1,300 research outputs found
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Botto-Botto (Chromolaena odorata L.) terhadap Bakteri Helicobacter pylori
Ulkus peptikum adalah salah satu gangguan gastrointestinal, dimana terjadi luka dilapisan lambung atau usus kecil (duodenum), penyebab utama penyakit ini adalah bakteri Helicobacter pylori. Salah satu tumbuhan yang dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan pada penyakit tersebut yaitu daun botto-botto yang memiliki kandungan senyawa kimia seperti flavonoid, tanin dan saponin yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% daun botto-botto (chromolaena odorata L.) dalam menghambat bakteri Helicobacter pylori dengan konsentrasi tertentu. Konsentrasi ekstrak yang digunakan 20% g/ml, 40% g/ml, 60% g/ml, dan 80% g/ml, ekstrak etanol 70% daun botto-botto. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar menggunakan cakram disk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun botto-botto dapat memberikan zona penghambatan pada bakteri Helicobacter pylori dengan hasil diameter rata-rata zona hambat pada kontrol positif sebesar 17 mm, konsentrasi 20% sebesar 9,8 mm, konsentrasi 40% sebesar 9,8 mm, konsentrasi 60% sebesar 17,5 mm, dan konsentrasi 80% sebesar 20 mm. Konsentrasi 80% yang memiliki daya hambat bakteri terkuat terhadap bakteri Helicobacter pylori. Berdasarkan hasil uji one way anova menunjukkan hasil nilai p=0,000 (p= <0,05) sehingga dilakukakn uji lajutkan dengan uji Tukey yang diperoleh nilai ialah p=0,051 (p= >0,05) yang berarti tidak ada perbedaan yang signifikan antara kontrol positif, konsentrasi 80% dan 60%, konsentrasi 40% dan 20%.
Keywords: Daun botto-botto, Antibakteri, Helicobacter Pylori, Flavonoid, Tanin, Saponin Ulkus peptikum adalah salah satu gangguan gastrointestinal, dimana terjadi luka dilapisan lambung atau usus kecil (duodenum), penyebab utama penyakit ini adalah bakteri Helicobacter pylori. Salah satu tumbuhan yang dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan pada penyakit tersebut yaitu daun botto-botto yang memiliki kandungan senyawa kimia seperti flavonoid, tanin dan saponin yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% daun botto-botto (chromolaena odorata L.) dalam menghambat bakteri Helicobacter pylori dengan konsentrasi tertentu. Konsentrasi ekstrak yang digunakan 20% g/ml, 40% g/ml, 60% g/ml, dan 80% g/ml, ekstrak etanol 70% daun botto-botto. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar menggunakan cakram disk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun botto-botto dapat memberikan zona penghambatan pada bakteri Helicobacter pylori dengan hasil diameter rata-rata zona hambat pada kontrol positif sebesar 17 mm, konsentrasi 20% sebesar 9,8 mm, konsentrasi 40% sebesar 9,8 mm, konsentrasi 60% sebesar 17,5 mm, dan konsentrasi 80% sebesar 20 mm. Konsentrasi 80% yang memiliki daya hambat bakteri terkuat terhadap bakteri Helicobacter pylori. Berdasarkan hasil uji one way anova menunjukkan hasil nilai p=0,000 (p= <0,05) sehingga dilakukakn uji lajutkan dengan uji Tukey yang diperoleh nilai ialah p=0,051 (p= >0,05) yang berarti tidak ada perbedaan yang signifikan antara kontrol positif, konsentrasi 80% dan 60%, konsentrasi 40% dan 20%.
Keywords: Daun botto-botto, Antibakteri, Helicobacter Pylor
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 70% Daun Botto-Botto (Chromolaena odorata L.) terhadap Bakteri Helicobacter pylori
Ulkus peptikum adalah salah satu gangguan gastrointestinal, dimana terjadi luka dilapisan lambung atau usus kecil (duodenum), penyebab utama penyakit ini adalah bakteri Helicobacter pylori. Salah satu tumbuhan yang dapat
digunakan sebagai alternatif pengobatan pada penyakit tersebut yaitu daun botto-botto yang memiliki kandungan senyawa kimia seperti flavonoid, tanin dan saponin yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% daun botto-botto (chromolaena odorata L.) dalam menghambat bakteri Helicobacter pylori dengan konsentrasi tertentu. Konsentrasi ekstrak yang digunakan 20% g/ml, 40% g/ml,
60% g/ml, dan 80% g/ml, ekstrak etanol 70% daun botto-botto. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar menggunakan cakram disk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun botto-botto dapat memberikan zona penghambatan pada bakteri Helicobacter pylori dengan hasil diameter rata-rata zona hambat pada kontrol positif sebesar 17 mm, konsentrasi 20% sebesar 9,8 mm, konsentrasi 40% sebesar 9,8 mm, konsentrasi 60% sebesar 17,5 mm, dan konsentrasi 80% sebesar 20 mm. Konsentrasi 80% yang memiliki daya hambat bakteri terkuat terhadap bakteri Helicobacter pylori. Berdasarkan hasil uji one
way anova menunjukkan hasil nilai p=0,000 (p 0,05) yang berarti tidak signifikan antara kontrol positif, konsentrasi 80% dan 60%, konsentrasi 40% dan 20%
Antiproliferation potential of Botto-botto (Chromolaena odorata L.) leaves methanol extract fraction against HeLa Cell Line
Botto-botto (Chromolaena odorata L.) was one of plants that its leaves used empirically in South Sulawesi society as wound and anti-inflammatory drugs. This study aimed to determine the potential of Botto-botto toward cancer cells (HeLa Cells) and normal cells (Vero cells) using the MTT assay method (Microculture Tetrazolium Salt Method). Ethyl acetate extract from methanol extract being fractionated by vacuum liquid chromatography method by a different polarity level of solvent. Cytotoxic effect test was using MTT method to cancer cells (HeLa), and normal cells (Vero) with the percent parameter of cell growth inhibition. Selectivity index was determined from percentage of cancer cell growth inhibition ratio of cancer cells to normal cells. The results showed that A, B, C, D, E, F, and G fractions had a selectivity index on HeLa cells at 0.845, 3.387, 2.004, 1.508, 1.625, 1.284, 1.299. This result proved that B fraction of methanol extract of Botto-botto leaves had a potential to be developed as chemotherapy agents in increasing the effectiveness treatment of cervix cancer
Tortura: sulla proibizione assoluta di un male mai “minore”. Recensione a G. Fornasari, Dilemma etico del male minore e ticking bomb scenario. Riflessioni penalistiche (e non) sulle strategie di legittimazione della tortura.
