1,724,656 research outputs found

    Self-love: Studi Netnografi Dalam Website Komunitas Online Rahasia Gadis

    Full text link
    Komunitas online semakin berkembang secara global karena kemudahan akses Internet dan kecanggihan teknologi komunikasi. Sebuah komunitas online bernama Rahasia Gadis yang berbasis website dimanfaatkan anggotanya untuk berinteraksi tentang masalah self-love yang dialami perempuan Indonesia. Melalui interaksi di dunia maya, mereka berbagi cerita dan dukungan satu sama lain dalam hal self-love. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana interaksi sosial yang dilakukan anggota komunitas online Rahasia Gadis dalam membangun sikap self love mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah netnografi dengan teori Computer Mediated Communication. Netnografi sebagai metode yang tepat karena interaksi sosial objek penelitian berada di dunia maya. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa anggota komunitas online Rahasia Gadis membangun sikap self-love mereka melalui interaksi dalam fitur confession room dan #kamutidaksendiri. Mereka memberikan dukungan sosial berupa semangat, motivasi, saran, dan contoh aktivitas yang dapat dilakukan untuk lebih menerapkan sikap self-love. Anggota komunitas menyampaikan pesan yang membangun self-love dalam bentuk teks, simbol, dan emotikon

    POLA KALIMAT PADA KUMPULAN DONGENG GADIS KOREK API KARYA H.C. ANDERSEN (SUATU KAJIAN SINTAKSIS)

    No full text
    This study described syntactic structure on fairy-tale collection of Gadis Korek Api by H.C. Andersen. The study which seen from syntactic structure is sentence pattern based on function category, category, and syntactic role. This study aimed to describe syntactic structure on fairy-tale collection of Gadis Korek Api by H.C. Andersen and it’s distribution towardh Indonesian language. This research used qualitative method and note method was employed for collecting the data. In analysing the data, the researcher used Agih method by applying Immediate Constituent Analysis technique (ICA) as a basic technique. A book entitled Gadis Korek Api and others fairy-tale are the work of danish author, H.C. Andersen that used Indonesian standard. The analysis showed syntactic structure of fairy-tale language which form of sentence pattern based on the user, the pattern of imperative sentence, sentence pattern contains conjunction, and sentence pattern of complex sentences. Keywords: Sentence Pattern; Fairy-tale; Syntactic.</p

    EKSPRESI ESTETIS POSE GADIS BALI SEBAGAI INSPIRASI DALAM BERKARYA SENI LUKIS

    Full text link
    Skrip karya ini merupakan uraian tentang perwujudan karya seni lukis yang bertemakan “Ekspresi Estetis Pose Gadis Bali Sebagai Inspirasi Dalam Berkarya Seni Lukis”. Dimana Gadis adalah sebuah ungkapan untuk seorang Perempuan yang belum menikah. Namun dalam tulisan ini gadis yang dimaksud adalah gadis yang memiliki keturunan etnis Bali serta lahir, tinggal dan tumbuh di Bali. Keindahan seorang gadis, baik dilihat dari kecantikan wajahnya, keindahan bentuk tubuhnya serta keindahan dalam mode berpakaian dan hal-hal lain yang menginspirasi pencipta untuk mewujudkan pose seorang gadis Bali. Seperti busana yang dipakai serta asesoris yang digunakan sangat berpengaruh dalam berpenampilan. Hal tersebut menjadikan gadis Bali begitu unik, spesial, serta indah. sehingga menarik perhatian pencipta untuk melukiskan keindahan pose gadis Bali ke dalam karya seni lukis. Dalam perwujudan karya pencipta menggunakan alat dan bahan seperti kuas yang berbagai ukuran sehingga mampu membuat karya yang maksimal. Bahan yang digunakan diantaranya cat minyak yang di gunakan untuk tahap olah kreativitas pencipta. Dalam mewujudkan ide serta tema-tema pada karya seni lukis,pencipta, menggunakan beberapa metode antara lain, proses penjajagan, percobaan, persiapan, pembentukan dan penyelesaian akhir. Dalam penciptaan karya seni lukis, pencipta mengkomposisikan elemen-elemen serta unsur-unsur seni rupa yang dipadukan dengan teknik sesuai kemampuan yang ditekuni selama proses belajar, dengan penerapan warna untuk mencapai karakter serta suasana pada karya yang diwujudkan secara realistis. Kesan yang dicapai adalah kesan cahaya dengan penekanan pada warna, bentuk dan ruang. Melalui ke sepuluh karya yang diwujudkan pencipta ingin menyampaikan bahwa keindahan gadis Bali dapat dilihat dari sisi manapun baik melalui tingkah laku maupun ekspresi gerak atau pose yang dilakukannya Kata Kunci: Gadis Bali, Pose, Seni Lukis BALINESE GIRL EXPRESSION AESTHETIC POSE AS A INSPIRATION IN ART Abstract This thesis is a description about the realization of art which has theme “Balinese Girl Expression Aesthetic Pose As A Inspiration In Art”. Where girl means an expression for a young girl who doesn’t married yet. But girl the creator means in this thesis are originally balinese girl who born, raised and live in Bali. A beautiful of balinese girls can be seen from their beauty of the face, of the body and also their passion of dressing and the other things that gave the creator inspiration to realizing the poses of balinese girl, like the clothes that they wear and the accessories that they wear is very influence their performance. It makes the balinese girls looks unique, speciali and beautiful. It attracs the creator to portray the beautiful pose of balinese girl into an art. In this art creation the creator used some things and tools such as brush in a varieties size to maximalist this art. The tools that used in this art creation point all that creator used in the manner step of this creativity. To visualize this idea and the theme in this art, the creator used some method such as trial, preparation, formation and finishing. In the process of the creation of painting, the creator composing some elements of fine art which is combines with the technic that appropriate with the creator’s ability with the application colors to achieve the characters and the atmosphere in the art work that embodied realitically. The impression that achieved is the impression of the light which is emphasizes to color, form and space. through this ten art work, that visualize by the creator, the creator would like to deliver that the beautiful of balinese girls can be seen from every side; attitude or the expression of the move mentor pose that they do. Key Word: Balinese Girls, Pose, Fine Art

