14 research outputs found
News classification with human annotators: a case study
The need to classify textual documents has become an increasingly vibrant research field due to the development of online news. While most of the news in news websites are categorised manually, the task becomesmore strenuous considering the tremendous surge of data updates every day. This paper addresses the question of how text classification algorithms can substitute the particular task over manual classification methods. A combined method using Bracewell\u27s algorithm and top-n method is demonstrated and tested using Indonesian language corpus. The experiment also uses human evaluation as the benchmark. The result from the human evaluation is further investigated in order to understand how the annotators classify documents and the aspects that can be improved to enhance the method in the future. The results indicate that the method can outperform human annotators by 13% in terms of accuracy
Indonesian Enhanced Bracewell‘S Text Classification Method For Indonesian News Documents
Text classification has been a popular research field in the area of computer science. It deals with the assignment of labels into a group of similar textual document. However, there have been very limited approaches which are focused on improving the unique character of news corpus, even less for Indonesian news document. Apart from that, only few were aimed at categorizing and identifying topics. The aim of this study is to solve the problems in text classification for online news: the large volume of data, sparsely distributed articles, classification of unseen data, and limitation of text classification approach for Indonesian news documents. Classification is done using likelihood calculation for the category classification, whereas for the topic identification cosine similarity calculation is employed. Two sets of data have been used during experiments: training and testing corpus. The training corpus consists of 900 documents, and is employed as the learning material for the classifier. The testing set covers 455 documents and are utilised to measure the accuracy of the classifier. Classification was conducted offline and online using Indonesian online news dataset from the year 2011 – 2012. The enhanced method is proven able to produce a good result with accuracy rate of up to 93.84% accuracy for category classification, and 95.64% for topic identification. In terms of computational time, the results prove that proposed classifier works optimally on n = 20, with an average of 2.81 seconds computational time. In comparison against human evaluation, the integrated method has managed to outperform by 13%. A study in depth has also been conducted to investigate the human annotators‘ responses towards the experiments process. This highlights that the enhanced method has advantage over manual classification, and is suitable for Indonesian news classification
Analisis Struktur Dermaga Pupuk NPK di Tersus PT. Pupuk Kalimantan Timur untuk Kapal BULK Carrier dengan Kapasitas 10.000 DWT
Adanya rencana pengembangan fasilitas di tersus PT. Pupuk Kaltim yaitu dengan membangun dermaga khusus pupuk NPK. Pengembangan ini diharapkan dapat membantu proses distribusi pupuk NPK dengan efektif, efisien, dan cepat. Dermaga yang direncanakan adalah dermaga jenis quadrant shiploader untuk kapasitas kapal 10.000 DWT. Perencanaan dermaga ini telah diwujudkan dalam bentuk rencana pengembangan dermaga. Namun untuk mewujudkan pembangunan tersebut diperlukan detail engineering desain yang meliputi sistem fender dan boulder, perencanaan trestle, pivot, loading platform, mooring dolphin, breasting dolphin, catwalk, pemancangan, dan detail penulangan. Selain detail engineering desain, perlu ditinjau juga terhadap kedalaman air pada alur masuk tersus PT. Pupuk Kaltim. Untuk pengerjaan pembetonan pada tugas akhir ini direncanakan menggunakan beton konvensional atau cor in situ, namun dalam metode pelaksanaannya, pihak kontraktor dapat mengupayakan menggunakan sistem pracetak namun tetap mengacu pada desain yang telah direncanakan pada tugas akhir ini. Perencanaan dermaga tidak hanya mencakup perencanaan fasilitas laut serta perencanaan struktur dermaga saja. Selain itu perlu juga direncanakan terkait metode pelaksanaan pembangunan dana dalam perencanaan dermaga juga harus ditinjau terkait rencana anggaran biaya dari dermaga tersebut. Dari hasil analisis perhitungan didapatkan kebutuhan dermaga dengan dimensi trestle sebesar 4 x 50 m2, pivot 8 x 14 m2, loading platform 3 x 82 m2, mooring dolphin 3,8 x 3,8 m2, breasting dolphin sebesar 4,8 x 4,8 m2
