupakan penelitian dalam bentuk survei analitik dengan rancangan cross sectional yang bertujuan untuk menjelaskan bagaimana pengaruh dari pengetahuan, sikap petugas, ketersediaan sarana dan prasarana, dan SDM petugas kesehatan dalam memberikan informasi tentang rujukan terhadap angka rujukan di Puskesmas Tanah Tinggi Kecamatan Binjai Timur Tahun 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan masyarakat yang termasuk dalam kategori pasien KIS di Puskesmas Tanah Tinggi dengan sampel sebanyak 98 pasien KIS. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap angka rujukan adalah variabel pengetahuan (p=0,000<p=0,05), variabel ketersediaan sarana dan prasarana (p=0,001<p=0,05) dan SDM petugas kesehatan dalam memberikan informasi tentang rujukan (p=0,000<p=0,05). Sedangkan variabel yang tidak berpengaruh adalah variabel sikap petugas (p=0,174>p=0,05). Disarankan Kepada kepala Puskesmas dan pegawai Puskesmas Tanah Tinggi Kecamatan Binjai Timur agar mengupayakan dan meningkatkan kompetensinya supaya pelayanan sesuai dengan standar dan mekanisme yang telah ditetapkan khususnya dibagian rujukanRefferal of participant in Indonesian Health Card (KIS) based on the Indonesian Health Profile in 2016 as much as 65.424.687 (26%) for the non tuition recipients and 106.514.567 (41%) for the tuition recipients . Based on the quarter profil in Puskesmas Tanah Tinggi, the amounts of the public referenced KIS  member as much as 2.501 (42%) out of all the visitors each month (5918) in 2018. In a health center (Puskesmas), referral service achievement ideally was not more than 15% according to KIS standard. This kind of thing opposites with KIS program that should be able to maximizing the function of puskesmas. This research using analytical survey method with cross sectional design which is helping to explain how the influence of knowledge, attitudes officer, availability of infrastructure and the human resources in that clinic to inform about the referenced in Puskesmas Tanah Tinggi, District of Binjai Timur in 2018. The population in this study were whole societies who included in the KIS patients in Puskesmas Tanah Tinggi and 98 patients as the samples. The data collection is doing by the questionnaires and by using the chi-square test. The result of this study indicated that the variables were significantly influenced to referral number. The variables are knowledge variable (p = 0,000 <p = 0,05). the availability of facilities and infrastructure variable (p = 0,001 <p = 0,05). and and the human resources in that clinic to inform about the referenced (p= 0,000 <p= 0,05). While the variable which didn’t influenze to referral number, were the attitude of the officers (p= 0,174 >p =0,05). Advised to the chief and employees in Puskesmas Tanah Tinggi, District of Binjai Timur in order to pursue and improve their competence especially health service in accordance with the standards and mechanisms that have been established specifically reference sectio

    Analysis Of The Relationship Between Environmental Health Factors And The Incidence Of Stunting In Toddlers In The Working Area Of Kersik Tuo Public Health Center, Kayu Aro District, Kerinci Regency

    No full text
    Environmental health from the aspect of poor sanitation and hygiene will trigger digestive disorders which impact nutrition for growth and turn into the body's resistance to infection, thereby risking stunting in toddlers. This study aims to determine the relationship between environmental health factors and the incidence of stunting in toddlers. The research design uses observational analytics with a cross sectional approach. The total sample was 106 toddlers. The sampling technique for this research is purposive sampling using univariate analysis and bivariate analysis with the chi square test. There is a significant relationship between drinking water sources (p=0.012), physical quality of drinking water (p=0.000), latrine ownership (p=0.013), waste management (p=0.001), waste management (p= 0.017) and hand washing habits (p=0.000) on the incidence of stunting. Drinking water treatment (p=0.432) does not have a significant relationship with the incidence of stunting in the Kersik Tuo Health Center area, Kayu Aro District, Kerinci Regency. It is recommended that health educational workers provide outreach with practical and effective methods related to sanitation and hygiene so that the public can understand the importance of maintaining a healthy environment which has an impact on stunting

