38,053 research outputs found
Rasionalitas Pelajar Surabaya Terlibat Gang: The Rationality of Surabaya Students Involved in The Gang
Gang menjadi fenomena di Surabaya pada saat itu, didalamnya berisi remaja - remaja yang melakukan tindakan kekerasan dan tawuran. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui motif anggota membentuk gang, Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, subjek yang diteliti berasal dari anggota gang BRT yang mempunyai peranan penting di kelompok gang (Barisan Remaja Tampan) BRT. Pengumpulan data peneliti menggunakan dokumentasi dan wawancara. Motif anggota membentuk kelompok gang BRT, berdasarkan informasi informan bahwa perekrutan anggota gang BRT dengan cara mengajak teman-temannya yang sebaya maupun yang lain dengan cara mengajak langsung dan bila setuju atau suka langsung di masukkan dalam group whatsApp. Tujuan di bentuknya gang BRT ini karena mereka ingin berkumpul bersama teman untuk bermain game online dan aktivitas kelompok gang BRT ini berkumpul untuk membuat rencana dan strategi agar mereka lebih ditakuti dan bergengsi daripada gang lain yang ada di kota Surabaya. Hasil penelitian adalah bahwa subjek mengikuti gang BRT karena dimasukkan ke Grup WhatsApp oleh teman nya, kemudian aktivitas BRT yaitu berkumpul untuk membuat gang bisa disegani, tawuran antar gang di daerah Surabaya Timur adu gengsi antar gang. Dimana gang (Barisan Remaja Tampan) BRT dapat di takuti atau disegani oleh gang lain, sehingga kelompok tersebut merasa lebih gengsi dibanding gang lain
Rancangan 5s Pada Gang Djangkrik Letjend Sutoyo Malang
Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancangan 5S pada rumah
makan Gang Djangkrik. Rumah makan Gang Djangkrik merupakan rumah
makan yang bisa dinikmati semua kelas konsumen dan menjual makanan
jenis Chinese food dan Javanese food. Dalam mengatur rumah makannya
Gang Djangkrik menggunakan cara yang sederhana sehingga timbul
beberapa kendala dalam mengatur rumah makannya seperti kerapian
karyawan, penempatan peralatan yang diperlukan, ketanggapan dalam
kebersihan rumah makan, tidak tertatanya area tempat parkir, dan
sebagainya. Cara untuk menyelesaikan kendala yang ada dengan
merancangkan sikap kerja 5S pada rumah makan Gang Djangkrik.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengunakan
metode 5S. Dimana sebelum merancangkan 5S dilakukan audit terlebih
dahulu untuk mengetahui kekurangan yang ada sehingga rancangan 5S ini
mampu menjawab kekurangan yang ada pada rumah makan Gang
Djangkrik. Tahap seiri (pemilahan) dirancangkan dengan cara memilah
antara peralatan yang dipakai dan tidak terpakai dengan jelas melalui
stratifikasi. Tahap seiton (penataan) dirancangkan dengan menata peralatan.
Tahap seiso (pembersihan) dirancangkan dengan pembersihan besar,
mengidentifikasi hal – hal atau aktivitas apa saja yang menghasilkan
kotoran dan menambah peralatan kebersihan. Tahap seiketsu (pemantapan)
dirancangkan dengan memberikan kontrol visual untuk tempat parkir, tanda
dilarang merokok, dan label penyimpanan. Tahap shitsuke (pembiasaan)
dirancangkan dengan penyuluhan 5S dan kompetisi 5S.
Dari rancangan ini maka manfaat secara keseluruhan yang akan
didapatkan rumah makan Gang Djangkrik adalah meningkatkan
produktifitas kerja, efisiensi waktu, kebersihan lingkungan rumah makan,
meningkatkan profit, keselamatan pekerja, perubahan sikap kerja karyawan
dan mendapatkan kepercayaan dari konsumen
Karakter Fisik Dan Non Fisik Gang Baru Pecinan Semarang
Ruang jalan Gang baru ini menarik untuk dikaji antara lain karena secara fisik merupakan perkampungan padat dengan bangunan khas (Cina) dan bangunan klenteng, yang kehudupan sehari-harinya dipenuhi aktivitas yang luar biasa, baik ekonomi maupun budaya serta upacara-upacara adat. Untuk itu, dapat dikatakan memiliki potensi yang bersifat tangibles dan intangibles. Potensi tangibles: peninggalan-peninggalan Cina yang secara fisik masih bisa dinikmati secara visual, seperti : klenteng, rumah-rumah Pecinan, dan lain-lain.Potensi intangibles: sejarah yang secara turun menurun masih dipelihara oleh Cina pendatang, budaya dan gaya hidup di permukiman Pecinan.
Penelitian Karakter Fisik dan Non Fisik Gang Baru Pecinan Semarang bertujuan mencari komponen-komponen yang membentuk dan mempengaruhi karakter fisik dan non fisik Gang Baru Pecinan Semarang dan untuk mengetahui ciri-ciri karakter ruang yang masih bertahan dan terpelihara hingga saat ini dan seberapa jauh perubahan-perubahan yang terjadi.
