1,726,618 research outputs found

    GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA TINGKAT III SEMESTER VI AKBID RSPAD GATOT SOEBROTO TENTANG DIET SEHAT TAHUN 2014

    Get PDF
    Latar Belakang         : Bentuk tubuh ideal dan sehat tentunya menjadi impian semua orang khususnya remaja wanita.            Sehingga banyak dari mereka yang tertarik untuk melakukan menurunkan berat badan melalui diet. Karena selain untuk menunjang penampilan, diet yang sehat dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.Tetapi rendahnya pengetahuan seseorang tentang diet akan mempengaruhi proses diet yang mengakibatkan diet tidak dilakukan dengan benar dan berdampak buruk untuk kesehatan. Tujuan penelitian      : untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan mahasiswi tingkat III  Akbid RSPAD Gatot Soebroto tentang diet sehat Tahun 2014 berdasarkan sumber informasi, IMT, pengaplikasian diet sehat, dan pola makan sehari – hari. Metoda penelitian      : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan 92 mahasiswi tingkat III  Akbid  RSPAD Gatot Soebroto sebagai objek penelitian.Instrumen yang digunakan adalah berupa data primer (kuesioner). Instrumen yang di gunakan adalah kuesioner, data dianalisa dengan  univariat dan bivariat.  Data disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisa dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian          : Berdasarkan hasil uji statistik terdapat hubungan yang signifikan antara sumber informasi (p=0.005; OR=2.556), IMT ( p=0.000; OR=33.320), pengaplikasian diet sehat (p=0.001; OR=5.075), sedangkan hasil uji statistik yang tidak terdapat hubungan signifikan adalah pola makan (p=0.821; OR=1.103) Kesimpulan                : Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa  gambaran pengetahuan mahasiswi Akademi Kebidanan RSPAD Gatot Soebroto dapat dikategorikankurang baik yaitu sebanyak 86 mahasiswi. ( 93,5 %

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESIAPAN MAHASISWA TINGKAT III AKDEMI KEBIDANAN RSPAD GATOT SOEBROTO DALAM MENGHADAPI UJI KOMPETENSI PERIODE MARET – APRIL 2015

    No full text
    Latar Belakang Uji kompetensi adalah proses untuk mengukur pengetahuan, keterampilan dan sikap tenaga kesehatan sesuai standar profesi. (Nurjasmi, 2013) Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Keberhasilan Uji Kompetensi Mahasiswa Tingkat III Akademi Kebidanan RSPAD Gatot Soebroto Periode Maret 2015 – April 2015 berdasarkan berbagai faktor yaitu Try Out Uji Kompetensi, fasilitas, dan Kecemasan. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode statistik analisis yaitu suatu metode penelitian yang bertujuan mencari hubungan antarvariabel yang sifatnya bukan hubungan sebab akibat, biasanya di lakukan penelitian secara deskriptif dahulu untuk dicari data dasar ( Hidayat, 2007). Hasil Penelitian dengan menggunakan 89 mahasiswa tingkat III Akademi Kebidanan RSPAD Gatot Soebroto sebagai objek penelitian dan instrumen yang di gunakan adalah berupa data primer (kuesioner), di dapatkan bahwa mahasiswa tingkat III Akademi Kebidanan RSPAD Gatot Soebroto sebagian besar Siap menghadapi Uji Kompetensi dan di peroleh hasil uji statistic nilai P = 0,385 > 0,05. Kesimpulan Berdasarkan Uji Statistik univariat dan Bivariat terhadap 3 variabel, maka disimpulkan bahwa tidak ada satu variabel pun yang mempunyai hubungan signifikan dengan Kesiapan Mahasiswa Tingkat III Dalam Menghadapi Uji Kompetensi Periode Maret 2015 – April 2015. Saran Dari hasil tersebut diharapkan agar di tingkatkan lagi sosialisasi  tentang Uji Kompetensi bagi mahasiswa tingkat III Akademi Kebidanan agar mendapatkan hasil yang terbaik saat pelaksanaan Uji Kompetensi

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BBLR DI PERISTI RSPAD GATOT SOEBROTO DITKESAD PERIODE JANUARI-MARET 2014

