28 research outputs found
Pengaruh sistem olah tanah dan residu tanaman terhadap laju minerilisasi nitrogen tanah dan hasil jagung
XVII+109hlm.;29c
SISTEM INFORMASI PENDATAAN SISWA DAN GURU SMA NEGERI 1 SEULIMEUM MENGGUNAKAN CODEIGNITER (CI)
Sistem informasi pendataan siswa dan guru merupakan program yang dirancang khusus untuk memudahkan sekolah dalam mengelola data-data siswa dan guru SMA Negeri 1 Seulimeum, dimana dalam perkembangannya pendataan siswa dan guru masih menggunakan sistem pendataan secara manual dalam kegiatan operasionalnya. Dalam pembuatan sistem informasi ini terdapat beberapa datayang diperlukan, diantaranya yaitu data siswa, data guru dan sebagainya. Dari data-data tersebut diharapkan bisa memberikan dasar dari proses pembuatan sistem informasi ini sehingga mampu memberikan informasi yang dibutuhkan secara cepat, tepat dan akurat. Pembuatan sistem informasi ini bertujuan untuk memudahkan user dalam pencarian data siswa dan guru SMA Negeri 1 Seulimeum.Kata kunci Sistem Informasi, Pendataan siswa, Pendataan Guru, SMA Negeri 1Seulimeum
Teknik Pengendalian Gulma Dan Pengelolaan Tanah Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Kedelai (Glycine Max L.merril)
Tanaman kedelai dapat tumbuh dengan kondisi lingkungan yang baik untuk dapat tumbuh dengan sempurna, kondisi lingkungan ini dapat dihasilkan melalui pengolahan tanah yang tepat. Pengolahan tanah dapat dilakukan secara intensif, minimum ataupun tanpa olah tanah. Pengolahan tanah intensif membutuhkan biaya yang tinggi dan mempercepat kerusakan tanah. Pada umunya pada saat dilakukan pengolahan tanah, lahan dalam keadaan terbuka, tanah dihancurkan oleh alat pengolah,sehingga agragat tanah mempunyai kemantapan rendah. Gulma merupakan salah satu faktor yang dapat menekan hasil kedelai yang ditanam lahan kering. Penurunan hasil yang diakibatkan persaingan antara gulma dengan tanaman kedelai sangat bervariasi, antara 18-76%. Kedelai yang gulmanya tidak disaingi produksinya dapat menurun hingga 15%. Pengendalian gulma pada saat pembukaan lahan umumnya dilakukan dengan cara pengolahan tanah, namun demukian herbisida merupakan alternative lain yang dapat digunakan untuk membuka lahan. Dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi dianjurkan kepada petani kedelai dalam USAha tani agar mengolah tanah maksimal dengan penggunaan bahan kimia yang minimum jika diperlukan sehingga proses fotosistesjs menjadi optimal guna mendapatkan pertumbuhan dan hasil tanaman yang optimal
Fenomena perubahan fungsi kawasan perumahan menjadi kawasan bisnis sebagai akibat pertumbuhan kawasan (Studi kasus: Kelurahan Bandar Baru, Kecamatan Kuta Alam, kota Banda Aceh)
xi+99999hlm.;29c
Respon Umur Persemaian Dan Pemberian Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Padi
Beberapa faktor yang menjadi kendala dalam peningkatan produksi padi nasional salah satunya adalah lamanya umur benih padi di persemaian dan penurunan produktivitas akibat penggunaan pupuk kimia secara terus menerus sehingga menyebabkan kurang mampu menyediakan unsur hara yang seimbang dan sesuai kebutuhan tanaman padi. Berdasarkan permasalahan tersebut telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui respon umur persemaian dan pemberian pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Ada dua faktor yang diteliti yaitu umur persemaian (H) yang terdiri dari empat taraf yaitu: H1 : persemaian bibit selama 7 hari; H2 : persemaian bibit selama 15 hari; H3 : persemaian bibit selama 21 hari; dan pemberian pupuk organik (P) yang terdiri dari empat taraf yaitu : P0 = kontrol (tanah top soil sebanyak 10 kg per pot); P1 = tanah 5 kg per pot dan pupuk organik 5 kg per pot; P2 = tanah 4 kg per pot dan pupuk organik 6 kg per pot; P3 = tanah 2 kg per pot dan pupuk organik 8 kg per pot; Masing-masing perlakuan di ulang sebanyak 3 ulangan sehingga terdapat 36 unit perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan Terdapat interaksi yang sangat nyata antara perlakuan umur persemaian dan pemberian pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Interaksi terbaik di jumpai pada perlakuan umur persemaian 15 hari dan pemberian tanah 4 kg per pot dan pupuk organik 6 kg per pot (H2P2)
Pengaruh Sistem Olah Tanah Dan Residu Tanaman Terhadap Laju Mineralisasi Nitrogen Tanah
Salah satu cara memperhatikan produktivitas tanah adalah dengan mengembalikan residu tanaman setelah panen sebagai sumber bahan organik dan menerapkan sistem olah tanah yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh sistem olah tanah dan pemberian beberapa tingkatan residu tanaman terhadap laju mineralisasi N tanah. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Pola Faktorial yang terdiri dari dua faktor, yaitu sistem olah tanah dan takaran residu tanaman jagung. Faktor olah tanah terdiri dari tiga taraf yaitu tanpa olah tanah, olah tanah minimum dan olah tanah konvensional, sedangkan faktor residu tanaman jagung terdiri dari tiga taraf yaitu 0 ton.ha-1, 10 ton.ha-1 dan 20 ton.ha-1. Hasil peneltian menunjukkan sistem olah tanah dan pemberian residu tanaman jagung berpengaruh terhadap laju mineralisasi N tanah, potensial N organik termineralisasi dan net N termineralisasi
Unsur kearifan lokal pada arsitektur bangunan peninggalan kolonial di kota Banda Aceh
viii+99999hlm.;29c
Tipologi dan perubahan ruang pada rumah tradisional aceh sebagai akibat kebutuhan hunian oleh pemilik (Studi kasus: Kabupaten Aceh Besar)
vi+99999hlm.;29c
SOIL CONSERVATION TECHNIQUES IN OIL PALM CULTIVATION FOR SUSTAINABLE AGRICULTURE
Currently, many have been concerned with the oil palm cultivation since it may also put land resources in danger and bring about environmental damage. Poor practices in managing agricultural land very often occur due to the inadequate knowledge of soil conservation. Application of soil and water conservation is to maintain the productivity of the land and to prevent further damage by considering land capability classes. This research was aimed at obtaining soil and water conservation techniques which are the most appropriate and optimal for oil palm cultivation areas based on land capability classes which can support sustainable oil palm cultivation. Several soil conservation techniques had been treated to each different class III, IV, and VI of the studied area. These treatment had been performed by a standard plot erosion. The results showed for the land capability class III, Cover plants + Manure was able to control runoff, erosion and reduce leaching of N (LSD P≤0,05), in which soil conservation produced the lowest erosion (3,73t/ha), and N leaching (0,25%). On land capability class IV, Sediment Trap + cover plants+ manure was able to control runoff, erosion and reduce organic C and P leaching (LSD P≤0,05), in which soil conservation produced the lowest runoff (127,77 m3/ha), erosion (12,38t/ha), organic C leaching (1,14 %), and P leaching (1,28 ppm). On land capability class VI, there isn’t significant effect of soil conservation, but Bench Terrace + cover plants +manure has the lowest runoff, erosion and soil nutrient leaching
Pengaruh koefisien dasar bangunan (KDB) terhadap kondisi lingkungan permukiman di Banda Aceh (studi kasus : komplek perumahan yang dibangun developer)
VII+33hlm.;29c
