23 research outputs found

    Pemilihan Moda Transportasi Saat Pandemi Covid-19 dengan Metode Promethee (Studi Kasus : Ruas Jalan Pemuda Kota Semarang)

    No full text
    Kejadian Pandemi Covid-19 di Indonesia memunculkan banyak perubahan baik di bidang ekonomi, sosial, politik dan sistem transportasi. Salah satunya adalah pembatasan kegiatan yang dilakukan pemerintah guna menghentikan sebaran virus Covid-19. Penyebaran Covid-19 yang relatif cepat menjadi alasan masyarakat khususnya di Kota Semarang lebih selektif dalam memilih moda transportasi. Tujuan dilakukan penelitian adalah guna mengetahui jenis moda transportasi darat yang dipilih oleh masyarakat saat pandemi Covid-19. Metode pengumpulan data dengan menyebar kuesioner ke pelaku perjalanan di ruas Jalan Pemuda Kota Semarang. Data tersebut terbatas pada jenis moda transportasi darat tertentu, yaitu transportasi umum (a1), transportasi online (a2) dan kendaraan pribadi (a3). Analisis data dilakukan dengan Metode Promethee. Batasan kriteria yang menjadi penentu pemilihan moda transportasi darat berupa kenyamanan, waktu perjalanan dan biaya perjalanan. Nilai net flow (NF) merupakan hasil akhir perhitungan data dari Metode Promethee dengan a1 sebesar -1,333; a2 sebesar -2,667 dan a3 sebesar 4. Hasil NF tersebut diurutkan untuk pilihan pertama dengan NF yang terbesar adalah kendaraan pribadi, transportasi umum, dan transportasi online

    ANALISIS KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL KAWASAN PEREKONOMIAN PASAR BEKA SIMONGAN SEMARANG

    No full text
    Persimpangan adalah bagian dari ruas jalan dimana arus dari berbagai arah atau jurusan bertemu. Itulah sebabnya di persimpangan terjadi konflik antara arus dari jurusan yang berlawanan dan saling memotong, sehingga mengakibatkan terjadinya kemacetan di sepanjang lengan simpang. Salah satu contoh permasalahan lalu lintas yang terjadi pada simpang tak bersinyal kawasan perekonomian Pasar Beka Simongan, Semarang adalah sering terjadinya konflik lalu lintas yang memiliki resiko terjadinya kecelakaan lalu lintas juga berdampak pada pergerakan kendaraan saat melalui simpang tersebut. Permasalahan ini muncul terutama pada saat jam sibuk pagi hari, dimana aktivitas perekonomian serta aktivitas harian masyarakat seperti bekerja dan sekolah sangat tinggi. Volume kendaraan yang tinggi mengakibatkan kemacetan yang mengganggu aksesibilitas kendaraan yang melalui simpang tersebut. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui kinerja simpang tak bersinyal pada kawasan perekonomian Pasar Beka Simongan Semarang. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI, 2014) sebagai pemutakhiran dari Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI, 1997)

    Analisis Kinerja Simpang Jalan Pecangaan Damaran - Jalan KHR. Asnawi, Menara Kudus