    Get PDF
    Latar Belakang                  : Hingga saat ini, Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)  masih merupakan masalah di dunia karena merupakan penyebab kesakitan dan kematian pada masa bayi baru lahir. Bayi Berat badan Lahir Rendah (BBLR) tidak sama dengan bayi prematur karena tidak semua bayi dengan berat lahir rendah adalah bayi prematur. Sekitar dua per tiga BBLR adalah bayi prematur, sedangkan sepertiga lainnya adalah bayi kecil untuk masa kehamilan (KMK) dan 70 % dari bayi ini berat badannya antara 2000 dan 2500 gram (Myles, Buku ajar bidan:761).  Bayi berat lahir rendah (BBLR) merupakan salah satu resiko yang mempunyai peran penting dalam kematian neonatus. Selain itu, BBLR dapat mengalami gangguan pada sistem pernafasan, susunan saraf pusat, kardiovaskuler, hematologi, gastrointestinal, ginjal, serta termoregulasi. Menurut data WHO pada tahun 2003 bahwa setiap tahun diperkirakan Sekitar  27 %  angka kematian pada neonatus disebabkan oleh BBLR. Lebih dari 20 juta bayi diseluruh dunia (15 %) dari seluruh kelahiran, merupakan BBLR, 95,6% diantaranya merupakan bayi yang dilahirkan di negara-negara sedang berkembang. Secara statistik menunjukkan 90% kejadian BBLR didapatkan dinegara berkembang dan angka kematiannya 35 kali lebih tinggi dibanding bayi dengan berat lahir lebih dari 2500 gram. Menurut Ibrahim (1997) insidensi BBLR di seluruh Asia adalah 22%. Tujuan penelitian               : untuk mendapatkan gambaran factor-faktor yang erat hubungannya dengan kejadian BBLR di peristi RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad periode januari-maret 2014. Metoda penelitian  : Dilakukan secara deskriptif dengan pendekatan cross sectional terhadap survei rumah tangga dengan rancangan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah 125 responden dengan besar sampel  50 50 responden  yang terpilih secara acak melalui teknik “Sampling Random”. Instrumen yang di gunakan adalah kuesioner, data dianalisa dengan  univariat dan bivariat.  Data disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisa dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian : Menunjukkan gambaran dari 50 responden yang mengalami BBLR sebanyak 33 responden (66%). Berdasarkan hasil uji statistik terdapat hubungan yang signifikan antara ANC (p= 0.016; OR=4.464), Hipertensi ( p=0.036; OR=3.900), kebiasaan merokok (p=0.006; OR=7.969), RAS ( p= 0.025; OR= 4.197) dan Premature (p=0.020; OR=4.217. Kesimpulan : Berdasarakan gambaran factor-faktor yang erat hubungannya dengan kejadian BBLR di Peristi RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad sebanyak 33 (66%) responden yang mengalami BBLR dari 50 responden, hubungan antara BBLR dengan variabel ANC sebanyak 8 responden (24.2%) pada ibu yang melakukan ANC dan mengalami BBLR, dengan p value=0.016 dan OR=4.464; variabel hipertensi sebanyak 18 responden (54.5%) pada ibu yang mengalami hipertensi dan BBLR, dengan p value= 0.036 dan OR=3.900; variabel kebiasaan merokok sebanyak 17 (51.5%) pada ibu yang merokok dan mengalami BBLR, dengan p value=0.006 dan OR=7.969; variabel ras sebanyak 26 responden (78.8%) pada ibu ber- ras hitam dan mengalami BBLR, dengan nilai p value=0.025 dan OR=4.197; variabel premature sebanyak 23 responden (69.7%) pada yang mengalami premature dan BBLR, dengan nilai p value=0.020 dan OR=4.217

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN TENAGA KESEHATAN DALAM PELAKSANAAN INISIASI MENYUSUI DINI Di KAMAR TINDAKAN RSPAD GATOT SOEBROTO DITKESAD PERIODE NOVEMBER-DESEMBER 2013

