21 research outputs found
RELASI MAKNA LEKSIKON TIING DALAM BAHASA BALI BERBASIS LINGKUNGAN
ABSTRAK      Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan relasi makna antarleksikal berkenaan dengan tanaman bambu dalam bahasa Bali dan penggunaan praksis sosial sebagai lingkungan bahasaterkait dengan keseimbangan hidup. Data penelitian ini adalah data lisan dan data tertulis sebagai data pendukung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatankualitatif. Data dikumpulkan dengan pengamatan mendalam dan wawancara serta dibantu dengan teknik catat dan rekam. Dari penelitian ini diperoleh hasil, yaitu ditemukan meronimidan taxonomi hiponim bambu dalam bahasa Bali dan leksikon terkait terbentuk dari praksis sosial yang membangkitkan sifat ekologis manusia untuk upaya pelestarian.Kata kunci: ekolinguistik, relasi makna, bambu, bahasa Bali ABSTRACT The aim of this research is to find the semantic relation between lexicons of tiing „bamboo‟ inBalinese and to know social praxis usage as a language environment which is linked to life balance. The collected data are spoken data and written data as supporting data. Thisresearch is explained descriptively and is conducted with qualitative approach. It is collected by observation and depth interview, and also is assisted by recording and note takingtechniques. Based on the research, the findings are meronymy and taxonomic hyponym ofbamboo in Balinese and the related lexicons are formed by social praxis which are able to raise Balinese people‟s preservation efforts as ecologic human. Keywords: Ecolinguistics, semantic relations, bamboo, Balines
ANALISIS FITUR SEMANTIK DALAM PENGAJARAN KATEGORI KATA BAHASA INGGRIS
ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah menunjukkan pengaplikasian strategi analisis fitur semantik (AFS)untuk memudahkan pengajaran kategori kata bahasa Inggris bagi pembelajar muda. Datapenelitian ini adalah data tertulis berupa jawaban soal dari pembelajar dan catatan-catatan yangpeneliti tulis saat terjadinya proses pembelajaran dan tanya jawab. Penelitian ini merupakanpenelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan metode observasidibantu dengan teknik catat. Dari penelitian ini diketahui bahwa kosakata berkategori nominalebih banyak dikuasai dan lebih mudah dipahami daripada dua kategori lainnya: verba danadjektiva. Pembelajar muda memperlihatkan komprehensivitas melalui contoh yang merekaberikan sesuai kategori dan fitur-fitur terkait.Kata Kunci: Analisis Fitur Semantik, kosakata, kelas kata bahasa Inggris, TEFL, pembelajarmudaABSTRACTThe aim of this research is to demonstrate that the application of Semantic Feature Analysis(SFA) facilitates teaching and learning English word class for young learners. The data isderived from written data in the form of answers of some related questions and some notes thatrearchers wrote during the learning process and Questions and Ask session. This is a descriptivequalitative research. Data was collected by observation method that supoorted by note-takingtechnique. This research found that nouns in the English word class are more acquired than twoothers categories, i.e. verbs and adjectives. The young learners demonstrates theircomprehensiveness with providing some examples according to related categories and features.Keywords: Semantic Feature Analysis, vocabulary, English class word, TEFL, young learner
STRATEGI ANALISIS FITUR SEMANTIS DALAM PENGAJARAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS
ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh strategi analisis fitur semantis dalam pengajaran kosakata bahasa Inggris kepada pembelajar muda. Pembelajar muda yang dimaksud adalah anak berumur 5-12 tahun. Scoot dan Ytreberg (1990) menjelaskan karakter ekspresif pembelajar muda bisa menjadi keuntungan dalam pembelajaran. Diasumsikan bahwa strategi ini membantu pembelajar memahami kosakata melalui fitur makna terkait sehingga pembelajar dapat membedakan kosakata bahasa Inggris. Penggunaan kata-kata bersinonim biasanya membingungkan pembelajar bahasa asing karena kurang memahami makna antarkata. Oleh karena itu, penggunaan kata-kata bersinonim seperti see-look, hear-listen dan juga kosakata dalam 1 kelas seperti turtle-tortoise dalam kelas reptilia menjadi perhatian dalam penelitian ini. Metode dan teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi partisipatoris. Metode deskriptif dan teknik penelitian tindakan kelas digunakan dalam penganalisisan data. Hasil penelitian ini menunjukkan strategi analisis fitur semantis berpengaruh pada pemahaman pembelajar muda dalam mempelajari kosakata bahasa Inggris ditandai dengan kemampuan pembelajar membedakan antarkata bersinonim dengan mendeskripsikan fitur semantisnya.Kata kunci: bahasa Inggris, Makna, Analisis Fitur Semantis, Sinonim, Pembelajar muda.ABSTRACTThis research aims to know whether semantic feature analysis strategy works in teaching