19,544 research outputs found

    Uji Pendahuluan Teratogenik Ekstrak Air Buah Adas (Foaniculi Fructus) Dosis 0,25 g/kg BB, 0,5 g/Kg BB dan 1 g/Kg BB Terhadap Kerangka Fetus Tikus

    No full text
    Biasanya disaat kehamilan, ibu-ibu banyak mengkonsumsi berbagai macam obat untuk menghilangkan ketidak nyamanannya, seperti mual, muntah, sakit perut dan sebagainya, tanpa menyadari efek samping yang dapat mengancam janin dalam kandungan. Salah satunya yang digunakan sebagai obat tradisional adalah buah Adas (Foeniculi Fructus) dimana khasiatnya dapat digunakan untuk mengatasi keluhan-keluhan selama kehamilan. Penelitian yang dilakukan ini untuk mengetahui ada atau tidaknya efek dari buah Adas (Foeniculi Fructus) bila digunakan pada masa kehamilan. Pada penelitian ini digunakan hewan coba tikus yang dibagi menjadi 1 kelompok kontrol yang diberi air suling dan 3 kelompok yang diberi larutan uji. Larutan uji diberikan secara oral dalam bentuk ekstrak air dari infusa buah Adas pada tikus hamil, mulai hari ke-6 sampai ke-15 masa kehamilan dengan dosis 0,25 g/kg BB; 0,5 g/kg BB dan 1 g/kg BB masing-masing dalam konsentrasi 3,12%; 6,25% dan 12,5% disesuaikan dengan berat badan masing-masing tikus. Pengamatan dilakukan dengan pembedahan pada usia kehamilan 20 hari. Parameter yang diamati adalah rasio kejadian anomali pada kerangka fetus yang meliputi: Tengkorak, Cervical vertebrae (tulang leher), Thoracic vertebrae (tulang punggung), Lumbar vertebrae ( tulang pinggang bagian belakang), Sternebrae (tulang dada), Ribs (rusuk), jumlah Sacro caudal (tulang ekor), jumlah Metakarpus (tulang jari tangan) dan jumlah Metatarsus (tulang jari kaki). Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak air dari buah Adas (Foeniculi Fructus) dengan dosis 0,25 g/kg BB; 0,5 g/kg BB dan 1 g/kg BB pada masing-masing konsentrasi 3,125%; 6,25% dan 12,5% tidak menimbulkan efek teratogenik pada pengamatan kerangka fetus

    Uji Pendahuluan Teratogenik Ekstrak Air Buah Adas (Foeniculi Fructus) Dosis 0,25 g/kg BB, 0,5 g/kg BB dan 1g/kg BB Terhadap Jaringan Lunak Tikus Sprague-Dawley

    No full text
    Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek teratogenik ekstrak air buah Adas (Foeniculi Fructus) pada jaringan lunak fetus tikus yang diberikan pada tikus betina hamil strain Sprague-dawey, mengingat bahwa manfaat buah Adas ini adalah untuk mengatasi nyeri haid, haid tidak teratur, mengatasi mual dan muntah, perangsang nafsu makan dan produksi ASI, sehingga diduga dapat mengakibatkan keguguran maupun cacat pada janin bila dikonsumsi oleh wanita hamil. Uji pendahuluan teratogenik dengan ekstrak air buah Adas (Foeniculi Fructus), dilakukan pada dosis 0,25 g/Kg BB, 0,5 g/Kg BB, dan 1g/Kg BB masing-masing dengan konsentrasi 3,125 %, 6,25 %, dan 12,5 %. Pemberian ekstrak air buah Adas (Foeniculi Fructus) dilakukan secara oral selama periode organogenesis hewan uji yaitu pada kehamilan hari ke-6 sampai ke-15, selanjutnya dilakukan pembedahan induk pada hari ke-20. Pengarnatan dilakukan terhadap jaringan lunak fetus tikus yang telah difiksasi dengan larutan Bouin selama 2 minggu dengan menggunakan mikroskop stereo. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak air buah Adas (Foeniculi Fructus) dosis 0,25 g/Kg BB, 0,5 g/Kg BB, dan 1 g/Kg BB tidak memberikan efek teratogenik