    Get PDF
    Latar Belakang                     :  Berdasarkan data Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2010 menyebutkan angka kematian bayi (AKB) di Indonesia 31 per 1000 kelahiran hidup terus meningkat sampai tahun 2011 dan mencapai 48 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2012. Salah satu program terkini dalam proses pelaksanaan percepatan penurunan AKB adalah program Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Pelaksanaan IMD khususnya di Indonesia masih sangat rendah. Menurut Depkes RI 2003, IMD 30 menit setelah persalinan hanya 8.3%, sedangkan untuk pemberian ASI satu jam kelahirannya sebesar 29.3%. Pencapaian 6 bulan ASI eksklusif juga sangat bergantung pada keberhasilan inisiasi menyusu dini dalam satu jam pertama. Tujuan Penelitian                  : Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan peran tenaga kesehatan dalam pelaksanaan inisiasi menyusui dini (IMD) di kamar tindakan RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad Periode November-Desember 2013. Metode Penelitian                  :  Penelitian ini bersifat kuantitatif analitik observasional dengan jenis desain Studi Penampang Analitik (analytic cross-sectional). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat, bivariat dengan uji Chi-square dan multivariat menggunakan uji regresi logistik ganda dengan CI 95%. Hasil Penelitian                      :  Hasil analisis bivariat didapat bahwa variabel pelatihan, umur, pengetahuan, sikap, pendidikan, masa kerja dan umur terdapat hubungan yang bermakna dengan kepatuhan bidan dengan p< 0,05. Sedangkan status perkawinan tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan kepatuhan bidan dengan p > 0,05. Hasil penelitian menurut analisis multivariate  diperoleh pelatihan (p value 0.043; OR 10.756), sikap (p value 0.042 ; OR 18.029), masa kerja (p value 0.034 ; OR 11.529) dan umur (p value 0.018 ; OR 20.192) merupakan variable yang mempengaruhi kepatuhan bidan dalam pelaksanaan Inisiasi Menyusui Dini. Kesimpulan                            :  kepatuhan tenaga kesehatan dalam pelaksanaan inisiasi menyusui dini di kamar tindakan RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad sudah mencapai 66%. Pada tahun berikutnya bisa lebih meningkat sehingga semua ibu yang melahirkan baik secara spontan atau abdominal melaksanakan inisiasi menyusui dini, merupakan factor pendukung keberhasilan ASI Eksklusif

    KARAKTERISTIK AKSEPTOR KB MOW DI POLI KB GATOT SOEBROTO DITKESAD PERIODE JANUARI 2014

    Get PDF
    Latar Belakang          : Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan berbagai jenis masalah. Masalah utama yang dihadapi diIndonesia adalah dibidang kependudukan yang masih tingginya pertumbuhan penduduk. Keadaan penduduk yang demikian telah mempersulit usaha peningkatan dan pemerataan kesejahteraan rakyat. Semakin tinggi pertumbuhan penduduk semakin besar usaha yang dilakukan untuk mempertahankan kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu Pemerintah terus berupaya untuk menekan laju pertumbuhan dengan Program Keluarga Berencana. Program KB ini dirintis sejak tahun 1951 dan terus berkembang, sehingga pada tahun 1970 terbentuk Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Program ini salah satu tujuannya adalah penjarangan kehamilan mengunakan metode kontrasepsi dan menciptakan kesejahteraan ekonomi dan sosial bagi seluruh masyarakat melalui usaha-usaha perencanaan dan pengendalian penduduk. Tujuan                                    : Untuk mengetahui Karakteristik penggunaan akseptor KB MOW di Poli kebidanan RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad Metode Penelitian       : Penelitian ini menggunakan desain analitik melalui pendekatan kuantitatif dengan analisa data secara univariat dan bivariat dengan menggunakan perangkat lunak komputer, Pengumpulan data primer tertulis melalui kuesioner dengan jumlah populasi sebesar 103 akseptor, teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan sampel jenuh yaitu dengan besaran sample sejumlah populasi yang ada sebanyak 85 akseptor KB MOW. Hasil Penelitian           : Berdasarkan hasil uji statistik terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu p= 0.000; OR=28.205 CI95% (7.327-108.575), paritas p=0.000; OR=9.398 CI95% (3.476-25.408), Pendidikan p=0.005; OR=3.700 CI95% (1.439-9.516), status pekerjaan p= 0.007;OR= 3.321 CI95% (1.359-8.117). Kesimpulan                 : Berdasarkan paritas banyak terjadi pada ibu dengan jumlah anak 2-4 orang yaitu sebesar 75,6%, berdasarkan tingkat pendidikan banyak terjadi pada akseptor dengan pendidikan terakhir SMA yaitu sebesar 59,8% dan berdasarkan pekerjaan banyak terjadi pada akseptor dengan tidak bekerja sebesar 62,2%