English vocabulary to young learners. “Young learners†term used refer to 5-12 year old learners. Scoot and Ytreberg (1990) explained that expressive characteristics of young learners can be an advantage in learning. It is assumed that this strategy helps learners to understand vocabularies through related semantic features of word so that the learners can distinguish among English vocabularies. Synonymy use tend to be ambiguous for foreign language learners because they lack of meaning’s understanding of words. Therefore, synonymy use such as see-look, hear-listen and also vocabularies in 1 class like turtle-tortoise in reptile class as concerns in this research. Participation-observation is used as method and technique of collecting data. Meanwhile, descriptive method and classroom action research technique are used in analyzing data. This result shows that Semantic Feature Analysis (SFA) strategy influence over young learners’ understanding in learning English vocabularies that being marked with learners’ ability to distinguish among synonymous words with by describing their semantic features.Keywords: English vocabulary, Meaning, Semantic Feature Analysis, Synonymy, Young learner
PENERAPAN MEDIA GAMBAR DALAM ANALISIS FITUR SEMANTIS MENINGKATKAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS PADA TEMA DESCRIPTION
ABSTRACTThe mastery of vocabulary will give impact to someone’s language skill. It becomes a very important part because language will always use the vocabulary. In Indonesia, learning English vocabulary has begun at an early age. This process becomes ineffective for the learners because they are only requested to take note and memorize the vocabulary without having opportunity to understand that some words are related to one another. Therefore, this study was designed to determine student learning outcomes in understanding English vocabulary in the theme of description by using semantic features strategy with the help of picture media. The respondents of this research were 12-13 years old students at BSD course in Badung Regency. The data in this study were quantitative data obtained from the score of descriptive text. The result of this study showed the increasing of students’ ability in writing descriptive text after learning English vocabulary in the theme of description by using semantic features strategy with the help of picture mediaKeywords: vocabulary, semantic features, picture media, descriptive textABSTRAKKemampuan berbahasa seseorang salah satunya bergantung pada penguasaan kosakata. Kosakata menjadi bagian yang sangat penting karena semua kegiatan kebahasaan akan selalu menggunakan kosakata di dalamnya. Pembelajaran kosakata Bahasa Inggris di Indonesia sudah dimulai sejak usia dini. Pembelajaran kosakata pada anak-anak menjadi tidak efektif karena siswa hanya diajak untuk mencatat dan menghafal makna kata tersebut tanpa memiliki kesempatan untuk mengetahui bahwa beberapa kata memiliki keterkaitan satu sama lain. Oleh sebab itu, penelitian ini dirancang untuk mengetahui hasil belajar siswa dalam memahami kosakata Bahasa Inggris dalam tema description menggunakan strategi fitur semantis dengan bantuan media gambar. Penelitian ini mengambil responden siswa usia 12-13 tahun pada Bimbel BSD di Kabupaten Badung. Data dalam penelitian ini berupa data kuantitatif yang diperoleh dari teks deskripsi yang dibuat siswa. Hasil dari penelitian ini menujukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan siswa dalam pada teks deskripsi setelah belajar kosakata Bahasa Inggris dalam tema description menggunakan strategi fitur semantis dengan bantuan media gambar.Kata kunci: Kosakata, fitur-fitur semantis, media gambar, teks deskrips
BUILDING ENGLISH VOCABULARY FOR COOKING THROUGH SEMANTIC FEATURE ANALYSIS
Tourism in Bali develops rapidly and efforts to improve tourism industry increasinglyencouraged; food tourism is one of them. Food tourism or culinary tourism has ownattractiveness as purpose of tourism by exploring food. Therefore, many competenthuman resources are demanded and cooking or culinary terms are necessary tomaster. Learning and teaching English for specific purposes needs some strategies tomake learners easy to comprehend so that they master adequate vocabularies anduse words effectively. It is assumed that this strategy helps learners to understandvocabularies through related semantic features of word so that the learnerscomprehend words they learnt and be able to describe or even distinguishsynonymous words. The respondents are Dhyana Pura University 3rd year students inFood and Beverage class. Participation-observation is used as method and techniqueof collecting data. Meanwhile, descriptive method is used in analyzing data. Thisresult shows that Semantic Feature Analysis (SFA) strategy influence over learners’understanding in learning English vocabularies that being marked with learners’ability describing cooking-vocabulary-related through semantic features analysisstrategy.Keywords: Bali, Cooking, English vocabulary, Semantic Feature Analysis, Touris