    No full text
    Kabupaten Kudus merupakan salah satu kota di Provinsi Jawa Tengah. Ibu kota kabupaten ini adalah Kota Kudus yang terletak di pesisir Timur Laut Jawa Tengah di antara kota Semarang dan Surabaya. Keluhan masyarakat terhadap kondisi jalan saat ini akan menyebabkan kemacetan lalu lintas. Banyak kendaraan pribadi seperti mobil, sepeda motor, becak, dan ojek yang membawa jemaah haji melewati jalan ini dan parkir di pinggir jalan sehingga menyebabkan arus lalu lintas melambat. Aktivitas ekonomi masyarakat Kudus dan kepadatan penduduk juga meningkat. Selain itu ada juga wisata religi yaitu Sunan Kudus di Desa Kauman, Sunan Muria di Desa Colo, dan Sunan Kedu di Desa Gribig. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas pergerakan lalu lintas terhadap kinerja simpang Jalan Pecangaan Damaran – Jalan KHR. Asnawi, Menara Suci. Metode yang digunakan adalah survei dalam pengumpulan data primer. Metode analisis menggunakan MKJI, 1997, dengan hasil diperoleh nilai DS sebesar DS > 0,75. Hal itu menunjukkan bahwa pelaksanaan penelitian di masa pandemi Covid-19 tidak berdampak pada permasalahan di persimpangan jalan.Kabupaten Kudus merupakan salah satu kota di Provinsi Jawa Tengah. Ibu kota kabupaten ini adalah Kota Kudus yang terletak di pesisir Timur Laut Jawa Tengah di antara kota Semarang dan Surabaya. Keluhan masyarakat terhadap kondisi jalan saat ini akan menyebabkan kemacetan lalu lintas. Banyak kendaraan pribadi seperti mobil, sepeda motor, becak, dan ojek yang membawa jemaah haji melewati jalan ini dan parkir di pinggir jalan sehingga menyebabkan arus lalu lintas melambat. Aktivitas ekonomi masyarakat Kudus dan kepadatan penduduk juga meningkat. Selain itu ada juga wisata religi yaitu Sunan Kudus di Desa Kauman, Sunan Muria di Desa Colo, dan Sunan Kedu di Desa Gribig. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas pergerakan lalu lintas terhadap kinerja simpang Jalan Pecangaan Damaran – Jalan KHR. Asnawi, Menara Suci. Metode yang digunakan adalah survei dalam pengumpulan data primer. Metode analisis menggunakan MKJI, 1997, dengan hasil diperoleh nilai DS sebesar DS > 0,75. Hal itu menunjukkan bahwa pelaksanaan penelitian di masa pandemi Covid-19 tidak berdampak pada permasalahan di persimpangan jalan

    ANALISIS KERENTANAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT KECAMATAAN SEMARANG TENGAH TERHADAP PANDEMI COVID 19

    No full text
    Recently, the Government of Indonesia has revoked the status of the Covid 19 Pandemic. Even so, the pandemic event has sparked critical questions, “how can the city government prepare itself if in the future it is faced with a similar event? "Of course an analysis is needed to find out what factors have the most influence on the socio-economic vulnerability of the community to the Covid 19 pandemic and an overview of which locations are socially and economically vulnerable. With this analysis, the government can be better prepared when faced with similar events in the future.This study aims to determine the level of socio-economic vulnerability of the people in Central Semarang District to the Covid 19 Pandemic. The method used in this study is a quantitative method. Data obtained through observation, questionnaires and documentation studies. Data processing is carried out with the help of SPSS and Geographical Information System (GIS) programs. From the analysis that has been carried out, information is obtained that there are two dominant factors that influence the socio-economic vulnerability of the people in Central Semarang District, namely: the resilience factor and the social adaptation factor. In addition, information was also obtained that most of the villages in Central Semarang District had a relatively high level of socio-economic vulnerability, both in terms of resilience and adaptation factors

    Pelatihan Pengenalan Autocad 2D Bagi Siswa Di SMA Kesatrian 2 Yayasan Pendidikan Kesatrian Semarang

    No full text
    The rapid development of technology today makes people adapt. In the field of education, especially in the field of engineering drawing design, several computer programs have been very helpful in completing work with good results. Human resources are needed who are willing to learn and able to adapt to technological advances so that they can run computer programs optimally. For high school students who are interested in continuing their education in engineering at the university, skills in using computer programs will be very helpful. Therefore, the Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, University of Semarang carries out community service, especially for students of SMA Kesatrian 2 Semarang, namely "Training for Introduction of 2D AutoCAD for Students at SMA Kesatrian 2, Semarang Kesatrian Education Foundation". This training is carried out to provide an introduction to skills in technical drawing with computer programs for high school students so that they can complement the knowledge learned at school. The method used is to do tutorials and practice directly in the Planning Laboratory of the Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, University of Semarang. The number of participants in this activity was 25 students. The activity was carried out on August 19, 2019, at the Planning Laboratory of the USM Faculty of Engineering. The students are mostly able to follow the theory and exercises given in this training module

    ANALISIS PERILAKU MEKANIS BATU BATA MENGGUNAKAN AMPAS TEH

    No full text
    Aktifitas dan perilaku masyarakat dapat menghasilkan limbah yang akan semakin lama bisa menimbulkan masalah pencemaran lingkungan. Dari permasalahan ini perlu dipikirkan solusi untuk memanfaatkan limbah tersebut supaya mempunyai nilai yang berguna. Salah satu limbah yang dihasilkan dari kegiatan masyarakat adalah ampas teh. Batu bata merah merupakan bahan material yang paling banyak dipakai sebagai dinding rumah. Batu bata merah digunakan sebagai alternatif utama karena tahan terhadap pengaruh perubahan cuaca dan tahan terhadap api. Batu bata merah biasanya dalam proses pembuatannya dengan cara tradisional dan cetak pabrikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ampas teh terhadap sifat mekanis batu bata merah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan benda uji batu bata merah berupa kubus berukuran 5cm x 5cm x 5cm. Tanah lempung untuk membuat benda uji diambil dari bantaran sungai Penggaron. Bahan tambahan ampas teh berupa serbuk basah. Benda uji dengan prosentase ampas teh 10%, 15%, dan 20%. Setiap variasi penambahan berjumlah 10 benda uji yang berbeda. Hasil pengujian pada bata normal nilai kuat tekan sebesar 51,16 kg/cm2, pada penambahan ampas teh 10% nilai kuat tekan sebesar 49,81 kg/cm2, pada penambahan ampas teh 15% nilai kuat tekan sebesar 54,41 kg/cm2 dan pada penambahan ampas teh 20% nilai kuat tekan sebesar 51,86 kg/cm2

    TINJAUAN METODE PEMBAYARAN KARTU TOL ELEKTRONIK (LOKASI DI GERBANG TOL BANYUMANIK, JALAN TOL SEMARANG-SOLO)

    No full text
    Jalan tol saat ini memiliki peran yang penting dalam mengefisienkan waktu tempuh perjalanan kendaraan roda 4 (empat) atau lebih dari satu tempat ke tempat yang lain. Sistem pembayaran tol juga ikut berkembang seiring bertambahnya jumlah kendaraan yang melewati jalan tol. Kartu tol elektronik menjadi satu-satunya metode pembayaran yang digunakan di semua gardu tol. Semua golongan kendaraan melakukan transaksi pembayaran tol menggunakan kartu tol elektronik. Mengenai efektifitas penggunaan kartu ini untuk semua jenis golongan kendaraan akan menjadi topik penelitian ini.Metode penelitian yang digunakan adalah dengan survei lapangan dan melakukan wawancara. Hasil survei akan dianalisa untuk mengetahui tingkat kinerja pelayanan gardu tol.Dari hasil rekapitulasi data sekunder pada data lalu lintas Gerbang Tol Banyumanik tanggal 5, 7, 8, 9, 10, 11, dan 12 Mei 2018, total jumlah transaksi pembayaran menggunakan uang tunai sebesar 2.370 transaksi, sedangkan total jumlah transaksi pembayaran menggunakan kartu tol elektronik (e-toll card) sebesar 112.300 transaksi. Secara prosentase diperoleh perbandingannya sebesar 2% transaksi tunai berbanding 98% transaksi menggunakan kartu tol elektronik (e-toll card).Untuk hasil survai diketahui tingkat kedatangan kendaraan arah keluar (exit) sebanyak 1985 kendaraan, tingkat pelayanan rata-rata kendaraan di gardu arah keluar (exit) sebesar 253 kendaraan/jam, dengan jumlah gardu pelayanan sebanyak 6 gardu. Rasio tingkat kedatangan dengan tingkat pelayanan (Ï) adalah 1,3. Dengan nilai rasio tingkat kedatangan dibanding tingkat pelayanan gardu tol lebih besar dari 1 (), maka dapat diartikan bahwa pada Gerbang Tol Banyumanik jalur keluar (exit) mengalami antrian yang cukup panjang. Salah satu alternatif cara untuk mengurangi panjang antrian adalah dengan mengalihkan sejumlah gardu tol arah masuk (entry) untuk dipakai menjadi gardu tol arah keluar (exit), dengan tetap menyediakan minimal 1 (satu) gardu tol arah masuk (entry). Hal lain adalah diperlukan kesadaran pengguna kendaraan dalam memastikan kartu tol elektronik selalu terisi saldo yang cukup.  Kata kunci : kartu tol elektronik, gerbang tol, tingkat pelayana

    Pelatihan Ilmu Ukur Tanah bagi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) dan Praktisi Konstruksi

    No full text
    Most civil engineering students and construction practitioners experience misconceptions about knowledge and even incorrect practical procedures for using measurement instruments. One of the misconceptions that is often encountered is the meaning of ordinary and extraordinary positions, the meaning of azimuth, the meaning of angles, directions, readings, and many more. Misconceptions in practice include the inaccurate process of centering, leveling, and targeting due to a misunderstanding of the pointing, targeting, and parallax processes. There are also often debates between students because of differences in interpretation of the influence of right or left rotation on horizontal readings or counting angles. On the other hand, the development of measurement and mapping surveys is increasingly rapid. However, measurement principles should not be ignored. These principles are the pillars of knowledge and the pillars of a surveyor\u27s practice, with which fieldwork evaluations and decisions can be taken accurately and responsibly, both academically and practically. The measurement training activity using a water level tool is intended for Civil Engineering students at the Muhammadiyah University of Semarang (UNIMUS) and construction practitioners. This activity aims to improve understanding and skills so that participants can use the spirit level measuring instrument correctly. The method used is the delivery of theory, followed by practice in the field. The results obtained are an increase in participants\u27 abilities in the measurement process and calculating measurement data based on the results of work and direct evaluation in the field

    ANALISA PERILAKU PENGGUNA ANGKUTAN UMUM PENUMPANG ANTARMODA KERETA API KALIGUNG SEMARANG-TEGAL

    No full text
    Transportasi menjadi fasilitas pertumbuhan sangat penting dan vital dalam menjamin perputaran roda ekonomi, memperkokoh integritas suatu bangsa dan negara, dan mempengaruhi segi kehidupan masyarakatnya. Arti penting aktivitas transportasi dapat ditunjukkan dengan tingginya angka kebutuhan dan pemenuhan pelayanan angkutan umum bagi pergerakan manusia dan barang sebagai dampak tumbuh dan berkembangnya penduduk serta peningkatan pemukiman pada kota-kota besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku dari pengguna jasa transportasi angkutan umum penumpang antarmoda Kereta Api Kaligung Semarang-Tegal. Data yang dikumpulkan dilakukan dengan interview serta dengan penyebaran kuisioner. Responden yang dimaksud adalah pengguna jasa transportasi yang melakukan perpindahan/melanjutkan perjalanan dari moda transportasi awal dengan kereta api. Analisa yang dilakukan dengan model analisis PLS (Partial Least Squar e). Dari hasil analisa tersebut dapat diusulkan pengembangan sarana transportasi umum antarmoda akan kebutuhan penggunaan Kereta Api Kaligung saat ini harus menjadi perhatian utama. Serta suatu rekomendasi mengenai penelitian lanjutan yang berkaitan dengan frekwensi perjalanan Kereta Api Kaligung yang didasarkan pada penawaran dan permintaan dari perilaku pengguna jasa Kereta Api Kaligung. Dari penelitian ini diperoleh kesimpulan pengguna jasa transportasi umum penumpang antarmoda Kereta Api Kaligung merasa nyaman, aman, dan lebih menguntungkan yang didasarkan pada ketepatan jadwal perjalanan, jarang adanya gangguan dalam perjalanan, serta biaya yang dikeluarkan relatif lebih murah.
    corecore