Nel contributo si recensisce il volume di G. Fornasari “Dilemma etico del male minore e ticking bomb scenario. Riflessioni penalistiche (e non) sulle strategie di legittimazione della tortura”. L’analisi, sorretta dalla piena condivisione della prospettiva dell’Autore secondo la quale l’assolutezza della proibizione della tortura è un principio inderogabile, si articola attraverso un confronto con il percorso di argomentazione che caratterizza la struttura e i contenuti dell’opera
Revisiting an idea of G. D. Botto: a solar thermoelectric generator
In an experiment performed by G D Botto in 1833 it was shown that it was possible to produce hydrogen gas by hydrolysis by means of an electromotive force obtained by connecting in series more than 100 thermocouples heated by a flame of burning alcohol. In the system we study, we adopt the same basic idea for an electro-thermal converter, by assuming that concentrated solar radiation heats N thermocouples in series to generate an electromotive force f0
gbotto/chiroptera_UY: Mapas de distribución de murciélagos de Uruguay
<p>Material suplementario del trabajo "CONSERVACIÓN DE LOS MURCIÉLAGOS (MAMMALIA: CHIROPTERA) DE URUGUAY: ESTADO ACTUAL Y PERSPECTIVAS" (Botto Nuñez, G., E.M. González & A.L. Rodales)</p>
Corpo, expressão e identidade em adolescente de António Botto
Este trabalho propõe uma leitura do livro Adolescente, incluído n’As Canções de António Botto (1941), que reúne a maior parte dos poemas escritos por António Tomás Botto. O livro em análise apresenta a vida e a experiência de um jovem que descobre sua (homo)sexualidade e busca vivê-la de modo intenso. Analisamos os estágios de desenvolvimento do adolescente considerando o relacionamento dele com os corpos dos Outros. Observamos que o sujeito poético de Adolescente busca autoconhecimento através do relacionamento com os corpos amados e desenvolve-se através destes relacionamentos, uma vez que envolvem amor, sofrimento, desilusão, e, finalmente, o amadurecimento.This paper brings insights into the book Adolescente, in the collection As Canções de António Botto (1941), which gathers most part of the poems written by António Tomás Botto. In this book, the author depicts the life and experience of a young man who discovers his (homo) sexuality and seeks to live it more intensively. We then analyze the stages of the adolescent’s development considering his relationship with the body of the Others. We observe that the character searches self-knowledge
through his relationship with the lover’s body and develops through this relationship, which involves love, suffering, disillusion, and, finally, maturity
Skrining Partisi-Partisi dan Fraksi-fraksi Larut Etil Asetat dari Ekstrak Metanol Daun Botto-botto (Chromolaena odorata L.) sebagai Inhibitor Mycobacterium Tuberculosis
Tuberkulosis merupakan masalah kesehatan dunia, yang bertanggungjawab atas kematian jutaan orang tiap tahunnya. Untuk itu perlu dilakukan penanganan pada penyakit ini untuk mengurangi penyebab kematian tiap tahunnya. Daun botto-botto
(Chromolaena odorata L.) adalah salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan fraksi yang paling aktif
menghambat pertumbuhan Mycobacterium tuberculosis. Sampel yang digunakan daun botto-botto yang di ekstraksi dengan metanol yang selanjutnya di partisi dengan n-heksan dan etil asetat. Partisi larut etil asetat kemudian difraksinasi. Pengujian antituberkulosis dilakukan dengan metode MODS (Microscpy observation drug susceptibility) dengan sampel ekstrak, partisi, dan fraksi, kontrol (-) berupa DMSO
dan kontrol (+) berupa obat Isoniazid yang kemudian diujikan dengan mycobacterium tuberculosis strain H37 RV dan di amati pada hari ke-7 dengan menggunakan mikroskop. Sampel ekstrak, partisi larut etil, partisi tidak larut etil, partisi larut
heksan, dan fraksi A B C D E F G di peroleh hasil penelitian, partisi larut heksan, fraksi B C D E G dapat menghambat pertumbuhan Mycobacterium tuberculosis pada
hari ke-7 sedangkan sampel ekstrak, partisi larut etil, partisi tidak larut etil tidak dapat diamati. Berdasarkan hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa partisi larut heksan, dan beberapa fraksi memiliki aktifitas sebagai inhibitor pertumbuhan Mycobacterium tuberculosis yang ditandai tumbuhnya sedikit Mycobacterium tuberculosis
dibandingkan kontrol negatif. Sedangkan untuk sampel yang lain, tidak dapat diambil kesimpulan karena hasil yang diperoleh tidak dapat diamati
I modelli convenzionali di partenariato pubblico-privato: la giurisdizione della Corte dei Conti
- …