The Conversational Implicature Analysis on Into the Magic Shop Novel by Dr. James R. Doty
AbstrakImplikatur percakapan tidak hanya ditemukan dalam percakapan lisan, tetapi juga dapat ditemukan dalam percakapan tertulis seperti dalam karya sastra seperti novel. Seperti dalam novel karya Dr. James R. Doty yang berjudul Into the Magic Shop: A Neurosurgeon's Quest to Discover the Mysteries of the Brain and the Secrets of the Heart, pengarang banyak menyisipkan percakapan yang mengandung implikatur percakapan yang dapat dikenali melalui konteksnya. diceritakan dalam cerita. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan jenis implikatur percakapan yang digunakan oleh tokoh novel Into the Magic Shop karya Dr. James Robert Doty yang diterbitkan pada tahun 2016 oleh Avery New York. Pengumpulan data dilakukan dengan metode note--taking. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif. Pendekatan deskriptif-kualitatif digunakan untuk menampilkan fenomena kebahasaan yang terdapat dalam novel dan mengamati ekspresi ujaran yang disampaikan dalam novel Into the Magic Shopyang diinterpretasikan dengan menggunakan deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan, dari 27 implikatur percakapan yang ditemukan, 5 ujaran dikategorikan ke dalam implikatur percakapan umum, 14 ujaran menjadi implikatur berskala, dan 8 ucapan termasuk dalam implikatur percakapan khusus. Jenis implikatur yang dominan ditemukan adalah implikatur berskala karena novel ini adalah kisah hidup penulis (Dr. Doty) yang mempelajari keterampilan dan sebagian besar menggunakan skala untuk mengekspresikan topik tuturan.Kata kunci: Implikatur percakapan, Pragmatik, Novel, Into the Magic Shop, Ke Dalam Toko SulapAbstractConversational implicature not only found in oral conversation, but it also can be found in writen conversation such as in literary works like novel. As in the novel by Dr. James R. Doty entitled Into the Magic Shop: A Neurosurgeon's Quest to Discover the Mysteries of the Brain and the Secrets of the Heart, the author inserts many conversations that contain conversational implicatures that can be recognized through the context narrated in the story. This study aims to find the type of conversational implicature used by the novel’s character. The data was taken from Into the Magic Shop novel by Dr. James Robert Doty that published on 2016 by Avery New York. There are conversations found that contains conversational implicature. The data collected using the note-taking method. The study was conducted using descriptive-qualitative approach. A descriptive-qualitative approach used because it describes the linguistic phenomena found in the novel and observed the utterance expression conveyed in the Into the Magic Shop novel that interpreted using description. The result shows, from 27 conversational implicature found, 5 utterances categorized into generalized conversational implicature, 14 utterances into scalar implicature, and 8 utterances into particularized conversational implicature. The dominant type is scalar implicature as this novel is a life story of the author (Dr. Doty) who learn a skill and mostly used scale to express the topic of the utterances.Keywords: Conversational Implicature, Pragmatics, Novel, Into the Magic Sho
ADVERSATIVE CONJUNCTION IN HEALTH ARTICLE ENTITLE COVID-19: NOT ALL HAND SANITIZERS WORK AGAINST IT – HERE’S WHAT YOU SHOULD USE
ABSTRACTAn article will have a good texture if it has good coherence. An article has a coherence whenthe ideas of the article are related one to another. The coherence of the article can be supportedby the use of a conjunction. Based on the assumption that conjunction takes an important rolein a text, it will be interested to discuss conjunction in an article. The discussion will be focusedon how the author contrasts the information or his opinion. The collected data in this writingwere qualitatively analyzed by using the theory of conjunction proposed by Halliday andHasan. The analysis was started by analyzing the types of adversative conjunction in the healthan article. Then, it continued by describing how these types of adversative conjunction contrastthe idea or information in the article. Based on the analysis, the adversative conjunctions thatcan be found are (1) though, (2) but, (3) only, (4) however, (5) rather and (6) instead. Thecontrasting can be shown by giving further information, by against the statement, by givingcorrection or replacing one thing to the other.Key Word: Conjunction, Adversative Conjunction, ArticleABSTRAKSebuah artikel akan memiliki bentuk yang baik jika memiliki koherensi yang baik. Sebuahartikel dapat dikatakan memiliki koherensi ketika ide-ide dalam artikel tersebut saling terkaitsatu sama