    Etälukutapahtuman tehostaminen BB Logisticsilla

    No full text
    Tämän opinnäytetyön tavoitteena oli osoittaa viivakoodillisten pallettien käsittelyprosessien lukutapahtumien näkökulmasta ilmenevät ongelmat. Työ tehtiin toimeksiantolähtöisenä BB Logisticsin Haminan toimipisteelle. Asetettujen tutkimuskysymysten myötä tekijän piti dokumentoida viivakoodien lukutapahtumaan liittyvät ongelmat ja löytää ratkaisut todettuihin ongelmiin. Työn aihe sai alkunsa syksyllä 2019, kun viivakoodit otettiin ensimmäistä kertaa käyttöön. Tutkimuksen virikkeenä toimi aiheen ajankohtaisuus. Opinnäytetyö ja teoreettinen viitekehys rakentuivat kvalitatiivista tutkimusmenetelmää käyttäen. Työssä käytettiin kirjallisten lähteiden lisäksi tekijän omia käytännön kokemuksia, verkkosivustoja sekä kirjallisia haastatteluita. Haastatteluiden tarkoituksena oli ensisijaisesti lisätä työssä ilmi tuotujen näkökulmien luotettavuutta. Haastattelut tehtiin suullisesti ja epävirallisesti marraskuussa 2019 työn alkuvaiheessa. Virallinen dokumentointi suoritettiin helmikuussa 2020 kirjallisten haastatteluiden muodossa. Haastattelun kysymykset olivat avoimia kysymyksiä, joihin vastasi kuusi työtoveria. Haastattelujen toteutusta voidaan opinnäytetyön tulosten kannalta pitää erittäin onnistuneena, koska haastattelussa esiin tuoduissa näkökulmissa oli yhtäläisyyksiä tekijän omien näkemysten kanssa. Tutkimuksen tavoitteet saavutettiin tyydyttävästi. Tavoitteisiin päästiin löytämällä optimaalisin tapa viivakoodilukutapahtuman toteutukseen nykyisessä tilassa ja tarjoamalla ratkaisuja nykyisen etälukutapahtuman tuomiin ongelmiin. Opinnäytetyössä ilmi tulleet ongelmat luokiteltiin aikahäviöiden aiheuttajiksi. Päätös käsittelyprosessien aikana syntyvien aikahäviöiden minimoimisesta on tehty ja liittyy viivakooditarrojen määrän lisäämiseen tuotteessa. Päätös viivakoodien määrän lisäämisestä ajoittuu todennäköisesti vuoden 2020 jälkipuoliskolle. Tämän lisäksi työssä mainittiin RFID:n käyttöönottomahdollisuus, jonka tarkoituksena oli antaa toimeksiantajalle ja asiakkaalle laajempi näkökulma aiheeseen.The objective of this thesis was to pinpoint key issues regarding the current state of remote reading as it is done during the pallet handling processes at BB Logistics Oy’s Hamina office. The set research questions also required the author to document these issues and find possible solutions to them. The topic of this thesis originated during the fall of 2019 when the barcodes were first introduced into the handling processes with a few hindrances. The reaction to handling barcodes was initially flawed, which sparked the topic and its pitching to the author. This thesis and its theory were structured by using qualitative methods. In addition to using usual sources such as books, own practical experience and many websites, interviews were used to boost reliability of the perspectives that were highlighted in this thesis. Written interviews were conducted towards the end of the study in February 2020; however, the same interviews were conducted orally during the research process in November 2019. The questionnaire included open questions that were answered by 6 different fellow employees. The use of interviews can be considered very successful in terms of results, because the interview’s results concur with the author’s results. The goals of this thesis were met with satisfying results, this was achieved by locating the most optimal way of reading barcodes in their current state and by suggesting solutions to obstacles faced during the remote reading. In the thesis it was discovered that hindrances cause time losses. A step towards implementing a solution to reduce time losses during handling processes was suggested. A decision to increase the number of barcodes has been made and it is likely to take place in the second half of 2020. The aim of this is to improve the general quality of work. Additionally, the possibility of implementing RFID technology was mentioned briefly – this was mainly done to raise some follow-up questions and give the commissioner and the customer broader perspectives on remote reading

    Measurement of the inclusive and dijet cross-sections of b-jets in pp collisions at &#8730;<span style="text-decoration:overline">s</span>=7 TeV with the ATLAS detector

    No full text
    The inclusive and dijet production cross-sections have been measured for jets containing b-hadrons (b-jets) in proton–proton collisions at a centre-of-mass energy of &#8730;s=7 TeV, using the ATLAS detector at the LHC. The measurements use data corresponding to an integrated luminosity of 34 pb−1. The b-jets are identified using either a lifetime-based method, where secondary decay vertices of b-hadrons in jets are reconstructed using information from the tracking detectors, or a muon-based method where the presence of a muon is used to identify semileptonic decays of b-hadrons inside jets. The inclusive b-jet cross-section is measured as a function of transverse momentum in the range 20&#60;p T&#60;400 GeV and rapidity in the range |y|&#60;2.1. The bb− -dijet cross-section is measured as a function of the dijet invariant mass in the range 110&#60;m jj&#60;760 GeV, the azimuthal angle difference between the two jets and the angular variable χ in two dijet mass regions. The results are compared with next-to-leading-order QCD predictions. Good agreement is observed between the measured cross-sections and the predictions obtained using POWHEG + Pythia. MC@NLO + Herwig shows good agreement with the measured bb− -dijet cross-section. However, it does not reproduce the measured inclusive cross-section well, particularly for central b-jets with large transverse momenta

    Uji Pendahuluan teratogenik Ekstrak Air Buah Adas (Foeniculi Fructus) Dosis 2 g/kg BB, 4 g/kg BB dan 8 g/kg BB Terhadap Jaringan Lunak Tikus Sprague-Dawley

    No full text
    Cacat bawaan pada bayi merupakan fenomena yang sering kita jumpai. Sebagian besar masyarakat awam menganggap hal ini terjadi karena faktor keamanan, bahkan ada yang menganggapnya sebagai kutukan. Dari berbagai penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa selain faktor genetis, faktor lingkungan juga menjadi salah satu penyebab teratogenik. Obat-obatan yang dikonsumsi wanita hamil merupakan salah satu faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi perkembangan janin yang dikandung. Penelitian ini merupakan uji pendahuluan untuk mengamati efek teratogenik dari ekstak air buah Adas (Foeniculi Fructus) terhadap jaringan lunak fetus tikus galur Sprague-Dawley. Selama periode organogenesis yaitu hari ke-6 sampai ke-15 masa kehamilan, hewan uji diberi larutan uji ekstrak air buah Adas (Foeniculi Fructus) per oral dengan dosis 2 g/kg BB, 4 g/kg BB 8 g/Kg BB masing-masing dalam konsentrasi 25% 50% dan 100%, pembedahan dilakukan pada hari ke-20. Setelah induk tikus dibedah, fetus yang diperoleh direndam dalam larutan Bouin selama 14 hari, kemudian dilakukan pengamatan terhadap jaringan lunaknya. Bagian kepala, dada, dan perut dipotong dengan pola tertentu kemudian diamati bagian dalamnya secara makroskopis dan mikroskopis. Pengamatan secara mikroskopis dilakukan dengan mikroskop stereo. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa ekstrak air buah Adas dengan dosis 2 g/Kg BB, 4 g/kg BB dan 8 g/Kg BBmasing-masing dalam konsentrasi 25%, 50% dan 100% tidak menimbulkan efek teratogenik terhadap jaringan lunak fetus tikus

    Uji pendahuluan teratogenik ekstrak air buah adas (Foeniculi Fructus) dosis 0,25 g/kg BB, 0,5 g/kg BB, 1 g/kg BB terhadap morfologi fetus tikus

    No full text
    Salah satu khasiat buah Adas (Foeniculi Fructus) adalah sebagai pengatur haid. Apabila dikonsumsi karena terlambat haid, padahal tanpa disadari kemungkinan sudah terjadi konsepsi, maka dikhawatirkan akan terjadi aborsi atau tidak gugur tetapi terjadi kelainan atau cacat pada anak yang dilahirkan. Untuk mengetahui kemungkinan adanya efek teratogenik dari buah Adas (Foeniculi Fructus), maka diadakan uji pendahuluan teratogenik pada tikus betina hamil dari galur Sprague-Dawley, yang terbagi dalam 1 kelompok kontrol dan 3 kelompok dosis. Kelompok kontrol diberikan air suling sedangkan kelompok dosis diberikan ekstrak air buah Adas (Foeniculi Fructus), dengan dosis 0,25 g/kg BB, 0,5 g/kg BB dan 1 g/kg BB yang masing-masing diberikan dalam konsentrasi 3,125 %, 6,25 % dan 12,5 %. Pemberian dilakukan secara oral selama kehamilan hari ke-6 sampai dengan hari ke-15. Pengamatan dilakukan dengan pembedahan pada kehamilan hari ke 20. Adapun parameter ujinya adalah keadaan luar fetus secara visual, jumlah fetus total (hidup dan mati), jumlah korpora lutea, dan jumlah titik-titik implant. Dari hasil penelitian, buah Adas (Foeniculi Fructus), tidak dapat dikatakan memberikan efek teratogenik pada morfologi luar tikus pada pengamatan secara visual. Secara statistik pun tidak didapatkan perbedaan yang nyata antara hewan uji pada kelompok kontrol dengan hewan uji yang diberi ekstrak air buah Adas (Foeniculi Fmctus

    Uji Pendahuluan teratogenik Ekstrak Air Buah Adas (Foeniculi Fructus) Dosis 0,25 g/kg BB, 0,5 g/kg BB dan 1g/kg BB Terhadap Morfologi Fetus Tikus

    No full text
    Salah satu khasiat buah Adas (Foeniculi Fructus) adalah sebagai pengatur haid Apabila dikonsumsi karena terlambat haid, padahal tanpa disadari kemungkinan sudah terjadi konsepsi, maka dikhawatirkan akan terjadi aborsi atau tidak gugur tetapi terjadi kelainan atau cacat pada anak yang dilahirkan. Untuk mengetahui kemungkinan adanya efek teratogenik dari buah Adas (Foeniculi Fructus), maka diadakan uji pendahuluan teratogenik pada tikus betina hamil dari galur Sprague-Dawley, yang terbagi dalam 1 kelompok kontrol dan 3 kelompok dosis. Kelompok kontrol diberikan air suling sedangkan kelompok dosis diberikan ekstrak air buah Adas (Foeniculi Fructus) dengan dosis 2 g/k.g BB, 4 g/k.g BB dan 8 g/k.g BB yang masing-masing diberikan dalam konsentrasi 25 %, 50 % dan 100 %. Pemberian dilakukan secara oral selama kehamilan hari ke-6 sampai dengan hari ke-15. Pengamatan dilakukan dengan pembedahan pada kehamilan hari ke-20. Adapun parameter ujinya adalah keadaan luar fetus secara visual, jumlah fetus total (hidup dan mati), jumlah korpora lutea, dan jumlah titik-titik implant Dari hasil penelitian, buah Adas (Foeniculi Fructus) tidak dapat dikatakan memberikan efek teratogenik pada morfologi luar tikus pada pengamatan secara visual. Secara statistik pun tidak didapatkan perbedaan yang nyata antara hewan uji pada kelompok kontrol dengan hewan uji yang diberi ekstrak air buah Adas (Foeniculi Fructus)

    Viscolin induces G0/G1 arrest and alters the expression of cell cycle regulatory proteins in PDGF-BB-treated HASMCs.

    No full text
    (A) Cells were left untreated or were treated with 40 μM viscolin for 24 h and then with PDGF-BB for an additional 24 h. The proportions of cells in the G0/G1, S, or G2/M phases were determined by FACScan analysis. The mean±SEM of three independent experiments were shown. *P†PKip1, (E) CDK4, (F) CDK2, (G) or p21Cip1 proteins was determined by Western blot analysis. GAPDH or α-tubulin was processed in parallel as an internal control for protein loading. The results are shown as the fold increase in expression relative to that in untreated controls. The data are the means ± SEM (n = 4). *P†P<0.05 vs. the PDGF-BB-treated cells.</p

    Probing g->bb with inclusive jets and V+jets with ATLAS

    No full text
    Probing g->bb with inclusive jets and V+jets with ATLA
    corecore