Wave numerical model of swell and sea at Rote strait
A spectral wave numerical simulation based on SWAN is used to model 10 years wave climate at Rote Strait, Nusa Tenggara Timur province. ERA5 reanalysis data of total wave and wind is used for model forcing. Simulation results show waves direction in Rote strait are coming from southeast and southwest. Waves direction at nearshore of southeast Timor island coast are coming from southeast because of refraction and diffraction. Waves height over 0.8 m occurs in 320 days in one year. 50 years wave return period calculated at 2.68 m height
Island Berth Untuk Kapal Tanker 85000 DWT Loading Oil Product: BBM Ron 85 Tersus PT. Badak NGL Bontang
Perencanaan Dermaga Produk Curah Cair Kapal 10.000 DWT di Pelabuhan Kilang Minyak Tuban, Jawa Timur
Indonesia mengalami peningkatan kebutuhan akan minyak sejak 1 dekade terakhir dikarenakan tingginya tingkat konsumsi masyarakat. Pemerintah mencanangkan untuk menumbuhkan industri Kilang Minyak sebagai upaya pencapaian ketahanan energi di Indonesia. Salah satunya akan dibangun Kilang Minyak di kabupaten Tuban, Jawa Timur yang diharapkan dapat meningkatkan penyediaan minyak mentah serta bahan bakar dalam negeri sehingga tidak bergantung pada impor. Kilang Minyak di kabupaten Tuban membutuhkan fasilitas yang memadai di area pelabuhan untuk menunjang produktifitasnya. Maka dari itu, perlu direncanakan dermaga produk untuk kegiatan loading dan pendistribusian hasil produksi minyak dengan kapasitas kapal sebesar 10.000 DWT. Pembangunan dermaga tersebut memerlukan perencanaan detail struktur seperti loading platform, breasting dolphin, mooring dolphin, catwalk, trestle, serta aksesoris dermaga berupa fender dan bollard. Lalu, melakukan evaluasi terhadap layout perairan serta daratan di area pelabuhan Kilang Minyak Tuban terhadap masterplan yang telah ada. Dan yang terakhir merencanakan metode pelaksanaan serta estimasi anggaran biaya dari pembangunan dermaga tersebut. Hasil dari perencanaan struktur dermaga produk curah cair ini diperoleh dimensi loading platform 15 x 20 m2, breasting dolphin 5 x 5 m2, mooring dolphin 3,8 x 3,8 m2, catwalk 1,2 x 5,75 m2 – 1,2 x 34,6 m2 – 1,2 x 29 m2, dan trestle 6 x 194 m2. Rencana anggaran biaya yang diperlukan dalam pembangunan dermaga ini sebesar Rp 80.471.264.000.- pembangunan dermaga ini sebesar Rp 80.471.264.000.
Perencanaan Dermaga Pupuk NPK di Tersus PT. Pupuk Kalimantan Timur untuk Kapal Bulk Carrier dengan Kapasitas 10.000 DWT
Indonesia merupakan produsen pupuk terbesar di Asia dengan total aset pada tahun 2015 sebesar Rp. 93,13 triliun dan total kapasitas produksi pupuk mencapai 13,1 juta ton per-tahun. Dengan adanya rencana pengembangan fasilitas di tersus PT. Pupuk Kaltim yaitu dengan membangun dermaga khusus pupuk NPK. Pengembangan ini diharapkan dapat membantu proses distribusi pupuk NPK dengan efektif, efisien, dan cepat. Dermaga yang direncanakan adalah dermaga jenis quadrant shiploader untuk kapasitas kapal 10.000 DWT. Perencanaan dermaga ini telah diwujudkan dalam bentuk rencana pengembangan dermaga. Namun untuk mewujudkan pembangunan tersebut diperlukan detail engineering desain yang meliputi sistem fender dan boulder, perencanaan trestle, pivot, loading platform, mooring dolphin, breasting dolphin, catwalk, pemancangan, dan detail penulangan. Selain detail engineering desain, perlu ditinjau juga terhadap kedalaman air pada alur masuk tersus PT. Pupuk Kaltim. Untuk pengerjaan pembetonan pada penelitian ini direncanakan menggunakan beton konvensional atau cor in situ, namun dalam metode pelaksanaannya, pihak kontraktor dapat mengupayakan menggunakan sistem pracetak namun tetap mengacu pada desain yang telah direncanakan pada penelititan ini. Perencanaan dermaga tidak hanya mencakup perencanaan fasilitas laut serta perencanaan struktur dermaga saja. Selain itu perlu juga direncanakan terkait metode pelaksanaan pembangunan dana dalam perencanaan dermaga juga harus ditinjau terkait rencana anggaran biaya dari dermaga tersebut. Dari hasil analisis perhitungan didapatkan kebutuhan dermaga dengan dimensi trestle sebesar 4 x 50 m2, pivot 8 x 14 m2, loading platform 3 x 82 m2, mooring dolphin 3,8 x 3,8 m2, breasting dolphin sebesar 4,8 x 4,8 m2. Rencana anggaran biaya untuk pembangunan dermaga ini adalah sebesar Rp.75.959.142.300,