lain. Koherensi di dalam sebuah artikel dapat didukung oleh penggunaan katahubung. Berdasarkan asumsi bahwa kata hubung mengambil peran penting dalam sebuah teks,maka dalam analisis ini akan dibahas tentang kata hubung dalam sebuah artikel. Diskusi akandifokuskan pada bagaimana penulis membedakan informasi atau dalam artikel. Data yangdikumpulkan dalam tulisan ini dianalisis secara kualitatif dengan menggunakanteori conjunction yang diajukan oleh Halliday dan Hasan. Analisis ini dimulai denganmenganalisis jenis adversative conjunction dalam sebuah artikel. Kemudian, dilanjutkandengan menjelaskan bagaimana jenis-jenis adversative conjunction ini digunakan untukmembedakan ide atau informasi dalam artikel. Berdasarkan analisis, adversative conjunctionyang dapat ditemukan adalah (1) though, (2) but, (3) only, (4) however, (5) rather and (6)instead. Untuk menunjukkan perbedaan ide atau informasi dalam artikel dapat ditunjukkandengan memberikan informasi lebih lanjut, dengan menentang pernyataan tersebut, denganmemberikan koreksi atau mengganti satu hal dengan yang lain.Kata kunci: Konjungsi, Adversative conjunction, Artike
PEMBUATAN SISTEM INFORMASI BERBASIS WEBSITE PADA KETUT BAGONG RENTAL MENGGUNAKAN CONTENT MANAGEMENT SYSTEM WORDPRESS
Ketut Bagong Rental adalah UMKM di bidang jasa pendukung kepariwisataan yaitu penyewaan sepeda motor yang berlokasi di Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, dengan target sasaran wisman dan eskpatriat. Usaha ini mengelola lebih dari 250 unit sepeda motor. Salah satu keunikan/keunggulan usaha Mitra adalah fitur asuransi yang disediakan sendiri. Namun saat ini Ketut Bagong Rental proses transaksi dan Pemasarannya masih menggunakan cara manual dengan berkas fisik dan pemasaran secara konvensional. Berdasarkan permasalahan maka perlu pembuatan Sistem Informasi Berbasis Website Pada Ketut Bagong Rental Menggunakan Content Management System Wordpress. Metode yang digunakan dalam pembuatannya yaitu metode Prototype. Dengan pembuatan ini diharapkan memudahkan UMKM mempromosikan produknya dan membantu juga dalam mengelola produknya
Women’s Language Features Used by the Main Character Elle Woods in Legally Blonde Movie
Makalah penelitian ini berjudul “Fitur Bahasa Wanita yang Digunakan oleh Tokoh Utama Elle Woods dalam Film Legally Blonde”. Makalah penelitian ini menganalisis ciri-ciri bahasa perempuan berdasarkan teori Coates yang digunakan oleh tokoh utama perempuan, Elle Woods dalam film Legally Blonde. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji setiap ciri linguistik perempuan yang terdapat dalam film untuk menjelaskan kepada pembaca apa yang tersirat dan bagaimana cara kerjanya. Metode deskriptif kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini memberikan penjelasan lengkap mengenai objek yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dari 7 ciri bahasa perempuan menurut Coates (2013), peneliti menemukan 6 ciri yang diucapkan oleh tokoh utama perempuan dalam film Legally Blonde. Yaitu pertanyaan (10), pujian (5), makian dan bahasa tabu (7), minimal respon (6), lindung nilai (1), dan tag question (3)
STUDENTS’ ABILITY IN PRONOUNCING ENGLISH DIPHTHONGS
ABSTRACTPronouncing English vowels are more difficult than Indonesian vowels. English has more vowelsthan the Indonesian language. The difference between those vowels triggers some errors inpronouncing the English Vowel sounds made by Indonesian students. Therefore, in this research,the ability of second semester students of English Literature Study Program at Undhira Universityin pronouncing English vowels, especially diphthongs will be analyzed. The data were collectedby asking the students to make a video of pronouncing some words that consist of diphthongssounds. Based on the analysis, it can be concluded that students’ pronunciation is in the averagelevel to very good level. The most difficult diphthong to be pronounced is diphthong [ʊə] and theeasiest diphthong sound that can be pronounced is diphthong [ɔɪ].Keywords: Pronunciation, English Vowels, DiphthongsABSTRAKMengucapkan vokal bahasa Inggris lebih sulit daripada vokal bahasa Indonesia. Bahasa Inggrismemiliki lebih banyak vokal daripada bahasa Indonesia. Perbedaan antara vokal tersebut memicubeberapa kesalahan dalam melafalkan bunyi Vokal Bahasa Inggris yang dibuat oleh siswaIndonesia. Oleh karena itu, dalam penelitian ini akan dianalisis kemampuan mahasiswa SastraInggris semester II Universitas Undhira dalam melafalkan vokal bahasa Inggris khususnyadiftong. Pengumpulan data dilakukan dengan cara meminta siswa membuat video pengucapanbeberapa kata yang terdiri dari bunyi diftong. Berdasarkan analisis, dapat disimpulkan bahwapengucapan siswa berada pada level cukup hingga level sangat baik. Diftong yang paling sulitdiucapkan adalah diftong [ʊə] dan bunyi diftong yang paling mudah diucapkan adalah diftong[ɔɪ].Kata kunci: Pengucapan, Vokal Bahasa Inggris, Difton
