1,721,062 research outputs found
Pengaruh Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 55 (Revisi 2011) terhadap Manajemen Laba Perbankan dan Ukuran Kantor Akuntan Publik (KAP) Sebagai Variabel Moderating (Studi pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)
Data yang digunakan dalam penelitian merupakan data sekunder yaitu Laporan Keuangan Perusahaan yang terdaftar di BEI selama kurun waktu 3 tahun yaitu tahun 2012-2014. Analisis data menggunakan analisis regresi berganda dan analisis regresi moderating dengan pendekatan nilai selisih mutlak. Analisis regresi berganda untuk hipotesis PSAK 55 (revisi 2011). Analisis regresi linear berganda dengan uji nilai selisih mutlak untuk hipotesis PSAK 55 (revisi 2011) terhadap manajemen laba yang dimoderasi oleh ukuran Kantor Akuntan Publik. Berdasarkan hasil uji hipotesis regresi linear, penelitian menunjukkan bahwa variabel independen yakni Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 55
(Revisi 2011) berpengaruh terhadap variabel dependen yakni manajemen laba dengan arah yang negatif. Sedangkan berdasarkan hasil uji selisih mutlak menunjukkan bahwa ukuran ukuran Kantor Akuntan Publik (KAP) mampu memoderasi antara Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 55 (Revisi 2011) terhadap manajemen laba
TINJAUAN KESEHATAN BANK MELALUI METODE RISK BASED BANK RATING
The main purpose of writing this article is to get knowledge about the health assessment method based on bank prudential principles and risk management . This assessment is often called Risk Based Bank Rating replace CAMELS . The main reason the issuance of PP BI No. 13/24 / DPNP October 25, 2011 on RBBR replace PP BI 6 / 10 / PBI / 2004 on CAMELS is the impact of the global financial crisis that swept the world , including Indonesia . This causes problems in the banking and financial systems that have not implemented a risk management system . Through this RBBR , expected to increase the effectiveness of risk management and good corporate governance so that the bank has the ability to identify problems earlier and take action appropriate corrective further and faster , and ultimately produce better performance . Keywords: risk management, assessment, Risk Based Bank Rating, good corporate governanc
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Berbasisi Nilai Kearifan Lokal Di Desa Mekar Sari Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir (Study Pemanfaatan Pohon Nipah)
ABSTRAK
Nama : Gustina
Nim : 11641202847
Judul : Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Berbasisi Nilai Kearifan Lokal Di Desa Mekar Sari Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir (Study Pemanfaatan Pohon Nipah)
Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya Pemanfaatan Pohon Nipah di Desa Mekar Sari dengan memanfaatkan Sumber Daya Alam disekitar dan dapat membuka peluang usaha bagi masyarakat Desa Mekar Sari, dengan pemanfaatan pohon nipah ini mampu membantu perekonomian para pemilik usaha sehingga mampu mensejahterakan masyarakat lain. Teori tentang kearifan lokal diambil dari Jurnal Rinitami Njatrijani. Informan penelitan berjumlah 11 orang, dengan teknik pengumpulan data adalah melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah deskriptif kualitatif. Setelah data terkumpul dilakukan pembahasan, berdasarkan penelitian ini maka, hasil yang diperoleh dari penelitian dapat disimpulkan bahwa Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Berbasisi Nilai Kearifan Lokal Di Desa Mekar Sari Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilisr, mampu mendapatkan manfaat dan konstribusi terhadap pemenuhan kebutuhan masyarakat, pemanfaatan pohon nipah ini dapat menyediakan lapangan kerja dan membantu perekonomian masyarakat dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat seperti tercapainya pemenuhan kebutuhan sandang, pangan, dan papan, yaitu kebutuhan sehari-hari, terpenuhinya kebutuhan untuk sekolah, membuka usaha baru dan memberikan lapangan kerja kepada masyarakat juga memberikan penghasilan tambahan bagi masyrakat diluar pekerja tetap.
