1,721,111 research outputs found

    AKTIVITAS DAKWAH KH. GHOLIB DI PRINGSEWU 1928-1949

    Full text link
    ABSTRAK Tujuan penelitian ini menjelaskan tentang Aktivitas Dakwah KH. Gholib di Pringsewu 1928-1949. Aktivitas Dakwah beliau secara masif dimulai pada tahun 1930, pasca membangun madrasah guna melebarkan Dakwah Islam kepada masyarakat Pringsewu. Perlawanan secara masif terhadap kolonial terjadi pada tahun 1942 (agresi militer I) dan pada tahun 1949 (agresi militer II). Kontribusi beliau meliputi aspek pendidikan, sosial ekonomi, dan perlawanan terhadap kolonial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengikuti prosedur penelitian sejarah, yang meliputi, heuristik pengumpulan sumber yang terdiri sumber tertulis dan lisan. Kemudian setelah terkumpul, sumber kemudian dikritik, verifikasi baik ekstern maupun intern yang menyoroti otentisitas dan kredibilitas sumber. Lalu memasuki tahap interpretasi menggunakan teori (Great Man Theory), dan dirampungkan melalui tahapan historiografi penulisan karya sejarah. Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan bahwa aktivitas Dakwah KH. Gholib di Pringsewu 1928-1949. Dalam mengembangkan Dakwah Islam lebih mengedepankan kegiatan sosial beliau di masyarakat maupun dari segi pendidikan. Sedangkan dari perjuangan KH. Gholib terlihat dari perlawanannya terhadap kolonialisme yang melahirkan suatu gerakan perlawanan dan membentuk laskar hizbullah. Sehingga dari hasil Dakwah KH. Gholib terciptanya sebuah Karakteristik Dakwah yang terbagi menjadi tiga bagian yaitu; Dakwah Pendidikan Profetik, Dakwah Sosial Ekonomi Profetik, dan Dakwah Politik Profetik. (Dakwah Profetik: mengikuti ajaran dan tindakan yang dilakukan nabi sebagai teladan). Kata kunci : Aktivitas Dakwah, Perlawanan, Karakteristik Dakwah, dan Dakwah Profetik. iii ABSTRACT The purpose of this research is to explain about KH. Gholib in Pringsewu 1928-1949. His massive Da’wah activities began in 1932, after building a mosque to spread Islamic Da’wah to the people Pringsewu. Massive resistance to colonialism took place in 1942 (1st military aggression) and 1949 (2nd military aggression). His contributions include aspects of socio-economics, and resistance against colonialism. The method used in this study follows historical research procedures, which include heuristics for collecting sources consisting of written and oral sources. After collecting them, the sources are then criticized, both external and internal verification which highlights the authenticity and credibility of the sources. Then it enters the interpretation stage using theory (Great Man Theory), and is completed through the historiography stage of writing historical works. Based on the results of this research, it was found that the Da’wah activities of KH. Gholib in Pringsewu 1928-1949. In developing his Islamic Da’wah, he prioritized his social activities in society and in terms of education. Meanwhile, from the struggle of KH. Gholib can be seen from his resistance to colonialism which gave birth to a resistance movement and formed the Hezbollah army. So, from the results of KH. Gholib’s Da’wah, a Characteristic of Da’wah was created which was divided into three parts, namely; Protective Educational Da’wah, Protective Socio-Economic Da’wah, and Protective Political Da’wah. (Prophetic Da’wah: following the teachings and actions carried out by the prophet as an example). Keywords : Da’wah Activities, Resistance, Characteristic of Da’wah, and Protective Da’wah

    Fenomena ziarah dan tawasul di kuburan : Studi di Makam KH. Gholib, Kabupaten Pringsewu, Lampung

    Full text link
    Ziarah dan tawasul di kuburan menjadi fenomena keseharian dalam masyarakat, namun kegiatan keagamaan ini masih menimbulkan pro dan kontra karena kegiatan ibadah ini sangat rawan akan terjadinya penyimpangan dan kemusyrikan. Perdebatan akan hal ini berkembang dari tinjauan tradisi budaya dan agama masing-masing individu. Penelitian ini untuk mengungkap fenomena ziarah dan tawasul yang terjadi pada makam KH. Gholib Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung. Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (Field Research) dengan pendekatan fenomenologi. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan tehnik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber datanya terdiri dari primer dan sekunder. Narasumbernya yang benar-benar mengalami pengalaman spiritual setelah berziarah dan bertawasul. Antara lain anggota keluarga almarhum KH. Gholib, juru kunci, dan para peziarah makam. Berdasarkan temuan penelitian ditemukakan bahwa masyarakat memahami bahwa makam KH. Gholib merupakan salah satu tempat mustajabah untuk berdo’a. Motivasi peziarah makam KH. Gholib pun beragam, mulai dari mendo’akan ahli kubur sampai sampai berdo’a secara khusus untuk diri sendiri seperti meminta untuk dimudahkan rezeki, jodoh, kecerdasan dan mengingat kematian agar menambah keimanan kepada Allah SWT. Dari segi aqidah keIslaman masyarakat itu sendiri, ziarah penting dilakukan selama sesuai syari’at Islam, mengetahui hakikat ziarah dan tawasul serta mengikuti aturan, maka selain pengingat kematian juga memotivasi peziarah untuk memperbaiki diri baik amal maupun ibadah sehingga dapat meningkatkan kemimanan. Berpengaruh negatif bagi orang-orang yang berziarah tidak mengikuti syariat dan tidak mengetahui tujuan ziarah yang sebenarnya, dikhawatirkan dalam praktiknya melakukan hal-hal yang menyimpang aqidah. Dikhawatirkan peziarah meiliki pandangan bahwa KH. Gholib ini hebat, serta melakukan perbuatan syirik dengan meminta kepada makam atau ahli dan mempercayai bahwa keberhasilan yang diperoleh itu dari KH. Gholib bukan dari Allah SWT

    Pelatihan Persiapan Karir Untuk Memasuki Perguruan Tinggi Pada Siswa SMK KH Gholib Pringsewu

    Full text link
    Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mempersiapkan para siswa dalam menentukan karir ketika mereka memilih untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi setelah lulus sekolah. Persiapan karir khususnya dalam pengenalan minat, pengenalan karir dan perencanaan serta penentuan karir para siswa/i kelas XII SMK Gholib. Sasaran Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah siswa kelas XII SMK Gholib dengan jumlah peserta sebanyak 120 orang. Pengenalan karir dirasa perlu untuk prsiapan karir ketika memasuki perguruan tinggi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat diberikan dengan metode klasikan, yaitu disampaikan dalam bentuk paparan klasikal dan selanjutnya dilanjutkan dengan tanya jawab. Hasil dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dapat diuraikan dalam indikator sebagai berikut: (1) Peserta dapat mengikuti dengan kondusif dari awal acara hingga akhir, (2) Peserta siswa memiliki gambaran karir yang mereka pilih, (3) Peserta terdorong untuk mempersiapkan karir ketika melanjutkan ke perguruan tinggi

    Validation of a field-friendly extraction and storage method to monitor fecal steroid metabolites in wild orangutans

    No full text
    Schweizerischer Nationalfonds zur Förderung der Wissenschaftlichen Forschung http://dx.doi.org/10.13039/501100001711A.H. Schultz Foundation http://dx.doi.org/10.13039/501100006448Claraz Foundatio

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore