1,720,993 research outputs found

    Implementasi Pendekatan Saintifik Pada Mata Pelajaran Aqidah Akhlak Di MTs Sabilul Huda Badegan Ponorogo

    No full text
    Giarno. 2022. Implementasi pendekatan saintifik pada mata pelajaran aqidah akhlak di mts sabilul huda badegan ponorogo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing, Aries Fitriani, M.Pd. Kata Kunci: Implementasi, Pendekatan Saintifik, Akidah Akhlak, Proses Pembelajaran Implementasi pendekatan saintifik ialah sebuah penerapan yang dilakukan seorang guru dalam melakukan proses pembelajaran yang mana berjalan dengan baik sehingga menciptakan pembelajaran yang sesuai dengan apa yang diharapakan adanya dorongan dan motivasi dari seorang guru serta proses pembelajaran yang digunakan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan siswa. Dengan mengunakan langkah-langkah pendekatan saintifik dari mengamati,,menanya,menalar,mencoba dan mengkomunikasikan ini dicapai dengan baik oleh guru sehingga siswa dapat menerima dengan senang dan pembelajaran bisa diterima dan tidak menjadikan kebosenan terhadap siswa. rumusan masalah peneliti sebagai beikut: 1) Bagaimana proses pembelajran Akidah Akhlak siswa melalui pendekatan saintifik MTs Sabilul Huda Badegan Ponorogo ? 2) Apa faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembelajaran di MTs Sabilul Huda Badegan Ponorogo ?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian studi khasus. Adapaun teknik yang digunakan saat penelitian yaitu dengan melakukan observasi, wawancara dengan Anisatul Qoiriyah S.Pd selaku guru Akidah Akhlak, pengumpulaan dokumentasi. Untuk teknik analisis data yang dilakukan yaitu Reduksi Data, Penyajian Data dan Menarik Kesimpulan. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) proses pembelajaran aidah akhlak siswa melalui pendekatan saintifik di MTs Sabilul Huda Badegan Ponorogo ini memiliki langkah-langkah darri mulai mengamati kemudian menanya setelah itu melakukan penalaran lalu mencoba dan mengkomuniasikan proses pembelajaran yang dilakukan. 2) faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembelajaran di MTs Sabilul Huda Badegan Ponorogo ialah dari faktor pendukung siswa melakukan pembelajaran dengan motivasi dan semangat yang tiggi, guru atau pendidk juga menjadi faktor pendukung yang mana berberpan dalam melakukan tanggung jawab kepada siswa agar bisa menerima proses pembelajaran yang diberikan, lingkungan juga menjadi faktir pendukung terlebih lingkungan keluarga yang mana selalu bisa mantau pembelajaran yang dilakukan anak dirumah. Sedangkan faktor penghambat siswa atau peserta didik juga menjadi penghambat ketika mereka tidak mengikuti proses pembelajaran dan bermalas-malasan, guru juga menjadi penghambat ketika guru kurang prefisional dalam melakukan pembelajaran yang mereka lakukan dan tidak mau bertangungjawab ketika ada siswa yang tidak mengikuti dan mendengarkan pembelajaran yang dilakukan, lingkungan keluarga juga menjadi penghambat ketika anak tidak dipantau dalam belajar dan dibiarkan melakukan atau bermain dengan seenaknya sendiri

    Analisis Dinamika Atmosfer Pada Kejadian Banjir, Tanah Longsor, dan Angin Kencang Di Semarang dan Demak Tanggal 13 Maret 2024