Kata Kunci: Pemberdayaan Ekonomi, Kearifan Lokal, Pemanfaatan Pohon Nipa
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL EXPERIENTIAL LEARNING PADA SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil keterampilan menulis siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia pada materi puisi di kelas III SDN TI 030 Batu Belah. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menggunakan model pembelajaran Experiential Learning. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia materi puisi dengan menggunakan Experiential Learning. pada siswa kelas III SDN TI 030 Batu Belah. Metode Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari dua pertemuan dan empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, refleksi, dan waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2019. Subjek penelitian ini siswa kelas III yang berjumlah 25 orang, dengan jumlah siswa laki-laki 15 orang, dan siswa perempuan berjumlah 10 orang. Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi, observasi, dan tes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil keterampilan menulis siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia materi puisi di kelas III SDN TI 030 Batu Belah pada siklus I tergolong cukup dengan rata-rata 60,00. Selanjutnya dari 25 orang siswa hanya 14 orang yang tuntas dengan ketuntasan klasikal 56% dan yang tidak tuntas 11 orang. Pada siklus II tergolong baik dengan rata-rata 78,80 dari 25 orang siswa terdapat 23 orang siswa yang tuntas dengan ketuntasan klasikal 92% dan yang tidak tuntas 2 orang. Indikator penilaian Experiential Learning diksi tema dan amanat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Experiential Learning. dapat meningkatkan keterampilan menulis siswa pada mata
Pengaruh Fasilitas dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik Kelas XII IPA di SMA Negeri 7 Soppeng
Hasil analisis statistik deskriptif penelitian ini menunjukkan bahwa
fasilitas belajar berada dikategori sedang dengan jumlah frekuensi sebanyak 63
orang dengan persentase 75,9%, motivasi belajar peserta didik berada dikategori
sedang dengan jumlah frekuensi sebanyak 60 orang dengan persentase 72,3% dan
prestasi belajar peserta didik berada dikategori sedang dengan jumlah frekuensi
sebanyak 57 orang dengan persentase 68,6%. Adapun hasil analisis statistik
inferensial menunjukkan bahwa untuk fasilitas belajar thitung > ttabel (2,946 >
1,990063), dengan nilai signifikasi 0,004 < 0,05 yang menunjukkan Ha diterima
dan Ho ditolak. Sementara untuk motivasi belajar thitung > ttabel (2386 > 1,990063)
dengan nilai signifikasi 0,001 < 0,05 yang menunjukkan Ha diterima dan Ho
ditolak. Hasil uji variabel fasilitas dan motivasi belajar secara simultan diperoleh
Fhitung > Ftabel (31,028 > 3,11), dengan nilai signifikasi 0,000 < 0,05 yang
menunjukkan Ha diterima dan Ho ditolak. Berdasarkan hasil data tersebut, dapat
disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara fasilitas dan
motivasi belajar terhadap prestasi belajar peserta didik kelas XII IPA di SMA
Negeri 7 Soppeng
LINGKUNGAN KELUARGA SEBAGAI WAHANA SOSIALISASI DAN INTERAKSI EDUKATIF BAGI ANAK (SUATU TINJAUAN SOSIO-EDUKASI RELIGIUS TERHADAP PENDIDIKAN DALAM KELUARGA)
Family environment is the first and the main medium for socialization. Maintaining children’s welfare is the basic foundation to achieve daily effective life. Such welfare can be achieved through qualified education where religious educative interaction among the family members. The techniques can be done by means of approaches, such as parents should plan what to say, not in a hurry, be open and be honest to themselves and the children as well. Among the approaches are: 1) open dialog with cildren, 2) critical and creative thinking, and 3) value clarification. Parents, therefore, need to: 1) apply moderate mode of education to their children, 2) create intimate atmosphere among parents and children, 3) familiarizing the children with the feeling of guilty, and 4) provide a wide range of opportunity to interact and socialize with their neighborhood in positive sense.