    Penyuluhan Upaya Penanggulangan dan Pemeriksaan Cacingan sebagai Implementasi Program Kecamatan Balige Kabupaten Toba

    No full text
    Angka prevalensi cacingan nasional pada tahun 2015 sebesar 28,12%, dengan prevalensi daerah yang bervariasi hingga melebihi 50%. Cakupan upaya penanggulangan yang masih terbatas mendorong peningkatan koordinasi lintas mitra salah satunya pesantren. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan upaya penanggulangan cacingan melalui penyuluhan dan demonstrasi indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada salah satu daerah di Sumatera Utara yaitu Kecamatan Balige Kabupaten Toba. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dan observasi pada keluarga. Berdasarkan pemeriksaan, masyarakat terkhususnya anak-anak bermain tanpa menggunakan alas kaki, kuku yang panjang dan kotor serta kurangnya kesadaran mencuci tangan. Pengetahuan tentang kecacingan menunjukkan bahwa sebagian peserta memiliki pengetahuan yang cukup (50%) dan sebagian peserta memiliki pengetahuan yang buruk (50%). Hasil pengabdian secara umum berkontribusi terhadap penguasaan indikator PHBS sederhana yang terdiri atas: Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), penggunaan alas kaki, serta pengukuran berat, dan tinggi badan secara berkala

    The potential protective effects of malacca (Phyllanthus emblica L.) extract against doxorubicin-induced cardiotoxicity in male Wistar rats

    No full text
    Doxorubicin as a chemotherapy agent is most widely used in cancer treatment. Long-term use at a predetermined dose has a side effect, namely cardiotoxicity. Doxorubicin-induced cardiotoxicity is considered to be caused by reactive oxygen species (ROS), which is also characterized by increasing CK-MB enzyme levels in the blood. To reduce the impact of doxorubin-induced toxicity, a study was conducted on natural antioxidant sources with cardioprotective capabilities in vivo. Phyllanthus emblica L. fruit was used as a sample for a natural source of antioxidants extracted using ethanol. Then performed a phytochemical screening of secondary metabolites contained in it. This extract was administered orally in various doses to the experimental animal Wistar rats and the induced doxorubicin to these animals. The CK-MB enzyme levels were measured, and the heart organ histopathology test was performed. The results of this study indicate that P. emblica L. fruit extract contains alkaloids, tannins, flavonoids, terpenoids, phenolics, and triterpenoids compounds. Extract treatment at a 400 mg/kg BW dose showed the best reduction in CK-MB levels with great improvements in regular arrangement and shape of myocardial muscle cells of cardiac tissue. The sample extract at a 400 mg/kg BW dose showed remarkably decreasing of CK-MB great improvements of heart tissue on doxorubicin-induced cardiotoxicity. This study showed the potential protective effect of P. emblica L. against doxorubicin-induced cardiotoxicity

    Environment and Mental\u27s Health in The Pandemic Time Covid-19 in IGD Nurse Royal Prima Medan Hospital

    No full text
    The mental health of health workers during the COVID-19 pandemic period is a present issue that must be given more attention. It is because health workers are the spearhead of handling the COVID19 case, which is daily increasing. The purpose of the research to examine the mental health of IGD nurses at Royal Prima Hospital Medan by using variable demographic characteristics (age, gender, years of service), family environment, social environment, and work environment. This type of research is a quantitative study, with the research sample being all emergency room nurses at Royal Prima Hospital Medan. The data were processed using correlation analysis in SPSS. The results showed that the demographic characteristics, family environment, social environment, and work environment were positively correlated with mental health in IGD nurses at Royal Prima Medan Hospital. Suggestions for further research are to use a larger sample and be able to use other variables according to the theory of Cooper and Davidso
    corecore