    Full text link
    Pada tanggal 13 Maret 2024 terjadi bencana banjir, tanah longsor, dan angin kencang di wilayah Semarang dan Demak. Bencana ini disebabkan oleh cuaca ekstrim berupa hujan ekstrim disertai badai guntur dan angin kencang. Beberapa penelitian sebelumnya yang mengkaji analisis cuaca ekstrim masih belum detail menjelaskan seluruh faktor yang dapat menjadi penyebab cuaca ektrim tersebut. Oleh karena itu, kajian ini menganalisis seluruh faktor global, regional, hingga lokal, serta analisis fisis awan, sehingga dapat bermanfaat untuk operasional peringatan dini cuaca, terutama saat terjadi gangguan cuaca yang sejenis. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode analisis deskriptif kuantitatif, terhadap analisis ENSO, DM, MJO, CENS, SST, MSLP, streamline angin gradien, LLMT serta divergensinya, labilitas udara atas, fisis awan, curah hujan dan pasang surut air laut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya MJO dan gelombang Rossby Ekuator meningkatkan moisture di wilayah Indonesia. Selain itu, adanya bibit siklon tropis 91S di perairan selatan Jawa memicu penguatan aliran monsun Asia dan menyebabkan cross-equatorial flow dan meningkatkan transpor kelembapan dari LCS ke wilayah pesisir Utara Jawa. SST yang hangat, udara atas yang labil, serta konvergensi LLMT di wilayah Semarang dan sekitarnya semakin memicu terbentuknya MCS yang menjadi penyebab hujan ekstrim yang disertai badai guntur dan angin kencang, sehingga memicu terjadinya bencana hidrometeorologi di Semarang dan Demak pada tanggal 13 Maret 2024.Pada tanggal 13 Maret 2024 terjadi bencana banjir, tanah longsor, dan angin kencang di wilayah Semarang dan Demak. Bencana ini disebabkan oleh cuaca ekstrim berupa hujan ekstrim disertai badai guntur dan angin kencang. Beberapa penelitian sebelumnya yang mengkaji analisis cuaca ekstrim masih belum detail menjelaskan seluruh faktor yang dapat menjadi penyebab cuaca ektrim tersebut. Oleh karena itu, kajian ini menganalisis seluruh faktor global, regional, hingga lokal, serta analisis fisis awan, sehingga dapat bermanfaat untuk operasional peringatan dini cuaca, terutama saat terjadi gangguan cuaca yang sejenis. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode analisis deskriptif kuantitatif, terhadap analisis ENSO, DM, MJO, CENS, SST, MSLP, streamline angin gradien, LLMT serta divergensinya, labilitas udara atas, fisis awan, curah hujan dan pasang surut air laut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya MJO dan gelombang Rossby Ekuator meningkatkan moisture di wilayah Indonesia. Selain itu, adanya bibit siklon tropis 91S di perairan selatan Jawa memicu penguatan aliran monsun Asia dan menyebabkan cross-equatorial flow dan meningkatkan transpor kelembapan dari LCS ke wilayah pesisir Utara Jawa. SST yang hangat, udara atas yang labil, serta konvergensi LLMT di wilayah Semarang dan sekitarnya semakin memicu terbentuknya MCS yang menjadi penyebab hujan ekstrim yang disertai badai guntur dan angin kencang, sehingga memicu terjadinya bencana hidrometeorologi di Semarang dan Demak pada tanggal 13 Maret 2024

    Optimalisasi Edukasi Informasi Geohidrometeorologi Untuk Masyarakat Perkotaan (Studi Kasus: Kelurahan Jurang Mangu Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten)

    Full text link
    Indonesia merupakan daerah rawan terhadap bencana hidrometeorologi, gempa bumi dan tsunami. Sebagai bagian dari Wilayah Indonesia, Kelurahan Jurang Mangu Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Propinsi Banten merupakan tempat yang rawan banjir, terutama dengan perkembangan pemukiman yang sangat pesat sehingga merubah penggunaan lahan. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagai lembaga yang berupaya menyediakan informasi peringatan dini sebelum kejadian bencana geo-hidrometeorologi. Namun demikian masih terdapat gab antara informasi yang disediakan, dengan akses dan pemahaman yang ada di masyarakat. Berdasarkan missing link tersebut, maka perlu adanya suatu upaya untuk memberikan pemahaman lebih baik lagi. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan optimalisasi informasi peringatan dini ini terutama di daerah perkotaan. Untuk menggali pemahaman masyarakat dilakukan melalui edukasi secara offline maupun online mengikuti perkembangan masyarakat perkotaaan yang terbiasa menggunakan sarana tersebut. Berdasarkan hasil survey menunjukkan pengetahuan masyarakat akan lembaga yang menangani bencana masih sangat kurang, dimana BMKG dan Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (STMKG) berturut-turut 49% dan 39%. Ketidaktahuan akan kedua lembaga ini sebanding dengan disinformasi terhadap istilah-istilah geohidrometeorologi terlihat dari jawaban responden pada pertanyaan-pertanyaan kejadian tornado, tsunami, gelombang panas, perubahan iklim, fenomena cuaca dingin, cuaca panas,  dan hubungan virus covid dengan cuaca panas yang dipahami kurang tepat

    IDENTIFIKASI POLA DAN NILAI INDEKS KEKERINGAN DI PROVINSI JAMBI MENGGUNAKAN KEETCH-BYRAM DROUGHT INDEX (KBDI)