    KARAKTERISASI GATOT TERFERMENTASI OLEH ISOLAT INDIGENUS GATOT SINGKONG (Rhizopus oligosporus dan Lactobacillus manihotivorans)

    Get PDF
    Gatot merupakan makanan tradisional dari singkong yang diproduksi melalui fermentasi spontan. Gatot fermentasi spontan umumnya memiliki karakteristik yang kurang baik. Tujuan penelitian ini adalah mengisolasi dan mengidentifikasi kapang dan bakteri asam laktat (BAL) dari gatot dan memproduksi gatot menggunakan kultur/isolat kapang dan BAL indigenus gatot. Kapang diisolasi dari gatot menggunakan media Malt Extract Agar (MEA) sementara BAL diisolasi dari air rendaman singkong sebelum roses pemasakan menggunakan de Mann Sharp Rogosa Agar (MRSA). Gatot dapat diproduksi melalui fermentasi spontan menggunakan isolate indigenus terpilih dan aman (tidak menghasilkan toksin). Isolasi menghasilkan tiga kapang indigenus yaitu Rhizopus oligosporus, Aspegillus niger dan Trichoderma sp. serta empat isolat BAL indigenus yaitu Lactobacillus manihotivorans, Bacillus licheniformis, Brevibacillus brevis, dan Lactobacillus fermentum. Produksi fermentasi terkendali pada gatot dilakukan oleh Rhizopus oligosporus dan Lactobacillus manihotivorans indigenus gatot. Hasil dari evaluasi sensoris gatot menunjukkan bahwa fermentasi terkendali memiliki karakteristik yang lebih baik. GKB memiliki warna-tekstur kenyal serta GB memiliki tekstur kenyal yang lebih disukai panelis daripada GK dan GS (gatot terfermentasi spontan). Sifat fisik warna (whiteness) pada gatot singkong terfermentasi antara 37.68-57.91. Sifat kimiawi gatot singkong yaitu GKB meliputi kadar air (13.51% bb), kadar abu (0.65% bk), kadar protein (9.59% bk), kadar lemak (3.32% bk) dan kadar karbohidrat (72.93% bk); GK meliputi kadar air (12.54% bb), kadar abu (0.62% bk), kadar protein (9.53% bk), kadar lemak (2.28% bk) dan kadar karbohidrat (75.04% bk); GS meliputi kadar air (12.73% bb), kadar abu (0.59% bk), kadar protein (9.8% bk), kadar lemak (3.16% bk) dan kadar karbohidrat (73.73 bk) serta GB meliputi kadar air (13.15% bb), kadar abu (0.61% bk), kadar protein (9.74% bk), kadar lemak (3.45% bk) dan kadar karbohidrat (73.01% bk)

    Desain Interior Restoran Ikan Di Jalan Gatot Subroto Timur Denpasar

    Get PDF
    ABSTRAK Hidup manusia jaman sekarang sudah mengalami kemajuan yang sangatpesat. Hal ini ditandai dengan munculnya trend hidup yang simpel, fungsional,stylish, dan trendy. Manusia selalu menginginkan kehidupan yang lebih baik.Gaya hidup masyarakat melakukan segala sesuatu berjalan cepat didukung teknologi dan industrialisasi serta lingkungan alam tropis yang menonjolkan unsurnatural dan merupakan iklim daerah sekitar, Konsep Modern Tropis terpilih menjadi konsep yang pantas diaplikasikan pada desain Restoran Ikan. Di dalamkonsep modern tropis, selain mengutamakan ruang terbuka dan memanfaatkan alam, kita dapat bermain main dengan pemakaian material, baik itu material alami atau buatan. Dengan memilih material alami,seperti batu alam, kayu, dan lain- lain yang dipadukan dengan material buatan seperti kaca, logam, sehingga bangunan akan terasa lebih bersahabat dengan alam tropis. Kata Kunci : Desain Interior Restoran Ikan di jalan Gatot Subroto timur Denpasa