    Gadis Tangsi

    No full text
    Inilah novel pertama trilogi Gadis Tangsi karya Suparto Brata. Bercerita tentang seorang gadis bernama Teyi, novel ini memberikan gambaran tentang kehidupan sebuah keluarga prajurit KNIL Jawa di masa kolonial Belanda. Teyi sendiri merupakan cerminan seorang gadis yang coba memberontak terhadap kehidupan tangsi beserta nilai-nilainya. Berhasilkah usaha Teyi tersebut, meskipun sudah bersentuhan dengan ajaran-ajaran keraton Jawa yang ailuhung

    NILAI SOSIAL DALAM NOVEL GADIS PANTAI KARYA PRAMOEDYA ANANTATOER

    No full text
    This study aims at describing social value found in a novel, Gadis Pantai by Ananata Toer that including vital, material, and spiritual value. This study used qualitative method and content analysis. The result of study shows that this novel contains material, vital, and spiritual value. Material value is dominated by a gold, the jewelry given by Bendoro to Gadis Pantai in order to viewed as high level people. Vital value is dominated by house equipment which related to the life of Gadis Pantai and spiritual value found in her life. Based on the social value, the author asks the reader fighting for equal right at that time.Keywords: social value, novel, Gadis Pantai.</p

    STRUKTUR KERPIBADIAN TOKOH GADIS PANTAI DALAM NOVEL GADIS PANTAI KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER

    No full text
    ABSTRAK   Ubaid, Aden. 2015. Tokoh Gadis Pantai dalam Novel Gadis Pantai Karya Pramoedya Ananta Toer: Tinjauan Psikoanalisis Sigmund Freud. Skripsi, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd, (II) Dwi Sulistyorini, S.S., M.Hum.   Kata Kunci: novel, psikologi sastra.   Karya sastra merupakan hasil seni kreatif yang menceritakan sesuatu yang bersifat rekaan, khayalan, sesuatu yang tidak ada dan terjadi sungguh-sunguh sehingga tidak perlu kebenarannya di dunia nyata. Sebagai karya imajinatif, karya sastra menawarkan berbagai permasalahan manusia dan kemanusiaan, hidup dan kehidupan. Salah satu bentuk karya sastra adalah novel. Padaumumnya, novel menceritakan hal yang luar biasa, keganjilan, kejadian aneh, dan peristiwa tidak biasa yang dialami oleh tokoh. Beberapa karya sastra yang berbentuk novel memiliki aspek-aspek kejiwaan yang sangat kaya. Novel Gadis Pantaikental aspek kejiwaan, maka diperlukan pembahasan mengenai hal tersebut. Dalam penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, yaitu unsur kepribadian Id tokoh Gadis Pantai, unsur kepribadian Ego tokoh Gadis Pantai, dan unsur kepribadian Superego Gadis Pantai dalam novel Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer. Penelitian ini mengunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini yaitu novelGadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer. Data penelitian ini berupa teks monolog, dialog, dan narasi dalam novel Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer. Pengumpulan data dilakukan dengan cara analisis novel secara intensif. Instrumen kunci dalam penelitian adalah peneliti sendiri, namun penulis menggunakan instrumen pembantu berupa panduan kodifikasi data dan tabel panduan analisis data. Kegiatan analisis dimulai dari tahap memilih dan mengkodifikasi data, menganalisis data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh tiga hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, dilihat dari aspek Id, tokoh Gadis Pantai banyak mengalami tegangan psikis dan ketakutan sejak menikah dengan Bendoro. Sumber frustasi Gadis Pantai adalah Bendoro dan Mardinah. Norma dan nilai kehidupan bangsawan membuat psikis tokoh Gadis Pantai tertekan.Kedua, dilihat dari aspek Ego, tokoh Gadis Pantai sering menekan impul-impuls kembali ke alam bawah sadar jika berhadapan dengan Bendoro. Tokoh Gadis Pantai cenderung suka berkhayal jika menghadapi suatu masalah untuk mengurangi tegangan psikis. Tokoh Gadis Pantai cenderung menyerang Mardinah yang merupakan sumber frustasinya.Ketiga, dilihat dari aspek Superego, tokoh Gadis Pantai berbakti kepada orang tuanya. Hal itu terbukti ia tidak menolak dijodohkan orang tuanya. Tokoh Gadis Pantai merupakan istri yang setia dan penuh pengabdian kepada Bendoro. Berdasarkan ketiga hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa ketiga unsur kepribadian terdapat dalam novel Gadis Pantaikarya Pramoedya Ananta Toer. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada pengajar sastra, pembaca sastra, serta sastrawan

    Gadis pantai

    No full text
    Gadis Pantai lahir dan tumbuh di sebuah kampung nelayan di Jawa Tengah, Kabupaten Rembang. Seorang gadis yang manis. Cukup manis untuk memikat hati seorang pembesar santri setempat; seorang Jawa yang bekerja pada (administrasi) Belanda. Dia diambil menjadi gundik pembesar tersebut dan menjadi Mas Nganten: perempuan yang melayani "kebutuhan" seks pembesar sampai kemudian pembesar memutuskan untuk menikah dengan perempuanh yang sekelas atau sederajat dengannya.280 hlm. 13 x 20 c

    PRAGMATISME PASCAKOLONIAL Trilogi Gadis Tangsi dalam Sistem Komunikasi Sastra

    No full text
    This research aims at describing and explaining five aspects which build literary communication system (Trilogy of Gadis Tangsi novels by Suparto Brata). Those five aspects are intention (author), representation (postcolonial), expression (text), reference (thematic ideas), and projection (reader). Theory used in this research was postcolonial pragmatism (combination of postcolonial and pragmatic theories). This research was qualitative study with critical approach. The data were collected by reading, interview, and document study. Data validity was tested through triangulation (source, technique, theory). The data was analyzed using deconstruction analysis method and message function. This research results five findings as follow. First, the research found that through postcolonial novels, author wanted to deliver historical experience in purpose (colonial period) and past cultural period (under kingdom reign) to deliver useful living meaning of his experience to next generation in future. Second, from representation study it was obtained that trilogy of Gadis Tangsi novels represents postcolonial aspects; power relation (dominative, tendentious, legitimate, emancipative, inspired, compromising), identity (double, hybrid, void), mimicry (impersonation and undermines the essence of invaders), and resistance (oppression to invaders and selves). Third, expression explains that postcolonial in Trilogy of Gadis Tangsi novels was expressed verbally (structure on narrative, space, time) and non-verbal (visual drawings in book cover). Fourth, reference study explains that postcolonial aspects in trilogy of Gadis Tangsi novels has potentially stimulate the emerge of thematic ideas (ideology) about justice, wisdom, democratization, self and other esteem, dynamic, creative, independent, nation spirit, and future insight. Fifth, projection study explains that ideas on Trilogy of Gadis Tangsi novels can be used as projection media for reader’s life in building character as reflected in manner of heart, thinking, body and feeling-willingness. For it has many positive ideas (character grain, educational values), Trilogy of Gadis Tangsi novels are appropriate for learning use material (learning source) in school and literary study material in universities

