1,720,960 research outputs found
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KEPENTINGAN DEBITUR DAN KREDITUR DALAM PERJANJIAN KREDIT PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH X
Dalam proses pemberian kredit, bank menggunakan dua bentuk perjanjian kredit yaitu : perjanjian kredit baku (di bawah tangan) dan perjanjian kredit akta notaris. Tingkatkeabsahan perjanjian kredit di bawah tangan sudah lama diperdebatkan, karena dinilaimelanggar asas kebebasan berkontrak, Undang-Undang Perlindungan Konsumen danPeraturan Otoritas Jasa Keuangan. Sedangkan untuk perjanjian kredit dengan akta notarisjuga tidak terlepas dari konsep-konsep baku yang dirancang sendiri oleh bank. Penelitian inidilakukan terhadap perjanjian kredit pada Bank Pembangunan Daerah yang membukacabang di Ibukota Jakarta (BPD X). Permasalahan dalam tesis ini mengenai perlindunganhukum dari perjanjian kredit (baku dan notariil) serta peran notaris dalam pembuatan aktaperjanjian kredit dan perlindungan hukum terhadap kepentingan hak-hak yang seimbangantara debitur dan kreditur terkait perjanjian kredit (baku dan notariil) pada BPD X. Untukmenjawab permasalahan itu digunakan metode penelitian yuridis normatif yang didukungdengan wawancara sehingga didapat kesimpulan dari kedua bentuk perjanjian kredit (bakudan notariil) pada BPD X belum memberikan hak yang seimbang antara bank dan nasabahdebitur, karena kepentingan bank lebih diutamakan ketimbang nasabah debitur. Terkaitperan notaris dalam pembuatan akta perjanjian kredit praktiknya lebih banyak didominasioleh kepentingan bank. Seorang notaris seharusnya berperan netral, adil dan tidak memihaksesuai ketentuan Pasal 16 UUJN dan Kode Etik Notaris
PENGARUH BERMAIN KONSTRUKTIF TERHADAP KREATIVITAS ANAK DIKELOMPOK A PAUD ANDINE PALU KELUARAHAN PALUPI KECAMATAN TATANGA KOTA PALU
Permasalahan dalam tulisan ini adalah kreativitas anak belum berkembang sesuai harapan. Upaya untak mengatasi masalah tersebut sudah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Bermain Konsturktif Terhadap Kreativitas Anak. Metode Penelitian ini adalah Kualitatif jenis Deskriptif. Subyek penelitian ini adalah kelompok A PAUD Andine Palu.. berjumlah 13 anak 3 anak laki-laki dan 10 anak perempuan. Teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi dan wawancara. selanjutnya diolah dengan teknik presentase. Data sebelum diberikan perlakuan Kreativitas membuat aneka bentuk dari plastisin terdapat 2 anak (15,4%) kategori BSB, 2 anak (15,4%) BSH, 3 anak (23,0%) MB, 6 anak (46,2%) kategori BB. Mengajukan pertanyaan 2 anak (15,4%) BSB, 2 anak (15,4%) BSH, 2 anak (15,4%) MB, 7 anak (53,8%) BB. Anak Mengkombinasikan Warna 2 anak (15,4%) BSB, 2 anak (15,4%) BSH, 3 anak (23,0%) MB, 6 anak (46,2%) BB. Setelah diberikan diberikan perlakuan, Kreativtas membuat aneka bentuk dari plastisin 4 anak ((30,8%) BSB, 4 anak (30,8%) BSH, 3 anak (23,0%) MB, 1 anak (7,7%) BB. Mengajukan Pertanyaan 4 anak (30,8%) BSB, 4 anak (30,8%) BSH, 3 anak (23,0%) MB, 2 anak (15,4%) BB. Mengkombinasikan Warna 3 anak (23,0%) BSB, 5 anak (38,5) BSH, 4 anak (30,8%) MB, 1 anak (7,7%) BB. Dapat simpulkan bahwa ada Pengaruh Bermain Konstruktif Terhadap Kreativitas Anak. Bukti hasil pengamatan setelah dirata-ratakan sebelum dan sesudah perlakuan BSB 15,4%, menjadi 28,2%, BSH 15,4% menjadi 35,9%, MB 20,5% menjadi 25,6%, BB 48,7% menjadi 10,3%.. Kata Kunci: Bermain Konstrutif, Kreativita
PENDAMPINGAN PEMBUATAN INSTRUMEN KUALITATIF
Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peneliti yakni guru dan mahasiswa tentang pembuatan instrument kualitatif yakni pedoman wawancara, pedoman observasi dan pedoman dokumentasi. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui zoom. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini yakni 97 orang. Kegiatan pendampingan dilaksanakan secara online melalui aplikasi whatsaap dan Zoom. Peserta yang ikut tergabung dalam group whatsaap. Kegiatan dilaksanakan pada bulan desember tahun 2021.
Dalam kegiatan ini peserta diberikan pemahaman mengenai teknik penyusunan lembar observasi, lembar wawancara dan lembar dokumentasi. Langkah awal yakni pemahaman cara menyusun kisi kisi instrument. Selanjutnya kisi kisi yang ada diturunkan menjadi instrument penelitian. Dalam penyusunan kisi kisi instrumen peserta diajarkan bagaimana cara yang tepat dalam mengkaji teori. Pengkajian teori yang kemudian selanjutnya ditelaah untuk dikaji menjadi indikator kemudian disusunlah pedoman wawancara, pedoman observasi dan pedoman dokumentasi. Kegiatan berjalan lancar dan sukses. Peserta sangat antusias dalam menanggapi dan merespon berbagai materi kajian yang disampaikan
PENGUATAN KARAKTER BAGI CALON GURU MELALUI OPTIMALISASI FUNGSI PENGENALAN PROFESI
Guru merupakan ujung tombak dari sebuah kemajuan pendidikan. Guru yang berkualitas dan berkarakter akan melahirkan siswa yang cerdas dan berbudi lulur. Guru yang memahami akan profesinya akan memberikan teladan kepada siswanya. Siswa yang hebat akan terlahir dari figure guru yang baik.
Dalam kegiatan pengabdian ini akan dilaksanakan secara daring dengan menggunakan aplikasi zoom. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada semester genap 2021/2022. Target sasaran kegiatan adalah mahasiswa dan praktisi pendidikan. Dengan harapan setelah kegiatan ini dapat mngetahui pentingnya karakter bagi guru melalui kegiatan pengenalan fungsi terhadap profesinya. Perserta dalam kegiatan ini yakni 110 orang. Dalam kegiatan ini perserta diberikan pemahaman mengenai penguatan karakter yang menjadi bagian kesatuan dalam diri seseorang yang terpatri dan mengakar dalam diri seorang guru. Pengenalan akan profesi dan perbedaannya dengan pekerjaan. Serta pemahaman akan kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik, sosial, individu dan professional dalam mencapai guru professional
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