Pada penelitian ini metode yang dipergunakan adalah pendekatan rasionalistik dengan paradigma kualitatif. Pendekatan penelitian rasionalistik kualitatif ini sesuai dengan sifat masalah penelitian yaitu untuk mengungkap atau memahami karakter visual area kelenteng di kawasan Pecinan yang belum diketahui berdasar landasan berpikir dan dialog pengetahuan.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan mendapatkan kesimpulan bahwa karakter fisik Gang Baru Pecinan Semarang dibentuk dan dipengaruhi oleh komponen-komponen: karakter fisik sebagai komponen utama dan karakter non fisik sebagai komponen penunjang dengan memperhatikan sejarah perkembangan Gang Baru Pecinan Semarang.
Kata Kunci: Karakter Fisik, Karakter Non Fisi
P stones and provos : group violence in Northern Ireland and Chicago
Although the government of the United States of America was established to protect the rights to life, liberty and the pursuit of happiness among all American citizens, this thesis argues intractable gang violence in inner-city Chicago has persistently denied these rights, in turn undermining fundamental (and foundational) American political values. Thus, gang violence can be argued to represent a threat to both civil order and state legitimacy. Yet, where comparable (and generally lower) levels of community-level violence in Northern Ireland garnered the sustained attention and direct involvement of the United Kingdom's central government, the challenge posed by gang violence has been unappreciated, if not ignored, by the American federal government. In order to mobilise the political commitment and resources needed to find a durable resolution to Chicago's long and often anarchic 'uncivil war', it is first necessary to politicise the problem and its origins. Contributing to this politicisation, this thesis explains why gang violence in Chicago has been unable to capture the political imagination of the American government in a way akin to paramilitary (specifically republican) violence in Northern Ireland. Secondly, it explains how the depoliticisation of gang violence has negatively affected response, encouraging the continued application of inadequate and largely ineffective response strategies. Finally, it makes the case that, while radical, a conditional agreement-centric peace process loosely modelled on that employed in Northern Ireland might offer the most effective strategy for restoring the sense of peace and security to inner-city Chicago lost over half a century ago
FENOMENA PARADOKS GANG SELULER
Nama gang (jalan kecil) selama ini dianggap sebagai petunjuk alamat atau jalan dan lazim ditemukan di masyarakat urban yang lazim dengan relasi individualistis. Kendati demikian, nama gang kini juga mulai jamak ditemukan di lingkungan pedesaan. Namun bagaimana jika gang di pedesaan itu dinamai dengan logo dan brand telepon seluler? Tentu saja itu adalah realitas yang paradoks dan ganjil. Realitas itu merupakan salah satu dari realitas aneh di era postmodern, yang mana korporasi multinasional telah berhasil menyerang kesadaran masyarakat secara ideologis (total). Keberhasilan itu juga merupakan hasil dari kolaborasi media (teknologi informasi dan komunikasi) serta pasar yang sangat intim dan masif. Oleh karena itu, bagaimana cara kita menemukan pintu keluar dari jeratan itu?Keyword: gang seluler, postmodern, korporasi multinasional.The name of the alley has been considered as a sign of address or road and is commonly found in urban communities that are prevalent with individualistic relations. Nevertheless, the name of the alley is now also starting to be found in a rural environment. But what if the alley in the countryside is named after the cell phone logo and brand? Of course it is a paradoxical and strange reality. That reality is one of the strange realities in the postmodern era, in which multinational corporations have succeeded in attacking people’s consciousness ideologically (totally). This success is also the result of media collaboration (information and communication technology) and a very intimate and massive market. Therefore, how do we find the exit from the trap?Keyword: cellular alley names, postmodern, multinational corporation
HUBUNGAN ANTARA MUSIK DANGDUT KOPLO DAN LINGKUNGAN GANG DOLY
Abstrak
Benyaknya tempat hiburan malam yang menyuguhkan hiburan musik dangdut koplo secara langsung cukup memunculkan sebuah pikiran untuk bertanya – tanya, apalagi tempat hiburan malam yang menyuguhkan dangdut koplo tersebut berapa pada lingkungan sekitar Gang Doly yang notabene adalah suatu lokalisasi besar di asia tenggara. Jarang sekali musik-musik beraliran selain dangdut koplo terdengar maupun dimainkan di tempat tersebut. Inilah yang menjadi ketertarikan penulis untuk mencari maupun mengkaji lebih lanjut tentang keberadaan dangdut koplo pada lingkungan Doly.
Keberadaan musik dangdut koplo di lingkungan Doly menjadikan sebuah objek yang khas dan menarik untuk diketahui asal usul dan apa saja yang mempengaruhi sehingga genre musik tersebut sangat populer dilingkungan itu. Apakah sebuah lokalisasi selau dekat dengan musik dangdut koplo?.
Berdasarkan ketertarikan akan musik dangdut koplo yang mendominasi pada lingkungan lokalisasi Gang Doli, penelitian dilakukan dengan cara pengumpulan data kualitatif dari sumber-sumber hidup maupun referensi berbagai teori sosial, musik dangdut, psikologi, dll.