    PERANCANGAN SERIAL ANIMASI 3D `GATOT KACA MODERN`

    No full text
    PERANCANGAN SERIAL ANIMASI 3D `GATOT KACA MODERN` - Gatot Kaca, Pahlawan, Moder

    Mutation

    No full text
    Katalog ini diterbitkan sebagai pendukung Pameran Tunggal Gatot Pujiarto: MUTATION di Tembi Contemporary, 9 Desember 2008 – 3 Januari 2009. Membaca karya-karya Gatot Pujiarto seperti memasuki hutan lebat dengan segala jenis pepohonan. Perkara yang dihadapkan tidak hanya satu, melainkan banyak perkara dalam konteks kekaryaan. Gatot tak hanya menghadirkan persoalan sajian visual semata, tetapi juga keberagaman medium serta tema-tema karya. Karya-karya naratif, namun mempunyai kekuatan metamorfosis yang perlu diperhitungkan sebab kekuatan tsb menuntun pada cerita-cerita yang dikisahkan. Bagian awal buku ini diberi pengantar teks oleh Syariffudin dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris. Bagian art works menampilkan sejumlah 17 karya lukis Gatot. Tajuk Mutasi, menurut Syarifuddin, cukup mengena dipakai sebagai perspektif dalam membaca karya-karya Gatot yang mengalami pergeseran.Kata kunci : katalog seni, pameran, seni luki

    PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP GATOT TIWUL YU TUM DI GUNUNGKIDUL

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) karakteristik konsumen produk Gatot dan Tiwul (2)preferensi konsumen terhadap produk Gatot dan Tiwul Yu Tum (3) alasan-alasan yang mendorong konsumenuntuk membeli produk Gatot Tiwul Yu Tum. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif  dengan metodesurvey. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik sampling insidental. Alatpengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini adalah: (1) Karakteristik konsumen mayoritasberjenis kelamin perempuan, pekerjaan pegawai swasta, pendapatan 1-3 juta, dan berusia 20-40 tahun; (2)preferensi konsumen ditinjau dari karakteristik  sensorik dengan nilai mean 50 dalam kategori suka, pemasarandengan nilai mean 43,00 dalam kategori suka dan sanitasi dengan nilai mean 5,0 dalam kategori sangat suka; (3)alasan konsumen membeli gatot tiwul Yu Tum karena mempunyai cita rasa khas, harga terjangkau, produkberkualitas baik. Harapan konsumen agar bentuk dan tekstur  produk gatot tiwul diperbaiki.  Kata kunci: preferensi, gatot tiwul, gunungkidul This reseach is aimed to know: (1) the consumer characterization’s in the product og Gatot and Tiwul (2) to know some reasons which encourage the consumer for buy the product of Yutum’s Gatot Tiwul (3) for buy theproduct of Yutum’s Gatot Tiwul. A kind of this research used quantitative description, with for surveymethodology.the techniq sampling, of the research used   sampling insidential technique. A quetiones as a tool fordata sampling. The result of the research are: (1) The consumer’s characterization of Yutum’s Gatot Tiwul havemajority as a female, private Employe, which have a income 1-3 million rupiah and for about 20-40 years old. (2)The consumer’s preferences through Yutum’s Gatot Tiwul reviewed by consoric characterization which have meanvalued 5,0 chategorized like, yhe marketing with mean 43,00 valued included like and the sanitation with meand5,0 valued categorized as very like these  food. (3) the consumer stated that Yutum’s Gatot Tiwul have specialtasted, affordable prices, qualitated product and the consumers hope have a willingness for improve the tekstur.Keywords : preferens, gatot tiwul, gunungkidu
    corecore