Kata Kunci: pendidikan, lingkungan keluarga, sosialisasi, interaksi edukatif, sosio-edukasi religiu
PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN LAMPUNG TENGAH
This research was conducted at the Central Lampung Investment Office and Integrated One-Stop Service Office. The number of samples in this study were 43 employees. Analysis of the data in this study using the T test and F test. From the results of the study it can be concluded that the research formula has a positive influence between each independent variable on the dependent variable either partially or simultaneously. This shows that each indicator of the variable has an influence on employee performance. Capable leaders in supervising employees, complete facilities and infrastructures at work, and conditions in a comfortable working environment will improve employee performance in completing tasks and work. Keyword: work motivation, work environment, employee performanc
SANKSI BAGI PELAKU TINDAK PIDANA PENGGUNA DAN PENGEDAR NARKOTIKA MENURUT HUKUM PIDANA ISLAM DAN HUKUM POSITIF
Penyalahgunaan Narkotika dan obat terlarang telah menjadi masalah serius di Indonesia, bahkan penyalahgunaan Narkotika sudah mencapai tahap yang sangat mengkhawatirkan. Pemakaian Narkotika tidak hanya terjadi dikota besar saja, tetapi juga sudah mencapai kedesa terpecil yang jauh dari pusat ibu kota, salah satunya Kecamatan Selat Penuguan. Rumusan masalah yang diangkat penulis yaitu bagaimana sanksi pidana Narkotika menurut Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dan bagaimana sanksi pidana Narkotika menurut Hukum Pidana Islam Jenis penelitian yang digunakan yakni Yuridis Empiris, Sumber data yang digunakan adalah Data Sekunder, yang terdiri dari Bahan Hukum Primer, Bahan Hukum sekunder dan Bahan Hukum Tersier. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik Deskriptif Kualitatif lalu disimpulkan secara Deduktif.
Dari hasil penelitian memperoleh kesimpulan Sanksi pidana Narkotika menurut Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tenang Narkotika, dapat dijerat dengan ketentuan dari Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika adalah terdapat dalam pasal 114 ayat 1 (golongan 1) dengan ancaman pidana penjara seumur hidup, atau paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara dan pidana denda paling sedikit Rp. 1 Miliar dan maksimum Rp.10 Miliar. Dalam pasal 115 ayat 1 menjelaskan orang yang menjadi kurir Narkotika dipenjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun, sementara ayat 2 menjelaskan jika melebihi 1 kilo gram Ganja dan melebihi jenis inex, ekstasi, sabu, putau heroin, kokain dapat dihukum mati. Serta pertanggungjawaban terhadap pelaku yang tidak melaporkan penyalahgunaan Narkotika, dapat dikenakan sanksi pasal 131 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Sedangkan sanksi pidana Narkotika menurut Hukum Pidana Islam adalah Ta’zir. Hukuman ta’zir bisa berat atau ringan, tergantung proses peradilan (Keputusan Hakim), dan bentuk sanksinya berbeda-beda.
Kata kunci : Hukum Pidana Islam, Undang-Undang, Sanksi Pidana Narkotik
ANALISIS PROFIL USAHA PENGUSAHA PEREMPUAN SUMATRA BARAT: KASUS PADA PENGUSAHA PEREMPUAN DI PADANG
Today, entrepreneurship is one of the independence work that interested by some people which has independence self. The prime objective of this research is to investigate women entrepreneur in Padang (as know with struggle women in Minang clan). Moreover, this research also want to make clear about obstacles of business in order to women entrepreneur (they known as a community which almost spent time at home). The method of study is deepth of interviews to selected women entrepreneur in this city. The result shown that there are 3 factors become a huge women motivation for them, namely economic factors, environment influence and self actualization. Finally, a bighope to them is this is a opportunity to find a new work place for other in arounding them, especially their relatives
- …