    EKRANISASI NOVEL GADIS KRETEK KE FILM GADIS KRETEK SERTA RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA

    Full text link
    Penelitian ini membahas tentang kajian ekranisasi yang fokus pada proses penciutan, penambahan, dan perubahan bervariasi pada alur dan tokoh dalam novel dan film Gadis Kretek karya Ratih Kumala. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan proses ekranisasi yang muncul pada alur dan tokoh dalam Novel Gadis Kretek Karya Ratih Kumala ke Film Gadis Kretek Karya Kamila Andini dan Ifa Isfansyah dan mendeskripsikan relevansi ekranisasi dalam Novel Gadis Kretek Karya Ratih Kumala ke Film Gadis Kretek Karya Kamila Andini dan Ifa Isfansyah dengan pembelajaran sastra di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualititatif menggunakan penelitian analisis isi. Metode tersebut menghasilkan sebuah penelitian yang menggunakan deskripsi kata dalam menyampaikan data. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala dan film Gadis Kretek karya Kamila Andini dan Ifa Isfansyah. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi dan teknik wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan tiga cara yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dalam penelitian ini dengan memperpanjang pengamatan dan meningkatkan ketekunan. Penelitian ini menghasilkan penciutan, penambahan, dan perubahan bervariasi dalam proses ekranisasi novel Gadis Kretek ke film Gadis Kretek. Penciutan yang terdapat dalam alur merupakan pengurangan beberapa bagian yang terdapat dalam novel tidak ditayangkan dalam film, ditemukan 30 data penciutan alur dan penciutan tokoh ditemukan 23 data. Penambahan yang terdapat dalam alur, yaitu menambahkan bagian dalam film yang sebelumnya tidak dituliskan dalam novel, ditemukan 47 data penambahan alur dan penambahan tokoh ditemukan 8 data. Perubahan variasi, yaitu perubahan dengan variasi-variasi tertentu namun tetap bertumpu pada inti cerita, ditemukan 34 data variasi alur dan perubahan variasi pada tokoh ditemukan 6 data. Penelitian ini dapat direlevansikan pada pembelajaran sastra di SMA kelas XII khususnya pada kompetensi dasar 3.9 menganalisis isi dan kebahasaan novel sehingga penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran untuk menganalisis unsur intrinsik yang terdapat dalam novel Gadis Kretek serta siswa dapat menambahan pengetahuan mengenai novel yang dapat diubah menjadi film

    Proses Kerja Jurnalistik di Majalah Gadis

    Full text link
    Untuk mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan dari perkuliahan dan menambah pengalaman bekerja di dunia jurnalistik, penulis melakukan praktik kerja magang. Sejak tanggal 19 September sampai 30 November 2018, penulis melaksanakan praktik kerja magang di Majalah GADIS, sebagai Redaktur Lifestyle and Entertainment pada divisi Feature. GADIS merupakan majalah khusus remaja perempuan yang berusia 13 sampai 18 tahun. GADIS selalu menyajikan berbagai artikel yang up-to-date mengenai gaya hidup remaja, topik yang sedang ramai dibicarakan oleh masyarakat, permasalahan yang umumnya dialami remaja, atau berita tentang artis dari dalam dan luar negeri. Untuk tetap bertahan, Majalah GADIS juga melakukan konvergensi media dan menghadirkan GADIS versi online yaitu gadis.co.id. Setiap hari, penulis harus mengajukan ide dan mengerjakan dua buah artikel yang akan dimuat di gadis.co.id. Selain itu, penulis juga memiliki tanggung jawab untuk mengerjakan artikel untuk Majalah GADIS, melakukan peliputan, dan juga wawancara. Alur kerja jurnalistik di Majalah GADIS terdiri dari proses penugasan, pengumpulan sumber artikel, evaluasi, penulisan, dan penyuntingan. Selama menjalani praktik kerja magang selama 60 hari, penulis mendapatkan banyak pengalaman dan wawasan baru mengenai proses kerja jurnalistik dalam bidang lifestyle dan entertainment. Ilmu yang telah dipelajari oleh penulis selama di universitas juga bermanfaat dan dapat diaplikasikan selama penulis bekerja di media GADIS
    corecore