    Full text link
    Drought is one of the most common disasters in areas with tropical climates and has proven to have a detrimental impact on humans and plants. Drought can cause forest and land fires in many areas of Indonesia, especially in Sumatra and Kalimantan. Therefore, further research is needed on drought patterns, especially in Jambi Province. This study learns more about the pattern and trend of drought based on meteorological parameters in Jambi Province using the Keetch-Byram Drought Index (KBDI). The data used are weather parameter data, namely rainfall and daily maximum temperature at the two observation points of the Depati Parbo Meteorological Station and Muaro Jambi Climatology Station. The drought index is identical to the rainfall and temperature factors. The KBDI value is able to describe the number of hotspot events in the study area well with a correlation reaching 84%. The results of the calculation of the KBDI value show that throughout the 20-year period, the Jambi Province has a low risk of forest and land fires, except at the end of 2015 which had a moderate risk. This study is expected to provide information related to drought patterns  based on the KBDI in Jambi Province.Kekeringan merupakan salah satu bencana yang sangat sering terjadi di wilayah dengan iklim tropis dan terbukti memiliki dampak kerugian bagi manusia dan tanaman. Kekeringan dapat menyebabkan kebakaran hutan dan lahan pada banyak daerah di Indonesia terutama di Sumatera dan Kalimantan. Karena itu diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai pola kekeringan, khususnya di Provinsi Jambi. Penelitian ini mempelajari tentang pola serta tren kekeringan berdasarkan parameter meteorologisnya di Provinsi Jambi menggunakan Keetch-Byram Drought Index (KBDI). Data yang digunakan merupakan data parameter cuaca yaitu curah hujan dan suhu maksimum harian di dua titik pengamatan Stasiun Meteorologi Depati Parbo dan Stasiun Klimatologi Muaro Jambi. Indeks kekeringan identik dengan faktor curah hujan dan suhu. Nilai KBDI dianalisis secara temporal. Hasil perhitungan nilai KBDI menunjukkan bahwa sepanjang periode 20 tahun, wilayah Provinsi Jambi memiliki resiko kebakaran hutan dan lahan yang rendah, kecuali pada akhir tahun 2015 yang memiliki resiko sedang. Nilai KBDI yang tinggi pada akhir tahun 2015 dipengaruhi oleh intensitas curah hujan rendah akibat fenomena iklim ENSO pada akhir tahun 2015 saat terjadi El-Nino kuat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi terkait pola kekeringan berdasarkan indeks kekeringan KBDI di Provinsi Jambi

    ANALISIS POLA DAN JADWAL TANAM JAGUNG PADA KONDISI ENSO DI PROVINSI LAMPUNG

    Full text link
    Provinsi Lampung memiliki luas tanam lahan kering yang sangat luas, hal ini berpotensi besar untuk menjadikan Lampung sebagai sentra produksi jagung di Indonesia. Namun ancaman gagal panen dapat terjadi secara berkala dan tidak teratur akibat pengaruh dari dinamika atmosfer dan laut yang salah satunya ialah fenomena El Nino Southern Oscillation (ENSO). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan fenomena ENSO yang terdiri dari fase Neutral, El Nino, dan La Nina terhadap pola dan jadwal tanaman jagung di Provinsi Lampung. Data yang digunakan ialah curah hujan bulanan dan temperatur udara bulanan dari pos-pos hujan yang dipilih berdasarkan tahun perwakilan kejadian Neutral, El Nino, dan La Nina dari tahun 2001 sampai 2020. Analsis menggunakan perhitungan neraca air tanah dengan metode Thornwaithe-Matter berdasarkan tipe iklim Oldeman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kondisi El Nino, pola tanam yang direkomendasikan ialah 2 kali tanam jagung untuk semua tipe iklim Oldeman dengan jadwal tanam yang cenderung lebih mundur dari kondisi Neutral. Sedangkan pada kondisi La Nina, pola tanam didominasi oleh 3 kali tanam jagung dalam setahun pada setiap tipe iklim Oldeman. Jadwal tanam pada kondisi La Nina cenderung lebih maju jika dibandingkan dengan kondisi Neutral dan El Nino

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Perbandingan Standardized Precipitation Index dan Standardized Anomaly Index untuk Penentuan Tingkat Kekeringan di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah

    Full text link
    Kekeringan adalah suatu peristiwa dimana terjadinya penurunan intensitas curah hujan dan mengakibatkan krisis air untuk menunjang kebutuhan sehari hari manusia. Kasus kekeringan selalu terjadi setiap tahun di Jawa Tengah dengan berbagai macam dampak yang ditimbulkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pada indeks kekeringan yang digunakan, yaitu indeks kekeringan Standardized Precipitation Index (SPI) dan indeks kekeringan Standardized Anomaly Index (SAI). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analisa secara spasial menggunakan metode perhitungan indeks kekeringan SPI dan SAI. Hasil yang diperoleh yaitu pada perhitungan menggunakan rumus SPI maupun SAI untuk menentukan tingkat kekeringan di Kabupaten Sragen periode 2011-2020 memiliki kesamaan pola sebesar 89% untuk tahun kering dan tahun basah. Selain itu, kasus kekeringan di Kabupaten Sragen untuk setiap tahunnya di dominasi oleh kategori normal. Tahun kekeringan terjadi pada tahun 2012, 2015, 2018 dengan kasus kekeringan sedang, tahun 2014 dan tahun 2019 dengan kasus kekeringan parah.

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
    corecore