Perencanaan Perbaikan dan Perkuatan Sisi Utara Dermaga Konstruksi untuk Kapal General Cargo 6.000 DWT di Tersus PT Pupuk Kaltim, Bontang
Dermaga Konstruksi PT Pupuk Kaltim merupakan dermaga jetty pertama yang dibangun pada tahun 1979 dan pengembangannya pada tahun 1988. Awalnya dermaga ini berfungsi sebagai tempat bongkar/muat material konstruksi pabrik PT Pupuk Kaltim. Namun, fungsi tersebut beralih menjadi tempat bongkar/muat bahan baku produksi dan distribusi pupuk urea dengan menggunakan kapal general cargo 2.000 DWT. Wilayah distribusi pupuk Urea, yaitu wilayah Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua, dan sebagian Jawa Timur. Saat ini umur struktur sisi utara Dermaga Konstruksi telah lebih dari 30 tahun dan menyebabkan beban aktivitas bongkar/muat dermaga tidak optimal. Dan di tahun 2017, PT Pupuk Kaltim akan meningkatkan kapasitas kapal general cargo yang akan bersandar di Dermaga Konstruksi menjadi 6000 DWT. Berdasarkan dua faktor tersebut, sisi utara Dermaga Konstruksi perlu dilakukan perencanaan perbaikan dan perkuatan. Perencanaan dilakukan menggunakan standard utama British Standard 6349 tentang Maritime Works. Dalam perencanaan, dilakukan evaluasi fasilitas perairan dan daratan, fender dan bollard, dan struktur eksisting dermaga. Pemodelan struktur eksisting menggunakan program SAP2000. Setelah dilakukan evaluasi, selanjutnya merencanakan perbaikan dan perkuatan struktur dermaga, dan rencana anggaran biaya. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan diperoleh kebutuhan struktur baru sebagai berikut: fender perlu diganti dengan tipe V G.1.4 SX-P H 600 mm L 3000 mm sebanyak 11 set, pelat lantai dengan tebal 600 mm, balok melintang dan memanjang dengan ukuran 400 x 800 mm, pile cap fender dengan ukuran 2000 x 2000 x 1500 mm, pile cap biasa ukuran 2000 x 2000 x 800, dan perbaikan tiang pancang menggunakan patch plate tebal 8 mm dengan kedalaman 13,385 m. Rencana anggaran biaya yang diperlukan untuk perbaikan dan perkuatan struktur dermaga sebesar Rp41.098.695.745.60 (Empat Puluh Satu Milyar Sembilan Puluh Delapan Juta Enam Ratus Sembilan Puluh Lima Ribu Tujuh Ratus Empat Puluh Lima Rupiah
Perencanaan Dermaga LNG Kabupaten Maros Sulawesi Selatan
Indonesia merupakan Negara yang memiliki cadangan gas bumi yang besar. Sampai saat ini gas alam yang berasal di Indonesia diolah menjadi produk LNG (liquefied natural gas). LNG merupakan gas alam yang telah diolah kedalam bentuk cair yang telah dikondensasikan sampai suhu -161oC agar volume yang dihasilkan berkurang sampai 1/600 dari fasa gasnya sehingga menjadi Natural gas. Pembangunan dermaga LNG di Kabupaten Maros untuk kapal 10.000 DWT merupakan solusi yang dapat memecahkan permasalahan pendistribusian untuk daerah daerah yang membutuhkan suplai gas, salah satu indikatornya adalah Maros merupakan daerah yang strategis, hal ini didukung dengan posisi Maros yang berada di tengah diantara daerah tujuan serta terletak pada Alur Laut Kepulauan Indonesia II sehingga kegiatan pendistribusian LNG dengan mudah dilakukan baik itu ke dalam maupun luar negeri. Untuk menunjang kegiatan operasional tersebut maka dibangunlah dermaga LNG dengan tahapan pembangunan dimulai dengan mengumpulkan dan menganalisa data yang dibutuhkan dimana data tersebut digunakan untuk mengevaluasi layout perairan dan daratan. Kemudian direncanakan detail struktur dermaga, metode pelaksanaan, dan rencana anggaran biaya. Hasil dari perencanaan struktur dermaga LNG berupa unloading platform (22 m x 19 m), breasting dolphin (5,4 m x 5,2 m), mooring dolphin (4 m x 4 m), dan catwalk (7 m, 16 m, 28 m). Metode pelaksanaan yang digunakan menggunakan metode in-situ (in place). Dan dengan estimasi biaya Rp. 49.843.444.000 (Empat puluh sembilan miliar delapan ratus empat puluh tiga juta empat ratus empat puluh empat ribu rupiah)