Makna dan kekuatan transenden sebuah musik, bahwa musik itu bukan sekedar untuk didengarkan, namun juga untuk dirasakan, diresapi, dan disadari pengaruhnya terhadap sisi psikologi bagi masing-masing pendengar dan penikmat di sekitarnya. Dangdut tidak hanya dikenal atau bisa ditonton di lapangan, tempat-tempat terbuka lain. Dangdut juga tidak hanya bisa disaksikan di layar kaca , media internet seperti Youtube dan didengarkan melaui player, radio atau mp3, tapi juga ada di tempat-tempat khusus atau tempat hiburan di Gang Doli, seperti di bar atau kafe Dangdut pada lingkungan sekitar Gang doli. Dangdut Koplo menjadi musik utama di tempat-tempat hiburan malam di Gang Doly. musik Dangdut tersebut seakan-akan menjadi ikon Gang Doly karena memiliki fungsi yang erat.
Kata kunci: Musik, dangdut koplo, Gang Dol
PENGOLAHAN PUPUK KANDANG OLEH DOSEN DAN MAHASISWA KELAS 4E PGSD UWGM UNTUK DIDISTRIBUSIKAN DI RT 35 GANG SAYUR SAMARINDA UTARA TAHUN 2024
ABSTRAK
Pengolahan pupuk kendang ini kami lakukan karena terlihat semakin banyaknya warga di TR 35 samarinda utara yang hobi menanam sayur dan tanaman hias, bahkan sampai nama gangnya saja diberi nama Gang Sayur. Kami melihat bahwa tanah yang ada di Gang Sayur sebenarnya kurang subur karena merupakan bekas tambang sehingga PH tanahnya kurang memungkinkan tanaman dapat tumbuh dengan baik. Banyak masyarakat yang membeli pupuk kendang untuk digunakan sebagai media tanam, baik tanaman sayaur maupum pada tanaman hias seperti bunga berdaun dan kaktus. Kami dari dosen PGSD UWGM bersama mahasiswa semester 4 kelas 4E (Kelas Kukar tahun 2024) berinisiatif untuk megelolah pupuk kendang dengan sekam dan tanah agar menjadi pupuk yang baik untuk tanaman dan berencana untuk menyalurkan pada masyarakat yang membutuhkan khususnya di Gang Sayur Samarinda Utara.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membantu masyarakat yang hobi menanam tanaman dengan memberikan pupuk kendang sebagai media yang baik untuk digunakan dalam bercocok tanam khususnya masyarakat yang ada di Gang Sayur Samarinda Utara. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 25 mahasiswa kelas 4E dan 2 dosen PGSD UWGM, pada kegiatan ini, mahasiswa dan dosen menyiapkan pupuk kendang, sekam bakar dan tanah dengan perbandingan 1:1:1, setelah dicampurkan pupu kendang ini didimkan selama 7 sampai 10 hari untuk proses pembusukan, setelah itu pupuk kendang siap untuk didistribusikan. Adapun rencana luaran dari pengabdian masyarakat ini adalah jurnal nasional
ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PEMBELIAN, PENJUALAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN PADA RUMAH MAKAN BAKMI GANG KELINCI
ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PEMBELIAN, PENJUALAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN PADA RUMAH MAKAN BAKMI GANG KELINC
User-Defined Privacy Location-Sharing System in Mobile Online Social Networks
With the fusion of social networks and location-based services, location sharing is one of the most important services in mobile online social networks (mOSNs). In location-sharing services, users have to provide their location information to service provider. However, location information is sensitive to users, which may cause a privacy-preserving issue needs to be solved. In the existing research, location-sharing services, such as friends’ query, does not consider the attacks from friends. In fact, a user may not trust all of his/her friends, so just a part of his/her friends will be allowed to obtain the user’s location information. In addition, users’ location privacy and social network privacy should be guaranteed. In order to solve the above problems, we propose a new architecture and a new scheme called User-Defined Privacy Location-Sharing (UDPLS) system for mOSNs. In our scheme, the query time is almost irrelevant to the number of friends. We also evaluate the performance and validate the correctness of our proposed algorithm through extensive simulations
L2P2: A location-label based approach for privacy preserving in LBS
The developments in positioning and mobile communication technology have made the location-based service (LBS) applications more and more popular. For privacy reasons and due to lack of trust in the LBS providers, k-anonymity and l-diversity techniques have been widely used to preserve privacy of users in distributed LBS architectures in Internet of Things (IoT). However, in reality, there are scenarios where the locations of users are identical or similar/near each other in IoT. In such scenarios the k locations selected by k-anonymity technique are the same and location privacy can be easily compromised or leaked. To address the issue of privacy preservation, in this paper, we introduce the location labels to distinguish locations of mobile users to sensitive and ordinary locations. We design a location-label based (LLB) algorithm for protecting location privacy of users while minimizing the response time for LBS requests. We also evaluate the performance and validate the correctness of the proposed algorithm through extensive simulations
- …
